Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tangerang (22): Atik Soeardi, Bupati Tangerang Pertama, 1943; Guru yang Menjadi Ketua Provinciale Raad West Java

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.08.2019
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Kabupaten Tangerang dibentuk pada era penmerintahan
pendudukan militer Jepang, tanggal 27 Desember 1943. Tanggal ini pada masa ini
ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Tangerang. Saat penetapan Tangerang
sebagai abupaten di Jawa Barat, yang diangkat menjadi bupati adalah Atik
Soeardi. Saat itu, Atik Soeardi di Provinsi Jawa Barat termasuk salah satu
pribumi yang memiliki portofolio tinggi. Atik Soeardi memulai karir sebagai
seorang guru sekolah dasar HIS di Indramajoe, 1918 dan jabatan terakhir di era
Pemerintah Hindia Belanda adalah Ketua Dewan Provinsi Jawa Barat.

Daftra Bupati Kabupaten Tangerang (wikipedia)

Selain
mengangkat bupati di suluruh Jawa, Pemerintah Militer Jepang juga mengangkat
dua wali kota, yakni di Djakarta dan Soerabaja. Hanya Djakarta dan Soerabaja
yang statusnya sebagai kota (gemeente). Yang diangkat sebagai wali kota di
Batavia adalah Dahlan Abdoellah, kelahiran Pariaman, alumni sekolah guru
Kweekschool Fort de Kock yang melanjutkan studi ke Belanda. Pada era Pemerintah
Hindia Belanda Atik Soeardi dan Dahlan Abdoellah juga pernag menjadi anggota
dewan kota (gemeenteraaf) di Batavia. Wali kota yang diangkat di Soerabaja
adalah Dr. Radjamin Nasution, kelahiran Afdeeling Padang Sidempoean, alumni sekolah
kedokteran di Batavia STOVIA. Pada era Pemerintah Hindia Belanda, Dr. Radjamin
Nasution pernah menjadi angotta dewan kota (gemeenteraad) Soerabaja dan anggota
dewan pusat Volksraad. Pada era Pemerintah Hindia Belanda dari 32 kota
(gemeente) hanya ada dua wakil wali kota (locoburgemeester) yang berasal dari pribumi
yakni di Batavia dan Padang. Di Batavia dijabat oleh MH Thamrin dan di Padang
dijabat oleh Dr. Abdul Hakim Nasution.

Sejauh ini riwayat hidup Atik Soeardi belum
pernah ditulis. Sangat disayangkan, karena Atik Soeardi adalah Bupati Kabupaten
Tangerang yang pertama. Selain itu, Atik Soeradi alumni sekolah guru
Kweekschool di Bandoeng, karirnya terbilang cermerlang dengan memiliki berbagai
jabatan pada era Pemerintah Hindia Belanda. Untuk menambah pengetahuan, mari
kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.  

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber
baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain
disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
Atik Soeardi, bukan Tokoh Daerah tetapi Tokoh Nasional

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Atik Soeardi bukanlah tokoh daerah, tetapi tokoh
nasional. Atas dasar itulah Pemerintah Militer Jepang di Indonesia memposisikan
Atik Soeardi sebagai bupati dan menempatkannya di Kabupaten Tangerang, suatu
wilayah terpenting di sisi barat ibukota (stad) Djakarta. Atik Soeardi, di Kabupaten
Tangerang diharapkan dapat bekerja sama dengan wali kota Djakarta, Dahlan
Abdullah. Kedua tokoh utama di seputar Batavia ini sudah saling kenal sejak era
kolonial Belanda, ketika keduanya pernah menjadi anggota dewan kota
(gemeenteraad) Batavia pada tahun 1930. Kebetulan keduanya sama-sama berlatar
belakang guru (pendidik). Satu posisi yang juga sangat penting adalah Pemerintah
Militer Jepang mengangkat Dr. Radjamin Nasution sebagai wali kota di Soerabaja.
Lingkaran
pribumi yang direkrut Pemerintah Militer Jepang adalah orang-orang yang di era
kolonial Belanda yang non-cooperative terhadap Belanda dan bahkan sangat anti
terhadap Belanda, seperti Soekarno dan Parada Harahap. Saat pengangkatan Atik
Soeardi sebagai bupati Tangerang, tokoh-tokoh pribumi di pusat adalah Parada
Harahap, Soekarno dan Mohamad Hatta. Dalam struktur pemerintahan militer Jepang
yang menyertakan pemimpin Indonesia, Ir. Soekarno sebagai ketua Dewan Indonesia
dan Mohamad Hatta sebagai wakil. Parada Harahap, yang berlatar belakang
jurnalis diposisikan sebagai ketua koordinasi media yang didalamnya terdapat
nama-nama Adam Malik, Mochtar Lubis, Sakti Alamsjah dan BM Diah.
Sepuluh
tahun sebelumnya tahun 1933, ketika pers pribumi dibreidel dan Ir. Soekarno ditahan
di penjara, Parada Harahap memimpin tujuh revolusioner Indonesia ke Jepang. Salah
satu dari tujuh orang ke Jepang itu adalah Mohamad Hatta yang baru pulang ke
tanah air setelah selesai studi di Belanda. Kerjasama revolusioner Indonesia dengan
Jepang secara eksplisit dimulai tahun 1933. Parada Harahap sendiri sudah
mendapat perhatian positif dari kalangan diplomat konsulat Jepang di Hindia
Belanda sejak tahun 1918. Konsulat Jepang di Hindia Belanda terdapat di tiga
tempat: Batavia, Soerabaja dan Medan. Pada tahun 1918 Parada Harahap, editor
surat kabar Benih Merdeka di Medan membongkar kasus prostitusi wanita-wanita
Jepang di hotel-hotel mewah (bintang) di Medan. Wanita-wanita Jepang ini dipasok
oleh para germo yang berbasis di Singapoera. Konsulat Jepang di Medan
berterimakasih kepada Parada Harahap.   
Nama Atik Soeardi kali pertama dipublikasikan di
Medan pada tahun 1915 (lihat De Sumatra post, 19-06-1915). Atik Soeardi lulus
sekolah guru Kweekschool Bandoeng dan akan ditempatkan sebagai guru di Bangka.
Namun dalam perkembangannya, Atik Soeardi lebih memilih untuk melanjutkan studi
ke yang lebih tinggi di Poeworedjo. Pada tahun pertama di sekolah guru tinggi
Hoogere Kweekschool Poerworedjo sukses dan berhasil naik ke tingkat dua (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 03-07-1916).
Hoogere
Kweekschool didirikan seiring dengan kebijakan pemerintah untuk mendirikan HIS
(mengeliminasi siswa pribumi dari ELS) yang dimulai tahun 1914. Lulusan Hoogere
Kweekschool diproyeksikan untuk menjadi guru HIS. Untuk direktur HIS (dan juga
Kweekschhol) harus berpendidikan sarjana (lulusan Eropa/Belanda). Pada tahun
1913 Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan pulang ke tanah air setelah
menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pendidikan di Belanda dan kemudian
ditempatkan sebagai Direktur Kweekschool di Fort de Kock. Soetan Casajangan
adalah guru pertama pribumi yang menyandang gelar sarjana pendidikan. Lulusan Hoogere
Kweekschool setara dengan Diploma (D3) sedangkan lulusan Kweekschool setara
sekolah menengah atas (SPG). Hoogere Kweekschool (HKS) yang pertama di
Poerworedjo dibuka secara resmi pada tanggal 1 Oktober 1914 yang mana posisi
direktur sekolah dijabat oleh JD Wannen (lihat Haagsche courant, 28-10-1914).
Dalam hal ini, Atik Soeardi adalah angkatan kedua di Hoogere Kweekschool
Poerworedjo. Beberapa guru muda yang tengah menempuh pendidikan sarjana
pendidikan di Belanda, mengikuti jejak Soetan Casajangan adalah Ibrahim Datoek
Tan Malaka dan Dahlan Abdullah (keduanya tiba di Belanda akhir tahun 1913).
Saat itu di Belanda yang juga mengikuti studi sarjana pendidikan adalah Tadoeng
Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia yang tiba di Belanda tahun 1910. Ibrahim
Datoek Tan Malaka kelak dikenal pejuang Tan Malaka, Dahlan Abdullah sebagai
wali kota Batavia dan Soetan Goenoeng Moelia sebagai Menteri Pendidikan RI yang
kedua (menggantikan Ki Hadjar Dewantara).     
Atik Soeardi dinyatakan lulus ujian akhir di Hoogere
Kweekschool (HKS) Poerworedjo bulan April 1918 (lihat Bataviaasch nieuwsblad,     26-04-1918). Atik Soeardi salah satu dari 17
siswa yang dinyatakan lulus. Mereka ini kemudian diangkat menjadi guru dan
ditempatkan di sekolah HIS yang sudah ada. Atik Soeardi ditempatkan di sekolah
HIS Indramajoe.
Soetan Goenoeng Moelia, anak seorang guru di Padang Sidempoean setelah
menyelesaikan sarjana pendidikan di Belanda kembali ke tanah air. Pada tahun
1919, diberitakan Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia diangkat menjadi
pemerintah dan ditempatkan sebagai Direktur sekolah HIS di Sipirok, Afdeeling
Padang Sidempoean (lihat Algemeen Handelsblad, 18-07-1920). Selanjutnya Soetan
Goenoeng Moelia, guru pendidikan Eropa, diangkat menjadi Direktur sekolah di
Hollandsch Inlandsche School (HIS) yang baru dibuka di Kotanopan, Afdeeling
Padang Sidempoean (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie,
02-05-1921). Saat ini Soetan Casajangan, setelah dari Fort de Kock, Dolok
Sanggoel dan Ambon sejak tahun 1921 diangkat sebagai Direktur sekolah guru
Normaal School di Meester Cornelis (Djatinegara). Sekolah guru Normaal School adalah
bentuk baru dari Kweekschool, yang sudah ada sejak lama sejak 1851, dan didirikan
di kota besar, tiga yang pertama Normaal School di Batavia/Meester Cornelis,
Semarang dan Soerabaja. Masih pada tahun ini (1921) seorang guru alumni pertama
Hoogere Kweekschool Poerworedjo, Raden Atmadinata guru HIS di Tjimahi yang juga
merangkap anggota dewan kota (gemeenteraad) Bandoeng berangkat studi ke Belanda
untuk melanjutkan pendidikan guru (lihat De Preanger-bode, 08-11-1921). Tahun
sebelumnya HKS yang kedua dibuka di Bandoeng. Pembukaan HKS di Bandoeng adalah
peningkatan Kweekschool di Bandoeng. HKS Bandoeng dibuka bulan Juli 1920. Yang
menjadi direktur HKS Bandoeng adalah JD Winnen, sebelumnya sebagai direktur HKS
di Poerworedjo (lihat De Preanger-bode, 13-04-1920). Untuk menggantikan Winnen
menjadi direktur HKS Poerworedjo adalah Koert (lihat De Preanger-bode,
19-05-1920), Masih pada tahun 1920 Sorip Tagor pada bulan Desember 1920 lulus
ujian akhir di Rijksveeartsenijschool, Utrecht. Sorip Tagor diwisuda dan
mendapat gelar dokter hewan (lihat Het Vaderland: staat- en letterkundig
nieuwsblad, 30-01-1921). Sebagaimana Soetan Casajangan guru pertama berlisensi
Eropa/Belanda, Sorip Tagor Harahap yang juga kelahiran Padang Sidempoean adalah
dokter hewan pribumi pertama berlisensi Eropa/Belanda. Dr. Sorip Tagor adalah
kakek dari Inez/Risty Tagor.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Atik Soeardi, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Tangerang

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Bung Tomo dalam buku Documenta Historica

Sejarah Tangerang (23): Achjad Pena 1946, Bupati Perang Tangerang; Republiken Sejati Diangkat Menjadi Residen Banten, 1956

Iklan

Recommended Stories

Yovie Widianto, Playlist Pencipta Lagu Terbanyak Di-stream di Dunia

29.10.2020
PBB : Israel Lakukan Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida di Palestina

Kode Pos Gedong Tengen, Yogyakarta

25.10.2016

Keistimewaan Hari Arofah By : Ust Husni (Ugm)

10.08.2019

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?