*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Diantara pribumi asal Jawa yang
studi di Belanda pada generasi awal Indische Vereeniging, terdapat seorang
penyair dan dua orang seniman. Dua seniman ini adalah RM Soerjo Poetro dan RM
Soerjowinoto yang sama-sama kuliah di Technische Hoogeschool di Delft. Mereka
berdua mempromosikan musik tradisi, gamelan di Belanda. Secara khusus RM Soerjo
Poetro mulai menulis musik gamelan dengan notasi Barat. Serjowinoto, seniman
(musik) Jawa satu era dengan Paul Seelig, seorang musikus yang kemudian
mengkombinasikan musik Bareat dan musik Jawa dengan aransemenya yang terkenal
Javaasche Rhapsody, 1919 (jauh sebelum dikenalnya Behemian Rhapsody (Queen).

februari 1876 – jappenkamp Mater Dolorosa bij Meester Cornelis, 13 juni 1945)
was een componist, dirigent en pianist, die het grootste deel van zijn leven in
Nederlands-Indiëleefde. Zijn Duitse vader werkte in Breda en zijn Duitse moeder
was op weg naar hem en beviel in het treinstation van Dortmund. De
geboorteaangifte was bij de burgerlijke stand te Breda. Seelig genoot zijn
muzikale opleiding in Duitsland waar hij onder andere piano en cello leerde
spelen. In 1898 was hij tweede dirigent van het Stadttheater in Essen. Hij trad
onder andere op in Japan, Palestina, Turkije, Roemenië, Hongarije en Nederland.
In 1900 vestigde hij zich in Surakarta in Nederlands-Indië waar hij het
hoforkest van de Soesoehoenan leidde. Ook maakt hij zich de oosterse muziek
meester. Hij nam, na diens dood, de uitgeverij en muziek- en instrumentenhandel
van zijn vader in Bandung over. In 1911 werkte hij als orkestdirecteur bij het
koninklijk orkest in Bangkok (Siam). Seelig componeerde met een wisselwerking
tussen oosterse en westerse muziek. Zijn werk werd onder andere uitgevoerd door
Renate Arends, Henk Mak van Dijk, Käthe Haasse (de moeder van Hella Haasse) en
hij werkte ook met operazangeres Éva Gauthier. Seelig zat tijdens de Tweede
Wereldoorlog in een Jappenkamp. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah RM Soerjowinoto? Seperti disebut di atas, RM Soerjowinoto
adalah pribumi generasi pertama studi di Delft yang menjadi ahli musik Jawa. RM
Soejowonoto satu era dengan Paul Seelog. Lalu bagaimana sejarah RM Soerjowinoto?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan RM
Soerjowinoto: Studi di Delft
Soerjowinoto
berangkat ke Belanda pada bulan September 1908 (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 09-09-1908).
Disebutkan kapal ss Grotius berangkat dari Batavia tanggal 10 September dengan
tujuan akhir Nederland dimana salah satu penumpang bernama Raden Soerjowinoto.
Yang juga terdapat dalam manifes kapal adalah R Tumbelaka. Dari ratusan
penumpang hanya mereka berdua bernama non Eropa/Belanda. Lantas siapa
Soerjowinoto?
Dalam daftar kelulusan ujian di sekolah HBS
(Semarang, Batavia dan Soerabaja) tidak pernah tercatat nama Reden Soerjowinoto
dalam beberapa tahun terakhir. Lalu apakah nama Raden Soerjowinoto nama baru
menggantikan nama lama? Yang jelas nama Soerjowinoto tidak dalam daftar nama
siswa di HBS tetapi9 juga ada nama yang sama sebagai pejabat lokal. Lalu apakah
sebelumnya Raden Soerjowinoto setelah lulus sekolah dasar berbahasa Belanda
(ELS) tidak melanjutkan ke HBS tetapi ke sekolah pamong pribumi (OSVIA)?
Dalam
daftar anggota Indische Vereeniging di atas, terdapat nama Raden Mas Soejo
Winoto, beralamat di jalan yang sama dengan RM Ambia Poetro Soedibijo di Delft.
Hanyamereka berdua pribumi yang berdomisili di Delft. Seperti disebut di atas RM
Soejowinoto berangka ke Belanda pada bulan September 1908; sementarea RM Ambia diketahui
berangkat ke Belanda bulan Juli 1908.
Surat kabar De nieuwe courant, 10-09-1908
memberitakan ada empat dari 147 mahasiswa baru berasal dari Hindia di
Technische Hoogeschool di Delft, Mereka berempat adalah Raden Mas Ambia Soedibijo,
Raden Mas Soemito Be Tiat Tjong dan RM Notodiningrat. Dalam hal ini tidak
disebut nama RM Soerjowinoto (kemungkunan belum terdaftar). Raden Mas Ambia
Soedibijo dan Raden Mas Soemito sendiri adalah bersaudara, putra dari Regent di
Koetoardjo yang juga cucu Bupati Banjoemas, Keduanya telah menyelesaikan ujian
akhir sekolah menengah atas, R Soemitro di Surabaya dan R Ambia di Soerabaja.
Namun pada awal Januari 1909 R Soemito kembali ke tanah air. Dalam hal ini pada
saat pembentukan organisasi Indische Vereeniging pada tanggal 25 Oktober 1908 baik
R Soemito maupun R Soerjopoetro hadir, tetapi dalam daftar terbaru anggota
Indische Vereeniging yang disebut di atas tidak ada lagi nama R Soemito (karena
sudah pulang).
Setelah
sekian lama, pada tahun 1914 kembali muncul nama Raden Soerjopoetro sebagai
salah satu mahasiswa di Delft (lihat Delftsche courant, 29-09-1914). Disebutkan
di Technische Googeschool di Delft lulus ujian propaedeutusch diantaranya KJ
Leatemia, Raden Mas Notodiningrat, Raden Sarengat dan Raden Soerjowinoto. Ujian
propae adalah ujian pertama yang dilakukan mahasiswa di sekolah tersebut.

tampaknya R Soerjowinoto bukan lulusan HBS di Hindia, tetapo, besar dugaan
lulusan HBS di Delft, dimana saat kedatangannya di Belanda, sebagai lulusan ELS
di Hindia mendaftar sebagai siswa HBS di Delft. Atau paling tidak R
Soerjowinoto meneruskan sekolah HBS di Belanda. Hal serupa ini juga dilakukan
oleh Raden Soemitro dan KJ Leatemia siswa di HBS Batavia. Dalam
perkembangannya, hingga tahun 1914 pribumi yang studi di Delft, selain yang
disebut di atas adalah Loekman Djajadiningrat dan RMA Soetjopoetro serta R
Notodiningrat dan R Ambia Soedibio. Dalam hal ini Soerjopoetro adalah anak dari
Pangeran Pakoe Alam V. Salah satu saudara Soerjopoetro adalah RMA Notowirjo
yang kuliah ingenier di Davos (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 30-04-1915). RM
Soerjo Poetro setelah lulus HBS Semarang langsung berangkat ke Belanda (lihat
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 01-08-1911). Jika merujuk
kembali ke awal, R Ambia Soedibio dan R Soerjowinoto beralamat di jalan yang
sama di Delft, diduga kuat R Ambia yang studi di Delft tengah membining R Soerjowinoto
yang sedang mengikuti sekolah HBS di Delft. Catatan: R Sarengat, lulusan HBS
Semarang berangkat ke Belanda pada bulan Juli 1911 (lihat (lihat Het nieuws van
den dag voor Nederlandsch-Indie, 19-07-1911).
Tunggu deskripsi lengkapnya
RM Soerjowinoto; Notasi Musik
Jawa, Gamelan dan Paul Seelig
Musik
tradisi produk sejak zaman kuno (seperti gamelan, degung, gondang) sudah sejak
lama diidentifikasi oleh orang Eropa/Belanda. Pada tahun 1909 Paul Seelig
memggabungkan musik tradisi (Jawa) dengan musik barat (Eropa) yang disebutnya
Javaansche Rhapsody. Aransemen musik perkawinan ini mendapat perhatian yang
luas, baik di Hindia maupun di Belanda.
Paul Seeling seorang praktisi musik, pemain
musik dan membuat komposisi musik dan mementaskannya. Paul Seelig adalah pionir
dalam komposisi musik tradisi (Jawa) yang digabung dengan musik barat (Eropa).
Karyanya yang disebut Javaansche Rhapsody telah dipentaskannya pada tahun 1909
di berbagai kota di Indonesia (baca: Hindia Belanda). Paul Seebig sangat
populer di berbagai tempat di Eropa dan Amerika Serikat. Terminologi kata
rhapsody mangcu pada bahasa Jerman yang diserap dalam bahasa Inggris. Rhapsody
diartikan sebagai suatu kegembiraan dalam karya seni termasuk komposisi sastra
dan komposisi musik. Rhapsody juga diartikan sebagai suatu percampuran yang
menghasilkan kesenangan dan kegembiraan. Paul Seelig dalam mengaransemen musik
dengan memadukan elemen musik tradisi dan elemen musik barat diduga telah
menghasilkan musik gembira (riang). Terminologi rhapsody dalam musik diduga
dipopulerkan oleh orang-orang yang berasal dari Jerman termasuk Paul Seeling
yang menyebut komposisinya pada tahun 1909 sebagai Javaansche Rhapsody. Ini
mengindikasikan bahwa penggunaaan kata rhapsody dalam judul komposisi sudah
dilakukan oleh Paul Seelig sebelum grup band Queen memberi nama salah satu
komposisi mereka dengan nama Bohemian Rhapsody. Lagu karya Queen tersebut
dipopulerkan pada tahun 1975. Lagu berjudul Bohemian Rhapsody dapat dibilang
sebagai lagu legendaris yang terus mendapat perhatian hingga ini hari
Sudah
barang tentu, ketika Paul Seelig menghasilkan komposisi yang disebut Javaansche
Rhapsody di Hindia, siswa/mahasiswa pribumi, khususya yang berasal dari Jaw di
Belanda memperhatikan dan mengikuti perkembangan. Para mahasiswa asal Jawa ini
di Belanda tengah berada di dunia musik Eropa tetapi dengan pengalaman musik
tradisi Jawa (gamelan). Sudah barang tentu pula mereka para pemuda ini mulai
serius bermain musik meski jauh dari tanah air. Para seniman muda asal Jawa di
Belanda dimulai oleh Soerjowinoto, Soerjopoetro, Notosoeroto dan Sewaja,
Pada bulan Maret 1916 di Den Haag diadakan
acara amal pengumpulan dana untuk membantu banjir di Hindia yang
diselenggarakan Vereeniging Oost en West yang dipimpin Raden Djajadiningrat dan
Indischen Bond (lihat De Preanger-bode, 17-03-1916). Dalam acara ini turut
dihadiri Ratu dan pangeran Belanda. Dalam agenda acara ditampilkan musik Jawa yang
dipimpin Soerjowinoto, Soerjopoetro, Notosoeroto dan Sewaja, Para hadirin
sangat antusias, bahkan saat jeda para musisi
diperkenalkan kepada Ratu dan Pangeran Henry. Disebutkan pertunjukan akan
diulang pada hari Jumat. Ini seakan berulang pada berita beberapa hari ini
konser musik Justin Bieber yang akan diadakan di Jakarta, akibat tiket sold out
dan tingginya antusiasme para penggembar, jadwan konsel Bieber dibuat dua kali.
Tokoh
utama di dalam grup musik Jawa di Belanda ini adaalah R Soerjowinoto dan R
Soerjopoetro. Sinar terang musik Jawa akan menerangi pemahaman orang Belanda
dengan musik tradisi dari Hindia. Seperti disebut di atas, di Hindia sudah ada
beberapa senaman Eropa/Belanda yang telah memperhatikan musik tradisi, utamanya
Paul Seelig. Dalam konteks inilah mudik tradisi Hindia mulai mendapat tempat di
hati orang Eropa/Belanda baik yang berada di Hindia maupun di Belanda.
Pada bulan Mei 1916 di Belanda terbit majalah
bulanan Nederlandsch Indie Oud en Nieuw (lihat Leeuwarder courant, 06-05-1916).
Disebutkan majalah ini ditujukan untuk arsitektur, arkeologi, pertanian dan
etnologi, kerajinan, perdagangan dan lalu lintas, budaya, pertambangan dan
kebersihan untuk semua pertanyaan penting tentang Hindia. Dalam edisi pertama
Profesor Nieuwenhuis mendeskripsikan tentang membuat tenun ikat. Dalam edisi
pertama ini juga terdapat tulisan Soerjopoetro dan Notosoeroto tentang
penulisan lagu Jawa yang selama ini dalam teks ditulis dengan menggunakan
notasi (musik) Eropa. Catatan: Soerjo Poetro dan Noto Soeroto berkerabat.
Soerjo Poetro, meski lebih muda dari usia adalah paman dari Noto Soeroto dari
Pakoe Alaman di Djogjakarta. Keduanya adalah dua orang yang aktif dalam seni.
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






