Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jakarta (42): Benteng Noordwijk Jadi Masjid Istiqlal; Fort Frederik Hendrik, Wilhelmina Park, Taman Wijaya Kusuma

Tempo Doelo by Tempo Doelo
14.05.2019
Reading Time: 16 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Satu sejarah penting di Jakarta
pada masa lampau adalah keberadaan benteng (fort) Noordwijk. Di area sekitar
benteng ini banyak hal yang dapat diceritakan. Pertama, lokasi benteng Noordwijk
berada di hulu sungai Tjiliwong di sisi seblah barat. Dari sinilah sungai
Tjiliwong disodet membentuk kanal ke arah barat (sepanjang Jalan Juanda/Veteran
yang sekarang) dan kemudian disodet lagi membentuk kanal ke arah timur (Pasar
Baru yang sekarang). Akibat penyodetan sungai Tjiliwong tersebut, sungai
Tjiliwong ke arah hilir tamat. Eks sungai Tjiliwong ke hilir ini kelak di
atasnya dibangun rel kereta api, yaitu ruas rel kereta api antara stasion
Juanda dan stasion Mangga Dua yang sekarang.

Fort Noordwijk (Peta 1740)

Kedua, benteng Fort Noordwijk ini
kemudian dibongkar dan dibangun baru benteng Frederik Hendrik (dari nama
pangeran Belanda). Area sekitar benteng baru ini kemudian dibangun taman yang
disebut Wilhelmina Park (dari nama ratu Belanda). Pasca pengakuan kedaulatan
Indonesia oleh Belanda (1949) nama Wilhelmina Park diubah namanya menjadi Taman
Widjaja Koesoema. Sehubungan dengan adanya pembangunan masjid besar di
Djakarta, Presiden Soekarno mengusulkan lokasi masjid berada di Taman Widjaja
Koesoema. Dengan dibangunnya masjid besar yang diberi nama masjid Istiqlal,
maka tamat sudah benteng Frederik Hendrik sebagai suksesi benteng (fort)
Noordwijk.   

Bagaimana kisah-kisah
ini berlangsung tentub masih menarik untuk diperhatikan. Ini diawali dengan
pembangunan benteng (fort) Noordwijk dan kemudian diakhiri dengan membangun
masjid besar Istiqlal. Bagaimana detail ceritanya? Mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.

  

Benteng (Fort) Noordwijk

Bayangkan sungai Tjiliwong pada masa lampau. Di sisi
sebelah barat sungai Tjiliwong dimana sekarang terdapat masjid Istiqlal
dibangun benteng (fort) Noordwijk. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1650.
Benteng Noordwijk, di selatan stad (koa) Batavia  ini dibangun bersamaan dengan benteng Risjwijk
(di barat) dan benteng Jacatra (di timur). Benteng Jacatra ini berada di hilir benteng
Noordwijk di sisi barat sungai Tjiliwong. Posisi benteng Jacatra ini kira-kira
di Mangga Dua yang sekarang. Beberapa puluh tahun kemudian, untuk mengatasi
banjir di stad (kota) Batavia sungai Tjiliwong disodet di hulu benteng Noordwijk
dengan membangun kanal mengitari benteng dan menarik garis lusrus ke sebelah barat menuju sungai Kroekoet di sekitar benteng
Risjwijk (kanal selatan). Kanal ini adalah kali yang berada diantara jalan
Juanda dan jalan Veteran yang sekarang.
Lukisan Jacatra, 1675

Dalam perkembangannya, untuk memudahkan hubungan antara wilayah di Risjwijk
dengan stad (kota) Batavia dibangun kanal dengan menyodet kanal di Risjwik
(kanal barat). Kanal ini kini dikenal sebagai kali yang berada diantara jalan
Gajah Mada dan jalan Hayam Wuruk. Dalam Peta 1682 kanal selatan dan kanal barat
ini sudah dipetakan.  

Pembangunan kanal selatan tetap menyisakan persoalan
banjir di stad (kota) Batavia. Untuk mengatasinya, sungai Tjiliwong disodet
kembali di hilir benteng Noordwijk dengan membangun kanal baru
ke timur. Kanal ini kini adalah kali di pasar Baru dan kali di sisi jalan
gunung Sahari. Aliran ini langsung diteruskan ke pantai di Antjol (kanal timur).
Untuk mengatur debit air kanal timur ini terlebih dahulu dibangun bendungan yang
kini dikenal sebagai Pintu Air. Pada Peta 1740 kanal timur belum ada.
Sungai Tjiliwong (Peta 1825)

Pada situasi dan kondisi ini, posisi benteng (fort) Noordwijk seakan berada
diantara dua sungai. Benteng seakan diperkuat karena terbentuknya barier
sungai. Akan tetapi persoalan banjir tetap muncul di stad (kota) Batavia meski
sudah ada kanal selatan (jalan Juanda/Veteran yang sekarang) dan kanal timur (Pasar Baru dan jalan Gunung Sahari yang sekarang). Untuk mengatasi persoalan, debit air melalui
kanal timur diperbesar, Jika terjadi rob, kanal timur di Antjol meluap. Untuk
mengurangi abrasi (rob) kanal timur disodet di sekitar jalan Gunung Sahari yang sekarang dengan membangun kanal ke utara
(masuk kembali) ke sungai Tjiliwong di Mangga Dua yang sekarang.
Situasi dan kondisi telah sesuai yang diharapkan,
telah mampu mengatasi persoalan banjir di stad (kota) Batavia

Dalam perkembangannya, sungai
Tjiliwong ke arah kota (stad) Batavia ditutup (mulai dari sekitar bendungan air
(Pintu Air) hingga sekitar Mangga Dua. Kanal utara seakan menjadi pengganti
sungai yang ditutup. Dengan kata lain sungai Tjiliwong antara benteng (fort)
Noordwijk dan Mangga Dua yang sekarang dihilangkan (ditutup sama sekali). Oleh
karenanya sungai Tjiliwong yang asli hanya sampai di benteng (fort) Noordwijk
atau masjid Istiqlal yang sekarang. Pada Peta 1825 eks sungai Tjiliwong hanya
disebut Oud Tjiliwong. Besar dugaan penutupan sungai Tjiliwong ini terjadi
antara tahun 1740 dan tahun 1825. Pada tahun 1870 di atas eks sungai Tjiliwong
ini dibangun rel kereta api (kini rel kereta api ruas stasion Juanda dan
stasion Mangga Dua).
Fort Noordwijk Dipugar dengan Nama Baru Fort (Citadel) Frederik Hendrik
Pada era Pemerintahan Hindia Belanda mulai diadakan
pembangunan kota-kota secara terintegrasi dan pembangunan jalan-jalan baru
sesuai rencana pembangunan Gubernur Jenderal Daendels. Beberapa persil lahan
swasta mulai dibeli pemerintah. Sejumlah kawasan (area) ditingkatkan. Salah
satu area yang ditata adalah kawasan benteng (fort) Noordwijk.
Program ini sempat terhenti karena pendudukan Inggris (1811-1816).
Pemerintah Inggris dibawah Letnan Gubernur Raffless lebih memilih ibukota di
Semarang dan Buitenzorg. Praktis pembangunan di Batavia sedikit melambat.
Setelah kembalinya Belanda berkuasa, banyak persoalan pemerintah Hindia
Belanda, selain perdagangan yang melambat juga terjadinya berbagai perang di
berbagai wilayah, termasuk Perang Jawa (1825-1830).
Pasca Perang Jawa, pada era Gubernur Jenderal Johannes
van den Bosch (1830-1833) pembangunan ekonomi pertanian dipaksakan dengan
menerapkan sistem stelsel (kultuur/koffie). Untuk memperkuat militer dalam
mendukung sisten stelsel, tata pertahanan mulai dirapihkan. Pembangunan
kampement militer di Batavia dilakukan. Rumah sakit militer dibangun. Kawasan
Weltevreden menjadi pusat militer. Pada saat inilah kawasan (area) Fort
Noordwijk dikembangkan menjadi taman yang disebut Wilhelmina Park.
Cidatel Frederik Hendrik (Peta 1897)

Untuk menyesuaikan kawasan dengan taman yang baru, benteng (fort) Noorwijk
dilakukan pemugaran. Fungsi pemugaran benteng ini lebih pada aspek aestika dan
pelestarian warisan. Fungsi benteng telah digantikan oleh kampemen (markas
militer atau garnizn). Hasil pemugaran benteng ini tidak lagi menggunakan nama
Noordwijk tetapi dengan memberi nama baru Frederik Hendrik. Peta 1897

Wilhelmina Park atau Taman Widjaja Koesoema Menjadi Masjid Istiqlal
Pasca pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda, pada
tahun 1950 sejumlah nama tempat yang berasosiasi Belanda diganti. Yang pertama
ibukota RIS dari nama Batavia diganti dan ditetapkan dengan Djakarta dan nama
Buitenzorg menjadi Bogor. Selain itu nama-nama jalan juga diubah dengan
nama-nama Indonesia.
Monumen Atjeh di Wilhelmina Park (1914)

Nama lapangan (plein) dan nama taman (park) juga diubah. Wilhelmina Park
diganti dengan nama baru Taman Widjaja Koesoema. Tentu saja nama istana juga
diubah menjadi Istana Merdeka. Lapangan Koningsplein juga diubah menjadi
Lapangan Merdeka. Beberapa monumen juga dibongkar, termasuk Monumen Atjeh yang
berada di kawasan Wilhelmina Park. Peta 1914

RELATED POSTS

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia


Pada tahun 1951 muncul gagasan untuk membangun masjid yang besar di Djakarta.
Sejumlah nama disurvei yang mana salah satunya adalah kebun binatang di
Tjikini. Namun dalam perkembangannya lokasi Tjikini tidak sesuai. Dalam diskusi
yang dilakukan panitia pembangunan masjid dengan Presiden Soekarno diputuskan
lokasi masjid dibangun di Taman Widjaja Koesoema.
Foto udara Cidatel Frederik Hendrik di Wilhelmina Park (1943)

Untuk menetapkan anggaran dan desain masjid lalu diputuskan bahwa untuk
desain akan disayembarakan. Sejumlah arsitek dan perusahaan arsitek mengirimkan
desain masing-masing. Yang terpilih adalah desain dari Frederik Silaban dari
Bogor. Foto udara Wilhelmina Park, 1943

Tentu saja Frederik
Silaban yang membuat desain Masjid Istiqlal yakin akan menang dalam sayembara
desain masjid, tetapi tidak mengetahui bahwa lokasi masjid itu akan dibangun di
Wilhelmina Park tempat dimana terdapat Cidatel (benteng) Frederik Hendrik. Kebetulan
namanya sama. Taman Wilhelmina dan Cidatel Frederik Hendrik (eks Fort
Noordwijjk) tamat.

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan
artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya
yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja.

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

31.12.2021
Sejarah

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (324): Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris Asal Kutai; Pantai Timur Borneo pada Era VOC

30.12.2021
Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (30): Enam foto dari Jawa Timur

29.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (323): Pahlawan Nasional Pengeran Mohamad Noor, Banjar; THS te Bandoeng, Volksraad dan BPUPKI

29.12.2021
Next Post

Soekarno, dan Muhammad Hatta, di tahun 1944

RUGI BESAR JIKA TAK MELAKSANAKAN SHALAT TARAWEH

Iklan

Recommended Stories

Mempersiapkan Dokumen Penting Sebelum Traveling ke India

20.04.2016

Hukum Mengambil Kembali Harta yang Telah Diberikan Kepada Anak

05.12.2022
Dewan Penasehat Syuriah NU Mundur

Kampus Di Kota Metro

05.02.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?