*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Ambon dalam blog ini Klik Disini
Sejarah
benteng tentulah penting. Sejarah benteng di Hindia Timur (Nusantara) dimulai
sejak kehadiran bangsa Eropa. Pelaut-pelaut Portugis pertama kali hadir pada
tahun 1511 yang mana tiga kapal berhasil mencapai kepulauan Maluku. Lalu
pelaut-pelaut Spanyol menemukan jalan melalui Pasifik dan berlabuh di Zebu
(Filipna) pada tahun 1524. Dari sinilah pelaut-pelaut Spanyol menemukan Maluku
(yang kemudian mulai bersaing dengan pelaut-pelaut Portugis). Persaingan inilah
yang menjadi pangkal perkara mulai dibangunnya benteng.

membangun benteng dibutuhkan biaya besar. Oleh karena ini benteng adalah suatu
investasi yang hanya mampu disponsori kerajaan (Spanyol, Portugis) yang
kemudian diikuti oleh sarikat dagang Belanda dan sarikat dagang Inggris. Fungsi
benteng tidak hanya untuk tempat bertahan, tetapi juga menjadi gudang
penampungan barang dan komoditi (loji). Dalam perkembangannya benteng menjadi
awal pusat koloni (pusat pemerintahan koloni). Benteng dapat dikatakan
instrumen penting dalam awal penjajahan.
Lantas
bagaimana sejarah benteng di Kepulauan Maluku? Seperti disebut di atas pembangunan benteng di mulai
oleh pelaut-pelaut Portugis dan Spanyol. Benteng Portugis pertama yang dibangun
adalah di Amboina. Benteng ini kemudian direbut oleh pelaut-pelaut Belanda yang
hadir belakangan. Lalu bagaimana sejarah benteng di Kepulauan Maluku? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Benteng Portugis: Fort
Victoria di Amboina
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sebaran Benteng di Kepulauan
Maluku
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




