Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (621): Tijdschrift voor Indische Taal-, Land-en Volkenkunde; Kon.Ins.voor Taal, Land en Volken.(KITLV)

Tempo Doelo by Tempo Doelo
30.05.2022
Reading Time: 23 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































false
IN


























































































































































Lembaga baru ini kemudian menerbitkan jurnal yang diberi nama Bijdragen
tot de Taal-, Land- en Volkenkunde VAN NEÊKLANDSCH INDIE. Percetakan yang
mencetak adalah Nijhoff. Penerbitan pertama tahun 1853. Jurnal edisi pertama
ini, pada atikel pertama berjudul Palembang in 1811 en 1812. Dengan terbitnya
jurnal baru yang khurus tentang Hindia Belanda telah memperbanyak jumlah jurnal
yang membicarakan secaara khusus tentang Hindia. Selain yang terbit di Batavia,
kini ada yang terbit di Belanda.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Pada tahun 1851 di Batavia sudah terbit jurnal kedokteran. Jurnal ini
diterbitkan oleh perhimpunan dokter di Hindia Belanda, yang kebetulan bersamaan
dengan pendirian sekolah kedokteran pribumi tahun 1851. Sekolah kedokteran ini
kemudian dikenal sebagai Docter Djawa Shool (kelak menjadi STOVIA).

Sehubungan
dengan penerbitan jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde  di Belanda yang diterbitkan Koninklijk
Instituut VOOR DE TAAL-, LAND- EN VOLKENKUNDE VAN NEÊKLANDSCH INDIE, pada tahun
1853 di Batavia lembaga ilmu pengetahuan Batavia Bataviaasch Genootschap van
Kunsten en Westenschappen menerbitkan jurnal baru yang khusus dengan tema yang
sama yang diberi nama Tijdschrift voor Indische Taal-, Land-en Volkenkunde.

ADVERTISEMENT

Seperti halnya jurnal kedokteran Hindia
Belanda dan jurnal Taal-, Land-en Volkenkunde, perhimpunan ahli dan peminat
ilmu alam di Batavia juga pada tahun 1854 menerbitkan jurnal baru. Sementara
jurnal yang pertama di Hindia Belanda Tijdschrift voor Neerland’s Indie. Dengan
demikian, hingga tahun 1854 semua bidang ilmu pengetahuan yang terkait dengan
Hindia Belanda sudah terpenuhi yang dapat mencakup semua  bidang perhatian dan semua pengetahuan yang
dibutuhkan oleh masyarakat di Hindia Belanda (umum, kedokteran, bahasa, tanah,
etnologi, ilmu pengetahuan alam).

Dua
lembaga yang ada, satu di Batavia (Bataviaasch Genootschap van Kunsten en
Westenschappen) dan satu di Belanda (Koninklijk Instituut VOOR DE TAAL-, LAND-
EN VOLKENKUNDE VAN NEÊKLANDSCH INDIE) telah menjadi wadah bagi para ahli dan
peminat tentang yang berkaitan ilmu dan pengetahuan di Hindia Belanda.
Jurnal-jurnal yang diterbitkan menjadi media pengembangan ilmu dan pengetahuan
tentang Hindia Belanda.

Dalam perkembangannya, jurnal-jurnal yang
diterbitkan tentang Hindia Belanda semakin banyak. Hal ini seiring dengan
semakin banyaknya para ahli yang bekerja di Hindia Belanda dan juga semakin
banyaknya perhimpunan profesi yang dibentuk.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Koninklijk Instituut voor
Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV): Leiden dan Jakarta

Seperti
yang dikutip di ayas, KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
(KITLV) hingga pada masa ini masih eksis. Lembaga ini kini telah
bertransformasi menjadi lembaga dengan yang dalam bahasa Inggris disebut Royal
Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies. Salah satu
jurnal yang diterbitkan adalah Journal of the Humanities and Social Sciences of
Southeast Asia (BKI).

Jika memperhatikan sejarahnya ke awal. Lembaga
kerajaan (Koninklijk Instituut) yang dibentuk di Belanda yang salah satu
bagiannya membidangi secara jkhusus Hindia Belanda disebut  Koninklijk Instituut VOOR DE TAAL-, LAND- EN
VOLKENKUNDE VAN NEÊKLANDSCH INDIE dimana pada tahun 1953 diterbitkan jurnal
Bijdragen tot de Taal-,
Land- en Volkenkunde VAN NEÊKLANDSCH INDIE. Dalam hal ini jurnal Bijdragen tot
de Taal-, Land- en Volkenkunde secara khusus dinyatakan VAN NEÊKLANDSCH INDIE. Pada
saat ini keanggota lembaga terdiri dari Anggota Kehormatan (pangeran Belanda), Dewan
Pengurus Pusat, Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa. Pada tahun 1864 salah
satu angota luar biasa,, yang berasal dari pribumi adalah Sati Nasoetion alias
Willem Iskander, kepala sekolah guru di Tanobato, Afdeeling Angkola Mandailing,
Residentie Tapanoeli. Willem Iskander adalah kakek buyut dari Prof Andi Hakim
Nasution (rektor IPB 1978-1987). Lalu lembaga ini kemudian pada tahun 1865
cakupan lembaga dan jurnal yang diterbitkan diperluas untuk seluruh wilayah
koloni Belanda termasuk di Amerika Selatan (Suriname, dan Curacao). Pada tahun
1868 kantor di Delft direlokasi ke Leiden.

Lantas
bagaimana dengan eksistensi lembaga ilmu pengetahuan Batavia yang telah
dibentuk sejak era VOC, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Westenschappen
(1787)? Tampaknya telah berakhir seiring dengan pendudukan Jepang tahun 1942.
Dengan sendirinya semua jurnal yang diterbitkan di Hindia Belanda (sejak 1838)
telah berakhir. Tentu saja lembaga Koninklijk Instituut di Belanda tetap eksis.
Demikian juga jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde VAN
NEÊKLANDSCH INDIE tetap terbit.

Seperti yang dikutip di atas, Bijdragen tot de
Taal-, Land- en Volkenkunde VAN NEÊKLANDSCH INDIE yang terbit pertama 1851 juga
berakhir pada tahun 1948. Setelah melayani ilmu pengetahuan di Hindia Belanda
selama sekitar satu abad harus berakhir. Sebagaimana diketahui pada tahun 1949
Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Seiring itu dan dengan berakhirnya
Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde VAN NEÊKLANDSCH INDIE, maka
kemudian nama Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde berubah nama dengan
cakupan yang lebih luas Asia Tengggar (plus Oceania) dengan nama lembaga haanya
disebut Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV).

Nama
Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde  (KITLV) yang tetap eksis di Belanda (Leiden), Sejak
tahun 1851 Koninklijk Instituut voor Taal –, Land – en Volkenkunde (KITLV)
mengkhususkan pada pengumpulan informasi dan memajukan penelitian mengenai
keadaan masa kini dan lampau daerah-daerah bekas koloni Belanda dan wilayah
sekitarnya. KITLV yang berpusat di Leiden, membuka perwakilannya di Jakarta
pada tahun 1969 (lihat situs KITLV).

KITLV-Jakarta bekerja sama dengan Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah
dan menerbitkan karya-karya ilmiah tentang Indonesia dan Asia Tenggara pada
umumnya.

Dengan
berkantor di Jakarta, kami menyatakan pentingnya arti Indonesia dalam rangka
menghimpun koleksi bagi lembaga ini. Kegiatan di KITLV-Jakarta secara
operasional terbagi menjadi tiga kategori, yaitu koleksi, digitalisasi, dan
terbitan. KITLV-Jakarta juga mengadakan pameran dengan tema sesuai profilnya
dan peluncuran buku. KITLV-Jakarta melaksanakan program penerbitan karangan
akademis bersama dengan penerbit-penerbit Indonesia. Sebagian besar dari
terbitan ini berupa terjemahan, tetapi ada pula terbitan baru, seperti edisi
Indonesia dari Kamus Belanda-Indonesia yang diterbitkan KITLV-Jakarta bekerja
sama dengan Gramedia. Kantor KITLV-Jakarta juga menjadi kantor perwakilan tetap
Universitas Leiden di Indonesia. Tujuan dari kantor ini adalah untuk
meningkatkan kerja sama akademis dengan lembaga mitra di Indonesia serta
berfungsi sebagai pusat informasi mengenai program studi yang ditawarkan oleh
Universitas Leiden

Sejak 1 Juli 2014 Perpustakaan KITLV di Leiden
bergabung dengan Perpustakaan Universitas Leiden dan kantor KITLV-Jakarta
dialihkan di bawah naungan Perpustakaan Universitas Leiden dan berbadan hukum
Yayasan. Sebagai perpustakaan dan pusat penelitian, Perpustakaan Universitas
Leiden menghimpun penerbitan buku-buku dan majalah dalam bidang ilmu sosial dan
kemanusiaan dari instansi pemerintah, swasta, universitas, atau terbitan
komersial umum dan terbuka yang disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden
dalam bentuk asli, digital dan/atau microfilm.

Kantor
KITLV-Jakarta masih eksis hingga ini hari (tetap di bawah Perpustakaan
Universitas Leiden). Peran Kantor KITLV-Jakarta tentu saja sangat banyak
berperan dan memiliki arti penting bagi sejarawan dan penulis sejarah
Indonesia, termasuk saya sebagai peminat sejarah. Hampir semua artikel dalam
blog ini data dan informasi bersumber dari hasil kerja Kantor KITLV-Jakarta.

Data-data yang saya gunukan yang, tentu saja
sebagian besar, yang bersumber dari koleksi Kantor KITLV-Jakarta berupa buku,
jurnal/majalah, surat kabar, dokumen lainnya serta foto, sketsa dan peta dalam
bentuk digital yang bisa diakses melaui internet.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (622): Ras Rasial dan Rasialisme Sejak Era Hindia Belanda; Suku Agama Ras Antar Golongan (SARA)

Adab dulu baru ilmu

Iklan

Recommended Stories

Resep Donat Ubi Ungu Empuk Lembut

15.11.2015
Suluh Kemajuan – TG Haji Karim

Promosikan Citra Positif Wisata Cirebon dan Kuningan, Kemenpar Gelar Press Tour Kedua Tahun Ini

23.12.2017

Puasa Qadha Dengan Puasa 6 Syawal

29.05.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?