Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Cirebon (29): Indramayu di Wilayah Cirebon Bermula Kampong Kecil; Daerah Aliran Sungai Cimanuk Hulu di Pedalaman

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.05.2023
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Bagaimana
sejarah Indramyu? Nah, itu dia. Seperti sejarah asal-usul kota atau wilayah di
berbagai tempat hanya dikisahkan saja. Namanya kisah, entah kapan itu terjadi.
Namun sejarah adalah narasi fakta dan data. Dalam hal inilah ada perbedaan
antara kisah dengan sejarah. Kisah itu sendiri di berbagai daerah disebut
seperti babad, tambo, hikayat dan turi-turian. Satu yang pasti sejatahj
Indramayu bermula di daerah aliran sungai Cimanuk.

 

Pendiri Indramayu. Di daerah Bagelen di Banyu Urip
tinggallah Tumenggung Bernama Gagak Singalodra, lima orang putra, diantaranya Raden
Bagus Arya Wiralodra, putra ketiga berjiwa besar ingin membangun suatu Negara diwariskan
kelak. Raden Wiralodra menjalankan tapa brata di perbukitan Melayu di Gunung
Sumbing. Setelah tiga tahun, mendapat wangsit “apabila engkau ingin berbahagia
serta keturunanmu dikemudian hari, pergilah merantau ke arah matahari terbenam
dan carilah lembah Sungai Cimanuk. dan tebanglah hutan belukar secukupnya untuk
mendirikan sebuah pendukuhan dan menetaplah di sana. Kelak tempat itu akan subur
dan makmur dan akan memerintah di sana”. Raden Arya Wiralodra kembali ke Banyu
Urip menyampaikan wangsit kepada Ayahandanya. “ Hai Anakku Wiralodra betapapun
berat hati ayah melepaskanmu mencari Sungai Cimanuk, ayah menghargai,
berhati-hatilah hidup di rantau orang, bawalah Tinggil untuk menyertai
perjalananmu.” Diceritakan bahwa perjalanan Raden Wiralodra dan Ki Tinggil
memakan waktu 3 tahun. Ia pun terus berjalan menuju arah matahari tenggelam.
Akhirnya suatu senja, sampai di sebuah sungai yang amat besar, betapa sukaria
hatinya karena disangka sungai itu adalah Sungai Cimanuk yang sedang dicarinya.
Berkata Raden Wiralodra pada Ki Tinggil, “ Rupanya inilah Sungai Cimanuk yang
sedang kita cari.”Ki Tinggil menjawab, “Hamba pikir lebih baik ambil istirahat
sampai besok pagi.” Pada keesokan paginya ada seorang kakek yang memperhatikan
Raden Wiralodra dan Ki Tinggil yang tertidur lelap, kakek itu mendekati lalu
berkata, “Hai kisanak, siapakah kalian bedua? Kenapa tidur di situ?” Ki Tinggil
dan Raden Wiralodra terkejut melihat kakek yang tiba-tiba ada di hadapannya
lalu Raden Wiralodra menjawab, “kek kami tertidur dan perlu kakek ketahui bahwa
Saya Raden Wiralodra dan Ki Tinggil. Kami dari Banyu Urip”. Kemudian Raden
Wiralodra bertanya sambil menatap wajah kakek tersebut.“kek, apakah ini Sungai
Cimanuk yang selama ini saya cari?”
(https://indramayukab.go.id/) 

Lantas bagaimana sejarah Indramayu di wilayah
Cirebon bermula kampong kecil? Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah
haruslah dipisahkan cerita atau kisah di satu sisi dan fakta dan data di sisi
lain. Untuk memahami asal usul kota Indramayu yang kemudian menjadi nama
wilayah harusnya mempelahari daerah aliran sungai Cimanuk berhulu di pedalaman.
Lalu bagaimana sejarah Indramayu di wilayah Cirebon bermula kampong kecil? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Indramayu di Wilayah Cirebon Bermula Kampong Kecil;
Daerah Aliran Sungai Cimanuk Berhulu di Pedalaman

Indramajoe sebagai tempat, besar dugaan masih baru. Bahkan
masih jauh lebih tua dari nama tempat (kampong) Cirebon. Nama (kampong) Cirebon
sudah dikenal pada era VOC. Pada Peta 1724 sudah diidentifikasi di suatu teluk,
dimana terdapat benteng (VOC). Lalu bagaimana dengan nama tempat (kampong)
Indramajoe?


Dalam laporan Portugis (Tome Pires, 1520) tidak menyebut nama kampong
(pelabuhan) Cirebon. Yang disebut hanya Karawang, Cimanuk. Tome Pires sudah
mengindetifikasi Demak sebagai kota pelabuhan besar. Lalu kapan Chirebon
muncul? Masih seputar era Portugis dimana kemudian tiga pemimpin Islam kota pelabuhan
(Demak, Cheribon dan Banten) melakukan ekspansi ke wilayah Pakwan Padjajaran
(yang beragama Hindoe).

Dalam Peta 1724 nama tempat Indramajoe sudah
diidentifikasi dimana terdapat benteng VOC (sebagaimana halnya di teluk
Cheribon). Di benteng Indramajoe inilah kemudian kota Indramajoe mulai tumbuh
dan berkembang hingga ke hari ini. Indramajoe menjadi penting karena tidak
hanya terdapat benteng, juga dibangun gudang VOC (loge) yang menjadi pusat
pengumpulan hasil komoditi. Benteng di Indramajoe bukanlah benteng beton, tetapi
benteng alam (veldschans) (lihat Bataviasche koloniale courant, 28-12-1810).
Kemungkinan dibangun dengan menggali parit dan tanahnya menjadi tembok
pertahanan.
 dan pusat distribusi komoditi luas.


Pada 1817 (era Pemerintah Hindia Belanda) di (kampong) Indramajoe di
daerah aliran sungai Tjimanoek benteng masih tetap dianggap penting (fungsi
pertahanan). Namun kota ini secara perdagangan tidak lagi penting karena pada
tahun 1809 pada masa GG Daendels sudah dibangun jalan pos trans-Java dari Bandoeng
ke Cheribon via Carang Sambong. Celakanya posisi Carang Sambong ini jauh di
pedalaman di daerah aliran sungai Tjimanoek. Ini dengan sendirinya arus
perdagangan tidak lagi sepenuhnya melalui sungai (Tjimanoek) tetapi melalui
(pelabuhan) Cheribon. Kampong Indramajoe tetap sepi sendiri di daera hilir
(dekat laut/muara sungai). Ibarat pepatah lama kota Indramajoe layu sebelum
berkembang. Hanya satu yang relative berubah cepat di Indramajoe, yakni daera
sekitar muara pulau di uara sungai Tjimanoek semakin menyatu dan akhirnya
menyatu dengan daratan. Sekali lagi, kampong/kota kecil Indramajoe seakan
semakin jauh ke pedalaman (karena adanya jalan pos/perdaganga) juga seakan
semakin jauh ke laut. Indramajoe semakin terkurung di daerah yang basah (banyak
rawa-rawa).

Nah, lalu sejak kapan kampong Indramajoe terbentuk?
Seperti disebut di atas, masih tergolong baru. Itu baru terjadi setelah
terbentuk daratan Indramajoe di sekitar muara sungai Tjimanoek Disebut sekitar
karena tidak berada tepat di muara sungai. Sebab muara sungai (Tjimanoek) yang
terus maju memasuki perairan/laut (dari waktu ke waktu sejak zaman kuno). Pada
permulaan pembentukan daratan area sekitar muara (yang menjadi pintu masuk ke
daerah hulu) pastilah kawasan berair, rawa-rawa yang tidak mungkin dapat
dijadikan tempat tinggal. Proses sedimentasi jangka lambat laun rawa-rawa
menjadi daratan baru, yang semakin lama semakin stabil lahannya untuk dijadikan
pemukiman/pertanian.


Tidak terinformasikan sejak kapan di benteng Indramajoe terbentuk perkampongan.
Tidak pula diketahui yang mana yang lebih dulu eksis. Sebab nama benteng biasanya
merujuk pada nama geografis penting (sebagai penanda navigasi) yakni kampong,
muara sungai kecil, danau (laguna) atau bukit rendah. Sedangkan nama Indramajoe
sendiri terinformasikan seiring dengan kehadiran benteng. Lalu jika sulit
menemukan informasi sejak kapan adanya kampong Indramajoe, demikian juga sulit
menentukan nama (sungai) Tjimanoek sendiri. Seperti disebut di atas, nama Tjimanoek
sudah diidentifikasi sebagai nama pelabuhan pada awal era Portugis. Dalam hal
ini nama sungai Tjimanoek (sebagaimana lazimnya) merujuk pada nama kampong di
muara sungai. Besar dugaan bahwa kampong/pelabuhan Tjimanoek pada era Portugis
jauh berada di pedalaman, Seperti pada artikel sebelumnya posisi
kampong/pelabuhan Tjimanoek ini kini berada di arah hulu Lohbener. Nama
kampong/pelabuhan Tjimanoek telah lama menghilang, namun nama itu tetap lesttari
sebagai nama sungai (dan kemudian nama wilayah). Pada Peta 1897 tampaknya telah
terjadi penambahan pulau baru di muara sungai Tjimanoek. Peta 1897

Tunggu deskripsi lengkapnya

Daerah Aliran Sungai Cimanuk Berhulu di Pedalaman: Indramajoe
dan Air Mengalir Sampai Jauh

Wilayah (kabupaten) Indramayu yang sekarang, sejatinya
berada di daerah hilir aliran sungai Cimanuk (sungai yang panjang berhulu di
Priangan Timur/Garut). Sungai Cimanuk dari masa ke masa muaranya terus bergeser
memasuki perairan/laut Jawa. Muaranya di masa lampau bahkan berada di Ampel
atau bisa lebih jauh ke pedalaman di Djati Toejoeh. Garis pantai zaman kuno ini
dari Djati Toejoe ke barat di (kecamatan) Terisi hingga (kecamatan) Binong di
(kabupaten) Soebang. Hal itulah mengapa kini ditemukan gigi yang diduga gigi
ikan hiu purba.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Cirebon (30): Tegal, Tagal Tetangga Cirebon di Pantai Utara Jawa; Gunung Tagal hingga Gunung Ciremai Jauh di Padalaman

Suasana di kamp tahanan Siringo-ringo, Labuhanbatu, setelah Jepang kalah perang, 1945 (2)

Suasana di kamp tahanan Siringo-ringo, Labuhanbatu, setelah Jepang kalah perang, 1945 (2)

Iklan

Recommended Stories

Minhajul ‘Arifin (منهاج العارفين)

Tiket Masuk TERBARU & Wahana di Hawai Waterpark Malang

28.06.2019

Resep Cara Membuat Gulai Sapi Empuk Spesial Praktis

03.08.2014

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Pasar dan pedagang

27.12.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?