Lantas
bagaimana sejarah awal pers di Australia? Memang tidak ada hubungannya dengan perkembangan
pers di Indonesia (baca: Hindia Belanda), tetapi munculnya surat kabar pertama
di Australia tidak lama setelah terbitnya surat kabar pemerintah di Indonesia.
Tentu saja pemerintahan (federasi) saat itu di Australia belum terbentuk. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Surat Kabar Pertama di
Australia Terbit di Sydney
Nama
surat kabar sudah eksis di Inggris. Surat kabar ini menjadi salah satu surat kabar
terkemuka di Inggris seperti Globe dan London Courier (lihat Algemeen
Handelsblad, 02-01-1830). Surat kabar (London) Morning Herald sesuai namanya
terbit pagi (untuk dibedakan dengan terbit sore, avondblad). Dalam bahasa Melayu
saat itu di Hindia Belanda, herald diartikan sama seperti pewarta, pembrita dan
sebagainya. Diduga kuat nama surat kabar London Morning Herald menjadi acuan
dalam pemilihan nama surat kabar yang baru di Sydney yang terbit kali pertama
tahun 1831 (18 April).
Kapan surat kabar pertama terbit di Australia,
khususnya di Sydney tidak begitu jelas, tidak ada informasi. Yang jelas, sejak
surat kabar Bataviasche koloniale courant terbit pertama di Hindia Belanda,
1810, situasi segera berubah, Pada tahun 1811 terjadi pendudukan militer
Inggris di Batavia dan Jawa jatuh ke tangan Inggris. Surat kabar berbahasa
Belanda Bataviasche koloniale courant berhenti terbit dan lalu digantikan surat
kabar berbahasa Inggris Java Government Gazette yang terbit pertama di Batavia tahun
1812 (29 Februari). Surat kabar ini tutup bulan Agustus 1816 karena wilayah
Hindia Timur dikembalikan kepada Belanda (16 Agustus).Sebagai penggantinya surat
kabar berbhasa Belanda Bataviasche courant terbit pertama kali tanggal 20 Agustus
1816 (sehari setelah terbit terakhir surat kabar berbahasa Inggris).
Surat
kabar pertama kali terbit di Australia (di Sydney) diduga setelah tahun 1816.
Besar dugaan penerbit surat kabar berbahasa Inggris Java Government Gazette di
Batavia telah relokasi ke Australia dan menerbitkan surat kabar baru di Sydney.
Keberadaan surat kabar di Australia kali pertama diketahui pada 1818 (lihat Leeuwarder
courant, 04-12-1818). Disebutkan bahwa Kaptein Hammant berlayar melewati pulau
Kangaroo berdasarkan berita yang dikutip surat kabar di Nieuw Zuid Walles (New
South Wales).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Sejarah Pers: Australia vs
Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



