Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Padang Sidempuan (8): Marga dan Transformasi Pembentukan Marga Secara Formal; Sejarah Marga-Marga Indonesia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.06.2020
Reading Time: 15 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini

 

Pada masa ini marga menjadi kata generik untuk
nama keluarga (family name). Tidak hanya untuk orang Batak, untuk orang Arab,
orang Tionghoa tetapi seluruh bangsa Indonesia. Penggunaan nama marga di
Indonesia secara administratif  awalnya muncul
pada era kolonial dan semakin intens dipraktekkan di Indonesia. Namun demikian,
jika diperhatikan ke belakang, asal-usul pembentukan marga berbeda satu sama
lain.

Dalam
kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) marga diartikan secara berbeda-beda. Secara
khusus marga diartikan sebagai berikut: (1) binatang liar (tidak diternakkan
atau dipelihara) seperti terminologi margasatwa; (2) kelompok kekerabatan yang
eksogam dan unilinear, baik secara matrilineal maupun patrilineal; (3) bagian
daerah (sekumpulan dusun) yang agak luas (di Sumatra Selatan); (4) satuan
taksonomi di antara suku dan jenis, serta merupakan wadah yang mempersatukan
jenis-jenis yang erat hubungannya, huruf depan nama marga ditulis dengan huruf
kapital dan selalu tercantum dalam nama jenis; (5) jalan dasar yang dipakai
sebagai pegangan hidup, bekerja, dan sebagainya seperti saptamarga dan jasamarga.
Dalam artikel ini hanya fokus pada no (2).

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Praktek penggunaan marga sesungguhnya secara
sosial jauh sebelum orang-orang Eropa/Belanda mempopulerkannya diantara
orang-orang non-Eropa di Indonesia (baca: Hindia Belanda). Namun, bagaimanapun,
orang-orang Eropa/Belanda yang mendorong kebutuhan marga di belakang nama untuk
orang-orang non-Eropa terutama Arab, Tionghoa dan pribumi. Lalu muncul gagasan
pembentukan marga baru (yang harus disahkan oleh pemerintah) termasuk diantara
orang-orang yang Batak yang telah memiliki marga. Nah, untuk menambah
pengetahuan mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Transformasi Marga dan Pembentukan Marga Baru
Pada tahun 1889 muncul di Jogjakarta seorang
pribumi mendaftarkan namanya menjadi nama keluarga (lihat Nederlandsche
staatscourant, 23-08-1889). Nama pribumi tersebut adalah Kassian yang dalam
sehari-hari menyebut dirinya sebagai Chepas. Kassian, seorang fotografer
namanya kerap ditulis dengan nama Kassian Chepas. Kassian Chepas mengajukan
namanya di Djokjokarta pada tanggal 14 Juni 1888 yang ditujukan kepada Gubernur
Jenderal untuk dirinya dan putranya Sem dan Tarif agar disahkan memiliki nama
keluarga Cephas. Permintaan ini kemudian dikabulkan pemerintah (lihat
Nederlandsche staatscourant, 31-12-1889).

Pemerintah
sejak 1883 mengakomodir bagi pribumi untuk mendaftarkan nama untuk dijadikan
menjadi nama keluarga dalam bentuk peraturan perundang-undangan yakni
dikeluarkannya Ordonansi 30 Juli 1883 (Indisch Staatsblad No. 192). Mangapa
muncul ordonansi ini tidak diketahui secara jelas. Akan tetapi diduga karena
ada dorongan dari pribumi, karena penulisan nama keluarga di belakang menjadi
semacam keharusan bagi orang-orang Eropa/Belanda.
Sebelumnya penulisan nama-nama orang pribumi
hanya didasarkan pada nama kecil, nama gelar atau gabungan keduanya. Nama gelar
ini sudah umum secara adat digunakan orang pribumi teutama di Jawa dan Sumatra.
Secara khusus di Jawa dan Minangkabau, nama gelar ini digabungkan dengan nama
(tingkat) jabatan (dalam struktur pemerintahan tradisional). Di daerah
Tapanoeli, nama-nama jabatan tradisional ini kurang menonjol.
Di
daerah Soenda (Jawa) jabatan atau posisi sosial tersebut paling tidak terbagi
dua belas tingkatan, yakni 1. Adipati, 2. Aria, 3. Toemenggoeng, 4. Demang, 5.
Raden, 6. Ngabei, 7. Maas, 8. Rangga, 9. Condoran, 10. Patih atau bendahara, 11,
Ombo atau kepala, 12. Mandor atau Loerah (lihat Tijdschrift voor Neerland’s
Indie, 1856). Di daerah Minangkabau jabatan-jabatan ini antara lain panghoeloe,
doebalang, malim dan manti. Untuk setiap orang dewasa (setelah menikah) di
dalam masing-masing suku (kaum) memiliki gelar sendiri-sendiri yang dalam
pepatah lama disebut ‘ketek banamo gadang bagala’. Untuk gelar bagi jabatan
tertentu di dalam kaum memiliki gelar (pusaka) tersendiri (lihat Sumatra-bode, 18-05-1922).
Penulisan nama di daerah Tapanoeli khususnya di
Afdeeling Angkola en Mandailing adalah nama kecil dan atau nama gelar. Di daerah
Jawa nama kecil ini menghilang sehubungan dengan ditabalkannya nama gelar,
sementara di Sumatra (Tapanoeli dan Minangkabau) nama kecil adakalanya tetap
disebut meski ada yang lambat laun hanya ditulis nama gelarnya saja. Penggunaan
nama marga belum lazim.
Penggunaan
nama marga di belakang nama awalnya jarang digunakan dalam penulisan nama. Yang
umum adalah nama kecil plus nama gelar. Misalnya, Radjioen gelar Soetan
Kasajangan. Dalam hal ini Radjioen adalah nama kecil, Soetan Kasajangan adalah
nama gelar. Sementara ayahnya bernama Tagor gelar Maharadja Soetan. Sedangkan
nama kakeknya hanya ditulis Patoean Soripada. Patoean adalah jabatan dan
Soripada adalah nama gelar. Dalam hal ini nama kecil kakeknya jarang dipakai
sehingga tidak pernah ditemukan dalam penulisan nama dan hanya disebut Patoean
Soeripada. Di Afdeeling Mandailing en Angkola umumnya gelar seseorang umumnya ditambahkan
dengan mengabil nama kekek (ompung), bukan ayah. Oleh karena itu gelar Radjioen
dalam hal ini adalah Soetan Kasajangan Soeripada. Radjioen gelar Soetan
Kasjangan (Soripada) tidak pernah ditemukan menambahkan nama marganya
(Harahap). Dalam penulisan nama marga hanya muncul sebagai keterangan seperti Radjioen
gelar Soetan Kasajangan (Soeipada) marga Harahap. Jadi, penggunaan nama marga
di belakang nama belum lazim.
Penggunaan nama marga di belakang nama awalnya
terdeteksi di kalangan misionaris. Para misionari adakalanya sudah menyebut
nama seseorang pribumi dengan notasi nama kecil plus nama marga (tidak dengan
menggunakan nama gelar).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Asal-Usul Marga Batak
Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Wajah beberapa sekolah di zaman Belanda

Ikhtishar Ilmu Hadits (8)

Iklan

Recommended Stories

Martabak Har, Martabak Har Telur Ayam

19.03.2013

10 Resep Praktis Masakan Indonesia Sehari-hari

13.11.2015

Jalan-Jalan di Kota Solo

05.01.2010

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?