*Untuk melihat semua artikel Sejarah Ternate dalam blog ini Klik Disini
Sejarah
Ternate khususnya dan sejarah Maluku Utara (Halmahera) umumnya tidak hanya soal
perdagangan (rempah-rempah) dan kerajaan (kesultanan) juga tentang sejarah
letusan gunung apinya. Tentu saja tidak ada yang peduli soal ini dalam sejarah
Ternate, Halmahera, Maluku Utara. Dalam narasi sejarah Ternate dan Halmahera
hanya dilihat sisi kesuburan tanahnya, namun kurang mendapat perhatian tentang
hal terkait dengan gunung-gunungnya yang termasuk gunung berapi. Kesuburan
tanah dan aktivitas vulkanik adalah hal yang saling terkait. Hal itulah mengapa
narasi sejarah letusan gunung berapi di Maluku Utara penting.

fire (cincin api) di Pasifik. Cincin api ini di Indonesia meliputi pantai barat
Sumatra (pegunungan Bukit Barisan), bagian pedalaman Jawa, pantai utara Bali,
Lombok, Sumbawa, Flores hingga Banda, Amboina terus melewati Ternate Halmahera.
Pada wilayah Maluku Utara ini terdapat beberapa gunung api yang pernah akrif
sejak masa lampau seperti gunung Dukono di Tobelo, gunung Ibu dan gunung
Gamkonora di Halmahera Barat, gunung Gamalama di (pulau) Ternate dan gunung
Makian di (pulau) Makian.
Lantas
bagaimana sejarah gunung berapi meletus di Maluku Utara? Lalu mengapa begitu penting? Narasi sejarah letusan gunung berapi adalah salah
satu pengingat agar setiap saat selalu waspada. Letusan gunung berapi
seringkali menimbulkan bencana, kerugian jiwa, ternak, harta benda dan
lahan-lahan pertanian penduduk. Okelah kalau begitu dan darimana dimulai? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Gunung di Maluku Utara
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sejarah Letusan Gunung Berapi
di Maluku
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






