Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bahasa (79): Bahasa Redjang di Rejang Pedalaman Sumatra: Aksara Redjang dan Penduduk Asli di Wilayah Bengkulu

Tempo Doelo by Tempo Doelo
15.10.2023
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Suku
Rejang adalah kelompok etnis yang berasal dari Tanah Rejang di wilayah barat
daya Sumatra. Catatan mengenai mereka yang cukup lengkap salah satunya berasal
dari The History of Sumatra, buku karya William Marsden yang terbit pada tahun
1783. Marsden menyebutkan bahwa selain suku Melayu (Malays), Sumatra dihuni
pula oleh kelompok etnis lain yang dibedakan dari Melayu. Suku Rejang diakui
sebagai salah satu penduduk asli Bengkulu dan dianggap sebagai penghuni pertama
atau suku tertua.


Bahasa
Rejang adalah sebuah bahasa yang dituturkan oleh suku Rejang yang mendiami
wilayah bagian barat daya Pulau Sumatra, tepatnya di wilayah pegunungan Bukit
Barisan (secara lokal dikenal sebagai Têbo Bêderet) hingga ke dataran rendah
sungai Rawas di sebelah timur dan daerah pesisir di Bengkulu Tengah dan
Bengkulu Utara di sebelah barat. Bahasa non-Melayik ini terbagi ke dalam lima
dialek: Lebong, Musi/Curup, Kebanagung, Pesisir, dan Rawas. Dialek Rawas
dituturkan di Ulu Rawas, Sumatera Selatan. Sementara dialek-dialek lain
dituturkan di Provinsi Bengkulu. Selain dialek Pesisir yang sesuai namanya
dituturkan di pesisir, dialek bahasa Rejang lainnya dituturkan di kawasan
pedalaman. Bahasa Rejang adalah satu dari sembilan bahasa pribumi Bengkulu
selain bahasa Enggano, Kaur, Lembak, Melayu, Mukomuko, Nasal, Pekal, dan
Serawai. Bahasa ini merupakan bahasa asli bagi di lima dari sepuluh
kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Redjang di wilayah
Rejang pedalaman Sumatra? Seperti disebut di atas bahasa Rejang dituturkan orang
Rejang di wilayah Rejang. Aksara Redjang dan penduduk asli di wilayah Bengkulu.
Lalu bagaimana sejarah bahasa Redjang di wilayah Rejang pedalaman Sumatra? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.

Bahasa Redjang di Wilayah Rejang Pedalaman Sumatra:
Aksara Redjang dan Penduduk Asli di Wilayah Bengkulu

Sejarah bahasa didahului sejarah kelompok populasi (etnik).
Orang Redjang dapat dikatakan sebagai suatu kelompok populasi (etnik) asli di
Sumatra. Kelompok populasi asli pada masa kini lebih konsentrasi di pedalaman,
selain orang Redjang, juga orang Batak, orang Minangkabau dan orang Lampong.
Mengapa?


Ada perbedaan secara geografis hidup dan kehidupan di wilayah pesisir dan
di wilayah pedalaman. Di wilayah pedalaman lebih aman dari ancaman pihak lain
dari lautan (bebas). Lingkungan hidup di pedalaman lebih sehat dan lebih
tenang, Kelompok populasi di pedalaman mencari lokasi tempat tinggal yang strategis:
sekitar danau pegunungan, lembah yang subur dan wilayah sekitar yang sangat
kaya sumber dayat alam: hasil hutan dan hasil pertambangan. Pertumbuhan alami
populasi (karena kelahiran) cenderung lebih cepat. Dalam situasi dan kondisi
tersebut kelompok populasi mengembangkan kebudayaan sendiri: religi, adat
istiadat dan bahkan bahasa dan aksara.

Kelompok populasi asli awalnya menyebar di seluruh
pulau/daratan: mulai dari pesisir hingga jauh ke pedalaman. Akibat meningkatnya
intensitas perdagangan kelompok populasi asli dengan orang asing di persisir
menyebabkan pusat-pusat perdagangan terbentuk di pantai. Kehadiran pedagang/oran
asing yang bercampur dengan kelompok populasi menyebabkan pusat-pusat perdagangan
menjadi kota melting pot.


Orang/pedagang asing yang membawa kebudayaan baru menyebabkan kebudayaan
baru di pantai (kebidayaan campuran). Akibatnya kelompok populasi asli mengalami
membentuk dua kutub. Kelompok populasi di pedalaman tetap menjadi kelmpok
populasi asli, yang di wilayah pantai kelompok populasi yang baru dengan bahasa
yang baru (umumnya berbahasa Melayu/lingua franca) kerap diidentifikasi sebagai
orang Melayu.

Di pantai barat Sumatra yang dalam hal ini di
wilayah Redjang dalam perkembangannya di masa lampau terbentuk kelompok
populasi Melayu yang berbahasa/dialek Melayu yang kemudian diidentifikasi
sebagai orang Bengkulu. Orang Redjang di pedalaman, di wilayah yang cenderung
terisoalasi secara geografis, tetap mempertahankan kehidupan mereka. Hal itulah
mengapa bahasa di pedalaman (Redjang) dan di pesisir (Bengkulu) lambat laun
semakin menjauh.


Dalam konteks pedalaman/pesisir dapat dipahami bahwa bahasa asli di
wilayah pesisir semakin punah digantikan oleh bahasa baru. Namun demikian tentu
saja masih ada kosa kata asli yang masih tersisa di pesisir. Sebaliknya,
kelompok populasi di pedalaman juga melakukan adopsi terhadap sejumlah kosa
kata yang berasal dari pesisir. Proses adopsi ini seiring dengan masuknya
pengaruh dari pantai ke pedalaman dalam berbagai aspek: agama, teknologi,
produk, perihal social budaya dan sebagainya. Dalam perkembangannya kelompok
populasi yang baru di pantai cenderung lebih mudah berpindah dari satu pantai
ke pantai lainnya karena adanya linguas franca (bahasa Melayu). Hal itulah yang
terjadi dari era ke era di masa lampau dari lingua franca bahasa Sanskerta
menjadi bahasa Melayu kuno (campuran bahasa Sanskerta dan bahasa asli setempart).
Bahasa Melayu kono ini terus mengalami transformasi (pengaruh bahasa-bahasa)
hingga membentuk bahasa Melayu klasik, kemudian menjadi bahasa Melayu modern (dan
tentu saja hingga sekarang dari bahasa Melayu modern menjadi bahasa Indonesia).

Bahasa Redjang di wilayah Redjang tetap asli sebagai
bahasa kelompok populasi yang tidak banyak mengalami perubahan dari masa ke
masa. Hal itu juga yang terjadi dengan bahasa Batak, bahasa Kerinci, bahasa
Pasemah dan sebagainya. Bahasa-bahasa asli, dalam hal ini di pulau Sumatra,
terkesan diapit oleh bahasa Melayu apakah di pantai barat maupun di pantai
timur Sumatra.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Bahasa (80): Bahasa Bengkulu Kota Bengkulu Dialek Melayu; Mukomuko Pekal Serawai Pasemah Lembak Rejang dan Kaur

Pertunjukan gamelan dan wayang orang di lapangan

Iklan

Recommended Stories

Kita Kehilangan Khilafah Karena Nasionalisme, dan Kita Harus Menolaknya untuk Mendapatkan Khilafah Kembali

Aquascape DIYChoosing a Spot for Your AquariumAquarium Designs

13.02.2011

Serunya Susur Kali Sunter Usai Semarakkan Kumpul Akbar AMIN di JIS

10.02.2024
Jawaban Cerdas Mengapa Azan Harus Dikumandangkan Keras-Keras, Pakai Sepeaker Pula

Jawaban Cerdas Mengapa Azan Harus Dikumandangkan Keras-Keras, Pakai Sepeaker Pula

24.07.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?