Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Trading

Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku “One Up on Wall Street” (Bagian V)

Top Bisnis by Top Bisnis
05.03.2011
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

ADVERTISEMENT
Pos ini adalah lanjutan dari “Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku ‘One Up on Wall Street’ (Bagian IV).”
 
Hendak membaca pos ini dari awal? Silahkan klik di sini “Mau Investasi Saham? Baca Dulu Buku Peter Lynch ‘One Up on Wall Street’ (Bagian I).”
V. Laba, Laba, Laba 
Apa yang membuat perusahaan berharga sehingga harga sahamnya naik? Ada banyak teori untuk menjawab pertanyaan ini tapi bagi Peter Lynch, jawabannya adalah laba dan asset. Terutama laba.
Anda mungkin pernah memperhatikan bahwa saham INCO, perusahaan penambang nikel, naik ketika harga nikel naik. Atau saham Apple naik karena iPhone dan iPad laku keras.
Kalau anda perhatikan dengan seksama, ujung-ujung sebab kenaikan harga saham-saham tersebut adalah karena pasar memproyeksikan laba perusahaan akan naik. Artinya, pasar yakin laba INCO akan naik karena harga nikel naik; pasar yakin laba Apple akan naik karena produknya laku keras. Proyeksi kenaikan laba inilah yang mendorong pelaku pasar memborong saham, mendongkrak naik harga.
Tapi bagaimana menggunakan data laba perusahaan untuk membandingkan saham?
Misalkan anda membaca bahwa laba Indosat (ISAT) tahun 2010 adalah Rp 500 milyar dan laba Matahari Putra Prima (MPPA) adalah Rp 50 milyar. Apakah ini berarti keuntungan ISAT lebih besar dari MPPA, jadi anda lebih baik membeli saham ISAT?
Bukan begitu.
Anda jangan menggunakan data laba absolut untuk membandingkan saham. Yang pertama harus anda lakukan adalah menghitung laba per saham (earning per share atau biasa disingkat EPS).
Misalkan saja jumlah saham beredar ISAT satu milyar lembar dan jumlah saham beredar MPPA juga satu milyar lembar. Anda dapat menghitung laba per saham masing-masing:
Earning Per Share (EPS) ISAT = Rp 500 milyar / 1 milyar = Rp 500.
Earning Per Share (EPS) MPPA = Rp 50 milyar / 1 milyar = Rp 50.
[Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga pos “Arti Istilah Earning Per Share (EPS).”]


Nah, sekarang anda tahu bahwa pada tahun 2010 EPS ISAT Rp 500 dan EPS MPPA Rp 50. Berarti anda lebih baik membeli saham ISAT karena EPSnya lebih tinggi dari MPPA?
Bukan begitu. Masih ada satu tahap perhitungan lagi.
EPS adalah informasi yang penting, tapi untuk mempermudah proses membandingkan satu saham dengan saham yang lain, anda perlu menghitung price/earning ratio (PER), rasio harga terhadap laba. (Price/harga yang dimaksud di sini adalah harga saham.) Cara menghitung PER adalah dengan membagi harga saham dengan EPS.
Melanjutkan contoh di atas, misalkan harga saham ISAT Rp 5000 dan harga saham MPPA Rp 1000. Mari kita hitung PER masing-masing:
Price Earning Ratio (PER) ISAT = Rp 5000 / Rp 500 = 10
Price Earning Ratio (PER) MPPA = Rp 1000 / Rp 50 = 20
[Silahkan baca juga pos “Arti Istilah Price-to-Earnings Ratio.”] 

Nah, sekarang anda tahu bahwa pada tahun 2010 PER ISAT adalah 10 dan PER MPPA 20. Kalau anda memakai logika matematika, anda berkesimpulan bahwa semakin rendah PER berarti semakin murah saham tersebut. Karena PER ISAT lebih rendah dari PER MPPA berarti ISAT lebih layak dibeli?
Lagi-lagi bukan begitu.
Analis atau pemain saham biasanya membandingkan PER saham satu dengan saham lain di industri yang sama. Artinya, PER ISAT—perusahaan telekomunikasi—biasanya dibandingkan dengan PER perusahaan telekomunikasi lainya. PER MPAA—perusahaan ritel—biasanya dibandingkan dengan PER perusahaan ritel lainnya. Dengan membandingkan PER saham-saham di satu sektor industri, anda bisa mengira-ngira apakah saham itu murah, wajar, atau mahal RELATIF terhadap saham lain di industri sejenis.

Membandingkan PER tidak hanya dilakukan pada saham-saham di industri yang sama. Anda juga bisa membandingkan PER berdasarkan negara atau berdasarkan tahun tertentu.

Peter Lynch mengingatkan bahwa PER perusahaan dalam industri yang sama tidak selalu harus dalam kisaran PER yang sama. Misalkan saja kita membandingkan Dell Computer dengan Apple Computer, dua perusahaan dalam industri sejenis. PER Dell saat ini 11 dan PER Apple 20. Berdasarkan PER saja anda mungkin mengambil kesimpulan bahwa saham Apple mahal dan tidak layak dibeli. Tapi kenyataanya bisa saja saham Apple yang mahal malah terus naik dan saham Dell yang murah malah tidak naik. Mengapa hal ini terjadi?
Untuk menjawab pertanyaan ini anda harus mengingat enam kategori perusahaan menurut Peter Lynch: Slow Grower, Stalwart, Fast Grower, Cyclical, Asset Play, atau Turnaround. (Untuk lebih jelas mengenai kategori perusahaan, silahkan baca pos “Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku ‘One Up on Wall Street (Bagian I).”dan pos “Enam Kategori Saham Menurut Peter Lynch.”)
Perusahaan dalam kategori berbeda akan mempunyai kisaran PER yang berbeda. Artinya, perusahaan Fast Grower biasanya ber-PER lebih tinggi dari Slow Grower atau Stalwart. Perusahaan Asset Play bisa saja ber-PER sangat tinggi tapi sahamnya tetap naik karena yang membuat perusahaan tersebut berharga adalah assetnya, bukan labanya.
Jadi, hanya karena PER Apple Computer relatif tinggi, tidak serta-merta berarti saham tersebut mahal dan tidak layak dibeli. PER Apple tinggi mungkin karena ia berkategori Fast Grower, sedangkan PER Dell rendah karena ia berkategori Slow Grower.
Tapi Peter Lynch juga mewanti-wanti anda untuk menghindari saham dengan PER amat sangat tinggi. Saham ber-PER tinggi harus terus menerus mendongkrak naik laba untuk menjustifikasi harga sahamnya yang tinggi. Kalau perusahaan tidak memenuhi ekspektasi ini, harga saham akan turun drastis.
Future Earnings – Laba Masa Depan
Main saham akan jauh lebih mudah kalau pemain saham bertransaksi saham berdasarkan PER masa lalu. (Ingat, data laba perusahaan yang dipublikasikan adalah data masa lalu, bukan masa berjalan atau masa datang. Jadi, pada tahun 2011 kita hanya tahu PER  nyata tahun 2010, bukan PER nyata 2011 karena tahun 2011 masih berjalan. Kalau ada analis yang mempublikasikan PER tahun berjalan, PER tersebut adalah PERKIRAAN.)
Tapi masalahnya, pemain saham selalu berusaha memperkirakan laba perusahaan di masa datang, lalu memutuskan membeli atau menjual saham berdasarkan perkiraan tersebut. Analis memakai berbagai metode untuk memperkirakan Laba Masa Depan, tapi intinya hanya satu: semua hanyalah perkiraan. Jadi kalau ada yang memberitahu anda bahwa analisa fundamental adalah cara terbaik menilai harga saham wajar, tanyakan dulu apa asumsi dan perkiraan yang dipakai dalam analisa tersebut.

[Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga pos “Price-to-Earnings Ration: Trailing & Forward.”]

Sangatlah sulit mengira-ngira Laba Masa Depan—bahkan untuk analis atau pemain saham professional—tapi setidaknya anda bisa mencari tahu apa dan bagaimana rencana perusahaan untuk mendongkrak laba. Pada dasarnya, ada lima cara perusahaan mendongkrak laba: mengurangi biaya, menaikkan harga, ekspansi ke pasar yang baru, menjual lebih banyak ke pasar lama, atau menutup usaha yang merugikan. Setelah anda tahu rencana perusahaan untuk meningkatkan laba, anda harus memantau secara berkala apakah rencana tersebut berjalan lancar.
Selain Price Earning Ratio (PER), masih ada beberapa istilah dan angka yang perlu diketahui investor saham. Mau tahu? Lanjutkan baca ke “Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku ‘One Up on Wall Street’ (Bagian VI).”




Pos-pos yang berhubungan:

  • Arti Istilah Earning Per Share (EPS) 
  • Arti Istilah Price-to-Earnings Ratio (PER) 
  • Price-to-Earnings Ratio: Trailing & Forward

[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

    Tags: Belajar InvestasiBelajar TradingDagangInvestasiPanduanTrading
    ShareTweetSendShare
    Top Bisnis

    Top Bisnis

    Related Posts

    Trading

    Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

    14.08.2025
    Crypto

    Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

    21.07.2025
    Investasi dan Trading

    Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

    21.07.2025
    Investasi dan Trading

    Analisis: Crypto Staking vs DeFi vs Yield Farming

    12.07.2025
    Investasi dan Trading

    Strategi Copy Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula

    11.07.2025
    Manfaat Surat Yasin Ayat 82 untuk Cari Jodoh? Ini Penjelasannya
    Trading

    4 Cara Valuasi Saham Untuk Investor Pemula

    10.07.2025
    Next Post

    My Top 25 International Songs of the 2000's

    Recording

    Iklan

    Recommended Stories

    Incredible India, I’m Coming!

    05.05.2016
    Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Bank Bukopin di Kepri

    No Limits – Ini Kan Malam Minggu

    27.12.2017
    Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

    Resep Kroket Kentang Isi Daging Sapi

    02.12.2014

    Popular Stories

    • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

      Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    Aopok

    Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

    LEARN MORE »

    Terkini

    OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

    OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

    23.01.2026
    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    23.01.2026

    Kategori

    • Berita
    • Bisnis
    • Bulutangkis
    • Daerah
    • Dunia
    • Edukasi
    • Entertainment
    • Explore
    • Food & Travel
    • Kuliner
    • Lainnya
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Otomotif
    • Religi
    • Sejarah
    • Sepakbola
    • Sports
    • Teknologi & Sains

    Navigasi

    • Tentang
    • Kontak
    • Subscription
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Siber
    • Cookies dan IBA
    • Terms

    © 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Filter
      • Terbaru
      • Spesial
      • Istimewa
      • Hot
      • Galeri
    • Berita
      • Daerah
      • Dunia
      • Nasional
    • Bisnis
    • Explore
      • Alamat
      • Food & Travel
        • Kuliner
        • Resep Masakan
      • Kode Pos
      • Masjid
      • Wisata
    • Religi
    • Sports
    • Tekno
    • More
      • Otomotif
      • Entertainment
      • Lifestyle
      • Edukasi
      • Lainnya
    • Network
      • Artikel
        • Biodata Viral
        • Chord Lirik
        • Religi
        • Tempo Dulu
      • Iklan Gratis
      • Media Sosial
      • Terviral
      • Seputar Bisnis
      • Pasang Iklan
      • Jok Bangka
      • Ulasan Bisnis
      • Trading
      • Top Bisnis

    © 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?