Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tata Kota Indonesia (16): Tata Kota Jogjakarta Tempo Doeloe; Kota Pedalaman, Tetapi Berkembang Pesat Masa ke Masa

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.07.2023
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tata Kota di Indonesia di blog ini Klik Disini

Terbentuknya
kota Jogjakarta yang sekarang, dimulai sejak era Mataram tetapi baru berkembang
pada masa Pemerintah Hindia Belanda. Mengapa? Pasca Perang Jawa lanskap tata
kota Jogjakarta berubah. Perubahan tata kota inilah yang menjadi garis
continuum tata kota Jogjakarta hingga ke masa kini.


Perkembangan kota Yogyakarta tahun 1756-1824: Tinjauan
Tata Kota. Sri Mulyati. Skripsi. Abstrak. Penelitian ini membahas tentang
bentuk awal dan perkembangan tata kota Yogyakarta pada tahun 1756-1824. Tujuan
penelitian ini menggambarkan tata kota Yogyakarta dan perkembangannya pada
periode awal terbentuknya tata kota dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Sumber
data utama adalah kota Yogyakarta periode 1756-1824 dan peta-peta kota
Yogyakarta tahun 1756, 1785, 1790 dan 1824. Hasil dari penelitian ini adalah
Kraton terletak di desa Pacetokan antara sungai Winongo di sebelah barat dan
sungai Code di sebelah timur.  Kemudian
pada peta tahun 1765 mulai tampak munculnya pemukiman di dalam benteng dan di
sekitar benteng. Pada peta tahun 1790 perkembangan kota Yogyakarta terlihat
mengarah ke arah utara. Hal ini ditandai dengan beragamnya jenis bangunan dan
pemukiman di wilayah ini. Dengan demikian berdasarkan lokasinya unsur-unsur pendukung
dan pembentuk kota Yogyakarta, terbagi menjadi 2 yaitu: di dalam benteng dan di
luar benteng kraton. Sehingga pada peta tahun 1824 terlihat perkembangan kota
Yogyakarta memanjang dari arah selatan ke utara di antara aliran sungai.
Sematara itu di sisi barat dan timur kota tidak banyak mengalami perkembangan.
Perkembangan kota mulai tampak meluas disebelah timur sungai Code dengan
berdirinya Pura Pakualainan di wilayah ini, pada tahun 1813
. (http://lib.ui.ac.id/)

Lantas bagaimana sejarah tata kota di
Jogjakarta tempo doeloe? Seperti disebut di atas, kota Jogjakarta juga adalah
kota tua, Meski di pedalaman, tetapi berkembang pesat masa ke masa. Lalu bagaimana
sejarah tata kota di Jogjakarta tempo doeloe? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tata Kota di Jogjakarta Tempo Doeloe; Kota di
Pedalaman, Tetapi Berkembang Pesat Masa ke Masa

Kapan kota Jogjakarta bermula? Seperri halnya, kota
Soerakarta, kota Jogjakarta juga terbilang kota tua di pedalaman (Jawa). Dalam
peta-peta Portugis sudah diidentifikasi nama Mataram di pedalaman Jawa bagian
tengah (dan juga nama Dajeuh di Jawa bagian barat—diduga kerajaan Pakwan Padjajaran).
Namun bagaimana situasi dan kondisi dua ibukota kerajaan di pedalaman ini tidak
pernah diketahui. Tampaknya belum ada orang Portugis ke pedalaman Jawa (tetapi
sudah ada di pedalaman Sumatra—di Kerajaan Aroe). Orang Eropa pertama ke
pedalaman Jawa di Mataram adalah ekspedisi pertama Belanda/VOC pada tahun 1696
yang dipimpin oleh
Jacob Couper (dari arah Tegal di Fort
Missier)
.


Ekspedisi ini menghasilkan peta/rute ekspedisi dimana nama Carta Soera
dan nama Mataram disebut. Carta Soera diidentifikasi di wilayah sungai dan
Mataram diidentfikasi di wilayah barat dayanya, lebih dekat ke pantai selatan
Jawa. Identifikasi Mataram lebih besar dibandingkan Carta Soeran. Dimana Carta
Soera dan kemudian nama Soera Carta sudah teridentifikasi pada aretikel sebelum
ini. Lalu dimana posisi GPS nama Mataram yang diidentifikasi? Tidak diketahui
secara pasti, apakah kota Jogjakarta sekarang atau tidak. Catatan: Mataram
dibawah Soeltan Agoeng pernah menyerang Batavia pada tahun 1628. Peta ekspedisi
1696

Ekspedisi kedua VOC/Belanda ke Mataram di pedalaman
Jawa dipimpin oleh
Majoor Govert Knol tahun 1703 (dari arah timur di Soerabaja ke
Mataram). Kedua ekspedisi ini paling tidak menghasilkan dua peta yang berbeda.
Namun dalam kedua peta itu sama-sama diidentifikasi nama Mataram.


Penulisan Marbongh kali pertama ditemukan dalam peta yang dibuat antara
tahun 1700 dan 1703 (lihat gambar). Peta ini diduga hasil ekspedisi ke Mataram
yang dipimpin oleh Jacob Couper.  Peta
ini menggambarkan lokasi-lokasi strategis di lingkungan kerajaan Mataram. Wujud
peta ini dibuat dari sisi pantai di selatan Jawa. Peta tersebut diberi judul
Remvoy van de Pagger en Campement op Marbongh. Peta ini dibuat setelah
suksesnya ekspedisi yang pertama tahun 1690-an.
Peta area kraton Mataram (1696)

Setelah dua ekspedisi ini kemudian
menandai awal koloni di
Soerabaja.
Lalu diikuti ekspedisi ketiga dari Semaeang ke
Cartasoera yang dipimpin Helman de Wilde tahun 1705.
Setelah ekspedisi ketiga ini pada tahun 1708 dua benteng untuk mendukung benteng di Tagal (fort Missier) dibangun yakni di Semarang dan Soerabaja. Dua benteng
ini dibangun untuk fungsi pertahanan karena wilayah Semarang dan wilayah
Soerabaja
awalnya berada di bawah kekuasaan Mataram (bupati) yang
kemudian diserahkan kepada VOC/Belanda
.


Dengan terbukanya jalur lalu lintas ke pedalaman, khususnya ke Carta
Soera apakah dari darat di Semarang melalui Salatiga maupun dari sungai di
Soerabaja melalui sungai Semanggi (kelak disebut sungai Bengawan Solo), maka
terbuka komunikasi VOC/Belanda dengan Mataram melalui Carta Soera. Pada peta
area kraton Mataram di atas yang dibuat
Jacob Couper
berada di sisi timur sungai Code. Posisi area yang sama jika dibandingkan
dengan situasi dan kondisi masa kini. Satu yang penting catatan
Jacob Couper pada peta area kraton Matara mini adalah nama Marbongh.
Tidak diketahui apakah pelapalan lidah Eropa/Belanda menyebut Marbongh dari
malyhabara sebagaimana pernah disebutkan Dr. Peter Carey (sebagai asal usul
nama Malioboro). Satu yang pasti Marbongh adalah pelafalan/cara penulisan orang
Belanda sebagaimana nama Semarang yang ditulis Samarangh. Peta F Valentijn (1724),

Perkembangan kota-kota Carta Soera dan kota Mataram sangat tergantung dengan banyak
aspek. Aspek yang penting dalam hal ini adalah aspek perkembangan
politik/pemerintahan dan aspek perkembangan transportasi (laut dan darat) yang
dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kota-kota (kota besar) di
Jawa dimulai di Semarang (midden) dan Soerabaja (oost).
Setelah kehadiran VOC/Belanda, hubungan
Semarang menjadi terkoneksi intens dengan Carta Soera melalui darat dan
terkoneksi juga dari Soerabaja melalui sungai. Koneksi antara Carta Soera dan
kota Mataram dengan sendirinya juga semakin intens. Dengan kata lain kota
Mataram semakin terbuka, semakin banyak informasi yang diketahui.


Kota Mataram, yang berada di sisi timur sungai Code dilukiskan berpusat
pada kraton (Marbogh?). Dalam lukisan yang dibuat tahun 1664 tampak kraton Mataram
cukup besar yang dikelilingi pagar tinggi (berwarna terang). Di sisi luar pagar
terdapat bangunan-bangun yang lebih kecil yang diduga sepagai pemukiman. Di
suatu lapangan luas di luar kraton digambarkan ada suatu parade besar, suatu
parade dari pengawal kraton Mataram. Satu yang juga penting diperhatikan bahwa
bentuk arsitektur bangunan, terutama pola atap digambarkan berbentuk limas dan
juga ada yang berbentuk kerucut. Apakah dalam hal ini kota Mataram adalah kota
melting pot?
Kota Mataram 1664

Lantas kapan kota kuno Mataram mulai bertransformasi
menjadi kota Yogyakarta yang sekarang. S
atu hal yang perlu diingat bahwa terjadi perang suksesi (yang ketiga) di wilayah Mataram (1749-1755), Akibatnya kerajaan Mataram terpecah menjadi
tiga
kraton yang bersaing: Jogjakarta, Soerakarta dan Mangkoenegara. Perjanjian
Gijanti (1755) antara ketiga kraton dan VOC, lalu Soeltan Jogjakarta membangun kraton (istana) baru di dekat bekas kraton
Mataram
(kraton Kota Gede). Lokasi kraton yang baru ini
adalah kraton Jogjakarta yang terus eksis hingga saat ini
.


Seetelah 1755 pada jalan tradisional didirikan benteng VOC/Belanda di dekat
Kraton yakni fort Vredeburg yang didukung beberapa benteng kecil. Salah satu
benteng kecil itu pada belokan jalan dari Magelamg ke timur ke Soeracarta
(sebelum perpotongan jalan ke kraton Jogjakarta), Di Vredeburg seorang residen
ditempatkan sejak 1786 (lihat Naam Boekje, 1796). Perkebunan-perkebunan di
sekitar kraton Jogjakarta dibuka terutama komoditi indigo.
Peta/sketsa
1771

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kota di Pedalaman, Tetapi Berkembang Pesat Masa ke
Masa: Apa Perbedaan Penting Kota Surakarta dan Kota Jogjakarta?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Tetangga Masa Gitu

Keindahan Wisata Bukit Naga Jolong Pati: Surga Tersembunyi di Tengah Jawa Tengah

Iklan

Recommended Stories

Metode Belajar Klasikal di Era Milenial

Metode Belajar Klasikal di Era Milenial

27.09.2018
Biografi Abu Zur’ah Ar Razi

Biografi Abu Zur’ah Ar Razi

28.08.2020

Jatuhya pesawat militer Belanda Dakota DC3 di Padalarang, 1948

26.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?