Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bekasi (19): Sejarah Land Babelan, Kampung Halaman Pahlawan Bekasi Noer Alie; Pintu Gerbang ke Bekasi Tempo Dulu

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.07.2019
Reading Time: 16 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kota Bekasi dalam blog ini Klik Disini

Nama Babelan di Bekasi bukanlah nama baru, tetapi
nama yang sudah tua di Bekasi. Ketika masih muda di masa lampau, wilayah
Babelan adalah pintu gerbang menuju kota Bekasi. Namun pada masa ini, Babelan
kerap dipersepsikan sebagai wilayah bagian belakang (kabupaten) Bekasi. Tapi,
jangan lupa, Babelan adalah kampung halaman KH Noer Alie, Pahlawan Nasional
dari Bekasi.

Kecamatan Babelan (Now). Kampong Babelan (1903)

Hidup
bagaikan roda pedati, adakalanya di atas dan ada pula saatnya di bawah (dan sebaliknya).
Demikian juga dalam perkembangan spasial awalnya pintu belakang tetapi kemudian
menjadi pintu gerbang (dan sebaliknya). Itu berubah seiring berjalannya waktu.
Di era kolonial Belanda ada suatu adagium: Maluku adalah masa lalu, Jawa adalah
masa kini, dan Sumatra adalah masa depan. Orang Sumatra di Volksraad tidak
sependapat dengan sebutan Sumatra adalah wilayah terluar, dan mengusulkan Sumatra disebut
sebagai wilayah terdepan (1932). Dalam hal ini, Babelan tempo doeloe adalah pintu depan, pintu gerbang
menuju kota Bekasi (bukan pintu belakang seperti yang dipersepsikan pada masa ini).   

Lantas seperti apa sejarah Babelan? Pertanyaan
ini mungkin terkesan sepele dan tidak penting, Akan tetapi jika mengikuti
perjalanan sejarah (kota) Bekasi, Babelan harus ditempatkan di bagian depan. Sebab
tempo doeloe Babelan adalah pintu gerbang menuju kota Bekasi. Disinilah
keutamaan Babelan yang kini menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Untuk itu, untuk melengkapi sejarah Bekasi mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.
Kota Bekasi dan Kecamatan Babelan

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Nama Bebelan di Hilir Kali Bekasi

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Nama Babelan di daerah aliran sungai Bekasi
paling tidak sudah diberitakan pada surat kabar tahun 1824 (lihat Bataviasche
courant, 01-05-1824). Disebutkan dijual lahan di Moeara Bacassie atau Pondok
Doea, lahan di Sambilangan, lahan di Tandjoeng, lahan di Soengie Boeaja, lahan di
Poeloe Mamandang, di Bogol atau Bogor, di Rawa Bogor, di Babelan, di Bandongan
dan lahan di kampong Toeri Ilir. Yang menjual lahan-lahan tersebut adalah
keluarga Riemsdijk,
Dalam
perkembangannya diketahui urutan nama-nama tempat utama dari pantai melalui
sungai ke kota Bekasi adalah sebagai berikut: Moeara Bekasi, Soengai Boeaja,
Tandjoeng, Moeara, Babakan, Babelan, Pangkalan, Gaboes, Karang Tjongok, Telok
Poetjoeng dan Bekasi. Lahan Moeara Bacassie atau Pondok Doea, lahan Soengai
Boeaja dan lahan Tandjoeng adalah tanah berawa. Pada masa ini Telok Pucung dan
Bekasi termasuk wilayah Kota Bekasi. Sedangkan yang lainnya masuk wilayah
Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Nama
Babelan tidak hanya terdapat di daerah aliran sungai Bekasi (Residentie
Batavia), tetapi juga ditemukan di Residentie Semarang dan Residentie Soerabaja.
Besar dugaan bahwa nama Babelan muncul sebagai pemukiman orang yang berasal
dari Jawa.  
Semua lahan-lahan (yang kini menjadi kecamatan
Babelan) telah dimiliki oleh Lim Khe Seeng dan Lim Khe Ip, Ini sehubungan dua
orang Tionghoa yang disebut akan menjual lahan-lahan tersebut  (lihat Javasche courant, 06-07-1833).
Disebutkan di dalam lahan-lahan ini terdapat dua buah pabrik gula, Siapa yang
membeli lahan-lahan tersebut tidak diketahui secara jelas. Land Babelan
kemudian diketahui telah disewa oleh seorang Tionghoa (lihat Java-bode :
nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 25-11-1857).
Penyewa itu diduga bernama Jap Soen.
Samarangsch
advertentie-blad, 05-02-1858: ‘Pada tanggal 25 ini, seorang Tionghoa Jap Soen dari
land Babelan, pergi ke pasar Tjilintjing, pergi untuk menjual beras. Karena ia
harus berlayar melalui sungai di sepanjang hutan dan tahu ada banyak babi liar
di dalamnya, ia membawa senapan dan menepi dan berburu di dekat kampung
Sembilangan. Tiba-tiba ia mendengar bahwa ada binatang di atasnya. Soen kaget dan
ingin meraih senjatanya. Naas, saat ia menariknya ke arahnya, tiba-tiba
meledak, peluru menembus tangan kanannya dan menembus di sisi dada kiri, dimana
itu tetap bertahan hingga Jap-Soen segera dibawa ke rumah sakit kota di
Batavia.
Jap Soen tampaknya telah digantikan oleh Tjoe
Tjian sebagai penyewa (atau pemilik). Pada tahun 1862 harus meninggalkan land
Babelan dan menjual semua propertinya (lihat Bataviaasch handelsblad, 05-07-1862).
Properti tersebut disebutkan adalah 50 tjaing padi (kualitas satu), 50 ekor
kerbau, beberapa pedati dan kereta, kuda, alat-alat kerja, sejumlah perlengkapan
rumah tangga terbuat dari kaca dan berbagai perabotan rumah. Dalam
perkembangannya perkebunan di Babelan telah beralih dari Tjoe Piang kepada Tjoe
Hok Ie (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 04-11-1868).
Pada
bulan April 1869 terjadi kerusuhan di Telok Poetjoeng dan Tamboen. Dalam
kerusuhan ini Asisten Residen Meester Cornelis terbunuh. Schout Bekasi juga
terbunuh. Beberapa orang Tionghoa terbunuh dan sejumlah properti orang Tionghoa
juga dibakar massa.     Setelah proses
penyidikan dan penyelidikan yang dimulai tanggal 22 November, jaksa dari
Justitie Raad (Kejangsaan Agoeng) Batavia dikirim ke Bekasi pada bulan Januari
1870 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie, 06-01-1870). Terhadap perusuh hukuman terbesat dijatuhkan
pada tangga 24 Agustus 1870 dengan mengeksekusi mati sebanyak tujuh orang..
Kerusuhan ini diduga telah membuat trauma para
pemilik maupun penyewa land. Tidak lama setelah kejadian ini muncul di surat
kabar berbagai iklan penjualan lahan dan properti di district Bekasi. Ini dapat
dilihat sebuah iklan yang dipasang oleh notaris HJ Hartebeld yang mana rumah
Schout Bekasi dijual dan juga sebanyak 44 buah sawah dijual yang berlokasi di
land Telok Poetjoeng dan land Babelan (lihat Java-bode: nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 19-06-1869).
De locomotief, 17-02-1875

Untuk
menormalisasi situasi pemerintah meningkatkan pengamanan di district Bekasi
dengan mendirikan sejumalh garnisun militer. Secara perlahan-lahan situasi dan
kondisi keamanan di district Bekasi kembali kondusif.

Pada tahun 1875 pemerintah mulai menerapkan
pemerintahan pribumi di district Bekasi dengan mengangkat sejumlah orang untuk
menduduki posisi yang dibentuk baru. Dalam struktur pemerintahan di atas masih
dipimpin oleh seorang Schout yang berasal dari orang Eropa/Belanda. Schout
dalam hal ini akan dibantu oleh seorang demang (pejabat pribumi yang diangkat
oleh pemerintah). Jabatan untuk pribumi ini (Inlnadsch Bestuur) diumumkan pada
bulan Februari 1875 (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad,
17-02-1875).  
Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Wajah Berubah Tapi Penghambaan Kepada Imperialis Tetap

Lokasi & HTM Bukit Mojo Gumelem yang Instagramable di Jogja

MesaStila, Bukan Sekadar Resort Pelepas Lelah

Iklan

Recommended Stories

Kawan, Hendak Kemana?

Tangki-tangki berisi bahan bakar yang disembunyikan Jepang di Lahat, 1948

17.01.2018
Film Gadih Basanai Bakal Dipasarkan Tahun Depan, Begini Proses Produksinya

Sejarah Kota Depok (34): Seputar Berakhirnya Era Kolonial Belanda; Situasi dan Kondisi di Tanah-Tanah Partikelir di Onderdistrict Depok

07.08.2017

DAPAT PERLINDUNGAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT DENGAN PUASA

09.05.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?