Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (43): Awal Penduduk Solo di Soerakarta; Era Sungai Bengawan hingga Kampong Baru di Semanggi dan di Sala

Tempo Doelo by Tempo Doelo
18.01.2023
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini  

Manusia Solo adalah satu hal. Populasi
penduduk Solo di Surakarta adalah hal lain lagi. Manusia Solo (Homo soloensis),
era pra-sejarah adalah hal yang belum terjelaskan. Dalam hal ini yang ingin
kita jelaskan adalah populasi awal penduduk Solo di Surakarta pada era sejarah.
Bukti era sejarah yang baik adalah keberadaan candi-candi dan prasasti-prasasti
yang ditemukan di pulau Jawa khususnya yang dekat dengan wilayah Surakarta.
Candi dan prasasti adalah bukti keberadaan populasi yang sangat maju.


Manusia
Solo, Solo Man (Homo erectus soloensis, Homo soloensis) adalah manusia purba hidup
di daerah sungai Bengawan Solo. Subspesies punah dianggap segolongan Homo
neanderthalensis di Asia, Eropa dan Afrika. Fosil Homo erectus soloensis
ditemukan di Ngandong (Blora), Sangiran, dan Sambungmacan (Sragen). Von
Koenigswald membagi lembah Kali Solo tiga lapisan: Lapisan Jetis (Pleistosen
Bawah), tempat ditemukannya Pithecanthropus robustus, Homo mojokertensis,
Meganthropus paleojavanicus; Lapisan Trinil (Pleistosen Tengah), tempat ditemukannya
Pithecanthropus erectus; Lapisan Ngandong (Pleistosen Atas), tempat
ditemukannya Homo soloensis, Homo wajakensis. Diperkirakan, makhluk ini
merupakan evolusi dari Pithecanthropus/Homo mojokertensis. Pada 2011, para ahli
memperkirakan H. e. soloensis berusia antara 143.000 hingga 550.000 tahun. Sebagian
pakar paleoantropologi berpikir bahwa manusia-manusia Mongoloid dari Asia, manusia
Australoid Australia bertemu di Jawa. Namun ada teori yang menyatakan bahwa
justru Jawalah asal muasal mereka. Dari Jawa, Homo e. soloensis yang berciri
fisik Mongoloid lalu menyebar ke Asia melalui Paparan Sunda, sedangkan Homo
wajakensis yang berciri Australoid (Papua, Aborigin, dll.) menyebar ke
Australia melalui Paparan Sahul. Teori Jawa sebagai tempat asal peradaban purba,
fakta bahwa pulau berada di khatulistiwa dengan iklim ideal bagi kehidupan
manusia. Kepunahan manusia purba berkaitan badai meteor sekitar 12.000 tahun
lalu, diduga membinasakan manusia purba dan hewan raksasa seperti dinosaurus
dan mammoth. Penyebab punahnya Homo erectus soloensis masih teka-teki
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah populasi awal penduduk
Solo di Surakarta? Seperti disebut di atas, kita tidak membicarakan populasi
dari era Manusia Solo pada era pra-sejarah, tetapi populasi awal penduduk Solo era
sejarah sejak era awal sungai Bengawan hingga kampong baru seperti kampong Semanggi
dan Sala. Lalu bagaimana sejarah populasi awal penduduk Solo di Surakarta? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Populasi Awal Penduduk Solo di Surakarta; Era Awal Sungai
Bengawan hingga Kampong Baru di Semanggi dan Sala

Ingin menarik garis antara nama Manusia Solo (Solo
Man) dengan populasi penduduk awal Solo, tetapi Manusia Solo berada di Sangiran
(Sragen). Itu satu hal. Sebab pemberian nama Manusia Solo baru belakangan,
setelah kota Solo terbentuk, di tempat yang berbeda dimana ditemukan Manusia Solo
di Sangiran. Oleh karena itu Manusia Solo hanya sekadar penamaan dengan nama Solo.
Dalam hal ini, ingin mengetahui populasi awal penduduk Solo yang dimulai di
kampong/kota Solo. Nama Solo kemudian menjadi nama ganti untuk tempat dimana
kraton Hadiningrat dibangun di Kartosuro (relokasi dari Soerakarta).


Lepas dari soal yang mana lebih dulu eksis, tempat kraton dibangun baru
(disebut Soerakarta) adalah tempat yang berbeda dengan kampong Sala yang berada
lebih dekat dengan sisi utara sungai Bengawan. Nama kampong/kota Sala kemudian
disebutkan dengan lafal Solo. Dua nama tersebut kemudian dalam perkembangannya
muncul ke permukaan, bersaing untuk saling menggantikan: Soerakarta atau Sala/Solo.
Dalam hal inilah ingin mengetahui populasi awal penduduk Solo (yang juga dapat
disebut populasi awal penduduk Soerakarta—bukan Kortosura). Peta 1817

Populasi awal penduduk Solo, seberapa banyak, tidak
diketahui secara pasti. Namun sebelum melihat perkembangannya lebih lanjut,
pemahaman harus dimulai dari kampong/kota Sala/Solo itu sendiri. Seperti kita
lihat nanti pada tahun 1900, populasi penduduk kota Solo atau kota Soerakarta
sudah mencapai 105.000. Sudah tentu jumlah sebanyak ini berawal dari jumlah
kecil yang dimulai dari kampong/kota Sala/Solo. Mengapa?


Sebelum terbentuk kampong Sala dan kemudian lebih popular Solo, di sisi
utara sungai Semanggi, nama sungai sendiri (Semanggi) diduga kuat merujuk pada
nama kampong/kota Semanggi. Nama sungai Semanggi berada di hilir, sedangkan di
wilayah hulu disebut sungai Bengawan. Nama sungai disebut sungai Bengawan juga
diduga kuat merujuk pada nama kampong/kota Bengawan. Oleh karenanya, sebelum
terbentuk kampong/kota Sala, dan kemudian bergeser menjadi Solo, nama sungai
sudah eksis sejak lama sungai Bengawan dan sungai Semanggi. Dalam
perkembangannya nama sungai Semanggi bersaing dengan nama sungai Solo, yang
lambat laun nama sungai Semanggi menghilang dan yang selalu disebut sungai Solo
(nama sungai Bengawan masih eksis di wilayah hulu).

Seperti halnya penamaan suatu daerah (gewest), nama
kota (gemeente) juga merujuk pada berbagai asal. Namun yang sering terjadi
adalah nama kampong/kota menjadi nama wilayah maupaun nama kota. Hal itu karena
dari kampong/kota inilah pusat pemerintahan (colonial) bermula (hoofdplaat). Di
berbagai wilayah, pusat pemerintahan colonial ini dimulai dari benteng (fort)
atau area dimana populasi Eropa/Belanda bermukim.


Terbentuknya kota Semarang bermula dari benteng (Fort Semarang). Nama
benteng disebut Semarang karena berada di sisi timur sungai Semarang. Nama
sungai Semarang merujuk pada nama kampong/kota awal Semarang. Hal serupa juga
dengan awal terbentuknya kota Soerabaja. Sedangkan kota Batavia juga bermula
dari benteng (Kasteel) Batavia, meski nama kampong/kota Jakarta (tempat dimana
kraton kerajaan Jakarta) sudah lama eksis. Nama Batavia, dimana terdapat
benteng yang menjadi area pemukiman awal orang Eropa/Belanda, dalam
perkembangannya nama Batavia menjadi nama kota (Stad Batavia), nama wilayah (Province/Residentie
Batavia) dan kota pradja (Gemeente). Lalu bagaimana denga kota Sala/Solo atau
kota Soerakarta? Mirip Batavia tetapi ada perbedaannya. Peta 1859

Pada tahun 1851 populasi penduduk (Residentie) Soerakarta
sebanyak 500.000 jiwa, sementara di (Residentie) Jogjakarta sebanyak 350.000 (lihat
Albertus Ascanius Heusden, 1851). Jumlah tersebut sudah termasuk orang Cina, Arab,
Moor dan lainnya. Berdasarkan Peta 1859, kota Soerakarta sudah terbentuk,
diidentifikasi yang merupakan area kraton dan area orang Eropa/Belanda. Nama
Solo sendiri dalam hal ini sudah sejak lama ada, diidentifikasi pada Peta 1817
dan disebut dalam berita 1826 (lihat Leydse courant, 30-01-1826). Disebutkan Luitenant
Colonel Cochius berangkat dari Djocjakarta menuju Solo. Saat ini belum lama
terjadi Perang Jawa. Dalam peta ini di luar kota Soerakarta salah satu kampong
diidentifikasi sebagai kampong Semanggi.


Dalam Peta 1859 wilayah kota, area kraton plus area pemukiman
Eropa/Belanda dipisahkan oleh jalan utama dari barat ke arah sisi utara sungai
Bengawan (kini jalan Slamet Riyadi dan jalan Mayor Sunaryo). Area Eropa/Belanda
di seberang kraton, dari jalan utama hingga ke arah belakang hingga sungai Kali
Pepe (termasuk benteng). Pada unjung jalan utama ini, sungai kecil dari arah
belakang kraton bermuara ke sungai Kali Pepe yang kemudian ke hilir sungai bermuara
di sungai Bengawan Solo. Dengan demikian, kota Soerakarta (merujuk pada nama
kraton) dibatasi sungai Kali Pepe dan anak sungainya, dimana di bagian dalam area
kraton dan area Eropa/Belanda dibatasi jalan utama. Di ujung jalan utama di
bagian hilir Kali Pepe ke arah sungai Bengawan diidentifikasi perkampongan yang
disebut kampong Demangan. Di arah hulu kampong Demangan ini di sisi sungai
Bengawan terdapat kampong lama, kampong Semanggi (nama yang diduga menjadi nama
sungai pada era VOC sebagai sungai Semanggi). Dalam peta-peta VOC seperti Peta
1696, Peta 1700, Peta 1724 belum ada nama-nama tempat yang diidentifikasi di
wilayah kota Soerakarta/Solo berada (mungkin masih kampong-kampong kecil saja).
Namun nama (sungai) Semanggi sudah diidentifikasi pada Peta 1700. Dalam hal
inilah diduga nama Semanggi lebih dulu eksis dari yang lainnya, seperti nama kampong
Sala dan kampong Demangan serta kampong Kalangan di arah hilir.

Area orang Eropa/Belanda berkembang di seputar
benteng, yakni di sebelah barat benteng (kini jalan Jend Sudirman) dan sebelah
timur benteng dimana terdapart loge (kini jalan Kapten Mulyadi). Area orang
Eropa/Belanda semakin meluas ke arah barat laut benteng sepanjang sungai Kali
Pepe (kini jalan Arifin). Erea orang Eropa/Belanda inilah yang pada Peta 1817
diidentifikasi Solo (nama yang dipertukarkan dengan Soerakarta sebagai penanda
kota). Dalam perkembangannya area orang Eropa/Belanda semakin meluas ke sisi
lain sungai Kali Pepe (baik ke arah barat laut maupun ke arah tenggara hingga
sisi sungai sungai Bengawan/sungai Solo. .

Tunggu deskripsi lengkapnya

Era Awal Sungai Bengawan hingga Kampong Baru di
Semanggi dan Sala: Era Perdagangan Sungai dari Muara dan Peradaban Candi-Candi
di Pegunungan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Sejarah Surakarta (44): Awal Mula Islam di Surakarta; Terbentuknya Kota-Kota Islam di Pantai Utara Jawa hingga Kerajaan Pajang

Sejarah Surakarta (44): Awal Mula Islam di Surakarta; Terbentuknya Kota-Kota Islam di Pantai Utara Jawa hingga Kerajaan Pajang

Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya?

Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya?

Iklan

Recommended Stories

Sekilas Sejarah Politik Islam  ERA PERTAMA

Sekilas Sejarah Politik Islam ERA PERTAMA

09.08.2014
Bantah Tuduhan Makar, Keterangan Ketua GNPF MUI Bikin Umat Islam Bangga

Bantah Tuduhan Makar, Keterangan Ketua GNPF MUI Bikin Umat Islam Bangga

03.05.2017
Kompleks Candi Arjuna – Candi Hindu Tertua di Indonesia

Kompleks Candi Arjuna – Candi Hindu Tertua di Indonesia

16.09.2012

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?