Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banyuwangi (35): Mangapa Tidak Ada Lapangan Terbang Banyuwangi Tempo Doeloe? Pendaratan Darurat Lord Sempill’s

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.06.2023
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Suatu
lapangan terbang dibangun ada alasannya. Alasan teknis, alasan strategis,
alasan komersil dan sebagainya. Sebaliknya setiap warga di suatu wilayah
membutuhkan layangan pesawat terbang. Untuk kebutuhan strategis, seperti
pertahanan dapat dibiayai pemerintah, tetapi jika kebutuhannya komersil harus
sesuai pengeluaran investasi dan penerimaan. Akan tetapi juga ada pertimbangan
teknis seperti kesesuaian pembangunan landasan dan eksisting jaringan lalu
lintas udara.


Bandar
Udara Banyuwangi (sebelumnya Bandara Blimbingsari), terletak di desa
Blimbingsari, kecamatan Blimbingsari. Landas pacu 2.500 M dan lebar 45 M.
Bandara ini diklaim sebagai bandara hijau pertama di Indonesia. Gagasannya
dimulai 1991-2000 lokasi pembangunan bandara di kecamatan Glenmore di bekas
lokasi lapangan terbang Blambangan. Lapangan terbang Blambangan itu sendiri sebuah
lapangan terbang pertanian dibangun 1970an untuk kegiatan pertanian sebagai
landasan pesawat capung untuk menyemprot pestisida. Pada saat itu anggaran
untuk proyek pembangunan bandara baru tersebut sudah disiapkan bahkan material
bangunan sudah sempat dikirim menuju lokasi di Glenmore namun proyek itu urung
terlaksana. Setelah melalui tahap kajian lebih lanjut lokasi bekas lapangan
terbang Blambangan tidak layak untuk dijadikan bandar udara karena topografi
wilayah kecamatan Glenmore yang bergunung-gunung. Kemudian, melalui keputusan
menteri (Kepmen) nomor 49 tahun 2003, ditentukanlah lahan untuk pembangunan
bandara yang baru yaitu berada di wilayah desa Blimbingsari saat itu masih
menjadi bagian dari wilayah kecamatan Rogojampi. Bandar udara Blimbingsari
Banyuwangi selesai 2010. Pada tahun 2017 bandara ini berubah nama menjadi
Bandar Udara Banyuwangi
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah lapangan terbang, mangapa
tempo doeloe tidak ada di Banyuwangi? Seperti disebut di atas, bandara
Banyuwangi yang ada sekarang terbilang relative baru. Mengapa tidak ada sedari
dulu. Apa pentingnya pendaratan darurat Lord Sempill’s dan bom pesawat Jepang
dijatuhkan di Banjoewangi. Lalu bagaimana sejarah lapangan terbang, mangapa tempo
doeloe tidak ada di Banyuwangi? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan
sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber
baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain
disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Lapangan Terbang, Mangapa Tidak Ada di Banyuwangi?
Pendaratan Darurat Lord Sempill’s 1935 dan Bom Jepang 1942

Pada tahun 1935 Lord Sempill’s dalam perjalanan dari Australia
ke Inggris
dengan pesawatnya harus
mendarat di wilayah Banjoewangi (lihat
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 23-02-1935). Pendaratan ini sangat
dramatis bagi
Lord
Sempill
’s. Mengapa? Pendaratan itu
di luar kehendaknya.


Disebutkan, saat Lord Sempill’s berada di Koepang (dari penerbangan dari Darwin), menelpon dan dia
menunggu pasokan bensin dari (lapangan terbang Mororembangan) Soerabaja. Namun
tidak kunjung datang. Dengan tangki yang terisi seadanya (kemungkinan masih
bisa sampai ke Soerabaja),
Lord Sempill’s melanjutkan penerbangan
menuju Soerabaja.
Namun, dia menghadapi angin
yang kuat, sampai Lord Sempill menyadari bahwa ketika berada di lepas pantai
utara Bali dia tidak akan bisa mencapai Soerabaja.
Hujan yang sangat deras dan kabut mencegahnya
mendarat di lapangan terbang di pantai utara Bali dekat Singaradja, dan dia
memutuskan untuk mendarat yang tampak di kejauhan melihat lapangan alang-alang
di Baloeran dekat laut, yang dengan coba melihat padang rumput dimana masih ada
cahaya langit sore, dan dimana dia mungkin bisa mendarat jika perlu.
Lord Sempill’s dengan risiko sangat
tinggi berhasil mendarat, di suatu tempat yang sangat sepi.

Pengalaman Lord Sempill’s bukan kisah dalam novel klasik berjudul Robinson
Crusoe.
Lord
Sempill
’s terdampar dengan cara pendaratan
di tempat sepi yang area banteng dan babi hutan. Robinson Crusoe terdampar dengan
cara berenang di suatu pulau kecil, entah dimana karena kapalnya telah hancur
dihantam badai. Robinson Crusoe bertahun-tahun sendiri di pulau tanpa pernah
ada kapal yang lewat di kejauhan. Untungnya
Lord Sempill’s berada di daratan sepi
tapi masih memungkinkannya untuk mencari entah dimana, pemukiman penduduk dan
orang dapat menolongnya.


Lord Sempill’s masih schock, tetapi malam sudah tiba. Lord Sempill’s mempersiapkan dirinya untuk bermalam
sepanjang malam. Itu tidak terlalu buruk, karena dia makan terakhir kali saat
berangkat dari Timor Koupang, Dia hanya punya beberapa biskuit untuk dimakan,
sementara dia membawa satu pon kopi yang belum dipanggang. Keesokan paginya tindakan
pertamanya adalah membuka koper pakaian dan dengan itu di lapangan di depan
pesawatnya membuat tanda Q dan P; Lord Sempill’s berharap ada seorang pilot
yang lewat akan menafsirkannya kode itu dengan benar! sebagai huruf pertama
dari kata Patrol (bensin). Tindakan kedua adalah melakukan survei kawasan dan dia
melihat beberapa penduduk asli di kejauhan di dekat pantai, yang tampaknya
sedang memancing.
Malam saat istirahat banyak monyet,
dan kawanan nyamuk yang haus darah. Keesokan harinya hari Selasa Lord Sempill’s
dengan hanya berbekal compass sebagai pemandunya, dia tanpa gentar melanjutkan
perjalanan melewati medan yang bervegetasi lebat, dan akhirnya saat hari sudah
siang. dia menemukan jalan raya antara Sitoebondo dan Banjoewangi. Setelah
mengikuti jalan ini beberapa saat ke arah selatan, dia melihat pemukiman kecil
penduduk asli yang hanya terdiri dari beberapa rumah. Lord Sempill’s, yang
hanya makan delapan biskuit dari Sabtu malam hingga Selasa sore, mencoba
menunjukkan kepada penduduk desa bahwa dia sangat lapar, apa yang dia katakan
mereka tidak mengerti. Namun dia akhirnya berhasil menjelaskannya kepada
mereka, terutama melalui bahasa isyarat, dan setelah ini dilakukan, penduduk
kampung berusaha memberinya minuman dan makanan. Lord Sempill sangat terkesan
dengan keramahan yang dia terima dari penduduk asli yang rendah hati ini. Akhirnya
sebuah bus datang dari arah Sitoebondo.

Dalam beberapa hari Lord Sempill’s mulai bisa mengatasi
masalahnya. Berbeda dengan Robinson Crusoe yang begitu lama, pakaiannya tidak
terpakai lagi dan harus membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan vegerasi yang
ada di pulau. Robinson Crusoe hanya hidup dengan sisa pakaian di badan saat
mendarat di pulau. Tidak demikian dengan
Lord Sempill’s, yang dompetnya masih utuh sehingga masih ada
uang untuk membayar bus ke Banjoewangi dan mendapat layanan hotel di kota untuk
menginap sambil menunggu bantuan datang dari lapangan terbang Soerabaja.


Lord Sempill’s tiba di malam hari, di hotel
bertemu seorang pria Soerabaja, Ten Have, yang sangat membantunya. Kemudian
seorang karyawan salah satu perusahaan minyak juga datang, dan bersamanya, Lord
Sempill mengatur pengangkutan bensin ke pesawatnya. Siang itu juga, sekitar
pukul 11 mereka berangkat dengan perahu motor dari KPM menuju Tandjong Merak,
di mana mereka tiba sekitar pukul tiga dini hari. Sekitar pukul lima, dengan
bantuan beberapa penduduk asli yang telah dibawa ke atas kapal, bensin dibawa
ke darat di tempat yang ditandai oleh Lord Sempill’s untuk perjalanannya. Dari
sini masih harus bersusah payah beberapa kilometer melewati alang-alang tinggi
untuk mencapai pesawat. Setelah mengisi bahan bakar, Lord Sempill’s naik ke
pesawat, mesin dihidupkan, meskipun medannya tidak menguntungkan, lepas landas sangat
sukses. Dua jam kemudian dia tiba di Darmo (Soerabaja), benar-benar lelah, tapi
senang petualangannya berakhir dengan baik. Atas semua bantuan yang diberikan
kepadanya, Lord Sempill’s sangat berterima kasih, terutama atas pengiriman
kapal terbang angkatan laut, dimana dia pergi secara pribadi untuk
mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada komandan Morokrembangan.

Di Banyuwangi, meski tidak diinginkan, fakta
bahwa belum lama telah terjadi landing dan take-off di Tanah Banjoewangi.
Apakah ini pertanda bahwa di wilayah Banjoewangi sudah seharusnya ada lapangan
terbang dibangun?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pendaratan Darurat Lord Sempill’s 1935 dan Bom Jepang
1942: Realisasi Lapangan Terbang Pada Masa Kini

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Islam di Kanada [bagian 2]

Empat foto tentang Jakarta di sekitar tahun 1900

Iklan

Recommended Stories

Felix Siauw Bicara De-Islamisasi Generasi Muda

12.08.2017

Menggunakan Rental Mobil Murah

17.02.2012

Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )

25.12.2016

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?