Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Padang Sidempuan (14): Sanusi Pane, Sastrawan Asal Padang Sidempoean; Ajak Boedi Oetomo Berjuang Indonesia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.05.2021
Reading Time: 28 mins read
0
Tengku Zulkarnaen: Gamis Ini Pakaian Nasional, Bukan Kearab-araban!
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini

Ada
tiga tokoh penting di Batavia asal Padang Sidempuan pada dekade 1920 dan 1930
yakni Parada Harahap, Amir Sjarifoeddin dan Sanoesi Pane. Ketiganya sama-sama
mengusung pembebasan (kemerdekaan) Indonesia. Parada Harahap sebagai jurnalis
revolusioner, Amir Sharifoeddin tokoh pemuda dan juga politikus, sedangkan
Sanoesi Pane seorang yang menekuni bidang kesusastraan. Parada Harahap berjuan
dengan pena jurnalis, Amir Sjarifoeddin berjuang dengan orasi (pertemuan
publik). Sanusi Pane selain berjuang dengan pena juga berjuang dengan orasi.
Tiga orator ulung saat itu adalah Soekarno, Amir Sjarifoeddin dan Sanusi Pane.

Sanusi Pane berasal dari keluarga terdidik
dari Sipirok. Ayah Sanusi Pane, Soetan Pangoerabaan Pane adalah seorang guru di
Padang Sidempoean dan kota-kota lainnya. Soetan Pangoerabaan juga adalah
seorang sastrawan lokal di Padang Sidempoean dengan buku romannya yang terkenal
Tolbok Haleon, Saudara bernama Armijn Pane juga sastrawan terkenal di Batavia
dengan novelnya yang terkenal Belenggu. Adiknya yang bungsu Lafran Pane juga
tokoh terkenal, seorang tokoh mahasiswa, pendiri organisasi Himpoenan Mahasiswa
Islam (HMI) di Jogjakarta 1947. Prof. Lafran Pane kini telah dianugerahi gelar
Pahlawan Nasional, sedangkan Sanusi Pane sedang diusulkan. Kakak tertua dari
mereka adalah nenek dari Prof Sangkot Marzuki [Batubara] (seorang peneliti
hebat, mantan ketua Lembaga Eijkman, Jakarta).

Lantas
bagaimana sejarah Sanusi Pane di Indonesia
? Sanusi Pane ibarar Dr. Jose Rizal di Filipina.
Sanusi Pane tidak hanya mengkritik penjajah (orang Belanda), juga mengkritik
rekan-rekan sebangsanya sendiri yang tidak berdiri di barisan perjuangan
(kemerdekaan) Indonesia, termasuk mengkritik (pengurus) Boedi Oetomo. Lalu
bagaimana Sanusi Pane berjuang
? Dengan pena dan orasi. Bagimana bisa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Sanusi Pane: Anak Seorang Guru

Saat
Dr. Soetomo baru pulang studi dari Belanda dan Soekarno masih kuliah di THS
Bandoeng, pada tahun 1924 Sanoesi Pane naik kelas dari dua ke tiga di AMS
Batavia (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 17-05-1924). Pada tahun ini juga Amir
Sjarifoeddn duduk di tingkat pertama fakultas hukum (Rechthoogeschool) di
Belanda. Sementara, masih tahun ini, Parada Harahap pemimpin redaksi surat
kabar Bintang Hindia sedang melakukan kunjungan jurnalistik di Sumatra dan
Semenanjung (Malaya). Sementara nun jauh di sana di Belanda, Mohamad Hatta baru
terpilih sebagai ketua Perhimpoenan Indonesia.

Dr. Soetomo (yang juga pernah menjabat ketua
Perhimpoenan Indonesia di Belanda, 1922) berutang budi kepada Parada Harahap.
Kisahnya bermula pada saat Dr. Soetomo dipindahkan ke Jawa dari Tandjoeng
Morowa di Deli pada tahun 1915, Dr. Soetomo singgah di Batavia dan meminta
ketua Boedi Oetomo afdeeling Batavia, Dr. Sardjito untuk dilakukan pertemuan
publik. Tentu saja permintaan itu dituruti, karena Dr. Soetomo adalah salah
satu pendiri Boedi Oetomo. Dalam pidatonya, Dr. Soetomo menyatakan bahwa ‘kita
tidak bisa berjuang sendiri, banyak orang-orang Tapanuli dan Manado yang pintar-pintar’.
Ajakan ini diutarakan Dr. Soetomo, karena telah melihat sendiri bagaimana
menderita kuli asal Jawa di perkebunan-perkebunan Eropa di Deli (kasus poenali
sanctie). Di Medan, tokoh-tokoh pribumi paling berpengaruh adalah orang-orang
Padang Sidempoean. Dua tahun kemudian, seorang krani di perkebunan Jerman di
Deli, usinya masih 15 tahun memberanikan diri melakukan penyelidikan mandiri
terhadap penyiksaan kuli asal Jawa di perkebunan. Laporan penyelidikannya itu
dikirimkannya ke surat kabar yang terbit di Medan, Benih Mardika. Awalnya
editor surat kabar berbahasa Melayu itu enggan menurunkan artikelnya, tetapi
pada tahun 1918 diterbitkan surat kabar tersebut dalam beberapa edisi.
Artikel-artikel itu kemudian dilansir surat kabar Soeara Djawa. Lalu, heboh di
seluruh Hindia Belanda. Atas kasus delik pers itu, kemudian surat kabar itu
dibreidel dan penyelidikan dari pusat atas kasus poenali sanctie itu dilakukan.
Sang pengirim laporan itu, dipecat dari jabatannya sebagai krani. Sang pelapor
tersebut adalah Parada Harahap. Parada Harahap yang masih muda itu, pulang
kampong ke Padang Sidempoean dan mendirikan surat kabar baru tahun 1919 di
kotanya dengan nama Sinar Merdeka. Pada tahun ini juga Parada Harahap memimpin
delgasi Tapanuli untuk mengikuti kongres pertama Sumatranen Bond di Padang.
Dalam kongres inilah Parada Harahap berkenalan dengan Mohamad Hatta (masih
sekolah MULO di Padang mewakili para pemuda di Padang). Pada tahun 1922 surat
kabar Sinar Merdeka dibreidel karena kerap kena ranjau delik pers, Parada
Harahap beberapa kali dibui dan didenda. Pada tahun ini Parada Harahap hijrah
ke Batavia dengan mendirikan surat kabar bersama Dr. Abdul Rivai dengan nama
Bintang Hindia. Selama di Padang Sidempoean (1919-1922) Parada Harahap juga
menjadi editor surat kabar mingguan berbagasa Batak, Poestaha, yang didirikan
oleh Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan (pendiri Perhimpoenan Indonesia
di Belanda tahun 1908)  pada tahun 1915.
Catatan tambahan: Dr. Sarjito kelak dikenal sebagai Rektor UGM pertama.

Teman-teman
satu kelas Sanusi Pane terdiri dari siswa-siswa Eropa-Belanda, Cina dan pribumi.
Dari daftar yang ada tidak banyak yang lebih dikenal. Demikian  juga dengan siswa-siswa yang naik ke kelas
dua. Diantara siswa yang baru diterima (lulusan MULO) adalah Mohamad Nazir.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Masih pada tahun 1924 ini adik Sanusi Pane
yakni Armijn Pane terdaptar di STOVIA naik ke tingkat dua kelas persiapan
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 26-05-1924). Diantara
yang naik ke kelas 1 tingkat medis adalah Abdoel Moerad dan Achmad Moegni; naik
ke kelas dua medik Leimena, Pamenan Harahap dan Gindo Siregar; naik kelas 4
Amir Hoesin; naik ke kelas 5 Diapari Siergar dan Oesman Saleh; naik ke kelas 6
tingkat medik adalah Djabangoen Harahap, Aminoeddin Pohan dan Mohamad Ali
Hanapiah.

Pada
tahun  1925 Sanoesi Pane diberitakan
lulus ujian akhir di sekolah guru Kweekschool Goenoeng Sa[ha[ri (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 25-06-1925). Ini mengindikasikan bahwa Sanoesi Pane mengikuti dua
program pendidikan sekaligus yakni sekolah menengah umum dan sekolah keguruan.
Boleh jadi hal serupa ini jarang terjadi.

Sanoesi Pane lahir di kota Moeara Sipongi,
Afdeeeling Padang Sidempoean (kini Moeara Sipongi sebuah kecamatan di kabupaten
Mandailing Natal) pada tanggal 14 November 1905. Saat itu ayahnya, Soetan
Pangoerabaan Pane berdinas sebagai guru. Adiknya, Armijn Pane juga lahir di
kota ini pada tanggal 18 Agustus 1908. Sedangkan sohib mereka di Batavia yang
sama-sama berasal dari Sipirok adalah Amir Sjarifoeddin (lahir di Medan 1907).
Sanoesi Pane menyelesaikan pendidikan dasar (HIS) di Padang Sidempoean dan
melanjutkan sekolah MULO di Padang (yang dilanjutkan di Batavia) dan lulusb
tahun 1922.

Masih pada tahun ini di kota
Padang lima siswa MULO ditangkap (lihat De nieuwe vorstenlanden, 27-11-1925).
Mereka ini adalah aktivis Jong Sumatranen Bond. Mereka ini ditangkap karena
menyebarkan pamflet di suatu bioskop. Salah satu artikel yang dimuat di dalam
pamfelt ini tulisan dari Sanoesi Pane, yang mana yang jadi sorotan frase
berikut: ‘Lempar pikiran yang lemah ke laut dan persiapkan diri Anda untuk
tugas Anda: memimpin Sumatra menuju kemerdekaan dalam arti kata yang sepenuhnya’.

Tidak diketahui apa dampaknya bagi Sanoesi
Pane setelah pemuatan tulisannya pada pamflet Jong Sumatranen Bond di Padang.
Yang jelas bahwa organisasi-organisasi kebangsaan saat itu yang kerap vokal
adalah Sumatranen Bond. Seeperti disebut di atas, pada kongres pertama
Sumatranen Bond di Padang tahun 1919 turut dihadiri Parada Harahap pemimpin
redaksi surat kabar berbahasa Melayu di Padang Sidempoean (Sinar Merdeka) dan
Mohamad Hatta (MULO Padang). Organisasi kebangsaan yang sudah ada pada tahun
itu antara lain Boedi Oetomo (didirikan Soetomo dkk 1908), Kaoem Betawi,
Pasoendan dan Bataksche Bond. Sumatranen Bond didirikan di Belanda tahun 1917
oleh Sorip Tagor Harahap (ketua), Dahlan Abdoellah (sekretaris), Todoeng
Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (bendahara) dan Tan Malaka (salah satu
dari komisaris). Bataksche Bond didirikan oleh Dr. Abdoel Rasjid Siregar. Sorip
Tagor, Soetan Goenoeng Moelia dan Abdoel Rasjid sama-sama kelahiran Padang
Sidempoean. Sorip Tagor kini lebih dikenal ompung (kakek) dari artis Risty
/Inez
Tagor. Pada tahun 1927 di Bandoeng, Soekarno yang baru lulus THS mendirikan
organisasi kebangsaan Perhimpoenan Nasional Indonesia. Pada tahun ini Parada
Harahap, pemimpin redkasi surat kabar berbahas Melayu Bintang Timoer (suksesi
Bintang Hindia) dan juga menjabat sekretaris Sumatranen Bond mengundang semua para
pemimpin organisasi kebangsaan di rumah Prof Hoessein Djajadiningrat untuk
mendirikan organisasi supra kebangsaan (semacam majelis) dengan nama
Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Kebangsaan Indonesia (disingkat PPPKI).
Secara aklamasi diangkat MH Thamrin (Kaoem Betawi) sebagai ketua dan Parada
Harahap sebagai sekretaris. Yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ir.
Soekarno (ketua PNI) dan Dr. Soetomo (mewakili Boedi Oetomo). Program pertama
PPPKI adalah membangun gedung di Gang Kenari dan menyelenggarakan Kongres PPPKI
pada bulan September 1928 yang diintegrasikan dengan Kongres Pemuda pada bulan
Oktober. Ketua Kongres PPPKI ditunjuk Dr. Soetomo, sedangkan panitia inti
Kongres Pemuda ditunjuk Soegondo (ketua
/PPPI), Mohamad Jamin (sekretaris/Sumatranen
Bond) dan Amir Sjarifoeddin ((bendahara
/PPPI dan Bataksche Bond). Dalam kongres Kongres
PPPKI yang berakhir 30 September turut berpidato Ir. Soekarno (Mohamad Hatta
dari Perhimpoenan Indonesia berhalangan hadir karena kesibukan kuliah tetapi
diwakili oleh Ali Sastromidjojo). Kongres Pemuda berakhir pada tanggal 28
Oktober . Keputusan Kongres PPPKI yang penting adalah mengubah platform menjadi
organisasi politik (Permoefakatan Partai-Partai Politik Indonesia) dengan ketua
terpilih Dr. Soetomo dan kongres berikutnya diadakan di Solo. Keputusan
Koengres Pemuda adalah Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa—Indonesia.

Selepas
Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 diketahui Sanoesi Pane berangkat ke India (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 22-12-1928). Disebutkan dalam manifest kapal ss
Koningin der Nederlander berangkat dari Batavia dengan tujuan Amsterdam tanggal
26 Desember. Sanoesi Pane akan turun di Colombo (Ceylon). Sepulang dari India,
Sanoesi Pane diketahui bekerja sebagai guru di sekolah guru (kweekschool)
Lembang (lihat De locomotief, 19-12-1930). Sanoesi Pane juga bekerja sebagai
redaktur majalah bulanan Timboel yang terbit di Solo (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 14-02-1931).

Dalam Kongres Boedi Oetomo yang
diselenggarakan di Batavia pada bulan April 1931, Sanoesi Pane menjadi salah
satu pembicara, sebagai pembicara utama pada sesi terakhir (lihat Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indie, 14-02-1931). Kongres ini diadakan dua hari
Sabtu dan Minggu di gedung PPPKI di gang Kenari dengan tema Masalah Status
Dominion dan Pendidikan bagi Perempuan. Dalam Kongres ini hadir pengurus pusat
dari Jogjakarta seperti Koesoemo Oetojo (anggota Volksraad), Mr Singgih dan Mr
Soepomo, Ph.D. Juga hadir MH Thamrin (anggota Volksraad) dan dari gemeenteraad
Soerabaja Radjamin Nasution dan JFLengkong. Beberapa pejabat-pejabat Belanda
yang terkait denga urusan pribumi juga hadir. Hari pertama para pembicara
internal Boedi Oetomo. Pada hari Minggu yang dimulai pagi pukul 9.15 diisi oleh
ceramah oleh Sanoesi Pane yang diawali oleh pembicara dari kalangan mahasiswa
(PPPI) yang pada intinya menyapaikan kemerdekaan penuh dan tidak ada Status
Dominion untuk Indonesia. Sanoesi Pane berbicara di podium dengan tema ‘Apa
yang dapat dipelajari tentang gerakan populer di British India’. Sanoesi Pane berbicara
selama lebih dari 3 jam. Sanoesi Pane mengupas tentang kondisi antara
eksploitatif Inggris dan penderitaan rakyat India yang menyebabkan Mahatma Gandhi
menjadi non-kooprative. Lalu Sanoesi Pane menekankan jika Pemerintah Hindia
Belanda ingin di masa depan membuat gerakan berlebihan terhadap sudut pandang
non-kooperative dan untuk mencegah hal yang timbul membahayakan maka pemerintah
Hindia Beland harus memberikan status dominasi kepada rakyat Indonesia (Tepuk
tangan bergemuruh). Lebih lanjut dikatakannya dan berharap agar Pemerintah juga
tidak berupaya untuk memperlambat gerak penduduk dengan segala jenis pasal
undang-undang. Pasal 153 yang terkenal juga harus dihapuskan…Kita harus yakin
disini pada kekuatan diri kita sendiri. (Tepuk tangan). Terakhir diikuti dengan
forum tanya-jawab yang antara lain Haji Agus Salim, Tabrani (jurnalis), Kontjoro
dari Indonesia Mueda, Koesomo Oetojo. Dari salah satu penanya ada yang
menekankan kemerdekaan penuh (Sanoesi Pane tersenyum). Pukul setengah dua,
ketua menutup rapat umum terakhir.

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

Sanusi Pane Berjuang; Juga
Kritik Boedi Oetomo

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Mendirikan Daulah Islamiyah Tanggung Jawab Setiap Muslim

Serbuan armada laut Belanda ke Kesultanan Palembang, 1821 (2)

Iklan

Recommended Stories

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah duku

14.01.2026
Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

19.03.2019
Komik Strip Muslim Show #1

Komik Strip Muslim Show #1

03.03.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?