Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tata Kota Indonesia (19): Tata Kota Tanjung Pinang di Pulau Bintan; Kota Tua Bermula di Daerah Aliran Sungai Rheo/Rio

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.07.2023
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tata Kota di Indonesia di blog ini Klik Disini

Kota
Tanjungpiang sejarinya adalah kota tua. Kota ini awalnya menjadi pos perdagangan
Portugis di daerah aliran sungai Rheo (asal usul nama Rio, Riau?). Itu di masa
lampau. Kota Tanjung Pinang tumbuh berkembang semasa Belanda (sejak era VOC). Pada
era Pemerintah Hindia Belanda, Tanjung Pinang menjadi penting karena titik awal
terbentuknya kota Medan.


Tanjungpinang adalah ibu kota dari provinsi
Kepulauan Riau, terletak di Pulau Bintan dan beberapa pulau kecil seperti Pulau
Dompak dan Pulau Penyengat. Kota Tanjungpinang dahulunya adalah pusat
pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga. Tanjungpinang adalah ibu kota Kabupaten
Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan). Pelabuhan Laut Tanjungpinang di Sri
Bintan Pura memiliki kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk
akses domestik. Pelabuhan ini juga merupakan akses internasional ke Malaysia
dan Singapura. Sebagian wilayah Tanjungpinang merupakan dataran rendah, kawasan
rawa bakau, dan sebagian lain merupakan perbukitan, sehingga lahan kota sangat
bervariasi dan berkontur. Berdasarkan Sulalatus Salatin, Tanjungpinang
merupakan bagian dari Kerajaan Malaka. Setelah jatuhnya Malaka ke tangan
Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan
Kesultanan Malaka. Kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor,
sebelum diambil alih oleh Belanda setelah mereka menundukan perlawanan Raja
Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat. Pada masa Hindia Belanda,
Tanjungpinang merupakan pusat pemerintahan Karesidenan Riouw. Kemudian di awal
kemerdekaan Indonesia, menjadi ibu kota Provinsi Riau. Pada tahun 1957,
Tanjungpinang menjadi ibu kota Provinsi Riau. Namun dua tahun kemudian ibu kota
propinsi itu dipindahkan ke Pekanbaru
.
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah tata kota Tanjung
Pinang di Pulau Bintan? Seperti disebutkan di atas, kota Tanjung Pinang
termasuk kota tua. Kota yang sudah dikenal sejak era Portugis. Kota tua bermula
di daerah aliran sungai Rheo di pulau Bintan. Lalu bagaimana sejarah tata kota Tanjung
Pinang di Pulau Bintan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tata Kota Tanjung Pinang di Pulau Bintan; Kota Tua
Bermula di Daerah Aliran Sungai Rio

Sejarah yang dapat ditelusuri, pada tahun 1784 nama Riau
(Riouw) dapat dikatakan untuk kali pertama disebut. Namun sejak kapan nama Riau
eksis sulit diketahui. Yang jelas nama-nama pulau Batam (pulau Batang) dan
pulau Bintan (pulau Bintang) sudah eksis sejak lama.
Nama Riau di pulau Bintan ditulis Riouw dan di masa lampau Rheo.


Setelah tercipta hubungan yang baik di Borneo, VOC kemudian merintis
jalan ke pantai timur Sumatra pada tahun 1739
dengan pos perdagangan di muara sungai Siak di pulau Gontong. Namun karena pos
ini diserang, VOC kemudian meninggalkan muara Siak
dan lebih konsentrasi di pulau Bintan. Pada Peta 1775 di teluk pantai selatan Bintan
diidentifikasi nama Rheo, yang diduga menjadi asal usul nama Riau.
Pada tahun 1784 VOC di Malaka diserang. Oleh karena pusat VOC berada di Batavia (Jawa),
posisi Malaka seakan terpencil. Kerajaan-kerajaan kecil di kawasan kerap
mengganggu eksistensi VOC di kawasan. Kerajaan-kerajaan Melayu Selangor, Djohor
dan Riau menyerang Malaka pada tahun 1784. Dengan kekuatan yang didatangkan
dari Batavia berhasil membebaskan Malaka. Sebagai hukuman, VOC menyerang
Selangor dan merebutnya. VOC kemudian menyerang Riau dan Radja Riau terbunuh
(lihat Hollandsche historische courant, 12-03-1785).

Setelah Radja Riau terbunuh
dalam perang dengan VOC, Riau jatuh ke tangan VOC
tahun 1785. Untuk membawahi wilayah taklukan ini di bawah
pimpinan Captain JP van Braam
dibangun benteng di pulau Bintan (sekitar Tanjung Uban). Besar dugaan tidak lama
kemudian ditinggalkan. Pada tahun 1787 Riau di
ambilalih oleh (kerajaan) Soeloe. Pengambilalihan
ini boleh jadi karena kerajaan Riau sudah melemah setelah radjanya terbunuh
oleh VOC dan tidak hadirnya VOC
lagi.


Nama Riau diduga kuat merujuk pada nama Rheo, nama yang berasal dari era
Portugis. Rheo, rio adalah sungai (bahasa Belanda: rivier). Pada Peta 1775
diidentifikasi nama Rheo di arah hulu teluk (yang merupakan sungai yang
bermuara ke teluk). Di area dimana diidentifikasi nama Rheo diidentifikasi
sebagai suatu kawasan perkebunan (lada?). Area Rheo inilah kota lama (kampong
paling besar).

Setelah VOC menempati kembali pulau Bintan, seperti di berbagai tempat,
benteng VOC juga
kembali
dibangun
di
pulau Bintan
yang lebih baik. Pimpina di pulau Bintan
diangkat G Pungel (lihat
Leydse courant, 16-11-1789). Lantas mengapa benteng di pulau Bintang dibangun?
Yang jelas rancangan bangunan benteng di pulau Bintan ini dibuat pada tahun
1791. Lokasi benteng yang dipilih bukan berada di pemukiman Cina maupun
pemukiman pribumi, tetapi di suatu area kosong di suatu tanjung.
Area yang dipilih tidak lagi
di utara di selat (selat antara pulau Bintan dan pulau Batam), tetapi wilayah
selatan pulau Bintan di pangkal teluk dekat Rheo (lihat Peta 1775).
Di area benteng inilah kelak terbentuk Kota Tanjung Pinang (yang eksis hingga sekarang).


Benteng baru ini dibangun di area kosong di ujung tanjung (bagian terluar
tanjung yang berhadapan dengan pulau Penyengat—juga disebut pulau Mars). Tanjung
ini awalnya adalah suatu pulau, yang kemudian menyatu dengan daratan (membentuk
tanjung). Sementara kampong Melayu berada di arah timur benteng (di dalam pulau/tanjung).
Sedangkan perkampong Cina berada di seberang benteng dan kampong Melayu. Pulau
yang menyatu dengan daratan ini dikenal sebagai Tanjung Pinang (bandingkan
dengan Peta 1775 dimana posisi pulau Mars/Penyegat berada di sebelah barat pulau/tanjung).
Benteng VOC/Belanda ini disebut Fort Kroonprins.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kota Tua Bermula di Daerah Aliran Sungai Rheo: Tanjung
Pinang Masa ke Masa

Sejak 1795 terjadi
pendudukan Prancis di Jawa. Pemerintahan VOC kemudian berada di bawah
bayang-bayang Napoleon Prancis. VOC yang semakin melemah, lalu dibubarkan pada
tahun 1799. Lalu kemudian semua asset VOC diakuisi oleh Kerajaan Belanda
(Napoleon/Prancis) dengan membentuk Pemerintah Hindia Belanda tahun 1800.
Kesibukan di Jawa, khususnya di Batavia menyebabkan situasi dan kondisi di
Riaou (Bintan) kurang terinformasikan.


Kerajaan Belanda (di bawah kekuasan Prancis) benar-benar telah
menyebabkan sejumlah wilayah di Hindia Timur tidak terdeteksi radar termasuk di
wilayah (kepulauan) Riau. Yang terdeteksi kuat hanya di (pulau) Jawa dan
beberapa kota seperti Makassar, Palembang dan Banjarmasin. Lalu ketegangan baru
muncul sejak diangkatnya Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda
tahun 1808. Mengapa? Inggris sedang mengincar Hindia Timur terutama di (pulau)
Jawa. Untuk menghadapi itu, Daendels membangun beberapa kota pemerintahan
dengan kekuatan militernya, dan juga membangun urat nadi perekonomian di darat/pedalaman
dengan membangun jalan pos trans Java antara Batavia ke Anjer dan Batavia ke
Panaroekan, Namun semua itu belum tuntas, Inggris menduduki Batavia pada tahun
1811 dan kemudian seluruh Jawa plus Makassar, Palembang dan Banjarmasin. Namun
pendudukan Inggris ini tidak lama, karena pada tahun 1816 Inggris mengembalikannya
kepada Kerajaan Belanda.

Setelah Pemerintah Hindia Belanda dipulihkan tahun
1816, perrumbuhan yang dirintis Daendels (Belanda/Prancis) dan dikembangkan
Inggris (Raffles) dilanjutkan oleh Kerajaan Belanda dengan memperkukuh
Pemerintah Hindia Belanda (sebagai provinsi jauh dari Kerajaan Belanda). Satu
yang pertama dilakukan oleh Komisaris Jenderal yang dipimpin van der Capellen
adalah menyusun organisasi pemerintahan, menjalan fungsi pemerintahan di segala
bidang termasuk pendidikan. Era baru Hindia Timur dengan nama Hindia Belanda
dimulai.


Cabang pemerintahan Pemerintah Hindia Belanda di Sumatra dimulai di
pantai barat Sumatra (Sumatra’s Westkust) dan di daerah aliran sungai Musi yang
berpusat di Palembang. Pemerintahan di Palembang terintegrasi antara wilayah
Palembang di daratan dan wilayah Bangka en Belitung di lautan. Sejumlah pejabat
Belanda juga ditempatkan di wilayah Bangka untuk mengelola potensi pertambangan
timah untuk mendukung perdagangan Pemerintah Hindia Belanda.. Peta 1785

Pada tahun 1821 cabang pemerintahan Pemerintah
Hindia Belanda dibentuk di wilayah Riau. Untuk memulai organisasi pemerintahan
di Riau, diangkat LZ van Ronzow sebagai residen Riau (lihat Bataviasche courant,
10-02-1821). Disebutkan diangkat untuk residen Riouw, LZ van Ronzow, inspektur
pertambangan timah di Jeboes (kota di pantai utara Bangka). Wilayah Riau yang
berpusat di Riau (Rheo) mulai diinisiasi di eks benteng VOC di Tandjoeng
Pinang. Dari area benteng inilah kemudian kota Tanjung Pinang bermula di Riau.
Tanjung Pinang menjadi ibu kota, Riouw/Rheo menjadi nama wilayah (residentie).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Tata Kota Indonesia (20): Tata Kota Medan Tanah Deli di Tengah Perkebunan; Labuhan Kota Lama dan Medan Kota Baru

Inilah 7+ Toko Elektronik Terdekat di Tabanan dengan Harga Terjangkau!

Iklan

Recommended Stories

Alamat BCA Cilegon

Alamat BCA Cilegon

17.07.2013

Membuat Resep Kue Nastar Keju Melinjo

28.07.2011

The LEGO Ninjago Movie – Review

03.10.2017

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?