Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bandung (35): Sungai Cikapundung, Air Mengalir Dari Curug Dago Sampai Dayeuh Kolot; Riwayatmu Kini

Tempo Doelo by Tempo Doelo
01.03.2017
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT



false
EN-US



























































































































































RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Curug Dago, Lukisan Groneman 1860
Sungai
Tjikapoendong adalah sungai terbesar di Kota Bandoeng yang mengalir dari utara
ke selatan. Batas paling utara dari sungai Tjikapoendong adalah Tjoeroeg Dago
dan batas paling selatan dari sungai Tjakopendoeng adalah Kampong Dajeuh Kolot.
Kota
Bandoeng dalam hal ini adalah kota yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda
pada tahun 1829 ketika kali pertama Controleur ditempatkan di Bandoeng. Lalu dalam perkembangannya, sejak
1946, ketika Asisten Residen Bandoeng ditempatkan, kota Bandoeng berkembang
semakin pesat. Saat itu, sungai Tjikapoendoeng sebagai sungai terbesar di Kota
Bandoeng masih tampak deras, jernih dan indah. Sungai Tjikapoendoeng saat itu airnya disodet di hulu dengan membangun kanal-kanal untuk mengairi perkebunan dan persawahan yang dikerjakan oleh penduduk di bawah arahan Bupati Bandoeng.

Sungai
Cikapundung dari Curug Dago hingga Dayeuh Kolot
Jembatan Bambu di atas sungai Tjikapoendoeng di Tjitjendo
Pada
tahun 1929 di atas sungai Tjikapoendoeng dibangun jembatan permanen yang
merupakan bagian dari proses pembangunan jalan pos trans-Java yang baru (jalan
ini kelak menjadi Groote post weg dan kini menjadi Jalan Asia Afrika dan Jalan
Jend. Sudirman). Di hulu maupun di hilir jembatan pos trans-Java beberapa jembatan yang terbuat dari bahan bamboo
dibangun
penduduk
. Salah satu jembatan bamboo
tersebut yang cukup terkenal terdapat di desa Tjitjendo. Pada tahun 1896 pemerintah membangun jembatan ini dengan jembatan kayu (kini jembatan di atas sungai Tjikapoendoeng, ruas jalan Suniaraja).
Kampong Dajeuh Kolot, Lukisan Groneman 1860
Pada saat
controleur sudah beribukota di jalan pos trans-Java (sisi timur sungai
Tjikapoendong) yang kelak menjadi Bandoeng (baru), Bupati Bandoeng masih
berkedudukan (ibukota) di Bandoeng (lama). Ibukota Bandoeng (lama) baru pindah
ke Bandoeng (baru) pada tahun 1846. Sejak perpindahan bupati inilah nama
Bandoeng (lama) disebut Dajeuh Kolot. Seorang dokter yang ditempatkan di
Bandoeng bernama Groneman mangabadikan kampong Dajeuh Kolot ini pada tahun 1860
dalam sebuah lukisan. Lukisan lain yang diabadikannya adalah Tjoeroeg Dago. Ini
dengan sendirinya, Groneman telah mengabadikan sungai Tjikapoendoeng baik di
hulu maupun di hilir.
Peta Bandoeng, 1920
Kota
Bandoeng yang sekarang, sesungguhnya di arah utara lebih kering, tetapi di arah
selatan hingga ke sungai Tjitaroem lebih basah. Area-area yang basah ini banyak
terdapat rawa-rawa. Sejak pembangunan jalan pos trans-Java yang baru (1929),
area-area yang basah ini secara bertahap dikeringkan dengan pembuatan drainase dan
kanal-kanal sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan kota Bandoeng. Salah
satu kanal yang dibuat dengan menyodet sungai Tjikapoendoeng adalah sungai yang
melalui Pieters Park (kini Taman Balai Kota). Peta Bandoeng 1920
Satu lagi
lukisan abadi Groneman adalah lanskap cekungan Bandoeng yang dilihat dari
rumahnya di Tjioemboeloeit di lereng gunung Tangkoeban Prahoe. Lanskap cekungan
 Bandoeng tampak di selatan gunung
Malabar. Dalam lukisan ini terlihat di tengah cekungan beberapa titik bangunan
yang diduga sebagai kota Bandoeng. Kampong Dajeuh Kolot sendiri berada di
selatan di lerang gunung Malabar.
Sungai
Cikapundung Riwayatmu Kini
Taman Pieters Park, 1901
Seiring
dengan pertumbuhan dan perkembangan kota dan perluasan perkebunan di Bandoeng
utara, penggundulan hutan juga sering terjadi. Akibatnya debit air sungai
Tjikapoendoeng makin lama makin kecil. Pada masa kini debit air sungai
Tjikapoendoeng semakin menyusut seakan menjadi selokan tempat muara dari
pembuangan limbah rumah tangga dan industri. Foto kanal di Pieter Park 1901
Lagu Bengawan
Solo adalah juga representasi sungai-sungai yang berada di kota-kota besar,
juga termasuk sungai Tjikapoendoeng di Bandoeng. Coba renungkan lirik lagu
Bengawan Solo untuk membayangkan sungai Tjikapoendoeng di masa lampau.
Bengawan Solo..
Rihwayatmu ini
Sedari dulu jadi perhatian insani
Musim kemarau
Tak s’brapa airmu
Di musim hujan air meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut
Itu perahu
Rihwayatmu dulu
Kalau pendatang s’lalu naik itu perahu
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut
Itu perahu
Rihwayatmu dulu
Kalau pendatang s’lalu naik itu perahu
*Dikompilasi
oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe
ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Manjakan Lidah di Red Zone Cafe

Sejarah Bandung (36): Faisal bin Abdul Azis, Raja Arab Saudi Pernah ke Bandung (1955); Kini, Raja Salman bin Abdul Azis ke Bogor

Iklan

Recommended Stories

Wulan Guritno Bersandar di Bahu Baim Wong, Netizen Heboh

Wulan Guritno Bersandar di Bahu Baim Wong, Netizen Heboh

13.07.2025

Sejarah Menjadi Indonesia (184): Reboisasi dan Ekosistem Global; Sejarah Penemuan Pohon Pinus di Sipirok, Jung Huhn (1840)

21.10.2021

TIDAK BOLEH KHAWATIR AKAN KEHILANGAN RIZKI

25.02.2017

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?