*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Soetan Goenoeng Moelia adalah salah
satu pahlawan Indonessia. Hanya saja belum ada pihak yang mengusulkannya
menjadi Pahlawan Nasional. Mengapa? Yang jelas adalah Sutan Gunung Mulia adalah
guru Indonesia, sarjana pendidikan yang bergelar doktor. Tentu saja tidak hanya
itu. Sutan Gunung Mulia adalah Menteri Pendidikan Republik Indonesia yang kedua
(menggantikan Ki Hadja Dewantara).
lebar dan ada juga yang ditulis sekadarnya dan bahkan ada yang tidak pernah
ditulis. Narasi sejarah salah satu tokoh sejarah Indonesia seperti Sutan Gunung
Mulia di laman Wikipedia hanya ditulis seadanya saja, sebagai berikut: ‘Todung
Sutan Gunung Mulia (atau nama lengkapnya Todung Sutan Mulia Harahap; 21 Januari
1896 – 11 November 1966) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
pada tahun 1945 hingga tahun 1946 dalam Kabinet Sjahrir I dan Kabinet Sjahrir
II. Ia adalah seorang Batak-Angkola yang bermarga Harahap, ia juga adik sepupu
dari Amir Sjarifoeddin Ia juga salah satu pemrakarsa pembentukan Partai Kristen
Indonesia. Namanya kini diabadikan menjadi nama sebuah badan penerbitan Kristen
PGI, yakni BPK Gunung Mulia’. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Sutan Gunung Mulia? Seperti disebut di atas, Sutan Gunung
Mulia adalah guru bIndonesia pertama yang sarjana pendidikan dengan gelar
doktor. Sutan Gunung Mulia juga pernah menjadi Menteri Pendidikan RI. Lalu
bagaimana sejarah Sutan Gunung Mulia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia Soetan
Goenoeng Moelia, Sarjana Pendidikan Gelar Doktor
Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng
Moelia lahir di Padang Sidempoean tanggal 21 Januari 1896. Pada tahun 1910
menyelesaikan sekolah dasar Eropa (ELS) di Sibolga. Setelah lulus, BTL, berangkat
studi ke Belanda (lihat Het nieuws van den dag : kleine courant, 27-11-1911).
Disebutkan dalam maifes kapal Prinses Juliana yang berangkat dari dari Batavia tanggal 2 November dan telah
tiba di Genoa (Italia) tanggal 25 November dengan tujuan akhir Amsterdam
dicatat namanya Si Todoeng. Dari ratusan penumpang hanya Si Todoeng yang
bernama pribumi. Lantas siapa yang mendampinginya?
Mungkin hanya diberangkatkan orangtuanya dari pelabuhan
Tandjoeng Priok. Usianya saat itu sudah remaja sekitar 15 tahun. Tentu saja ada
yang akan menjemputnya di Amsterdam. Paling tidak dua orang, yakni Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan dan Abdoel Firman Siregar gelar Mangaradja
Soangkoepon. Ini sudah lazim dilakukan oleh siswa-siswa pribumi sejak Soetan
Casajangan tiba di Belanda Juli 1905 menulis tip studi ke Belanda di majalah Bintang
Hindia pada edisi akhir 1905. Saat itu baru satu pribumi yang studi di Belanda
yakni Raden Kartono (abang RA Kartini) yang datang di Belanda tahun 1896. Pada
tahun 1908 saat jumlah pribumi yang studi di Belanda sekitar 20an orang, Soetan
Casajangan mendirikan organisasi siswa/mahasiswa yang diberi nama Indische
Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Para pengurus dan organisasi inilah yang
menyambut pelajar-pelajar pribumi yang datang dari Hindia di Belanda. Abdoel
Firman Siregar tiba di Belanda tahun 1910 (setelah lulus ELS di Medan). Saat Todoeng
tiba di Belanda, Soetan Casajangan baru lulus mendapat akta guru MO (sarjana
pendidikan).
Di
Belanda, Todoeng Soetan Goenoeng Moelia mengikuti sekolah guru. Pada tahun 1915
Tadoeng lulus ujian guru bantu hulpacte (LO). Todoeng di Belanda mengajar
sekolah dasar (ELS). Sambil mengajar Todoeng melanjutkan studi dan lulus ujian
guru kepala hoofdacte (MO) pada tahun 1917. Todoeng tidak langsung pulang tetapi mengikuti
mata kuliah bahasa Melayu kursus dari Vereeniging Tropische Geneeskunde di
Leiden. Setelah itu baru pulang ke tanah air.
Todoeng Soetan Goenoeng Moelia di tanah air
ditempatkan sebagai guru sekolah dasar HIS di Bangkahoeloe (Bengkulu). Pada
tahun 1920 Soetan Goenoeng Moelia diangkat sebagai direktur HIS yang baru
dibuka di Kotanopan hingga tahun 1927. Selama menjadi guru di HIS Kotanopan
beberapa waktu pernah menjadi anggota dewan pusat (Volksdraad) mewakili
golongan pendidikan. Sementara itu, Soetan Casajangan pulang ke tanah air pada
tahun 1913 yang kemudian ditempatkan di sekolah guru Kweekschool Fort de Kock.
Setelah sempat beberapa tahun menjadi direktur di sekolah guru di Doloksanggoel
yang baru dibuka, dipindahkan ke sekolah guru Kweekschool Ambon. Pada tahun
1919 Soetan Casajangan diangkat sebagai asisten Inspektur Urusan Pribumi di Batavia.
Pada tahun 1922 Soetan Casajangan diangkat sebagai direktur sekolah guru
Normaal School di Meester Cornelis (kini Jatinegara di Salemba). Selagi
menjabat direktur, Soetan Casajangan meninggal bulan April 1927.
Pada
tahun 1927 Soetan Goenoeng Moelia dipindahkan dari Kotanopan dan diangkat
menjadi direktur Normaal School Meester Cornelis (menggantikan Soetan
Casajangan). Seperti halnya di Belanda tahun 1911, estafet itu juga berlangsung
tahun 1927 di Batavia. Sementara pada tahun 1927 ini Abdoel Firman Siregar
gelar Mangaradja Soangkoepon terpilih sebagai anggota Volksraad (dari dapil
Oost Sumatra). Mengaradja Soeangkopoen kemballi ke tanah air tahun 1915 dan
ditempatkan sebagai pejabat di Afdeeling Tandjoeng Balalai, Residentie./province
Oost Sumatra. Soetan Goenoeng Moelia sendiri di Meester Cornelis masih anggota
Volksraad (hingga 1929).
Pada tahun 1930 Soetan Goenoeng Moelia
melanjutkan kembali studi ke Belanda. Soetan Goenoeng Moelia studi di bagian
hukum Universiteit Leiden dan lulus tahun 1932. Soetan Goenoeng Moelia
melanjutkan studi di Universiteit Amsterdam bagian filsafat dan kesusastraan dan
lulus awal tahun 1933 dengan gelar Drs. Pada akhir tahun 1933 Soetan Goenoeng
Moelia promosi doktor di bidang Letteren en Wijsbegeerte dengan gelar doktor
(Ph.D) dengan desertasi berjudul: ‘Het primitieve
denken in de moderne wetenschap’ (lihat Algemeen Handelsblad, 09-12-1933).
Disebutkan Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia, lahir di Padang
Sidempoean.
Setelah
menyelesaikan doktor di Belanda, Soetan Goenoeng Moelia kembali ke tanah air.
Pada tahun 1934 Soetan Goenoeng Moelia diangkat sebagai guru di Hollansche
Inlandsche Kweekschool (HIK) Bandoeng. Pada tahun 1936 dari Bandoeng, Soetan
Goenoeng Moelia diangkat sebagai pejabat di Depart Economsch Zaken (perekonomian)
dan kemudian di Depart O en E (pendidikan) hingga 1942. Soetan Goenoeng Moelia
juga menjadi anggota Volksraad sejak 1935 (hingga 1942). Selama 1940 hingga
1942 Soetan Goenoeng Moelia di Volksraad sebagai Ketua Muda.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Soetan Goenoeng Moelia:
Menteri Pendidikan RI Kedua
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






