Sejarah Indonesia dan
sejarah kota-kota di Indonesia cenderung memisahkan peristiwa sejarah menjadi
dua: era kolonial Belanda dan masa pendudukan Jepang. Padahal ada satu sepotong
masa sejarah yang kerap terlupakan yakni pada masa transisi antara era kolonial
Belanda dan masa pendudukan Jepang. Pada masa transisi ini kedudukan Madjelis
Rakjat Indonesia (MRI) menjadi penting bagi Belanda. Dalam suasana ketakutan Belanda
meminta bantuan kepada MRI di Jogjakarta, suatu bentuk organisasi yang sejak
dari awal dimusuhinya. Belanda telah merendahkan dirinya.
![]() |
| Panama Maru, 1933 |
Belanda menelan ludah sendiri. Sejak
dari awal Belanda sangat sadar kebangkitan Indonesia dan berusaha keras
menghambat pergerakan politik para revolusioner Indonesia. Polisis rahasia
Belanda dibentuk untuk mematai-matai setiap aktivitas oraganisasi kebangsaan
dan organisasi politik serta individu yang bersifat revolusioner dan radikal. Namun
organisasi kebangsaan dan organisasi politik tidak pernah berhenti. Mati satu
tumbuh sepuluh. Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan lalu pada tahun 1927
dibentuk supra organisasi yang disebut Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan
Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Organisasi
ini menaungi organisasi kebangsaan dan organisasi politik. Dalam
perkembangannya PPPKI bertransformasi menjadi supra organisasi yang baru yang
disebut: Madjelis Rakjat Indonesia. Saat Belanda berada di ujung tanduk,
sehubungan dengan invasi Jepang ke Hindia Belanda, Belanda coba merangkul
Madjelis Rakjat Indonesia di Jogjakarta.
MRI? Itu semua karena ketakutan Belanda yang hanya menunggu waktu untuk invasi
ke Hindia Belanda. Ketakutan Belanda yang sesungguhnya adalah kehilangan Hindia
Belanda (baca: Indonesia) yang telah lebih dari tiga abad menjadi rumah bagi
mereka. Belanda berpikir hanya MRI yang mampu melawan Jepang untuk menjaga
kepentingan mereka. Lantas apakah Belanda berhasil merangkul MRI? Bagaimana
selanjutnya dan apa sikap kraton/Sultan Jogjakarta? Mari kita telusuri.
Indonesia Dimuliakan
bagi orang Belanda. Oleha karena itu nama Indonesia tetap mereka pertahankan
dengan nama Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), suatu nama kompromi,
percampuran nama lama Hindia dengan Belanda. Nama Hindia yang baru yakni Indonesia
tidak diinginkan Belanda. Nama Indonesia adalah suatu nama yang ditakutkan. Sebab
nama Indonesia menyatakan semangat penduduk Hindia dimana Belanda tamat. Orang
Belanda sangat takut invasi Jepang, tetapi yang lebih ditakutkan adalah
kehilangan Nederlandsch-Indie, kehilangan segala-galanya setelah memilikinya
berabad-abad.
gerbang Indonesia. Warga Kota Soerabaja telah mengetahuinya ketika putri
Radjamin Nasution, seorang dokter yang tengah bertugas di Tarempa, Riauw
bersama suaminya mengirim surat ke Soerabaya yang dimuat surat kabar Soeara
Oemoem yang dikutip oleh Indische Courant, 08-01-1942.
mendengar di radio Tarempa dibom. Kami masih hidup dan untuk ini kita harus
berterima kasih kepada Tuhan. Anda tidak menyadari apa yang telah kami alami.
Ini mengerikan, enam hari kami tinggal di dalam lubang. Kami tidak lagi tinggal
di Tarempa tapi di gunung. Dan apa yang harus kami makan kadang-kadang hanya
ubi. Tewas dan terluka tidak terhitung. Rumah kami dibom dua kali dan rusak
parah. Apa yang bisa kami amankan, telah kami bawa ke gunung. Ini hanya
beberapa pakaian. Apa yang telah kami menabung berjuang dalam waktu empat
tahun, dalam waktu setengah jam hilang. Tapi aku tidak berduka, ketika kami
menyadari masih hidup.
dievakuasi….cepat-cepat aku mengepak koper dengan beberapa pakaian. Kami tidak
diperbolehkan untuk mengambil banyak. Perjalanan menyusuri harus dilakukan
dengan cepat. Kami hanya diberi waktu lima menit, takut Jepang datang kembali.
Mereka datang setiap hari. Pukul 4 sore kami berlari ke pit controller, karena
pesawat Jepang bisa kembali setiap saat. Aku tidak melihat, tapi terus berlari.
Saya hanya bisa melihat bahwa tidak ada yang tersisa di Tarempa.
pesawat datang, kami merangkak. Semuanya harus dilakukan dengan cepat. Kami
meninggalkan tempat kejadian dengan menggunakan sampan. Butuh waktu satu jam.
Aku sama sekali tidak mabuk laut….. Di Tanjong Pinang akibatnya saya menjadi
sangat gugup, apalagi saya punya anak kecil. Dia tidak cukup susu dari
saya…Saya mendapat telegram Kamis 14 Desember supaya menuju Tapanoeli…Saya
memiliki Kakek dan bibi di sana…Sejauh ini, saya berharap kita bisa
bertemu….Selamat bertemu. Ini mengerikan di sini. Semoga saya bisa melihat Anda
lagi segera.
dimulai dengan pengeboman di Filipina dan Malaya/Singapura. Pemboman oleh Jepang
di Tarempa merupakan bagian dari pengeboman yang dilakukan di wilayah
Singapura. Tarempa sangat dekat dari Singapura. Orang-orang Belanda di
Indonesia mulai panik. Perang Dunia II di Eropa telah bergeser ke Asia-Pasifik
dan hanya menunggu waktu di Indonesia.
![]() |
| Bataviaasch nieuwsblad, 29-01-1942 |
Skenario Jepang ini telah diketahui
Belanda pada akhirnya Jepang akan menduduki wilayah-wilayah Inggris dan Belanda
seperti Semenanjung dan Singapore serta Indonesia. Setelah Jepang menyerang
Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawaai pada tanggal 8
Desember 1941, garis komando diperluas ke Indonesia dengan membentuk komando
gabungan (The Unified Command) sebagaimana dilaporkan Bataviaasch nieuwsblad,
29-01-1942. Komando tersebut lihat gambar dari kiri atas ke kanan bawah sebagai
berikut: 1. Jenderal Sir Archibald Wavell, Komandan Komando Uni Eropa; 2. Admiral
(Laksamana) Thomas C. Hart, Komandan Pasukan Sekutu; 3. Vice Admiral Sir Geoffry
Layton, Komandan Pasukan Britis Zcpanning di Pasifik; 4. Laksamana Muda AFE Palliscr
Kepala Staf Wakil Laksamana Layton; 5. Sir Charles Bornett, Komandan Angkatan
Udara Kerajaan Australia; 6. Mayor Jenderal Lewis H. Brereton, Komandan Pasukan
Darat Amerika; 7. Letnan Jenderal George H. Brett, Komandan Angkatan Udara
Sekutu; 8. Schout-bij-Nacht William R Purne1, Kepala Staf Admiral Hart; 9, Laksamana
Muda CEL Helfrich, Komandan Pasukan Hindia Belandal 10. Letnan Jenderal HL ter
Poorten, Komandan Angkatan Udara dan Darat Hindia Belanda.
mempertahankan Nederlandsch-Indie hanya satu-satunya cara yakni dengan merangkul
MRI. Suatu tindakan yang sangat rendah dan merendahkan diri. Namun bangsa
Indonesia sudah sangat muak dengan Belanda. Kedatangan Jepang adalah cara mudah
bagi Indonesia untuk mengentaskan Belanda. Para revolusioner Indonesia telah
mempersiapkannya sejak 1933.
lengkapnya
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.







