*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disin
Pelaut-pelaut
Inggris sesungguhnya adalah kloter terakhir yang mencapai benua baru
(Australia). Pedagang-pedagang Moor jauh sebelumnya sudah mencapai Australia.
Pelaut-pelaut Portugis mengikuti rute perdagangan Moor. Pada tahun 1616
pelaut-pelaut Belanda mencapai benua baru tersebut dengan mengidentifikasinya
pada peta sebagai Nova Hollandia (Belanda Baru). James Cook dapat dikatakan
pelaut Inggris pertama yang mencapai Australia (1773). Atas rekomendasi James
Cook orang-orang Inggris mulai berkoloni di pantai timur Australia yang disebut
Nieuw Zuid Walles (New South Wales) yang berpusat di kawasan teluk.

terbesar di Australia yang juga menjadi ibu kota negara bagian New South Wales.
Sebagai koloni awal orang Inggris, kawasan Sydney merupakan wilayah pemukiman
penduduk asli Australia, Aborigin. Kawasan teluk sudah dipetakan oleh pelaut
Belanda Abel Tasman pada ekspedisi tahun 1642. Namun dalam perkembangannya
pedagang-pedagang Belanda pada era VOC lebih terkonsentrasi di pantai utara dan
pantai barat Australia. Wilayah yang jarang dikunjungi oleh pedagang-pedagang
Belanda inilah yang kemudian pedagang-pedagang Inggris memulai peruntungan yang
kemudian terbentuk koloni Inggris.
Lantas
bagaimana sejarah asal usul Sydney? Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya. Namun
sejarah tetaplah sejarah. Sejauh data baru ditemukan, penulisan narasi sejarah Sydney
tidak pernah berhenti. Lalu apa pentingnya sejarah Sydney? Seperti disebut di atas sebagai kawasan koloni
Inggris, hal itulah mengapa penting sejarah Sydney bagi Australia hari ini. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Sydney: Abel Tasman hingga
James Cook
Nama
Sydney, awalnya bukanlah nama geografi seperti halnya York yang di Amerika
muncul nama kota New York. Oleh karena itu nama geografi Sydney tidak ditemukan
di England, tetapi hanya ditemukan di Australia. Nama Australia sendiri pada
awalnya adalah Nova Hollandia atau Nieuw Hollandia atau New Holland. Namun nama
Hollandia, awalnya adalah nama geografi di Eropa (di Belanda) sebelum
ditabalkan pada benua baru oleh orang-orang Belanda (Nova Hollandia). Nama
Sydney awalnya adalah nama individu.
Nama Sydney sebagai nama individu sebagai
marga di Inggris paling tidak sudah muncul pada surat kabar pada tahun 1674
(lihat Amsterdamse courant, 16-01-1674). Disebutkan bahwa di London pada
tanggal 9 Januari dioberitakan telah terjadi duel antara Graef van Mulgrave, Colonel
van ‘t Hollands Regiment dan Heer Sydney, Capiteyn van’t selve Regiment yang
dalam perkelahian itu Graef van Mulgrave mendapat tiga luka. Tidak disebutkan
dimana perkelahian antara perwira Inggris dan Belanda ini terjadi. Yang jelas
nama Sydney adalah nama (marga) Inggris.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Hindia Belanda (Indonesia):
Antara Singapoera dan Sydney
Nama
(marga) Sydney di Inggris banyak yang terkenal, di kerajaan, militer dan bisnis
serta politisi. Salah satu yang terkenal adalah Lord Sydney (lihat Nouvelles
extraordinaires de divers endroits, 12-07-1768). Gelar Lord adalah gelar di
kerajaan Inggris yang terhorat. Lord Sydney adalah seorang politisi kawakan dan
juga pebisnis besar (lihat Middelburgsche courant, 03-05-1783). Lord Sydney
juga adalah Sekretaris Negara untuk Departemen Luar Negeri Inggris (lihat Middelburgsche courant, 18-11-1784). Lord Sydney
diduga kuat adalah orang yang berperan penting pengiriman orang Inggris ke
Nieuw Hollandia (Australia).
Kehadiran orang Inggris di Australia diketahui
seperti diberitakan pada tahun 1815 (Java government gazette, 23-09-1815).
Disebutkan satu keluarga Inggris di daratan Australia pada musim dingin
kehabisan perbekalan. Mereka juga tidak menemukan kanguru di sekitar untuk
diburu. Namun dalam berita ini, dimana keluarga ini tinggal tidak disebutkan di
wilayah mana di Australia. Dalam perkembangannya diberitakan Leeuwarder
courant, 04-12-1818 bahwa Kaptein Hammant berlayar melewati pulau Kangaroo
berdasarkan berita yang dikutip surat kabar di Nieuw Zuid Walles (New South
Wales). Dari berita-berita dapat diketahui bahwa orang Inggris di New South
Wales sudah ada yang berada di pedalaman dan sudah ada surat kabar yang
diterbitkan di koloni Inggris tersebut. Pelabuhan utama di kawasan teluk Nieuw
Zuid Walles adalah Port Jackson.
Lord
Sydney di Inggris adalah satu hal, dan Port Jacjson di New South Wales,
Ausralia adalah hal lain. Lord Sydney adalah orang hebat yang terus menghiasi
berita-berita surat kabar di Eropa terutama di Inggris bahkan hingga tahun 1804
(lihat Rotterdamse courant, 31-03-1804). Sedangkan Port Jackson di Australia
adalah kota pelabuhan penting di New South Wales. Nama (kota) Port Jacson
inilah yang kemudian digantikan dengan nama lain yakni Sydney. Oleh karena itu
kota Port Jackson dan Sydney sering ditulis saling dipertukarkan.
Nama Sydney sebagai nama tempat paling tidak
sudah diberitakan pada tahun 1805 (lihat Haagsche courant, 27-07-1805).
Disebutkan di Amsterdam tanggal 15 Juli. oleh Lettre de Marque the Policy, dari
London, ditangkap dan dikandangkan di Sydney di Botany Baay kapal Belanda Swift
yang dikom ndoi Kaptein Porteult yang oleh anggota Dewan Asia diperintahkan
berlayar dari Batavia menuju Ambonia. Dalam hal ini nama tempat Sydney dan nama
Port Jackson berdekatan di teluk Botany Bay. Namun dalam perkembangannya nama
Sydney yang lebih populer.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



