Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jakarta (66): Jalan Lautze, Doeloe Namanya Chinese Kerkweg (Jln Klenteng); Siapa Lautze, Mengapa Ada Masjid Lautze

Tempo Doelo by Tempo Doelo
23.12.2019
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Di Jakarta ada namanya jalan Luutze. Nama jalan ini unik karena tidak ada
di kota lain. Nama Lautze ditabalkan sebagai nama jalan untuk menggantikan Chinese
Kerkweg terjadi pada tahun 1950 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 17-10-1950). Ruas jalan Lautze ini
berada di antara jalan Taman Sari dan jalan Kartini di Kecamatan Sawah Besar,
Jakarta Pusat.

Java-bode, 17-10-1950

Di
Bandung ada namanya jalan Pasteur, tidak ada di tempat lain. Di Medan ada jalan
Multatuli. Di Surabaya, di Semarang dan di Jogjakarta tidak ada nama siapa-siapa.
Ini menunjukkan setiap kota memiliki caranya sendiri-sendiri memandang sejarah
masa lampaunya dan sadar menabalkan nama jalan untuk memberi inspirasi ke masa
depan. Di Semarang dan Soerabaua nama-nama jalan berbau Belanda dan Cina telah
dihapus. Di Jogjakarta tidak ada yang dihapus karena dari doeloe memang tidak
ada yang berbau Belanda dan Cina.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Apa hebatnya Lautze sehingga harus ditabalkan
menjadi nama jalan menggantikan Chinese Kerkweg? Itu die pertanyaannya. Lantas
siapa Lautze? Satu yang terpenting pada masa ini di jalan Lautze terdapat
masjid Tionghoa yang diberi nama masjid Lautze. Masjid ini unik karena berbau
Tionghoa. Nah, utuk menghindari gagal paham, mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Nama Jalan Lautze dan Nama Masjid Lautze
Pasca pengakuan kedaulatan Indonesia oleh
Belanda, tepatnya setelah RIS dibubarkan dan kembali ke negara kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) tanggal 17 Agustus 1950, mulai dilakukan
bersih-bersih. Sebanyak 120 nama jalan baru diumumkan untuk menggantikan nama
jalan lama yang berbau kolonial. Dari tiga puluh pertama yang beritakan surat
kabar, tiga diantaranya adalah Oranje Boulevard diubah sepenuhnya menjadi
Djalan Diponegoro, Nassau Boulevard menjadi Djalan Imam Bondjol dan van
Heutzboulevard menjadi Djalan Teuku Umar (lihat Java-bode: nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 10-10-1950). Pada publikasi 30 buah
yang keempat terdapat nama jalan Lautze yang menggantikan Chinese Kerkweg (lihat
Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 17-10-1950).

Bagaimana
mekanisme penentuan dan siapa saja yang dilibatkan tidak diketahui secara
jelas. Wali Kota Djakarta saat itu adalah Raden Soewirjo. Pada waktu yang sama
juga dilakukan di berbagai kota seperti di Bandoeng, Semarang, Soerabaja dan
Medan. Di Medan dibentuk komite yang terdiri dari tujuh orang yang lalu
disahkan oleh Wali Kota dalam peraturan. Boleh jadi hal serupa ini yang
dilakukan di Djakarta.

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di
blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah
menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping
pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah–agar
lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya
dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang
tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com
ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

FIR'AUN DAN KAUM TSAMUD PENENTANG YANG DIBINASAKAN ALLAH

Overland Trip Nataru Via Tol Trans Jawa dan Sumatera, Biar Nyaman Ini Tipsnya

Iklan

Recommended Stories

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

10.08.2017

Sejarah Aceh (38): Sejarah Perjalanan Haji di Aceh, Wilayah Paling Dekat ke Mekkah; Sejarah Perjalanan Haji Era Hindia Belanda

02.01.2021

Resep Cara Membuat Ayam Bumbu Bali Enak Mudah

06.06.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?