*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Singapura dalam blog ini Klik Disini
Orang
Melayu pada masa lampau begitu mudah mengingat Siam. Boleh jadi karena Siam sudah
terkenal sejak zaman kuno nama negeri Sjam (kini Suriah, Palestina, Yordania
dan Lebanon). Pada masa kini, orang Melayu di Malaysia tidak mengenal lagi nama
jiran Siam, yang ada adalah orang Thai di negeri Thailand. Meski demikian, orang
Melayu di Malaysia pada masa ini asih ingat nama negeri Sjam (karena masih
terdapat dalam narasi sejarah Islam).

negeri (semenanjung) Malaya kini sudah menjadi bagian dari suatu federasi
negara: Malaysia. Pembentukan federasi dan penabalan nama Malaysia ini terjadi
pada tahun 1963. Sementara nama Siam, tetangga Malaya sudah berganti nama
menjadi Thailand sejak tahun 1939. Oleh karena itu orang Thailand tidak lagi
disebut orang Siam tetapi Orang Thai, Tentu saja nama Indonesia juga bukan nama
kuno, nama Indonesia sendiri baru diintroduksi oleh para pemuda Indonesia pada
tahun 1917. Nama Indonesia inilah yang diperjuangkan untuk merdeka dari kekuatan
politik orang Belanda (Hindia Belanda). Negeri Belanda juga di masa lampau
namanya Holland kemudian diganti menjadi The Netherlands. Tentu saja masih
banyak lagi nama negeri yang berganti nama, seperti Ceylon menjadi Sri Lanka, Alto
Volta menjadi Burkina Faso, Burma menjadi Myanmar dan Irish Free State menjadi
Ireland.
Lantas
seberapa dekat Orang Melayu dengan Orang Siam di masa lampau? Lalu apakah pada masa kini orang Malaysia dengan
Orang Thai masih begitu dekat? Boleh iya, boleh tidak. Jauh di mata dekat di hati
atau dekat di mata jauh di hati. Namun demikian, pada masa ini masih ada Patani
di Thailand dan Kelantan di Malaysia. Maksudnya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah internasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Negeri Siam dan Negeri Melayu
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Negara Malaysia dan Negara Thailand
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



