Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bahasa (102): Bahasa Bakumpai di Daerah Aliran Sungai Barito; Bahasa Banjar di Hilir dan Bahasa Dayak Ngaju di Hulu

Tempo Doelo by Tempo Doelo
26.10.2023
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Suku Dayak Bakumpai (Belanda:
Becompaijers/Bekoempaiers/Becompayer) adalah salah satu subetnis Dayak Ngaju, mendiami
sepanjang daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan
Tengah yaitu dari kota Marabahan, sampai kota Puruk Cahu, Murung Raya. Suku
Bakumpai banyak mendapat pengaruh bahasa, budaya, hukum adat, dan arsitektur
Banjar, karena itu suku Bakumpai secara budaya dan hukum adat termasuk ke dalam
golongan budaya Banjar, namun secara bahasa, suku Bakumpai memiliki kedekatan
dengan bahasa Ngaju.

 

Bahasa
Bakumpai adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Barito Raya yang dituturkan
oleh suku Bakumpai maupun suku Dayak Bara Dia (Suku Dayak Mengkatip) yang
mendiami aliran sungai Barito di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Bahasa
Bakumpai merupakan bahasa suku Dayak di daerah DAS Barito Dayak yang mendapat
pengaruh bahasa Banjar. Bahasa Bakumpai juga memiliki sejumlah peribahasa.
Penutur bahasa Bayan menggunakan bahasa Bakumpai jika berbincang dengan non
penutur bahasa Bayan. Kesamaan leksikal bahasa Bakumpai terhadap bahasa lainnya
yaitu 75% dengan bahasa Ngaju dan 45% dengan bahasa Banjar
. (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah bahasa Bakumpai di daerah
aliran sungai Barito? Seperti disebut di atas, bahasa Bakumpai di daerah aliran
sungai Barito. Bahasa Banjar di hilir dan bahasa Dayak Ngaju di hulu. Lalu bagaimana
sejarah bahasa Bakumpai di daerah aliran sungai Barito? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.

Bahasa Bakumpai di Daerah Aliran Sungai Barito; Bahasa
Banjar di Hilir dan Bahasa Dayak Ngaju di Hulu

Bahasa Bakumpai. Mengapa nama bahasa
disebut Bakumpai? Yang jelas ada nama Bakumpai dan juga ada nama Marabahan.
Nama Marahaban diduga merujuk pada suatu wilayah yang mengindikasikan muara
sungai (mara) Bahan. Bagaimana dengan Bakumpai? Nama Bakumpai paling tidak
sudah disebut pada tahun 1825 (lihat (lihat Bataviasche courant, 27-04-1825).
Disebutkan Landen van Becompaij, Doesoen en Dajaksche.


Pada era Portugis tidak teridentifikasi nama Bandjarmasin. Yang sudah
dikenal adalah nama (kota) Martapoera. Pedagang-pedagang Portugis memiliki pos
perdagangan di pantai selatan (Tabanio). Nama Bandjarmasin diduga baru muncul
pada era VOC. Bandjarmasin diduga adalah sebuah nama kampong di hilir sungai Tatas
yang bermuara ke sungai Doesoen (kemudian disebut sungai Barito). Seiring
dengan pembangunan benteng (kemudian disebt fort Tuill) di Bandjarmasin, pos
perdagangan di Tabanio mulai ditinggalkan. Pos perdagangan di Bandjarmasin
diangap strategis, karena terhubung ke Martapoera melalui sungai Tatas/Martapoera
dan juga terhubung ke pedalaman (wilayah Dayak) melalui sungai Doesoen/Barito.
Kamponh/kota Bandjarmasin bagi pihak pedagang VOC memiliki jalur escape yang
aman ke laut. Kota Bandjarmasin tumbuh berkembang seiring waktu.

Pasca pendudukan Inggris di Jawa (1811-1816)
Pemerintah Hindia Belanda yang dibentuk tahun 1800, kemudian dipulihkan. Seorang
pedagangan ditempatkan di Bandjarmasin. Pada awal pemulihan ini. Pemerintah
Hindia Belanda mulai membentuk cabang pemerintahan di wilayah selatan dan timur
Borneo (residentie Zuid en Ooskust van Borneo) dengan ibu kota di Martapoera (lihat
Bataviasche courant, 22-11-1826). Residen akan berkedudukan di Martapoera.


Dalam pembentukan cabang pemerintahan di Residentie Zuid en Ooskust van
Borneo, selain resident dan staf di Martapoera, sejumlah perjabat ditempatkan
di berbagai wilayah, yakni:  Asisten
Residen di Tatas, gezaghebber (controeleu) di Marabahan, dan gezaghebber
(controeleu) di Tabanio.
 

Nama Bekompai sudah dikenal lebih awal sebagai nama
wilayah (landen), sedangkan Marabahan adalah suatu nama kampong yang dijadikan
Pemerinrtahan Hindia Belanda sebagai (calon) ibu kota di wilayah Landen
Becompaj.

 

Bekompai adalah nama kampong di Landen Becompaij. Lantas mengapa nama
kampong Bekompai yang menjadi nama wilayah? Mengapa bukan Marabahan? Pemimpin local
bertempat tinggal di kampong Bekompai. Oleh karena itulah nama Bakompai
dijadikan/disebut nama wilayah. Sementara Marabahan adalah kampong di sisi
sungai Doesoen yang menjadi salah satu tempat perdagangan di daerah aliran
sungai Doesoen/Barito. Pemerintah Hindia Belanda lebih memilih dan menetapkan
kampong Marabahan sebagai calon ibu kota (tempat pejabat pemerintah
berkedudukan).

Bekumpai diduga lebih tua dari Marabahan. Lantas
apakah masih ada nama kampong Bekumpai pada masa ini? Kampong Bekumpai diduga
sudah lama menghilang (tidak teridentifikasi dalam peta). Namun nama Bekumpai
masih diwariskan, tidak sebagai nama kampong tetapi pada masa ini sebagai nama
kecamatan. Bagaimana dengan nama Marabahan? Hingga kini masih lestari sebagai
nama kelurahan di kota Marabahan (kota yang menjadi ibu kota kabupaten Barito
Kuala).


Bakumpai adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi
Kalimantan Selatan. Kecamatan Bakumpai terdiri dari 8 desa/kelurahan, yaitu: Bahalayung,
Balukung, Banitan, Batik, Benua Anyar, Murung Raya, Palingkau, Sungai Lirik dan
Lepasan. Catatan: mengapa nama kabupaten disebut Barito Kuala? Yang jelas
berada di daerah aliran sungai Barito (sungai Doesoen). Bagaimana dengan nama
Kuala? Besar dugaan karena wilayah ini berada di muara sungai Doesen/Barito sejak
tempo doeloe. Secara geomorfologis (sebagian) wilayah kabupaten berada di suatu
pulau, suatu pulau yang terbentuk di muara sungai Doesoen di masa lalu. Sisi timur
pulau (proses sedimentasi jangka panjang yang membentuk daratan) menjadi jalan
utama sungai Doesoen/Barito melalui kota Banjarmasin. Sedangka sisi barat pulau
membentuk cabang sungai Doesoen/Barito dimana sungai Kapuas bermuara (di kota
Kuala Kapuas). Sebagai suatu pulau, hal itulah boleh jadi di pangkal pulau
(muara sungai) ini pada masa ini ada yang diidentifikasi nama tempat sebagai
Moearapoelaoe.

Dimana posisi GPS kampong Bekumpai di masa lampau?
Yang jelas letaknya berada di arah hulu kampong Marabahan di sisi timur sungai
Doesoen/Barito. Besar dugaan kampong Bekumpai tempo doeloe berada di kelurahan
Lepasan kecamatan Bekumpai, dimana sungai Lirik bermuara ke sungai
Doesoen/Barito. Lantas bagaimana dengan nama Marabahan? Besar dugaan merujuk
pada sungai Lirik yang bermuara ke sungai Doesoen/Barito. Kampong Marabahan
tepat berada di depan muara sungai Lirik/Nagara.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Bahasa Banjar di Hilir dan Bahasa Dayak Ngaju di Hulu:
Asal Usul dan Terbentuknya Bahasa Bakumpai

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Menghapuskan Kemungkaran dan Bidaah

Beberapa wajah warga Papua pada saat Belanda kembali berkuasa, 1945 (1)

Iklan

Recommended Stories

Kita Kehilangan Khilafah Karena Nasionalisme, dan Kita Harus Menolaknya untuk Mendapatkan Khilafah Kembali

Aquascape DIYChoosing a Spot for Your AquariumAquarium Designs

13.02.2011

Serunya Susur Kali Sunter Usai Semarakkan Kumpul Akbar AMIN di JIS

10.02.2024
Jawaban Cerdas Mengapa Azan Harus Dikumandangkan Keras-Keras, Pakai Sepeaker Pula

Jawaban Cerdas Mengapa Azan Harus Dikumandangkan Keras-Keras, Pakai Sepeaker Pula

24.07.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?