Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banyuwangi (15):Pelabuhan di Kota Banyuwangi, Dimana Kapan? Pelabuhan Banjoewangi, Pelabuhan Boom, Masa Kini

Tempo Doelo by Tempo Doelo
31.05.2023
Reading Time: 6 mins read
0
al-Syamil fi Ushuluddin (الشامل في أصول الدين)
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Ada
yang menyebut Pelabuhan Boom sudah eksis sejak era Majapahit? Bagaimana bisa.
Yang jelas pelabuhan tertua di wilayah Banyuwangi berada di Balambangan di
daerah aliran sungai Blambangan (kini sungai Setail). Kota Banyuwangi sendiri
adalah kota baru, tempat pemukiman baru yang terbentuk pada era VOC. Lalu
apakah sudah adalah Pelabuhan Boom? Namun semua itu adalah prosesnya dari awal
hingga era Pelabuhan Boom dan kini era Pelabuhan Ketapang.


Pelabuhan
Ketapang adalah sebuah pelabuhan feri di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro,
Banyuwangi yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali via perhubungan laut
(Selat Bali). Pelabuhan dapat dicapai dengan melewati Jalan Gatot Subroto.
Pelabuhan Ketapang berada dalam naungan dan pengelolaan dari ASDP Indonesia
Ferry. Pelabuhan ini dipilih para wisatawan yang ingin menuju Pulau Bali
menggunakan jalur darat. Setiap harinya, ratusan perjalanan kapal feri melayani
arus penumpang dan kendaraan dari dan ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk
di Bali. Rata-rata durasi perjalanan yang diperlukan antara Ketapang –
Gilimanuk atau sebaliknya dengan feri ini adalah sekitar 1 jam. Pelabuhan ini
akan terintegrasi dengan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi yang masih dalam
tahapan perencanaan

(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah pelabuhan di kota
Banyuwangi, dimana dan kapan? Seperti disebut di atas di wilayah Banyuwangi juga
terdapat pelabuhan sejak masa lampau. Pelabuhan di Banyuwangi masa ke masa Pelabuhan
Boom hingga pelabuhan masa kini di Ketapang. Lalu bagaimana sejarah pelabuhan
di kota Banyuwangi, dimana dan kapan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan
sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pelabuhan di Kota Banyuwangi, Dimana dan Kapan?
Pelabuhan Banjoewangi, Pelabuhan Boom dan Kondisi Masa Ini

Situasi dan kondisi area pelabuhan Banyuwangi yang
sekarang, sebenarnya sangat berbeda dengan kondisi dan situasi tempo doeloe.
Namun siapa yang peduli. Akan tetapi sejarah tetaplah sejarah. Untuk memulai
memahaminya dalam sejarah kota Banyuwangi, pelabuhan Banyuwangi sebagaimana pada
Peta 1883 terletak di dua sisi (pulau) Boom (sebelah barat dan sebelah timur).
Sisi sebelah timur langsung ke laut lepas (terutama untuk koneksi kapal-kapal
besar di lepas pantai). Sedangkan sisi barat merupakan suatu selat sempit yang
di arah utara dibangun tanggul/batang penghalang (boom).


Di atas boom ini dibangun jalan/jembatan yang menghubungkan kota/benteng
Banyuwangi dengan pulau. Perlu dicatat bahwa pulau boom sendiri adalah daratan
yang terbentuk baru di masa lampu karena proses sedimentasi jangka panjang. Artinya,
pulau (gumuk/gundukan pasir) ini dulunya tidak ada, sehingga pelabuhan awal Banyuwangi
pada mulanya berada di sekitar muara sungai Banyuwangi (sisi selatan benteng).
Dengan kata lain saat itu benteng (Fort Utrecht) langsung menghadap laut lepas.
Perahu-perahu saat itu dari sisi selatan benteng dapat lalu lalang ke arah hulu
sungai hingga di dekat rumah bupati Banyuwangi (sekitar alun-alun yang
sekarang). Pada masa inilah pelabuhan Banyuwangi disebut pelabuhan Haven
Banjoewangi.

Pulau pasir (pulau Boom) pada peta-peta lama belum/tidak
terindentifikasi. Pulau pasir tersebut baru diidentifikasi pada Peta 1817. Pulau
pasir ini seakan menjadi penghalang (barrier) terhadap benteng dari gelombang
laut/ombak di sekitar selat Bali. Pulau pasir yang terbentuk ini menjadi
jangkar penting dalam proses perluasan pembentukan daratan baru. Di satu sisi,
semakin luas mendekati daratan (benteng_ dan di sisi lain semakin meluas
memasuki perairan (selat).


Sejatinya selat Bali bukanlah laut dangkal, tetapi
juga bukan laut dalam. Sungai Banyuwangi berperan penting dalam terbentuknya
pulau pasir (pulau Boom), yang mana sungai membawa massa padat dari arah
pedalaman di lereng gunung Raung. Massa padat ini berupa lumpur dan sampah
vegetasi, yang boleh jadi di masa lampau gunung Raung sangat aktif dan kerap meletus.
Arah jatuhnya debu vulkanik ke tenggara di wilayah Banyuwangi, yang menjadi hulu
dari sungai-sungai seperti sungai besar sungai Setail dan sungai Banyuwangi
(dulu disebut sungai Gattak).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pelabuhan Banjoewangi, Pelabuhan Boom dan Masa Ini:
Pelabuhan Ketapang

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Pendidikan (15): Pionir Pendidikan Indonesia Semasa Willem Iskander, Haji Dja Endar Moeda Soetan Casajangan SG Moelia

Wajah masyarakat Jawa dalam jepretan Kassian Céphas di sekitar penghujung abad ke-19 (2)

Iklan

Recommended Stories

Geng Motor Paling Sangar, Janji Jaga Masjid di Selandia Baru

Geng Motor Paling Sangar, Janji Jaga Masjid di Selandia Baru

20.03.2019
Sempurnakan Amalan dengan Doa Agar Diterima

Pantai Pangandaran, Primadonanya Jawa Barat

03.09.2016

Tehnik Pasang iklan dengan Link Building

15.06.2010

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?