*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini
Kota
Darwin pada masa kini dapat dikatakan kota terbesar di pantai utara Australia.
Sebagai kota besar, yang memang sudah yang terbesar sejak masa lampau, tentu
posisinya menjadi penting dan sejathnya juga penting. Satu pulau besar yang
melindungi kota tersebut disebut Pulau Merville. Kota Darwin dan Pulau Merville
tempo doeloe awalnya diakses dari Pulau Rote. Lho, koq bisa! Itulah sejarahnya.

merevitalisasi kebijakannya bahwa Kota Darwin akan diposisikan sebagai bagian
dari Asia. Nah, lho! Pemerintah Australia menyadari bahwa selama ini anggapan
yang adalah Kota Darwin tidak dekat dengan Asia, padahal berada di Asia. Ini
seakan sejarah berulang, sebab tempo doeloe lalu lintas pelayaran begitu dekat
antara pendudu atau warga di Darwin dengan di pulau-pulau Timor Groep bahkan
kota-kota di Celebes (Sulawesi). Rezim lama Australia memisahkan fakta itu (banyak
ruginya) dan kini Pemerintah Australia seakan
ingin mengembalikannya (banyak untungnya). Kota Darwin sendiri di Australia
adalah ibu kota negara bagian Teritori Utara dengan penduduk kota hampir
100.000 jiwa.
Lantas
bagaimana sejarah asal usul kota Darwin dan nama Pulau Merville? Seperti disebut di atas sejarhnya sudah sejak lama.
Pada masa kini dapat dikatakan kota Darwin adalah kota besar di Australia yang
begitu dekat secara geografis dengan Indonesia (provinsi NTT). Itulah mengapa
sejarah kota Darwin penting untuk diketahui. Lalu bagaimana sejarah kota
Darwin sendiri? Sejak era Abel Tasman hingga era Timor Leste. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Darwin: Abel Tasman dan
Pulau Rote
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Kota Darwin: Australia dan
Timor Leste
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




