Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Singapura (22): Dimana Singapura Bermula? Sisi Ujung Daratan Semenanjung Malaya atau Sisi Selatan Pulau Singapura?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.12.2020
Reading Time: 52 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Singapura dalam blog ini Klik Disini

Nama
tempat menggunakan ‘poera’ tidak banyak tetapi juga tidak sedikit. Namun tidak
semuda Djajapoera. Akan tetapi setua, tentu saja salah satunya adalah
Singapoera. Nama tempat yang lain yang dihubungkan dengan zaman kuno diantaranya
adalah Tandjoengpoera dan Martapeora (pantai selatan Borneo), Indrapoera
(pantai barat Sumatra), Soekapoera dan Tandjoengpoera (pantai utara Jawa) dan
Telanaipoera (pantai timur Sumatra). Singapoera bahasa Sanskerta Kota Singa
(bahasa Belanda: Singa=Leeuw. Poera= Stad).

Pengguaan nama ‘singa’ sebagai nama geografis tidak
hanya satu, Singapoera. Ada beberapa seperti Singaradja (pantai utara Bali),
Singaparna (pantai selatan Jawa). Jika jauh di masa lampau ada nama (kerajaan) Singa
Sari. Nama singa juga ada yang dikaitkan dengan nama (gelar) orang seperti Radja
Singha (Raja Singa) dari Ceylon, Singa Mangaradja dan Goeroe Singa (Sumatra).
Tentu saja ada yang dikaitkan dengan orang Belanda seperti (marga) van E’singa
dan van Jasinga (yang menjadi asal-usul nama kota Jasinga di Bogor),

Lantas
bagaimana sejarah nama Singapoera
? Sudah barang tentu nama Singapoera sudah begitu tua,
sejak zaman kuno. Namun yang menjadi pertanyaan dimana letak Singapoera pada
zaman doeloe, apakah di tempat lain, apakah di pulau Singapoera atau apakah di
daratan pantai selatan Semenanjung Malaya
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
internasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Singapoera Dimana

Nama
Singapura belum ditemukan dalam laporan Mendes Pinto (1535). Namun dalam
catatan awal Belanda (1603) sudah dicatat nama Singapura sebagai nama selat
dekat Johor, jalan dari Malacca menuju Macao, Siam, Cochin. China dan Jepang.


Dalam laporan Mendes Pinto sudah dicatat nama Lavo
dan Taucampura sebagai penghasil intan di Borneo. Sebagaimana diketahui
pedagang Portugis yang berbasis di Malacca sejak 1511 pada tahun 1524 ke kota
(pelabuhan) Borneo (yang kemudian menjadi nama pulau Borneo). Dalam catatan
Belanda (VOC) Lavo adalah Lawe atau Melawie dan Taucampura adalah Taniampoera
atau Tandjoengpoera.

Besar
dugaan nama Singapoera lebih awal dari nama Johor. Nama Johor diduga muncul
setelah Portugis menyerang dan menduduki Malaka pada tahun 1511. Sebab (kerajaan)
Johor adalah suksesi (kerajaan) Malaka. Sedangkan nama Singapoera diduga sudah
ada sebelum kedatangan orang Portugis. Nama ‘poera’ diduga kuat terkait dengan
nama-nama lama (era Boedha-Hindoe).


Pada era Boedha-Hindoe muncul nama kota
pelabuhan yang disebut Malaya (merujuk pada nama gunung Himalaya di India). Orang-orang
Moor yang beragama Islam menyebut Malaya sebagai Malaka. Sejak itu nama Malaka
sebagai nama kota dan nama Malaya sebagai nama (wilayah) semenanjung.
Orang-orang Moor sendiri tidak berada di Malaka tetapi membangun pos
perdagangan ke arah tenggara yang kemudian dikenal sebagai Muar (merujuk pada
Moor kemudian bergeser menjadi Moar, Moear dan lalu Muar). Nama Singapoera
diduga muncul setelah adanya nama Malaya dan sebelum munculnya nama Muar.

Dimana
Singapoera berada telah diakuisisi oleh Johor. Singapoera dalam hal ini masih
berada di daratan (ujung selatan Semenanjung Malaya). Pada peta-peta Portugis,
sebagaimana dalam laporan Belanda (1603) selat Singapoera berada diantara
semenanjung Malaya dengan pulau yang masih kosong. Dalam peta-peta Belanda kota
Singapoera lama di daratan ini disebut Out Singapoera dan pulau kosong tersebut
diidentifikasi sebagai (pulau) Singapoera.

Pada tahun 1643 Belanda (VOC) yang berpusat di
Batavia (kini Jakarta) menyerang Malaka dan kemudian mendudukinya. Pos perdagangan
Portugis hanya tinggal di Ternate dan Macao. Namun pada tahun 1657 VOC kembali
menaklukkan Portugis di Ternate.
Peta 1687

Sejak
berakhirnya Portugis di kawasan (semenanjung Malaya), dalam peta-peta Belanda
nama selat Singapoera sudah diidentifikasi perairan antara (pulau) Singapoera
dengan pulau Bintan. Besar dugaan penamaan selat Singapoera yang baru ini
karena sudah terbentuk jalur navigasi utama perdagangan yang baru VOC di pulau
Singapoera. Dimana pos perdagangan (VOC) masih berada di daratan.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Dalam catatan harian Kasteel Batavia dicatat
bahwa kapal de Roos tiba di Straet van Sinkapura (lihat Daghregister 4 November
1672). Catatan ini diduga kuat mengindikasikan selat yang berada di perairan
pulau Bintang dengan pos perdagangan VOC di Singapoera. Catatan lain pada
Kasteel Batavia menyebutkan kapal Inggris Gaspel dari England melalui Malaka
menuju Singapoera (lihat Daghregister 28 Mei 1700). Dua catatan Kasteel Batavia
ini mengindikasikan bahwa Singapoera adalah pos perdagangan VOC (Belanda) yang
dikunjungi oleh berbagai kapal, termasuk kapal Inggris. Peta 1724

Yang
menjadi pertanyaan kapan pos perdagangan VOC di Singapoera (daratan semenanjung
Malaya) bergeser ke selatan pulau Singapoera
? Yang jelas pada Peta 1724 nama pos perdagangan
Singapoera masih diidentifikasi di daratan (belum berada
di
pelabuhan Singapoera yang sekarang, menghadap ke pulau Bintan). Pulau
Singapoera tampaknya masih kosong (belum ada nama) Nama pulau yang sudah
diidentifikasi adalah pulau Bintan..

ADVERTISEMENT

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Pertumbuhan Kota Singapoera

Satu
abad kemudian pada tahun 1824 kota (pelabuhan) Singapoera yang sebelumnya
berada di daratan Seemenanjung Malaya sudah berada di pantai selatan pulau
Singapoera (berseberangan dengan pulau Bintan). Besar kemungkinan pelabuhan Singapoera
telah direlokasi dari daratan (Oud Straat Singapoera) ke selatan pulau (Nieuw
Straat Singapoera) karena perkembangan yang terjadi di pulau Bintan, khususnya
setelah VOC (Belanda) membangun benteng (fort) di Tandjongpinang pada tahun 1791.

Kerajaan-kerajaan kecil di kawasan kerap
menggangu eksistensi VOC di kawasan. Kerajaan-kerajaan Melayu Selangor, Djohor
dan Riau menyerang Malaka pada tahun 1784. Dengan kekuatan yang didatangkan
dari Batavia berhasil membebaskan Malaka. Sebagai hukuman, VOC menyerang
Selangor dan merebutnya. VOC kemudian menyerang Riau dan Radja Riau terbunuh
(lihat Hollandsche historische courant, 12-03-1785). Setelah Radja Riau
terbunuh dalam perang dengan VOC, Riau jatuh ke tangan VOC. Untuk membawahi
wilayah taklukan ini di bawah pimpinan Captain JP van Braam. Besar dugaan tidak
lama kemudian ditinggalkan. Pada tahun 1787 Riau diambilalih oleh (kerajaan) Soeloe.
Pengambilalihan ini boleh jadi karena kerajaan Riau sudah melemah setelah
radjanya terbunuh oleh VOC dan tidak hadirnya VOC. Namun kawasan ini segera
diamankan oleh VOC. Untuk mengamankan kawasan dan untuk menjaga hubungan
lalulintas navigasi antara Batavia dan Malaka, maka pada tahun 1791 VOC membangun
benteng di pulau Bintan. Lokasi benteng yang dipilih bukan berada di Straat
Singapoera tetapi di seberang pemukiman Cina dan pemukiman pribumi di suatu
area kosong di suatu tanjung yang kemudian dikenal sebagai Tandjoeng Pinang
(yang menjadi cikal bakal Kota Tanjung yang sekarang).

Namun
tidak lama kemudian benteng di Tandjoengpinang (Riouw) ditinggalkan VOC karena
terjadi pendudukan militer Prancis di Batavia (1795) yang kenmudian menguasai
seluruh Jawa. Situasi dan kondisi VOC yang terus meleamah (lebih-lebih karena
Kerajaan Belanda di Eropa diduduki kerajaan Prancis), maka kesempatan ini
dimanfaatkan oleh Inggris yang berbasis di (pulau) Penang untuk mengakuisisi Malaka
dan Riouw. Pada saat inilah diduga Inggris membangun pemukiman baru (New
Stttlement) di selatan pulau Singapoera dengan menggunakan nama Singapoera
(cikal bakal Kota Singapoera yang sekarang). Akan tetapi kerajaan Belanda pulih
kembali tahun 1816 dan Hindia Belanda terpaksa dikembalikan Inggris kepada
Belanda. Namun orang-orang Inggris sudah terdapat dimana-mana dan merasa
tertarik untuk memiliki wilayah (semenanjung Malaya).

Pada tahun 1811 Inggrsi yang berbasis di India
dan cabangnya di Bengkoellen dan pulau Penang menganeksasi Batavia dana
kemudian menduduki seluruh Jawa. Dengan demikian, seluruh Hindia Belanda telah
dikuasai Inggris minus Ternate. Ibu kota Inggris kemuedian dipindahkan dari
Penang ke Buitenzorg (dan Semarang) oleh Letnan Gubernur Jenderal Raffless.
Namun itu tidak berlangsung lama karena pada tahun 1816 Inggris harus
mengembalikan semuanya kepada (kerajaan) Belanda. Praktis Inggris kembali sebagaimana
semula hanya di Bengkoelen dan Penang.

Pada
tahun 1822 pusat Inggris di India menugaskan Jhon Anderson di Penang untuk
menyelidiki kawasan pantai Timur Sumatra dan wilayah Semenanjung Malaya serta
pantai utara Borneo. Besar dugaan rekomendasi John Anderson inilah yang
menyebabkan diadakannya perjanjian antara Inggris dan Belanda di London pada
tahun 1824 (Traktat London). Satu yang penting dala perjanjian ini adalah tukar
guling antara Malaka (Belanda) dan Bengkoelen (Inggris) dan penarikan batas
yurisdiksi antara Pemerintah Hindia Belanda dan Sarikat Dagang Inggris.

Dalam penarikan batas wilayah ini selat
Singapoera dibagi dua dimana kota pelabuhan Singapoera masuk Inggris dan pulau
Bintan (dan pulau Bata) masuk Pemerintah Hindia Belanda yang telah mendirikan
cabang pemerintahan di Tandjoengpinang. Batas yurisdiksi pulau Borneo juga
diidentifikasi dimana pulau Sebatik di pantai timur Borneo harus dibagi dua.

Segera
setelah Traktat London 1824, Inggris ingin membangun dan menghubungkan tiga
pemukiman Eropa (Strait Settlement) di Penang, Malaka dan Singapoera. Satu yang
khusus dari tiga pemukiman Eropa ini adalah mempromosikan kota (pelabuhan(
Singapoera sebagai pelabuhan bebas. Situasi menjadi heboh di Batavia,
orang-orang Belanda kebakaran jenggot, sebab selama ini pelabuhan
Tandjongpinang sudah dinyatakan sebagai pelabuhan bebas. Akal bulus Inggris
mulai terbuka mengapa Inggris menginisiasi Traktat London pada tahun 1824
dengan mengorbankan Bengkoelen untuk mendapatkan Malaka yang pada dasarnya
untuk meraih seluruh Semenanjung Malaya dan pantai utara Borneo. Pelabuhan
bebas Tandjoeng Pinang lambat laun kalah bersaing dengan pelabuhan bebas
Singapoera.

Dalam posisi Singapoera dipromosikan terus
sebagai pelabuhan bebas (untuk membunuh pelabuhan bebas Tandjoengpinang),
Inggris dari tiga tempat settlement mulai menguasai secara bertahap
kerajaan-kerajaan yang ada di Semenanjung Malaya yang kemudian dilanjutkan ke
pantai utara Borneo. Pelabuhan Singapoera cepat tumbuh dan berkembang sejalan
dengan pembentukan cabang-cabang pemerintahan Inggris di wilayah pedalaman
Semenanjung Malaya. Dalam hubungan ini untuk kebutuhan tenaga kerja yang lebih
banyak, Inggris mulai mendatangkan pekerja dari Tiongkok yang kemudian diikuti
oleh para emigran Tiongkok membanjiri Singapoera dan kota-kota di Semenanjung
Malaya.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album I: Istana Deli dan potret lima sultan

Westin Hotels & Resorts Expands In Indonesia With The Opening of The Westin Surabaya

Iklan

Recommended Stories

Sejarah Bandung (9): Gedung Sate; Dulu Kantor Gouvernements Bedrijven, Kini Kantor Gubernur

26.01.2017
Penulis Kitab Minhajul Muslim Meninggal Dunia, Inilah Biografi Lengkapnya

Penulis Kitab Minhajul Muslim Meninggal Dunia, Inilah Biografi Lengkapnya

28.08.2018

Sales Mission Ini Kenalkan Danau Toba kepada Anak-Anak Sejak Dini

10.11.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?