*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Aceh dalam blog ini Klik Disini
Apakah
ada sejarah Tamiang dan jika ada seberapa tua? Yang jelas Tamiang pernah berselisih Deli dan
terjadilah Perang Tamiang tahun 1893. Tentu saja itu masih tergolong sejarah
yang muda. Lantas bagaiamana sejarah Tamiang sebelumnya? Tentu saja diperluakan upaya penyelidikan. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Permulaan ini haruslah berdasarkan data dan fakta. Seperti kata anak muda
milenial sekarang, jangan hanya sekadar banyak bacot.

nama Tamiang tidak hanya di Aceh. Nama Tamiang ditemukan di banyak tempat. Di Kota
Padang Sidempuan ada kelurahan (Si)tamiang; di Kota Sukabumi ada nama kelurahan
(Ci)tamiang. Di Kalimantan terdapat beberapa nama tempat bernama Tamiang seperti
di Barito Timur dan pulau Laut. Bagaimana nama Tamiang ini eksis di berbagai
tempat? Apakah ada relasinya satu sama lain? Tentu saja itu dapat menjadi ranah penyelidikan
sejarah.
Okelah.
Bagaimana memulai memahami Sejarah Tamiang? Lantas apa pentingnya sejarah Tamiang? Bukan karena nama Tamiang terdapat di banyak
tempat, Akan tetapi nama Tamiang pada masa ini di provinsi Aceh menjadi nama
kabupaten (Kabupaten Aceh Tamiang dengan ibu kota di Karang Baru). Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Nama Tamiang
Nama
Tamiang disebut di dalam (buku) Negarakertagama (1365). Dimana posisi GPS
Tamiang ini tidak diketahui secara persis. Hal serupa juga persoalannya untuk
nama tempat yang lainnya. Ini disebabkan karena waktunya sudah sangat jauh di
masa lampau, suatu rentang waktu yang sangat berjarak dengan era dimulainya
catatan sejarah yang intens (era kehadiran orang-orang Eropa seperti Porugis
dan Belanda). Namun demikian, nama Tamiang haruslah diasumsikan berada di
pantai timur Sumatra.
Di dalam daftar taklukkan tempat-tempat pada masa
ini yang dihubungkan dengan Majapahit (di Jawa) terdapat nama-nama sebagai
berikut: Jambi, Palembang, Keritang (Indragiri Hilir), Teba (Muaro Tebo, Jambi),
Darmasraya (kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat), Kandis, Kahwas, Minangkabau,
Siak, Rokan, Kampar, Pane (Panai), Kampe (pulau Kampai, kabupaten Langkat), Haru
(atau Aru), Mandailing, Tamihang (kabupaten Aceh Tamiang), Perlak (Peureulak), Padang
Lawas, Samudra, Lamuri (kabupaten Aceh Besar), Bantan (pulau Bintan, Riau), Lampung dan Barus
(atau Pancur, di kabupaten Tapanuli Tengah).
Sejak nama Tamiang tercatat
tahun 1365, nyaris tidak ada lagi sumber yang dapat diperhatikan hingga tiba
waktunya era Belanda. Ada perbedaan waktu selama 500 tahun. Interval waktu
selama tersebut tentu saja banyak yang terjadi, banyak perubahan dan banyak
yang hilang. Dalam ilmu statistik, dianggap data yang bersifat outlier. Okelah,
tapi narasi sejarah tidak selalu mengikuti hukum statistik. Lalu, kapan nama
Tamiang muncul (kembali) ke permukaan (tertulis dan dapat diverifikasi).
Perang Taiang 1893
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





