Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Lombok (22): Sejarah Cakranegara; Tempo Doeloe Menjadi Pusat Kerajaan Bali Selaparang, Kini Hanya Menjadi Kecamatan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.06.2020
Reading Time: 17 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Lombok dalam blog ini Klik Disini

Cakranegara pada masa ini hanya dipandang sebagai
suatu kecamatan di Kota Mataram. Awalnya hanya ada dua kota yang berdekatan
yakni (pelabuhan) Ampenan dan Mataram (ibu kota kerajaan). Namun kemudian (puri)
Tjakranegara yang berada di timur kota Matara menjadi pusat pemerintahan yang
baru sehubungan dengan terbentuknya kerajaan tungggal di Lombok, Bali
Selaparang. Sejak menunggalnya kerajaan, puri yang menjadi kota Tjakranegara
berkembang pesat (dan bahkan menjadi lebih besar dari kota Mataram dan kota
Ampenan).

Kota Tjakranegara (Peta 1895)

Kota
Mataram pada masa ini pada dasarnya gabungan dari tiga kota: Ampenan, Mataram
dan Tjakranegara. Tiga kota ini tempo doeloe berada di garis lurus jalur
transportasi utama antara sisi timur (pelabuhan Lombok) dan sisi barat (pelabuhan
Ampenan) di pulau Lombok pada era kerajaan Lombok Selaparang. Pergeseran pelabuhan
utama di pulau Lombok dari teluk Lombok di timur ke teluk Ampenan di barat
karena lebih baik (lebih strategis). Sehubungan dengan berkembangnya pelabuhan
Ampenan lalu terbentuk kota Mataram. Kota Ampenan menjadi pemukiman para
pendatang (seperti pedagang-pedagang Cina, Bugis dan Melayu), sementara kota
Mataram menjadi cabang pemerintahan kerajaan Lombok Selaparang. Pada tahun 1740
kerajaan Karangasem Bali menganeksasi (pulau) Lombok dan mengalahkan kerajaan Lombok
Selaparang. Sejak itulah muncul kerajaan Bali Selaparang dengan ibu kota di
(kota) Mataram.

Lantas bagaimana sejarah kota Tjakranegara
sendiri sebelum menjadi sebuah kecamatan di Kota Mataram
? Yang jelas jika kita dari pusat kota Mataram menuju
Selong, pusat kecamatan Cakranegara akan dilewati. Lanskap kecamatan ini tampak
berbeda dengan pusat kota Mataram maupun pelabuhan Ampenan. Apa perbedaannya?
Perbedaan inilah yang menjadi penting untuk mengetahui sejarah (kecamatan)
Cakranegara. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Munculnya Kota Tjakranegara
Hingga tahun 1839, tidak ada orang yang tahu apa
dan bagaimana di pedalaman pulau Lombok. Bahkan nama Tjakranegara sekalipun
tidak dikenal. Nama Tjakranegara hanya dikenal sebagai nama (gelar) di (pulau) Jawa.
Orang asing (termasuk pedagang-pedagang Belanda) hanya berada di pelabuhan Ampenan
dan pelabuhan Tandjoeng Karang. Penguasa di Mataram sangat membatasi orang
asing masuk ke pedalaman. Lalu tiba-tiba merebak perseteruan antara kerajaan
Karangasem (dengan pelabuhan di Tandjoeng Karang) dan kerajaan Mataram (dengan di
pelabuhan Ampenan). Pada tahun 1838 tersiar berita Radja Mataram tewas, tetapi
kerajaan Karangasem kalah. Radja Karangasem membunuh semua keluarganya dan
termasuk dirinya ke dalam api yang menyala.

Nederlandsche staatscourant, 11-01-1839: ‘Permusuhan
di pulau Lombok telah berakhir antara Radja Karang Assam dan Goestie Mataram.
Goestie terbunuh tetapi pasukannya menang. Lalu Radja Karang Assam membakar
bentengnya dimana istri-istrinya dibakar, anak-anaknya dan semua pengikutnya,
lalu dia sendiri melemparkan dirinya ke tengah-tengah bara api dan mati’.
Setelah tiadanya Radja Mataram dan Radja
Karangasem di Lombok, pasca perang sudara, lalu di Lombok sepi sendiri, dalam
arti tidak ada orang asing yang mengetahuinya. Baru delapan tahun kemudian muncul
berita yang tidak terduga. Pangeran Mataram (Bali Selaparang) mengirim kapal
dengan pasukan di dalamnya turut membantu ekspedisi militer Pemerintah Hindia
Belanda tahun 1846 untuk melawan pangeran Boeleleng yang dibantu Radja
Karangasem Bali (lihat
Javasche courant, 07-07-1846).
Orang-orang Belanda
kaget, tanpa ada permintaan dari Pemerintah Hindia Belanda, pangeran Bali Selaparang
(Mataram) mengirim bantuan ke Boeleleng. Namun tentu saja pejabat dan komandan
militer Pemerintah Hindia Belanda cepat paham. Pangeran Bali Selaparang telah
menjadi penguasa tunggal di pulau Lombok. Kerajaan Karangasem di Lombok sudah
hancur pada tahun 1838. Pengiriman pasukan ke Boeleleng dari Bali Selaparang
menjadi sinyal kepada kerajaan Karangasem di Bali. Kapal cepat yang membawa
pasukan dari Ampenan ke Boeleleng juga menjadi cara pangeran Bali Selaparang
untuk menunjukkan kepada raja-raja di Bali, terutama kerajaan Karangasem bahwa
kerajaan Bali Selaparang sudah makmur dan memiliki armada di laut. Catatan:
penduduk Bali dan juga penduduk Lombok bukan pelaut, bahkan untuk konsumsi ikan
laut masih sangat tergantung dari orang asing seperti Bugis dan Mandar.
Pasca Perang Boeleleng (1846) Pemerintah Hindia
Belanda menugaskan seorang Jerman Heinrich Zollinger untuk melakukan ekspedisi
ilmiah ke (pedalaman) Lombok pada tahun 1847. Dari laporan Zollinger inilah
segala sesuatu tentang ‘jeroan’ pulau Lombok diketahui. Laporan ini dimuat
pada jurnal Tijdschrift voor Neerland’s Indie edisi September 1847. Dari isi
laporan ini juga terbaca ada indikasi pengaruh GP King di Lombok yang memiliki
hubungan erat dengan pangeran Mataram (Radja Bali Separang saat ini). Peran GP
King dihubungkan dengan meletusnya perang saudara di Lombok pada tahun 1838 dan
kepemilikan kapal fregat milik Radja Bali Selaparang dalam Perang Boeleleng.
GP King
adalah seorang pedagang Inggris yang mengalihkan wilayah perdagangannya dari
pantai barat Sumatra ke pantai timur pulau Jawa (Banjoewangi dan Bali). GP King
diketahui sudah berada di Bali pada tahun paling tidak tahun 1834 (lihat
Javasche courant, 23-07-1834). Pada tahun 1837
GP King diketahui sudah
merapat dan membuka usaha di pelabuhan Ampenan (lihat
Javasche courant, 30-09-1837). Saat Heinrich Zollinger ke Lombok
pada tahun 1847,
GP King seakan menjadi juru bicara dan sekaligus
menteri luar negeri kerajaan Bali Selaparang.
Banyak hal yang membuat Heinrich Zollinger
bingung. Semua peta yang dimiliki Zollinger tentang pedalaman Lombok tidak satu
pun yang akurat. Peta-peta tampaknya dibangun dari asumsi berdasarkan
keterangan orang-orang di pantai. Zollinger ingin memperbaiki semuanya bahkan Zollinger
rela untuk mendaki gunung Rindjani untuk membuktikan gambaran dalam peta
tentang danau Sagara. Ini mengindikasikan bahwa selama ini tidak ada orang
asing yang pernah memasuki pedalaman Lombok. Satu penelusuran nama Selaparang, Zollinger
meyakini Radja Mataram telah menambahkan nama Selaparang pada judul
kerajaannya: Bali Selaparang.

RELATED POSTS

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

Menurut
Heinrich Zollinger Selaparang adalah kerajaan Selaparang yang menjadi ibu kota
Tanah Sasak. Pendapat Heinrich Zollinger sesuai dengan identifikasi kraton
Selaparang pada Peta 1720. Heinrich Zollinger menjadi lebih bingung lagi,
karena kernyataannya penduduk Sasak tidak mengenal Lombok sebagai nama pulau,
kecuali nama suatu tempat di timur pulau. Pendduduk asli hanya memahami Tanah
Sasak. Heinrich Zollinger berkeyakinan bahwa nama pulau disebut Lombok adalah
pemberian orang asing yang merujuk pada naa kampong Lombok di teluk pantai
timur.
Soal nama kerajaan Bali Selaparang, Heinrich
Zollinger menulis bahwa orang Bali telah menaklukkan dan menghancurkan kerajaan
Selaparang dan pemimpin mereka (orang Bali) kemudian memberi diri mereka nama
kemenangan mereka (menjadi Bali Selaparang) yang kemudian menetapkan ibu kota di
Mataram. Kota ini dikelilingi oleh pagar bambu tebal, ada empat pintu masuk
atau gerbang utama yang ditutup pada malam hari.
Jalan
dari empat pintu gerbang semua berteua di sudut kanan yang mebentuk dua jalan
utama yang berpotongan tepat di tengah kota, yang berada diantara dua istana
radja. Kedua istana yang ini dibangun dari pasangan bata dan tidak ada yang
istimewa atau mengesankan dari luar. Rumah-rumah lain dipisahkan dalam pagar-pagar
besar dengan dinding terbuat dari tanah. Rumah-rumah dibangun dari bahan yang
sama dan menyerupai orang-orang di pulau Bali. Semua rumah-rumah itu ditutupi
dengan atap (terbuat dari daun pohon palem). Menurut Heinrich Zollinger hampir
semua penduduk (kota) Mataram adalah orang Bali.
Menurut
Heinrich Zollinger pada awalnya ada empat kerajaan. Selain yang beribukota di
Mataram, tiga yang lainnya ber ibu kota di Karangasem (di sebelah timur
Mataram), di Pagasangan (selatan Mataram) dan di Pagoetan (terjauh dari
Mataram). Dalam perang terakhir (1838, red) tiga ibu kota ini telah hancur dan
hanya tinggal satu kerajaan yang beribukota di Mataram. Jalan dari (pelabuhan)
Ampenan ke Mataram (3.5 pal) dan hingga Karangasem (5 pal dari Ampenan) sangat
baik, dapat dilalui dengan kereta kuda karena di atas sungai-sungai dibangun
jembatan.
Berdasarkan laporan Heinrich Zollinger (1847)
tidak ada menyebut nama Tjakranegara. Itu berarti mengindikasikan bahwa nama
tempat Tjakranegara belum ada. Gambaran yang dinyatakan oleh Heinrich Zollinger
hanyalah tentang (ibu kota) eks kerajaan Karangasem.
Mataram dan Tjakranegara (Peta 1894)

Tampaknya
GP King masih harus bekerja keras di (kerajaan) Bali Selaparang. Kerajaan
Karangasem sudah lama tiada dan hanya tinggal kerajaan Bali Selaparang. Semua
sumberdaya di (pulau) Lombok yang meliputi lahan yang subur dan populasi
(Sasak) yang banyak hanya tertuju kepada kemaharajaan kerajaan Bali Selaparang
yang beribukota di Mataram. GP King ingin lebih nyaman di Mataram (sementara)
bisnisnya berpusat di Ampenan. Pangeran mahkota adalah satu pikiran dengannya.
GP King tampaknya ingin memindahkan radja Mataram ke luar kota Mataram. Satu tempat
yang ideal untuk tempat radja adalah eks kerajaan Karangase dijadikan tempat
untuk membangun puri baru buat radja (tua) dan pangeran mahkota tetap
bersamanya di kota Mataram. Peran GP King terus bertambah tidak hanya juru
bicara dan menteri luar negeri juga merangkap menteri di bidang lain: ekonomi
dan bisnis, perencanaan pembangunan dan sebagainya seperti penasehat pertahanan
dan keamanan.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kota Tjakranegara Hancur Tahun 1895
Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

31.12.2020
Sejarah

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (31): Societeit ‘Atjeh Club’, Organisasi Sosial Eropa-Belanda di Kota Radja; Organisasi Kebangsaan Indonesia

30.12.2020
Sejarah

Karikatur karya Johan Braakensiek tentang Mbok Indonesia, 1905-1920

29.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (30): Sejarah Pendidikan di Aceh Bermula di Singkil; Kisah Pendidikan Tinggi Anak-Anak Petinggi Asal Atjeh

29.12.2020
Next Post

BERINFAK DI JALAN ALLAH MENDATANGKAN TAMBAHAN HARTA

Day 17; What Will You Do If You Lost Your Wallet?

Day 17; What Will You Do If You Lost Your Wallet?

Iklan

Recommended Stories

Wisata Glass Bridge Bali Yang Terpanjang se asia Tenggara

08.08.2023

Ayah Nabi Ibrohim

22.06.2019
Belajar Bertaubat Dari Abu Lubabah

Super Air Jet Dukung Konser SLANK, Semakin Popularkan Jogya Destinasi Super Favorit

19.12.2022

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?