Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Filipina (33): Migran Filipina dan Para Diaspora; Migrasi dan Bahasa Resmi Filipina Bahasa Tagalog dan Bahasa Inggris

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.05.2021
Reading Time: 27 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini

Apakah
orang Filipina perantau? Pertanyaan itu yang ingin diketahui. Lantas mengapa
pertanyaan itu muncul? Sebab orang Filipina banyak ditemukan di Asia, termasuk
Indonesia, di Eropa dan Amerika Serikat. Bukankah warga negara lain, juga
termasuk yang warganya di Asia, di Eropa dan Amerika Serikat? Okelah, tetapi
pertanyaan apakah orang Filipina perantau tetap penting ditanyakan dan yang
lebih penting diketahui jawabnya. U
ntuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah
nasional,
mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Filipina pada masa ini memiliki populasi
sebanyak 100 Juta jiwa dengan kepadatan 335 jiwa per Km2. Bandingkan Indonesia
270 Juta jiwa (hasil sensus penduduk 2020) dengan kepadatan 140 jiwa per Km2
(secara khusus penduduk di pulau Jawa sebanyak 150 Juta jiwa dengan kepadatan
1.170 jiwa per Km2). Penduduk pulau Sumatra sebanyak 58 Juta jiwa yang kurang
lebih setara dengan penduduk pulau Luzon, Filipina sebanyak 55 Juta jiwa.
Penduduk Metro Manila sebanyak 12 Juta jiwa (bandingkan dengan penduduk DKI
Jakarta sebanyak 10.56 Juta jiwa), Berdasarkan Migration and Remmitances
Factbook (World Bank 2016) Filipina merupakan negara pengirim remitansi
terbesar ketiga di dunia setelah India dan China. Ini mengindikasikan bahwa
orang Filipina pada masa kini terbilang yang banyak warganya berada di luar
negeri.

Perantau
kurang lebih sama dengan migran (penduduk atau warga yang migrasi dari satu
tempat ke tempat lain). Yang dimaksud migran disini adalah migran antar negara,
dari wilayah (negara) Filipina ke luar negeri. Para migran ini dapat dibedakan
migran semasa hidup (lahir dan masih tecatat di luar negeri), migran risen
(migran sekitar lima tahun terakhir) dan migran sirkuler (karena bekerja dalam
jangka waktu pendek). Lantas bagaimana sejarah migrasi orang Filipina ke luar
negeri
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Awal Migrasi Orang Filipina ke
Luar Negeri: Modal Bahasa Inggris

Siapa
yang lebih dulu migrasi di zaman kuno: Filipina atau Indonesia
? Maksudnya penduduk pulau-pulau di Filipina dan
penduduk di pulau-pulau di Indonesia.
Apakah zaman kuno penduduk di Filipana ke
Indonesia atau sebaliknya penduduk Indonesia ke Filipina. Tentu saja tidak ada
datanya. Namun pertanyaan tetaplah pertanyaan—suatu pertanyaan yang seharusnya
bisa dijawab. Lalu bagaimana menjawabnya
?

Dalam bahasa teknologi masa kini, untuk memahami
lika-liku kota Manila, orang Indonesia tidak perlu terbang ke Manila (atau
sebaliknya orang Manila ke Jakarta). Cukup buka aplikasi googlemaps atau
googleearth. Demikian juga penduduk bumi ingin mendarat di bulan tidak perlu
harus ada yang lebih dahulu mengalaminya. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat
membantu menjelaskannya. Hal itulah tentang data sejarah zaman kuno.  Bahasa adalah salah satu data zaman kuno yang
dapat eksis hingga ini hari. Bahasa cenderung diturunkan, dilembagakan dan
digunakan. Bahasa Tagalog jika diperhatikan sesungguhnnya, bukan mirip bahasa
Melayu, tetapi bahasa Melayu yang berevolusi menjadi bahasa Tagalog, seperti
halnya bahasa Betawi, Minangkabau, bahasa Manado, bahasa Atjeh dan bahasa Ambon.
Bahasa-bahasa yang terbentuk ini telah menggeser bahasa-bahasa asli (bahasa
punah). Terbentuknya bahasa Tagalog (menggeser bahasa asli) mengindikasikasikan
ada arus orang dari berbagai pulau ke Manila dan sekitar dengan lingua franca
yang sama (yang kelak disebut bahasa Melayu). Secara teoritis bahasa Melayu
pada zaman kuno adalah bentuk perkembangan berikutnya dari bahasa Sanskerta
(asal dari barat di India). Tentu saja pedagang-pedagang India zaman kuno yang
menjadi sebab terbentuknya bahasa Sanskerta tidak dimulai dari pulau Luzon atau
pulau Formosa, tetapi dari pulau Sumatra, Semenanjung dan Jawa. Jika bahasa
Tagalog berakar dari bahasa Melayu (dan Sanskerta) mana arus orang di zaman
kuno sudah terjadi dari Semenanjung dan Sumatra ke pulau-pulau di Filipina.
Pada era Portugis-Spanyol lingua franca adalah bahasa Melayu, termasuk di
pulau-puau di Filipina yang sekarang. Arus orang inilah yang memperkaya
penduduk asal Manila (dan Filipina) yang sekarang yang membentuk bahasa
Tagalog.

Dengan
menggunakan bahasa, lingua franca (bahasa Melayu yang membentuk bahasa Tagalo di
jaman lampau dapat dikatakan telah terjadi migrasi penduduk dari pulau-pulau di
sebelah barat (Sumatra dan Jawa) ke pulau-pulau di sebelah timur (Borneo, Nusa
Tengara, Sulawesi, Maluku dan Papua) dan ke pulau-pulau di sebelah utara
(Mindanao, Panay, Palawan, Mindoro dan Luzon).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Migran Filipina pada Masa Kini

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

DI BULAN HARAM PAHALA AMAL DITAMBAH BEGITUPUN DENGAN DOSA

Tafsir Surat Al Qadr (Tafsir As Sa'dy)

Iklan

Recommended Stories

Alila Villas Uluwatu Meluncurkan Opsi Reservasi Terbaru untuk Tetap Berkelanjutan, dan Meninggalkan Jejak Positif

Resep Tomat Hijau Goreng (Fried Green Tomatoes) – So Yummy!

10.10.2016

Destinasi Rekreasi sampai Wisata Pendakian Gunung di Jawa Ini Kembali Ditutup Sementara

06.10.2021

Lailatul-Qadar Malam ke-27 Ramadhan

27.05.2019

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?