*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog Klik Disini
Membicarakan Indonesia ke masa depan tidak akan ada
habisnya. Sesungguhnya membicarakan Indonesia di masa lampau pada zaman kuno
juga tidak ada habisnya. Bagaimana Sejarah Menjadi Indonesia di zaman kuno masih
banyak yang belum terungkap, lebih-lebih pada zaman megalitikum (kebudayaan
megalitik). Sisa-sisa zaman kuno pada akhir era Hindoe-Boedha pada masa kini
masih dapat dilihat dengan jelas seperti candi di Jawa (antara lain Borobudur,
Prambanan) dan di Sumatra (antara lain di Muara Takus, Padang Lawas dan Simangambat-Siabu).
Penemuan zaman kuno awal era Hindoe-Boedha satu per satu mulai terkuak, yang
terakhir situs di Kendal (di pantai utara Jawa Tengah).

kebudayaan awal mengikuti arah penyebaran manusia. Dimana terrdapat sumber daya
(populasi yang banyak dan kekayaan alam yang melinmpah) di situlah kebudayaan
melembaga dan terus tumbuh dan berkembang. Berbagai penelitian mutakhir
(pendekatan DNA) arah penyebaran manusia (berkulit gelap) dari Afrika ke
berbagai penjuru termasuk ke arah timur ke kepulauan yang kelak disebut Hindia
Timur. Penduduk di Hindia Timur yang diperkaya oleh arus migran penduduk
berkulit coklat (pedagang-pedagang India) menyebabkan penduduk di pulau-pulau
Hindia Timur (seperti Sumatra dan Jawa) berkembang kebudayaan baru, yang
melanjutkan kebudayaan megalitik seperti yang ditemukan pada situs Padang
(Cianjur). Kebudayaan megalitik ini merupakan suksesi kebudayaan zaman batu
(sebagaimana ditemukan manusia purba di Jawa, Pithecanthropus erectus).
Lantas bagaimana sejarah situs Kendal memperkaya pengetahuan
zaman kuno Indonesia? Pembuktian awal, bata yang ditemukan di situs Kendal
diduga terbentuk pada tahun 630 (tahun Hijrah Islam dimulai tahun 622 M). Awal
era Hindoe-Boedha di Indonesia selama ini disebuit bermula pada abad ke-4, pada
saat mana pedagang-pedagang India mencapai Hindia Timur di Sumatra, Semenanjung
dan Jawa. Prasasti Tugu (Tarumanagara) diperkirakan dibuat pada abad ke-5. Pada
abad ke-7 dibuat situs Kedukan Bukit (Palembang). Satu yang penting dari
catatan pada situs Palembang ini adalah nama Minanga yang diduga nama Binanga
yang sekarang di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (suatu kawasan percandian
paling luas di Indonesia). Situs Padang Lawas ini tidak jauh dari situs
Simangambat-Siabu. Lalu bagaimana hubungan satu sama lain situs-situs kuno
tersebut? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*
Pedagang-Pedagang India Zaman Kuno di Pantai
Barat Sumatra
Tunggu deskripsi
lengkanya
Situs Zaman Kendal di Pantai Utara Jawa
Tunggu deskripsi
lengkanya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




