Harimau
Bekasi adalah bagian dari populasi harimau Indonesia (Panthera tigris sondaica).
Harimau Jawa diduga kuat telah punah pada tahun 1870an. Sejak itu tidak pernah
ditemukan adanya harimau lagi di Jawa. Seperti harimau Jawa, harimau Bali juga
telah dinyatakan punah. Harimau yang tersisa hingga ini hari (hanya) harimau
Sumatra. Oleh karena Indonesia tidak memiliki singa, harimau harus dipandang
sebagai raja hutan. Â
doeloe, tetapi harimau Bekasi harus diakui keberadaanya di dalam sejarah
Bekasi. Â Satu yang penting, di Bekasi
pernah terjadi pertarungan antara harimau dengan orang. Jika di Jakarta,
harimau dilumpuhkan dengan senapan laras panjang oleh seorang penembak jitu,
sebaliknya  di Bekasi harimau dapat
dilumpuhkan dengan hanya menggunakan badik. Berita pertarungan hebat di Bekasi
ini tidak hanya diberitakan di Belanda juga dilansir oleh surat kabar yang
terbit di Belgia dan Prancis.Â
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber
baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain
disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
.
Anak Bapa vs Harimau Lapar
di land Telok Poetjong, Bakassie terjadi pertarungan yang hebat dengan harimau
(lihat Nederlandsche staatscourant, 06-04-1843). Pertarungan ini berakhir
dengan matinya harimau dengan badik. Ramein cidera parah dan terluka dan
kemudian dibawa ke rumah sakit di Batavia. Menurut penyelidikan harimau betina
masih berada di wilayah sekitar.
![]() |
| Nederlandsche staatscourant, 06-04-1843 |
Pada tahun 1842 sudah ada surat kabar di Batavia. Namun beberapa surat
kabar di Belanda sudah memiliki koresponden. Di Batavia. Berita kejadian
tanggal 16 November 1842 baru diturunkan pada edisi 6 Juni 1843. Lama memang,
karena kecepakatan kapal saat itu masih lambat dan harus melalui rute pelayaran
jauh melalui Afrika Selatan. Meski demikian adanya, berita tetaplah berita: bad
news is good news. Dalam berita spesial ini boleh jadi karena unik dan dianggap
telah memecahkan record pertarungan manusia melawan binatang buas yang biasa
dilakukan di Colosseum, Roma. Italia.
sawah di depan rumahnya, tiba-tiba seekor harimau gede secara pelan-pelan mendekatinya
dari belakang, sementara ayahnya yang sedang duduk di rumah panggung melihatnya
tetapi karena ketakutan tidak kuat untuk menyerukan kepada anakmya.
ia melihat putranya dicengkeram oleh binatang, Ramein yang ketakutan segera
melemparkan dirinya, dan kemudian maju dengan perasaan kesurupan mengerahkan
semua kekuatannya, dan menekan kepala harimau itu diantara kakinya ke tanah
dengan kedua tangan. Ketika menyadari bahwa kekuatannya tidak dapat menahan
binatang itu, ia berteriak meminta bantuan dan mencoba untuk menyandarkan
jari-jarinya ke mata harimau. Ayah Ramein, yang baru saja mendapatkan kembali kekuatan
nyalinya, menarik badik kecil, karena dia tidak dapat menemukan goloknya dengan
begitu cepat berlari kencang ke harimau dan menghujam senjata itu dari samping
badan harimau. Setelah menerima luka ini, harimau melepaskan mangsanya, dan
berbalik dan dan ingin pergi perlahan, tetapi ayah Ramein melanjutkan serangan
itu, dan memberikan luka yang sama untuk kedua kali dan harimau itu kemudian berbalik
kepadanya. Sementara itu, saudara laki-laki Ramein, bernama Mallang, yang juga datang
dengan perasaan marah mendekat yang segera memberi tebasan kepada hewan itu dengan
golloknya. Lalu harimau itu berbalik dan mengarah kepada Mallang, tetapi ia
melompat mundur dan setelah itu ayah dan anak menyerang harimau, membuat mereka
sukses, dan segera menyelesaikannya.
dengan binatang itu. Segera setelah kejadian itu, Ramein dibawa ke rumah sakit kota,
untuk bisa lebih cepat penyembuhannya.
yang sudah mati, setelah dilakukan pengukuran ditemukan memiliki panjang enam
kaki sepuluh inci, di bagian belakang, di luar ekor. Juga telah ditemukan bahwa
ada harimau betina lain di daerah yang sama, mungkin betina dari harimau yang
sudah mati ini, dengan ukuran yang sama, dan belum ditemukan dan diharapkan
dapat ditemukan.
kampung Karatan Darat (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad
voor Nederlandsch-Indie, 07-01-1863). Disebutkan pada tanggal 2 Desember [1962]
sekitar pukul 2 siang, Saipan berusia 25 tahun, dari kampung Karatan Darat, di Afdeeling
Bekassi, ketika dia sedang menebang kayu, diterkam dan dibunuh oleh harimau
raja besar.
![]() |
| Java-bode, 07-01-1863 |
Di
sekitarnya ada Kardin Bapa Djena yang juga sedang memotong kayu. Oleh karena
menyadari tidak memiliki keberanian untuk membantu temannya Saipan, ia lalu
berlari keluar dari hutan dan memberi tahu orang-orang yang sedang bekerja di sawah
tentang kejadian itu. Segera mereka semua menuju ke lokasi bencana dan menemukan
jiwa Saipan di belukar. Binatang itu telah menggigit tenggorokan dan bagian
leher Saipan, ada juga beberapa luka tusukan taring pada lengannya. Setelah
dilakukan pengejaran, penduduk tidak menemukan harimau jahat tersebut.
berada di wilayah yang sama pada rentang waktu 20 tahun diduga kuat populasi
harimau di sekitar tidak hanya satu dua. Harimau betina yang dideteksi pada
tahun 1842 sudah mati karena masa hidup harimau hanya hingga sekitar 20 tahun.
Harimau yang ditemukan tahun 1862 diduga kuat adalah turunan dari
harimau-harimau terdahulu. Harimau tampaknya masih terus berkeliaran di Bekasi.
| Bataviaasch handelsblad, 15-12-1891 |
Pada
tahun 1891 kembali ditemukan harimau di Bekasi (lihat Bataviaasch handelsblad, 15-12-1891).
Disebutkan di Bekasi selatan, seekor harimau besar ditembak kemarin, tepat pada
saat ia sedang sibuk menerkam seekor rusa.
Lantas sejak kapan macan harimau
maung Bekasi punah?
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com







