melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini
Hampir tiga abad keberadaan Belanda di Tangerang
sejak era VOC harus berakhir pada tahun 1942. Harta benda yang mereka miliki
(termasuk penduduk!) mereka anggap telah hilang sia-sia. Sebelum itu semua
lenyap, berita-berita akan adanya invasi Jepang ke Hindia Belanda makin hari
makin menakutkan jiwa dan pikiran mereka. Orang-orang Belanda di Hindia takut diinternir
Jepang dan yang paling ditakutkan setelah itu mereka jatuh melarat. Ketakutan
mereka ini sangat alamiah karena mereka tidak punya bapak-ibu lagi: Vaderland Belanda
sejak bulan Mei 1940 telah dianeksasi oleh Jerman dan keluarga kerajaan Belanda
telah kabur ke Inggris.
![]() |
| Dolf en Jou (Bataviaasch nieuwsblad, 04-03-1942) |
Surat
kabar di Batavia, Bataviaasch nieuwsblad, yang setiap mengunjungi pembaca dan
meliput berita di Tangerang dengan terpaksa harus tutup. Surat kabar Bataviaasch
nieuwsblad yang terbit kali pertama tanggal 01-12-1885 akan segera berakhir
pula. Surat kabar yang telah berumur 57 tahun ini terakhir kali terbit pada
edisi 04-03-1942. Tidak ada di dalam catatan editor akan tutup dan tidak terbit
lagi esoknya. Hanya sebuah karikatur yang ada, berjudul: Dolf en Jou. Si Dolf
(Jerman) yang melarikan diri ingin menjangkau Matahari (Jepang) lewat tiang bendera ditebang
oleh Si Jou (Belanda) dengan kapak perang. Sebuah kiasan perseteruan Belanda dengan Jerman, dan
kolaborasi Jerman dan Jepang. Pada headline edisi terakhir koran sore ini
berjudul: Van ons Gevechtsfront: Japanners op Geen der Drie invalspunten
Gevorderd: Tien Navy-O’s en Twee Watervliegtuigen buiten gevecht: Voltreffers op
Twee Transportschepen: De Strijd hedenmorgen in Vollen Gang: Australische
Troepen voor het Eerst in Actie. Tentu saja masih terlihat karikatur dalam
bentuk lain: Iklan masih ada! Business as usual.
Tangerang jelang dan hingga pada tanggal 04-03-1942? Inilah fase paling
menegangkan bagi orang-orang Belanda di Tangerang. Bahkan lebih menegangkan
jika dibandingkan jelang pendudukan Prancis tahun 1795 dan jelang pendudukan
Inggris tahun 1811. Pada tahun 1942 yang akan menyerang bukan Prancis atau
Inggris, tetapi Jepang (yang bersekutu dengan Jerman). Mari kita telusuri surat
kabar Bataviaasch nieuwsblad dari tanggal 04-03-1942 hitung mundur beberapa
bulan ke belakang.
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Hindia Belanda Semoga Terjaga
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




