Kota
(Gemeente) Makassar dibentuk pertama kali pada tahun 1906 berdasarkan
Staatsblad tahun 1906 Nomor 171. Jumlah anggota dewan kota (gemeenteraad)
sebanyak 17 orang. Namun demikian yang memimpin Gemeente Makassar bukan Wali
Kota (Burgemeester) melainkan tetap dijabat oleh Asisten Residen.
![]() |
| Gemeentehuis te Makassar (1906) |
Pembentukan
Gemeente (Kota) Makassar merupakan bagian dari proses desentralisasi
berdasarkan Staatsblad tahun 1903 Nomor 329. Kota yang pertama dibentuk adalah
Batavia tahun 1903. Kemudian dibentuk Kota Soerabaja pada tahun 1905 bersama
dengan dua kota lainnya Buitenzorg dan Chirebon. Pada tahun 1906 bersamaan
dengan pembentukan Gemeente Makassar dibentuk gemeente Bandoeng, Samarang,
Cheribon, Tegal, Pekalongan, Magelang, dan Palembang (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 03-03-1906).
Kota
Medan dibentuk pada tahun 1909,
tahun ditetapkannya kota sebagai gemeente, dibentuk dewan kota (Gemeenteraad).
Anggota dewan kota dipilih/diangkat dan langsung bekerja. Yang menjadi ketua
dewan kota adalah Asisten/Residen.
Burgemeester di Gemeente baru muncul pada akhir tahun 1915. Wali Kota Gemeente
Makassar baru diangkat secara definitif pada tahun 1918 (bersamaan dengan Kota Medan).
Wali Kota pertama di Makassar adalah JE Dambrink. Â
diangkat Burgemeester adalah Batavia, Semarang dan Soerabaja. Tiga wali kota
pertama Indonesia (baca: Nederlandsch Indie) tersebut yakni sebagai walikota
Batavia Mr. Bisschop, untuk Semarang D. de Jong dan untuk Soerabaja Mr.A.
Medjroos (De Sumatra post, 20-07-1916). Kota Bandung memiliki
wali kota definitif pada tahun 1817.
![]() |
| Daftar Wali Kota (Burgemeester) Gemeente Makassar, 1918-1942 |
Burgemeester
JE Dambrink cukup lama menjabat, mulai dari tahun 1918 hingga tahun 1927. JE
Dambrink berhenti karena alasan sakit (Bataviaasch nieuwsblad, 20-04-1927).
Pengganti JE Dambrink adalah JH de Groot. Nama-nama wali kota Makassar hingga
berakhirnya era kolonial Belanda adalah GHJ Berekenkamp, FC van Lier, Ch H ter
Laag, J Leewis dan HF Brune. Wali Kota Ir. FC van Lier yang baru menjabat tahun
1932 meninggal dunia pada tahun 1933 (lihat De Tijd: godsdienstig-staatkundig
dagblad, 28-01-1933).
tahun 1921 jumlah gemeente di Nederlandsch Indie sebanyak 31 kota. Namun tidak
semua burgemeester didampingi oleh wakil wali kota (Loco-Burgemeester). Semakin
besar sebuah kota (Gemeente), wali kota didampingi oleh wakil wali kota.
Kota-kota yang lebih kecil hanya dipimpin oleh seorang burgermeester saja. Kota
Makassar salah satu gemeente yang memiliki Loco-Burgemeester. Penetapan Makassar
memiliki wakil wali kota terjadi pada tahun 1921. Loco-Burgemeester Makassar
yang pertama adalah Mr. Rutgers yang saat pengangkatan adalah anggota dewan
(gemeenteraad) Makassar (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 20-07-1921).
halnya di gemeenteraad Kota Medan, dari kalangan pribumi yang dipilih secara
demokratis (pemilu) baru terjadi pada tahun 1918. Tidak semua warga memiliki
hak memilih, hanya penduduk pribumi yang memiliki golongan pendapatan tertentu.
Anggota dewan kota Medan pertama yang terpilih berdasarkan pemilu (1918) adalah
Kajamoeddin Harahap gelar Radja Goenoeng, seorang penilik sekolah di Kota Medan
kelahiran Kota Padang Sidempoean.
dijabat oleh orang Eropa/Belanda. Hanya ada dua kota yang memiliki Loco-Burgemeester
dari kalangan pribumi, yakni Kota Batavia dan Kota Padang. Loco-Burgemeester
Kota Batavia (1930-1934) adalah M Husni Thamrin, sedangkan Loco-Burgemeester
Kota Padang sejak 1931 hingga berakhirnya era kolonial Belanda adalah Dr. Abdul
Hakim Nasution.

Dr. Abdul Hakim Nasution adalah alumni Docter Djawa
School di Batavia tahun 1905. Sebelum melanjutkan kuliah di Docter Djawa
School, Abdul Hakim menyelesaikan pendidikan ELS di Kota Padang Sidempoean pada
tahun 1898. Teman satu angkatannya ketika kuliah di Docter Djawa School adalah
Abdul Karim Lubis. Â Setelah lulus kuliah Dr.
Abdul Hakim Nasution ditempatkan di Padang dan Dr. Abdul Karim Lubis di Fort
van der Capellen (kini Batusangkar). Dr. Abdul Hakim dan Dr. Abdul Karim van
Padang Sidempoean teman satu kelas Dr. Tjipto Mangoenkosoemo di Docter Djawa
School.
Belanda
terdapat 53 dewan, termasuk
gemeenteraad Soerabaja. Uniknya, hanya satu dewan yang berada di level onder-afdeeling
(kecamatan), yakni Angkola en Sipirok (kini Padang Sidempuan). Sementara di
level afdeeling juga hanya terdapat satu yakni di Minahasa (lihat Tabel-1).
Selebihnya terbagi ke dalam sejumlah kota (gemeente) dan sejumlah kabupaten
(afdeeling atau regentschap).
Tabel-1. Jumlah anggota dewan pribumi/timur asing (non-Eropa)
di Hindia Belanda | |||
No |
Nama Daerah |
Bentuk administrasi |
Jumlah anggota dewan pribumi
(non-Eropa) |
Angkola en Sipirok
( afd. Padang Sidempoean) |
Onder-afdeeling |
23 | |
Bandjermasin |
Gemeente |
12 | |
Bandoeng |
Gemeente |
13 | |
Bantam (Banten) |
Gewest |
12 | |
Banjoemas |
Gewest |
13 | |
Basoeki |
Gewest |
15 | |
Batavia |
Gemeente |
17 | |
Batavia |
Gewest |
22 | |
Bindjei |
Gemeente |
6 | |
Blitar |
Gemeente |
9 | |
Buitenzorg (Bogor) |
Gemeente |
14 | |
Cheribon (Cirebon) |
Gemeente |
7 | |
Cheribon (Cirebon) |
Gewest |
16 | |
Fort de Kock (Bukittinggi) |
Gemeente |
7 | |
Kediri |
Gemeente |
9 | |
Kediri |
Gewest |
19 | |
Kedoe |
Gewest |
26 | |
Komering Ilir |
Gewest |
17 | |
Lematang Ilir |
Gewest |
17 | |
Madioen |
Gemeente |
11 | |
Madioen |
Gewest |
13 | |
Madura |
Gewest |
12 | |
Magelang |
Gemeente |
11 | |
Makasser |
Gemeente |
12 | |
Malang |
Gemeente |
12 | |
Medan |
Gemeente |
10 | |
Menado |
Gemeente |
9 | |
Minahasa |
Afdeeling |
37 | |
Mr. Cornelis (Jatinegara) |
Gemeente |
12 | |
Modjokerto |
Gemeente |
8 | |
Ogan Ilir |
Gewest |
23 | |
Oostkust Sumatra
(Sumtra Timur) |
Gewest |
21 | |
Padang |
Gemeente |
15 | |
Padang Pandjang |
Gewest |
20 | |
Palembang |
Gemeente |
12 | |
Pasoeroean |
Gemeente |
9 | |
Pasoeroean |
Gewest |
25 | |
Pekalongan |
Gemeente |
12 | |
Pekalongan |
Gewest |
11 | |
Pematang Siantar |
Gemeente |
8 | |
Preanger Regentschappen |
Gewest |
28 | |
Probolinggo |
Gemeente |
12 | |
Rembang |
Gewest |
16 | |
Salatiga |
Gemeente |
8 | |
Sawah Loento |
Gemeente |
5 | |
Semarang |
Gemeente |
16 | |
Semarang |
Gewest |
27 | |
Soekaboemi |
Gemeente |
10 | |
Soerabaja |
Gemeente |
19 | |
Soerabaja |
Gewest |
24 | |
Tandjong Balei |
Gemeente |
6 | |
Tebing Tinggi |
Gemeente |
9 | |
Tegal |
Gemeente |
10 | |
Total |
767 | ||
Catatan:
-Koefisien Pemilu adalah 50
-Gemeente=kota
-Gewest=Terdiri dari beberapa afdeeling
-Afdeeling=Terdiri dari beberapa onder-afdeeling
Sumber: De Preanger-bode, 01-02-1921 | |||
Uniknya
lagi, di Residentie Tapanoeli dewan hanya terdapat di onder-afdeeling Angkola
en Sipirok. Jumlah kursi di dewan di onder-afdeeling Angkola en Sipirok
sebanyak 23 kursi. Sementara di Province Sumatra’s Oostkust (Sumatra Timur)
terdapat dewan di lima kota (gemeente): Kota Medan (10 kursi), Kota Tandjong
Balai (6 kursi), Kota Pematang Siantar (8 kursi), Kota Bindjei (6 kursi), Kota
Tebingtinggi (9 kursi). Selain itu masih terdapat satu kabupaten (geweest) yang
memiliki dewan dengan jumlah kursi untuk pribumi/timur asing sebanyak 21 orang
(lebih sedikit dibandingkan dengan onder-afdeeling Angkola en Sipirok).
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.






