Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tangerang (30): Balaraja, Perluasan Tanah-Tanah Partikelir; Area Perang Gerilya Semasa Perang Kemerdekaan 1946-1949

Tempo Doelo by Tempo Doelo
22.08.2019
Reading Time: 17 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Balaraja tempo doeloe adalah salah satu distrik
di Afdeeling Tangerang: Saat itu Afdeeling Tangerang yang dipimpin oleh seorang
Asisten Residen terdiri dari tiga empat distrik: Tangerang, Maoek, Tjoeroek dan
Balaradja. Oleh karena itu, nama Balaraja sudah memiliki nama besar di masa
lampau. Nama Balaradja paling tidak sudah muncul sebagai nama tanah partikelir
(land) tahun 1924 (lihat Bataviasche courant, 11-12-1824).

District Balaradja (Peta 1930)

Pada
masa ini, wilayah (afdeeling) Tangerang terdiri dari tiga kabupaten kota:
Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Kabupaten
Tangerang terdiri dari 21 kecamatan. Ada beberapa nama di wilayah (afdeeling)
Tangerang tempo doeloe seperti Teloknaga, Maoek, Tjoeroek, Sepatan, Balaradja
dan Tigaraksa. Pada era kolonial Belanda nama-nama Maoek, Tjoeroek dan Balaradja
adalah nama distrik. Salah satu onderdistrict di District Balaradja adalah
Tigaraksa. Suatu distrik dipimpin oleh seorang wedana dan onderdistrik dipimpin
oleh seorang asisten wedana. Nama-nama Teloknaga, Maoek, Tjoeroek, Sepatan, Balaradja
dan Tigaraksa pada masa ini di Kabupaten Tangerang adalah nama kecamatan. Peta
1930    

Apa yang menjadi keistimewaan Balaradja? Nah, itu
dia! Tentu saja menarik untuk diperhatikan. Balaradja tidak hanya batas antara
Residentie Batavia dengan Residentie Banten, tetapi juga banyak hal yang pernah
terjadi di Balaradja. Balaradja adalah salah satu area pertempuran selama
perang kemerdekaan. Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Land Balaradja

HG Wittenrood melalui notaris memasang iklan di
surat kabar untuk menyewakan atau menjaul lahannya land Balaradja kepada yang
berminat (lihat Bataviasche courant, 11-12-1824). Informasi ini merupakan kali
pertama nama Balaradja muncul. Informasi ini juga mengindikasikan pemilik
pertama land Balaradja adalah HG Wittenrood. Land Balaradja termasuk salah satu
dari land yang dijual pemerintah kepada pihak swasta. Pembeli land Balaradja
adalah J Pollonis (lihat  Bataviasche
courant, 08-11-1826).
Dalam
perkembangannya setelah kematian J Pollonis meninggal, land Balaradja dijual. Pemilik
baru land Balaradja telah menggabung land Balaradja dengan land Kresek. Land
Balaradja en Kresek diketahui menghasilkan beras (lihat Javasche courant, 03-12-1831).
Land Balaradja dan land Kresek telah dipisah
kembali. Hal ini karena pemiliknya telah menjual kepada yang lain. Pada tahun
1842 pemilik land Balaradja diketahui adalah Khouw Thiansek (lihat Javasche
courant, 21-09-1842). Seperti di berbagai tempat, land-land yang sebelumnya
dimiliki oleh orang Eropa/Belanda telah banyak yang jatuh ke tangan orang-orang
Tionghoa. Dalam hal ini, Khouw Thiansek selain memiliki land Balaradja juga
diketahui sebagi pemilik land Kadawoeng, land Salapadjang, land Kampong Liemoe
dan land Pekadjangan.
Pada
tahun 1863 di land Balaradja didirikan pasar. Ini sehubungan dengan keluarnya
beslit dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda (lihat Java-bode : nieuws,
handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 18-02-1863). Di dalam
beslit ini pendirian pasar Balaradja sesuai dengan yang diterapkan dalam
peraturan pendirian pasar di Tjikarang (Staatsblad 1854). Dalam beslit ini
pasar hanya dilakukan siang hari dan diadakan sekali dalam seminggu. Namun
dalam beslit ini tidak terdeteksi hari kapan buka. Siap pemilik pasar tidak
disebutkan. Pemilik pasar biasanya adalah pemilik land (dan kongsi).
Pada tahun 1869 seseorang menulis di surat kabar
setelah melakukan perjalanan ke sejumlah land di wilayah Tangerang seperti landen
Mauk, Kramat, Karang Serang, Kemienie, Kressek, Tjoerook, Bazaar Baroe, Tiga
Raksa, Parong Pandjang dan Blaradja (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 16-01-1869). Di land-land yang
dimiliki oleh orang Tionghoa setoran pribumi f9 per tahun yang nilainya lebih
tinggi jika dibandingkan land-land Eropa/Belanda yang hanya f5 atau f6.

Balaradja (Peta 1905)

Penulis
juga menyebutkan bahwa banyak penduduk asli yang menjual lahan-lahannya kepada
orang Tionghoa sehingga penduduk asli tidak memiliki tanah. Para pemilik land
Tionghoa juga mewajibkan setiap penggarap untuk menyediakan satu hari setiap
minggu untuk pekerjaan sosial. Penulis bertanya apakah Staatsblad 1836 telah
dilanggar? Penulis menyindir seperti banyak orang Cina, yang memulai tanpa
apa-apa, kemudian kini mereka menjadi seorang millionair? Orang-orang pribumi yang
makmur telah benar-benar menyia-nyiakan kekayaan yang mereka miliki sebelumnya.
Nama land di Onderdistrict
Balaradja (Bataviaasch nieuwsblad. 06-06-1914)

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Di Onderdistrict Balaradja pada tahun 1914 ada
sebanyak empat land: land Kresek atau Tjakoeng, land Pasilian atau Djegati;
land Tjleles atau Karang Serang atau Kemiri; dan land Balaradja dan Boemiajoe/
Empat land ini semua dimiliki oleh keluarga-keluarga Tionghoa.
Bataviaasch nieuwsblad. 06-06-1914

Pemerintah
secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran membali lahan-lahan partikelit.
Pada tahun 1918 land Ragoenan telah dibeli oleh pemerintah. Pada tahun 1926, pemerintah
kembali menyediakan dana untuk mengembalikan tanah-tanah partikelir menjadi
milik negara. Kesepuluh land tersebut adalah Djasinga, Tigaraksa, Djatinegara,
Pondoklaboe, Kebajoran, Tjikokol, Bazaar Tangerang West, Gandaria Noord, Oeloe
Pella dan Pella Petogogan. Pada tahun 1927 pemerintah akan membeli land
Tjiampea (lihat De Indische courant, 18-10-1927). Land Tangerang Oost telah
dibeli oleh pemerintah pada era Gubenur Jenderal Daendels (ketika membangunan
kota Tangerang)..

Sampai berakhirnya era kolonial Belanda,
land-land yang terdapat di onderdistrict Balaradja tetap berada di bawah
kepemilikan orang-orang Tionghoa. Selain keterbatasan anggaran pemerintah untuk
mengakuisisi land, land-land yang tetap berada di tangan swasta bisa
diakibatkan oleh tingginya harga, kesulitan dalam negosisi (karena land tidak
ingin dijual oleh pemilik).

Area Gerilya di Balaradja

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Yachter Mancanegara Ikut Lomba Dayung Tradisional, Festival Budaya Tua Buton Jadi Lebih Berwarna

Yachter Mancanegara Ikut Lomba Dayung Tradisional, Festival Budaya Tua Buton Jadi Lebih Berwarna

Jakarta 1860-an: Profesi warga lokal

Iklan

Recommended Stories

Himpunan Fatwa Mufti Kerajaan Negeri Kelantan

3 Tipe Hidangan Makanan yang Layak Dihindari di Warung Makan Sederhana

28.07.2023

Frekuensi 166.240 Mhz (output) digunakan oleh

09.05.2022

Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) – Russia

12.05.2012

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?