Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (20): Gamelan, Gamelan di Soerakarta, Musik Tradisi Tetap Bertahan hingga Musik Pop; Gamelan, World Music

Tempo Doelo by Tempo Doelo
06.01.2023
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini 

Ada dua diantara music tradisi nusantara yang
terus bertahan dan tetap dilestarikan yakni music gamelan di Jawa dan music gondang
di Tanah Batak. Musik gamelan secara khusus sejak era Penmerintah Hindia
Belanda telah mendapat perhatian dari orang Eropa/Belanda. Salah satu musikus Eropa
yang menggabungkan music barat dengan music gamelan adalah Paul Sieleg (1909). Baiklah.
Sekarang kita membicarakan sejarah music gamelan di Surakarta. 


Mengenal
Gamelan Sekaten Surakarta, Gamelan yang Dibunyikan Selama 7 Hari. KOMPAS.com – Gamelan
Sekaten merupakan perangkat gamelan yang dibunyikan untuk memperingati
kelahiran Nabi Muhammad SAW. Upacara Sekaten diselenggarakan secara periodik
satu tahun sekali, yaitu setiap 5 sampai 11 Rabiul Awal. Upacara akan ditutup
pada tanggal 12 Rabi’ul Awal dengan menyelenggarakan Garebeg Maulud. Sekaten
berasal dari kata syahadatain, yang berarti dua kalimat syahadat. Secara
simbolik, dua kalimat syahadat tersebut direpresentasikan dalam dua perangkat
gamelan Sekaten, yaitu Kanjeng Kyai Guntur Sari dan Kanjeng Kyai Guntur Madu
yang ditabuh secara bergantian. Gamelan ini dibunyikan selama tujuh hari. Dua
pengakat tersebut ditempatkan di tempat yag berbeda, yaitu di Bangsal Pradangga
Kidul dan Bangsal Pradangga Lor yang keduanya terletak di halaman Masjid Agung
di kawasan Keraton Surakarta. Anatomi gendhing sekaten secara lengkap terdiri
dari racikan, umpak, gendhing (lagu pokok), dan suwukan. Racikan merupakan
komposisi musikal yang merupakan pengenalan dalam setiap gendhing Sekaten.
Umpak adalah potongan melodi yang digunakan sebagai jembatan dari racikan
menuju lagu pokok. Sedangkan, suwukan merupakan melodi pendek yang khusus
dibunyikan saat gendhing akan berhenti. Racikan ini diekspresikan pengrawit
(musisi) menggunakan instrumen bonang dengan serangkaian melodi. Sementara,
instrument lain memberikan keserempakan bunyi dengan nada yang sama. Gamelan
Sekaten tidak terlepas peranan kerajaan-kerajaan Islam pada saat para wali di
Jawa menyebarkan ajaran agama Islam. Pasalnya saat Islam masuk ke Jawa,
masyarakat setempat telah memeluk agama Hindu dan Buddha yang menyertakan
gamelan sebagai kesenian atau upacara ritual. Dengan kondisi masyaraka
tersebut, Sunan Kalijaga mengusulkan menggunakan gamelan sebagai daya tarik
penyebaran agama Islam. Gamelan Sekaten sebagai penyebaran Islam telah
dilakukan oleh para walisanga sejak Kesultanan Demak
(https://regional.kompas.com/)
 

Lantas bagaimana sejarah gamelan, gamelan di
Soerakarta, musik tradisi tetap bertahan hingga era musik pop? Seperti disebut
di atas, diantara music tradisi nusantara, salah satu yakni music gamelan masih
eksis. Seperti gondang di Tanah Batak, gamelan di Jawa tetap dilestarikan
sebagai world music. Lalu bagaimana sejarah gamelan, gamelan di Soerakarta, musik
tradisi tetap bertahan hingga era musik pop? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Gamelan, Gamelan di Soerakarta, Musik Tradisi Tetap
Bertahan hingga Era Musik Pop; Gamelan World Music

Orang pertama yang mendeskripsikan music gondang di
Tanah Batak di Residentie Tapanoeli (afdeeling Angkola Mandailing) adalah Asisten
Resident TJ Willer (1846). Namun music tradisi yang paling banyak ditulis
adalah music gamelan di Jawa. Sebelum mendeskripsikan lebih luas, dua orang
yang pantas disebut yang panjang lebar mendeskripsikan music gamelan adalah Dr
JPN Land dan Dr I Groneman, Tulisan mereka disatukan dalam satu judul buku De
Gamelan te Jogjakarta (terbit tahun 1890).


Dr JPN Land membahas secara teoritis dengan tinjauan literatur dengan
judul Voorrede over Onze Kennis der Javaansche Muziek dan Dr I Groneman
mendeskripsikan secara lengkap music gamelan itu sendiri berdasarkan pengetahuan
sepenuhnya di Jogjakarta. Selain menjelaskan jenis gamelan, jenis alat yang
digunakan dan jenis gending, Groneman juga menyalin puluhan gending dari
sejumlah pemiliki di Jogjakarta yang disalin dalam notasi barat (not balok).
Gronemen juga melampirkan notasi music Jawa (gamelan) dalam notasi tradisi.
Isaac Groneman mengawali karir sebagai dokter pemerintah yang ditempatkan di
Residentie Pranger (Bandoeng) pada tahun 1860an. Setelah selesai berugas,
Groneman pindah ke Jogjakarta menjadi dokter pribadi Soeltan. Sebagai seorang professional
yang dapat dikatakan seorang ahli Jawa, banyak tulisan Gronemen tentang Jawa
dan Jogjakarta, termasuk tulisan tentang gamelan ini. Sebagaimana gamelan
terdapat di seluruh Jawa, Madura, Bali dan Lombok, Groneman menyebut dalam
tulisan bahwa bupati Bandoeng RAA Wiranata Koesoeman mendapat hadiah alat music
Tjelempong dari Soetan, yang menurut Gronemen alat yang sebelumnya tidak
ditemukan dalam music di Bandoeng. Alat music Tjalempong adalah bagian dari instrument
music gamelan di Jogjakarta.

Jauh sebelum era Dr I Groneman, keberadaan music (orchestra)
gamelan sudah terinformasikan. Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The
History of Java (terbit 1818) sudah memberikan gambaran umum tentang gamelan.
Dalam satu tulisan berjudul Beschrijving van Java yang dimuat dalam Letterkundig
Magazijn van Wetenschap, Kunst en Smaak, 1819 disebutkan musik pengiring
hiburan pentas orang Jawa dibawakan oleh beberapa alat musik yang disebut
gamelan. Banyak dari alat music mereka terdiri dari pelat kayu atau logam, yang
dipukul dengan palu. Instrumen yang mereka sebut gong, mungkin yang paling kuat
dan merdu dari semua instrumen dan mungkin pantas disetarakan dengan gendang Eropa.
Lagu-lagu rakyat mereka, betapapun sederhananya, tidak mengecewakan dengan
nada-nada yang ada.

AJ van der Aa dalam bukunya berjudul Nederlands Oost-Indië, of
Beschrijving der Nederlandse bezittingen in Oost-Indie terbit 1846 telah
mendeskripsikan lebih lengkap tentang gamelan jika dibandingkan dengan yang dideskripsikan
oleh Raffles. Penggamabran van der AA kurang lebih serupa dengan penggambaran
TJ Willer tentang music gondan di Afdeeling Mandailing, Musik gondang menurut
TJ Willer bertumpu pada dua alat music yakni gong dan gondang sambilan (sembilan
gendang/drum yang berjejer). Seperti disebut di atas, peran gong yang juga
sentral dalam music gamelan dan Tjalempong.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Gamelan World Music: Bagaimana Bisa Bertahan?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Tenggelamnya kapal "Manvantara" dan "Poelau Tello" akibat serangan udara Jepang, 1942

Meniti Rendah Hati

Meniti Rendah Hati

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?