Setiap wilayah memiliki kekhususan sendiri dalam bidang perkebunan.
Preanger terkenal dengan kopi dan kina, Buitenzorg terkenal dengan kopi dan
teh, Deli terkenal dengan tembakau dan kelapa sawit. Lantas, Depok dan
sekitarnya terkenal dengan tanaman dan perkebunan apa? Itu pertanyaannya yang
perlu ditelusuri. Keutamaan Depok dan sekitarnya dalam peta
sejarah perkebunan Indonesia karena terbilang awal dan eksistensinya masih terlihat
masif hingga tahun 1970an.
![]() |
| Onderneming Chastelein di Sringsing (sejak 1691) |
Hingga tahun 1980an
sisa-sisa perkebunan tanaman keras seperti karet masih ditemukan cukup luas di
Depok dan sekitar, seperti di Pondok Tjina (lahan UI yang sekarang), Sawangan,
Tjitajam, Tjinere, Tjilodong, Tapos, Bodjong Gede, Kaoem Pandak dan Tjimanggis.
Semua plantation itu telah punah. Namun bukan itu saja yang ingin ditelusuri,
tetapi juga perkebunan-perkebunan yang pernah ada sejak awal ketika Cornelis
Chastelein, orang Eropa pertama yang membuka usaha pertanian (ondernemig) di Depok
(1696).
nama Nienhuys (tembakau), di Preanger terkenal dengan Junghuhn (kina), di
Buitenzorg terkenal dengan Motman (hortikultura). Lantas di Depok dan sekitarnya
siapa? Tentu saja yang pertama Cornelis Chastelein. Lantas siapa pionir-pionir
berikutnya di Depok dan sekitarnya. Itu juga pertanyaan penting dan memerlukan penelusuran.
Mari kita lacak.
komoditi ekspor VOC dari Hindia Timur masih berupa komoditi kuno seperti benzoin,
kamper, pala, lada, puli dan gambir. Semua itu masih produk hutan yang
didatangkan dari Maluku, Barus dan sebagainya.
![]() |
| 36 jenis komodi ekspor VOC |
Informasi tentang
adanya ekspor dari Batavia ditemukan dalam surat kabar Courante uyt Italien, Duytslandt,
&c edisi 31 Juli 1627: ‘Kapal kargo dari Batavia pada bulan Desember 1626
telah tiba di Texel pada tanggal 24 Juli 1627’. Berita ini mengindikasikan
bahwa perjalanan kapal kargo ini sejak dikirim dari Batavia hingga tiba di
Texel membutuhkan waktu tujuh bulan. Suatu waktu yang sangat lama, tapi
begitulah pelayaran saat itu. Sejak berita kapal kargo yang pertama dari
Batavia, semakin kerap kapal kargo dari Oost Indisch yang dilaporkan yakni dari
Batavia. Kapal kargo yang dilaporkan surat kabar Courante uyt Italien,
Duytslandt, &c. edisi 16-07-1633 memberitakan sangat rinci. Kapal-kapal
yang tiba tersebut terdiri dari kapal Prins Willem, Hollandia, Zutphen, Amelia,
Rotterdam, Hoorn dan Amboina. Kapal-kapal ini di bawah komandan Jenderal Specx.
Muatan kapal-kapal tersebut berisi 36 jenis komoditas yang dirinci menurut
volume (seperti pon, pikul). Komoditi tersebut antara lain lada, rotan, puli,
getah dammar, gambir, indigo, kelapa, pala, berlian dan permata. Secara
keseluruhan komoditi tersebut komoditas tahan lama. Dari tahun ke tahun
frekuensi kapal kargo dari Batavia semakin tinggi. Jumlah kapal juga semakin
banyak, jenis komoditas semakin banyak dan volume masing-masing komoditas
semakin besar, yang mana kapal-kapal tersebut dicarter oleh Nederlantfe
Geoctroyeerde Oost-Indische Compagnie (VOC) seperti dilaporkan surat kabar
Ordinaris dingsdaeghse courante, 11-08-1648.
Cornelis de Houtman tiba di Soenda Kalapa dan VOC mendirikan koloni di Batavia
tahun 1619 hingga dimulai komoditi modern yang dibudidayakan di Batavia dan
sekitarnya pada akhir abad ke-17. Komoditi modern tersebut adalah gula
(suiker). Perkebunan gula ini dilakukan oleh investor-investor VOC dengan
mendatangkan kuli dari Tiongkok. Industri gula ini dengan cepat merangsek
hingga ke hulu sungai Tjiliwong termasuk bidang usaha yang dilakukan oleh
Cornelis Chastelein di Depok.
utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman,
foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding),
karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari
sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.




