Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

Namanya Juga Selera Pasti Beda-Beda

Ulasan by Ulasan
03.03.2019
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT
 

“Namanya juga selera pasti beda-beda.”

RELATED POSTS

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

Hal itu mungkin berlaku kepada banyak orang saat menonton sebuah film.
Bisa saja, orang satu dengan yang lainnya punya pandangan yang berbeda-beda.
Balik lagi, namanya juga selera.
Tentu, gak ada yang salah dengan selera seseorang dalam memahami
sebuah film. Semua orang berhak untuk memiliki pendapatnya masing-masing. Hanya
saja, bagaimana cara mengutarakan pendapat itulah yang perlu menjadi catatan
bagi semua orang.
Film itu sebuah perjalanan pencarian jati diri sendiri, kalau cocok
sama filmnya, ya bagus. Kalau gak cocok, coba cari tahu kenapa dan apa
alasannya.
Namanya juga film, di mana pemilihan kata, dialog, bahkan setting juga
dipengaruhi oleh subjektifitas seseorang. Jadi, gak bisa semua orang secara
utuh harus mencintai suatu film yang kita anggap “bagus”.
Ya, saya sendiri, sebagai orang yang sudah sering menuliskan keluh
kesah tentang sebuah film dalam blog pribadi juga mengalami transisi kok.
Dahulu kala, orangnya bener-bener dengan mudah memberikan label “bagus” dan
“jelek” tanpa ada embel-embel cocok dengan pribadi saya sendiri.
Mengutarakan opini yang benar-benar saklek dalam memihak film-film
yang saya suka. Sekarang, film sudah menjadi hiburan murah bagi banyak orang.
Semua mulai untuk memberikan pendapatnya tentang sebuah film yang dia tonton.
Apalagi, sebagai seorang Key Opinion
Leaders
harus tahu bagaimana cara mengutarakan sebuah pendapat tentang film
yang ditonton.
Terkadang orang salah kaprah tentang review jujur dalam menilai sebuah
film. Review jujur biasanya disampaikan dengan pemilihan kata yang apa adanya,
inilah yang menjadi concern bagi saya
sendiri terhadap memilah resensi mana yang harus saya baca. Namanya juga seni
dalam menulis kata-kata, dengan adanya banyak pemilihan kata, alangkah lebih
baik bila dalam sebuah resensi memiliki pemilihan kata yang lebih santun. Hal
ini akan lebih mujarab untuk dicerna oleh pembacanya karena tidak ada pretensi
untuk menyampaikan sebuah rasa superior dari penulis yang meremehkan selera
pembacanya. Bukan berarti dengan pemilihan kata yang lebih santun, penulis
berusaha menutupi. Tetapi, berusaha agar si pembuat tidak sakit hati dan mau
mempelajari lagi kesalahan dari karya yang telah dia bagi.
Anggap saja, pembuat film ini seperti seorang teman yang mungkin tidak
puas dan marah saat melihat sesuatu dan mengutarakan kemarahannya kepada kita.
Tetapi, yang kita lakukan malah menyerang balik dirinya dengan kata-kata yang
menjatuhkan. Bukankah lebih baik apabila teman ini diajak untuk duduk dan
didengarkan, dan memilih kata-kata kritik yang bisa membuat hati tenang?
Bisa dimulai dengan “kalau aku sih cocok/tidak cocok dengan film
karena…” sebutkan semua alasan yang bisa meyakinkan penonton kenapa saya
sangat memuji filmnya atau mungkin kamu sedang tidak suka dengan filmnya.
Dengan begini, pembaca tulisan kamu akan tahu alasan-alasan di balik betapa
cinta atau tidak cocoknya kamu dengan suatu film. Buatlah alasan yang bisa
membuat pembaca kamu penasaran menonton sebuah film yang telah kamu tulis
reviewnya.
Film pasti memiliki tujuan untuk bisa dinikmati penontonnya. Ya, tentu
saja, film-film yang dibuat memiliki target segmentasinya yang berbeda.
Menikmati sebuah film alangkah lebih baiknya tidak membedakan mana film
komersil dan film alternatif. Nikmatilah semua film, asal sudah harus tahu
mempersiapkan ekspektasi.
Oh tentu saja, saya yang demen ke bioskop ini dianggap sebagian orang
sebagai penonton film komersil. Padahal, film-film yang ada di bioskop juga
menayangkan film-film alternatif yang berbeda. Sudah ada banyak pilihan bioskop
dari XXI, CGV, Cinemaxx, dan masih banyak lagi. Mereka juga menawarkan variasi
film-film yang berbeda dari berbagai genre dan negara. Tentu, sebisa mungkin
kalau tidak ada halangan waktu dan dana saya akan tonton berbagai macam film
itu.
Apakah film-film yang menganggap dirinya sebagai film alternatif jika
ditayangkan di bioskop akan disebut sebagai film komersil juga? Ini masih
menjadi polemik. Bagaimana cara mengklasifikasi hal tersebut. Tetapi, seorang
dosen saya di suatu kelas pernah mengatakan bahwa sejatinya film seharusnya
bisa mengantarkan pesannya, baik secara implisit dan eksplisit.
Tidak semua film-film dengan budget besar ini tidak memiliki kualitas
yang serupa dengan alternatif. Realita dalam film yang mereka tawarkan saja
yang berbeda dan juga tujuan dalam filmnya.
Tujuan film itu beragam, mulai dari medium escapism hingga reality
projection. Tinggal, bagaimana kita sebagai penonton tahu untuk menempatkan
diri dan berinterpretasi. Tidak ada salahnya, jika ada sebagian orang yang
memprotes bagaimana gambaran sebuah karakter di dalam film. Tetapi, jangan asal
dulu, menerjemahkan bahasa-bahasa film yang ada di adegannya tanpa mengulik
lebih lanjut apalagi sudah disangkutpautkan dengan semiotika. Memahami
semiotika tentu perlu banyak kajian-kajian pendukung untuk menguatkan opininya.
Bahkan, ada diagram dan tabel untuk bisa merincikan setiap adegannya.
Dengan memahami detil-detil kecil dalam pengadeganan, ini menjadi
nilai tambah dalam memahami sebuah film dan bersyukurlah kalian bisa memahami
hal tersebut. Asalkan, kamu bisa memberikan penjelasan tentang pemahaman
tambahan kamu agar tak menjadi salah arah.
Bagi yang merasa bahwa beberapa orang yang memiliki referensi tambahan
ini sekedar berpikir terlalu jauh, mungkin juga tak perlu memberikan
generalisasi. Bahkan, film-film yang dipuja oleh mereka pun ditatap sinis.
Sehingga, hal itu juga memberikan efek berbeda dalam menikmati sebuah film tersebut.
Apabila sudah keluar kata-kata “emang
sebagus apa sih?”
ini rasanya sudah jadi alert bagi diri sendiri karena
sudah mulai memandang remeh sebuah karya. 
Film tetaplah sebuah film. Mereka adalah sebuah statement yang dibuat secara subjektif oleh pembuatnya dan tentu
berdasarkan pengalaman dari sang pembuat. Entah itu kamu bakal suka atau
enggak, yang penting tontonlah terlebih dahulu.
Salinglah mendengarkan pendapat mereka, jangan mengkerdilkan selera
seseorang. Menonton sebuah film kan ujung-ujungnya untuk membuat hati senang.
Entah selera filmnya seperti apa, yang jelas cobalah untuk saling memberikan insights. Terkadang hal itulah yang hilang
dalam memberikan pendapat terhadap sebuah film. Mereka hanya berusaha terlihat
superior dengan caranya masing-masing, tanpa memberikan alasan yang kuat dalam
memberikan argumennya.
Tulisan ini pun akan menimbulkan reaksi yang sama seperti seseorang
menonton film. Mungkin ada yang setuju atau mungkin ada yang tidak.
Ya, namanya juga selera pasti berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

20.10.2022
Review

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

20.10.2022
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank MAYAPADA di Padang
Review

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

19.10.2022
Review

Sinopsis Drama China Back For You

19.10.2022
Ikhtishar Ilmu Hadits (1)
Review

Piggy (2022) Sinopsis, Informasi

19.10.2022
Review

Sinopsis Leh Ratree Episode 6 – Part 2

19.10.2022
Next Post

Yummieeh Ussy, Kedai Mie Ayam Enak dan Murah di Jakarta

TERBARU Harga Tiket Masuk WBL 2024 Lengkap Berbagai Wahana

Iklan

Recommended Stories

Bakso Daging Sapi Spesial – Versi lebih mudah dan tak kalah mental!

12.05.2014

SAAT ALLAH TA’ALA PALING DEKAT DENGAN HAMBA-NYA

17.02.2019

Sejarah Kota Padang (42): Nama-Nama Jalan Tempo Doeloe di Kota Padang; Jalan Tertua Nipah laan, Djati laan dan Hospital weg (1879)

02.10.2017

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?