Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Australia (38): Orang Indonesia di Australia; Sejak Era Moor, Portugis, VOC (Belanda), Tahanan Politik hingga Era WNI

Tempo Doelo by Tempo Doelo
13.04.2021
Reading Time: 35 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini

Seberapa
banyak orang Indonesia, dalam arti asal-usul, seberapa banyak kini orang
Indonesia (WNI) yang dijadikan warga negara Australia. Itu satu hal. Hal yang
lain yang lebih penting dalam hal ini adalah bagaimana sejarah orang Indonesia
di Australia. Tentu saja hal ini tidak pernah ditulis, apalagi ditulis oleh
orang Australia. Lantas apa pentingnya sejarah orang Indonesia di Australia
? Yang jelas, jauh sebelum orang Inggris membentuk
koloni di Australia dan sebelum para migran Inggris berdatangan ke Australia,
sudah eksis orang-orang Indonesia (baca: Hindia Timur) di Australia, bahkan
jauh sebelum era Portugis. Jumlah orang Indonesia (Hindia Timur) sangat
meningkat pesat pada era VOC (1619-1799).

ADVERTISEMENT

Orang-orang Hindia Timur (baca: Indonesia)
adalah penduduk pulau-pulau yang berada diantara (benua) Asia dan (benua)
Australia. Penduduk Hindia Timur ini adalah penduduk yang satu sama lain
dihubungkan dengan perdagangan antar pulau dengan menggunakan bahasa pengantar
(lingua franca) yang sama (yang kelak lingua franca ini diasosiasikan sebagai
bahasa Melayu). Dalam siklus perdagangan antar pulau ini, penduduk diantara dua
benua ini terjadi pertukaran penduduk (imigrasi dan emigrasi), seperti penduduk
Sumatra dan Jawa bermigrasi ke Semenanjung (Asia) dan penduduk Borneo, Celebes
dan Maluku ke pulau-pulau di utara (kini Filipina dan Taiwan). Demikian juga
penduduk Jawa, Nusa Tenggara, Celebes, Maluku dan Papua bermigrasi ke pantai
utara Australia (dan bahkan hingga ke Selandia Baru dan Tasmania). Namun sejak
kehadiran orang Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris) pulau-pulau di
Hindia Timur ini terkapling-kapling yang di satu sisi terbentuk Hindia Timur
(pusat) yakni Indonesia dan terbentuk negara-negara lainnya, seperti Federasi
Malaysia (kemudian dimekarkan Singapoera), Brunai, Filipina, Papua Nugini dan
Timor Timur (Timor Leste). Dalam hal ini benua Australia terbentuk sebagai
suatu negara dan demikian dengan Selandia Baru.

Lantas
bagaimana sejarah orang-orang Indonesia di Australia
? Seperti disebut di atas, orang-orang Indonesia
(Hindia Timur atau Hindia Belanda) adalah sejarah yang panjang, sejarah yang
sudah terbentuk jauh sebelum kehadiran orang-orang Eropa. Dalam konteks ini
orang Indonesia adalah penduduk yang memiliki riwayat asal usul (origin) dari
berbagai pulau-pulau diantara benua Asia dan benua Australia yang umumnya
berkulit coklat (sawo matang). Namun dengan terbentuknya sekat-sekat negara
maka dalam hal ini dibedakan anatara Indonesia dan Australia. Lalu
pertanyaannya, bagaimana sejarah orang-orang Indonesia di Australia
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Awal Penduduk Indonesia di
Australia

Pengaruh
awal, orang asing di Indonesia (baca: Hindia Timur) yang kasat mata yang dapat
dilihat hingga masa kini adalah kehadiran pedagang-pedagang India yang kemudian
membentuk koloni seperti di Sumatra dan Jawa. Pengaruhnya yang besar adalah
kebudayaan seperti religi, bahasa dan aksara, seni termasuk candi, nama-nama
geografis dan sebagainya yang keseluruhan era itu disebut era Hindoe Boedha.
Era awal pengaruh asing itu kemudian digantikan era Islam (yang menyebabkan
kini penduduk Indonesia sebagian besar beragama Islam).

Sebaran pengaruh Hindoe-Boedha (India) di
Hindia Timur hanya intens di Sumatra, Jawa, Semenanjung dan Borneo. Pengaruh
itu seperti disebut di atas, yang paling mencolok dikenal adalah candi di
Sumatra dan Jawa. Tentu saja tidak hanya itu, juga bahasa, religi dan
sebagainya. Namun yang kurang diperhatikan adalah nama-nama geografis (nama
tempat, nama pulau, sungai, gunung dan danau) banyak yang berasal dari India
(ada juga nama itu ditemukan di India). Nama Sumatra dan Jawa sendiri merujuk
pada nama India. Untuk nama tanjung dan teluk umumnya merujuk pada kehadiran
orang-orang Eropa sejak Portugis tahun 1511.

Pengaruh
India (era Hindoe Boedha) secara geografis hanya intens di Sumatra dan Jawa.
Pengaruhnya di Borneo cukup intens tetapi tidak menyeluruh pulau. Pengaruh Hindoe-Boedha
di kepulauan Soenda Ketjil (Nusa Tenggara) dan Sulawesi hanya terdeteksi pada
titik-titik tertentu saja. Khusus di Nusa Tenggara, pengaruh Hindoe-Boedha, berada
di akhir era Hindoe-Boedha dan lebih dipengaruhi Jawa daripada India. Pengaruh
India (era Hindoe-Boedha) tampaknya tidak meluas mencapai kepulauan Maluku,
timur Kepulauan Sunda Ketjil dan Papoea. Pengaruh India (era Hindoe-Boedha)
tidak ada tanda-tanda, meski sekecil apapun, mencapai Laut Selatan (benua
Australia) dan Laut Timur (Pasifik). Pasifik dan Australia (termasuk Selandia
Baru) baru ada indikasi pengaruh asing pada era Islam.

Ada satu fase antara era Hindoe-Boedha dan era
Islam yakni era transisi yang berada diantara dua era tersebut. Era transisi
ini pengaruh India masih eksis tetapi sudah overlap dengan pengaruh orang-orang
Moor (beragama Islam yang berasal dari Afrika Utara seperti Tunisia, Mauritania
dan Marokko). Orang-orang Moor ini, yang sekian abad berada di Eropa (Spanyol
dan Portugal) dengan kota-kotanya yang terkenal seperti Cordoba, setelah
orang-orang Islam tergeser di Eropa, orang-orang Moor ini bergeser kembali ke
Afrika Utara dan sebagian yang lain menyebar ke selatan Afrika, Madagaskar dan
hingga mencapai pantai-pantai India (selatan). Penyebaran orang-orang Moor
inilah yang kemudian terbentuk komunitas Moor seperti di Surate, Gujarat dan
Goa. Orang-orang Arab, Persia plus orang Moor inilah yang menyebabkan penduduk
India beragama Islam (Pakistan dan Bangladesh). Orang Moor sebagai bangsa yang
sudah maju (di Eropa) dan juga pelaut-pelaut yang handal, dari wilayah
pantai-pantai India, orang-orang Moor mengikuti rute pelayaran orang-orang
India hingga mencapai pantai barat Sumatra, pantai timur Sumatra dan
Semenanjung Malaya. Pelaut-pelaut dan pedagang-pedagang Islam Arab, Mesir, Persia
dan Turki mengikuti rute para pionir Moor ke Hindia Timur di Sumatra dan
Semenanjung. Sejak kehadiran kapilah besar dari Timur Tengah inilah kemudian
secara masif menggantikan era Hindoe-Boedha menjadi era Islam (yang dirintis
oleh orang-orang Moor). Fase antara era Hindoe-Boedha dan era Islam peran
orang-orang Moor sangat signifikan. Sebagaimana diketahu pada tahun 1345
seorang cendekiawan Moor berasal dari Tunisia mengunjungi kerajaan Pasay di
pantai timur Sumatra dan mengunjungi Malaka hingga ke pantai selatan Tiongkok
(saat itu Jawa masih intens pengaruh Hindoe pada era Majapahit).

Sejak
hadirnya orang-orang Islam di Hindia Timur, pengaruh asing secara masif terjadi
di Borneo Utara, Filipina, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pengaruh Islam mencapai
kepulauan Soenda Kecil melalui dua jalur: Jalur barat dari Jawa hingga pulau
Sumbawa (di Bima) pada era Kerajaan Demak (mengikuti peta pada era Hindoe-Boedha).
Jalur kedua dari utara melalui Sulawesi dan Maluku oleh orang-orang Moor yang
telah merintis jalan dari Sumatra dan Malaka ke Maluku melalui Borneo Utara,
Mindanao-pantai utara Sulawesi hingga (kepulauan) Maluku.

Awal era Islam ini berawal di Sumatra,
Semenanjung, Borneo Utara dan Mindanao. Pada saat yang sama pengaruh Hindoe-Boedha
masih sangat kuat di Jawa dan bagian selatan Sumatra. Ekspedisi Majapahit ke
Sumatra dan Semenanjung yang dipimpin oleh Gajah Mada, sejatinya bukan untuk
menaklukkan Boedha di Sumatra (bagian selatan), tetapi untuk misi menahan
pengaruh Islam yang mana kerajaan-kerajaan Hindoe-Boedha (di Sumatra bagian
utara dan Semenanjung) telah diperkaya dan diperkuat oleh orang-orang Moor.
Sebagaimana diketahui sejak wafatnya Radja Hayam Wuruk 1389, Majapahit secara
perlahan melemah. Wafatnya Hayam Wuruk dan kehadiran Ibnu Batutah berjarak
waktu empat dekade. Semakin melemahnya Majapahit (di Jawa), pedagang-pedagang
Islam (Mesir, Arab dan Persia) di pantai barat Sumatra yang semakin menguat menemukan
jalan ke kota-kota pantai utara Jawa melalui Selat Sunda. Sementara orang-orang
Moor tetap berada di jalur awal (jalur lama) yang terbentang dari pantai barat
India, pantai timur India, Sumatra (bagian utara) dan Semenanjung dan Laut
Cina, Mindanao-Sulawesi dan Maluku.

Pada
jalur perdagangan orang-orang Moor di bagian utara Hindia Timur terbentuk
kerajaan-kerajaan Islam seperti Pasay, Aroe, Malaka, Brunai, Sulu, Manila,
Mindanao, Gowa (Sulawesi) dan Ternate. Sementara itu, pengaruh Islam yang muncul
dari Tiongkok di utara saling bersinergi dengan orang-orang Moor, namun pengaruh
Tiongkok lebih terasa di Jawa (era Cheng Ho). Kolaborasi antara Islam dari Tiongkok
dan Islam dari Jazirah Arab yang memperkaya dan memperkuat kota-kota pelabuhan
di pantai utara Jawa (lahirnya kerajaan Demak, kemudian Chirebon dan Banten).

Seperti disebut di atas, era Hindoe-Boedha
yang mencapai kepulauan Soenda Ketjil dari Jawa digantikan oleh era Islam juga
dari Jawa. Sedangkan titik-titik era Hindoe-Boedha di Sulawesi kemudian menjadi
pengaruh Islam (Moor) dan kehadiran orang Moor di Maluku menjadi berlanjut ke
bagian timur kepulauan Soenda Ketjil (Timor Laut, Key dan Aroe), ke bagian
timur Maluku (pulau Papoea) dan ke pantai selatan pulau Papoea (Merauke dan
Selat Torres).

Orang-orang
Moor yang sebagian tidak memiliki kampung halaman lagi (terutama di Eropa
Selatan), selama berabad-abad hidup, tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah
dari India hingga Hindia Timur mengikuti pepatah ‘dimana bumi dipijak, dsitu
langit dijunjung’. Hal itulah mengapa koloni-koloni orang Moor tersebar di
India dan Hindia Timur (Sumatra, Semenanjung, Borneo, Mangindanao, Sulawesi dan
Maluku). Jelajah rute pelayaran orang-orang Moor telah mencapai bagian timur
kepulauan Soenda Ketjil, timur Papua dan selatan Papoea.

Rute perdagangan orang-orang Moor yang berbasis
di Ternate (Maluku) dan Gowa (Celebes) tidak meluas ke timur Papua di Pasifik,
tetapi lebih meluas ke selatan dari Selat Torres ke pantai utara dan pantai
timur Australia hingga ke pulau-pulau di Selandia Baru yang sekarang dan pulau
Tasmania. Sementara dari pulau-pulau di bagian timur kepulauan Soenda Ketjil
(seperti Timor Laut) pedagang-pedagang Moor memperluas rute perdagangan ke
pantai utara Australia dan pantai barat Australia. Pada fase inilah orang-orang
Hindia Timur disertakan dalam pelayaran orang-orang Moor ke benua baru di
selatan (Australia) plus pulau Tasman dan pulau Maori (Selandia Baru). Hal
itulah mengapa pada masa kini diketahui bahwa bahasa Maori memiliki banyak kosa
kata yang mirip dengan bahasa-bahasa di Hindia Timur (bahasa Batak, bahasa
Melayu, bahasa Makassar dan lainnya). Jangan lupa bahasa Melayu di Mindanao,
Manado, Ternate dan Amboina terbilang bahasa Melayu (bahasa lingua franca pada
masa lampau pada era ermas orang-orang Moor). Bahasa Melayu ini berasal dari
pengaruh orang-orang dari Sumatra dan Semenanjung yang mana koloni pertama
orang Moor berada di pantai timur Sumatra (pulau Aroe) dan pantai barat
Semenanjung (di selatan Malaka di Muar atau Moor).

Kehadiran
dan keberadaan orang-orang Moor berabad-abad di Hindia Timur menjadi salah satu
faktor penting penyerbaran penduduk dari barat (bagian utara Sumatra dan
Semenanjung) ke timur (Borneo Utara, Filipina, Sulawesi, Maluku, Papua,
Australia dan Selandia Baru. Dalam hubungan inilah penduduk dari bagian timur
Hindia Timur (Sulawesi dan Maluku) juga menyebar ke Australia, Selandia Baru
dan Tasman. Penduduk Hindia Timur (baca: Indonesia) yang pada fase awal sebagai
migran (orang asing) pertama di Australia.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Orang Indonesia di Australia:
Relokasi Tahanan Politik dan WNI

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Australia (39): Sejarah Universitas di Australia; Pemerintah Australia Mengajak Presiden Soekarno Kirim Pelajar Indonesia

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album VII: Perkebunan Glugur dan fasilitas untuk pekerja Tionghoa di Padang Bulan

Iklan

Recommended Stories

Kota Pariaman

04.09.2013

Fiqh Su’ur & Awani

08.12.2013

Hanung Bramantyo Sabet Sutradara Terbaik JAFF – Indonesian Screen Awards 2018

05.12.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?