*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kupang dalam blog ini Klik Disini
Dari
Sabang hingga Merauke. Ada juga dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote. Kita
tidak sedang menyanyikannya, tetapi berusaha memahami sejarah Pulau Rote
dilihat dari Pulau Miangas. Mengapa harus dilihat dari jauh di pulau Miangas,
padahal pulau Rote begitu dekat dengan kota pelabuhan Kupang di pulau Timor. Disitulah
letak pentingnya Pulau Rote di dalam sejarah (pulau Miangas di utara).

Sebuah pulau besar di selatan Kota Kupang yang berbatasan dengan (negara)
Australia. Pulau Rote terkenal tidak hanya karena terbilang pulau paling selatan
di Indonesia, Pulau Rote juga dikenal karena pohon lontar, musik sasando dan
topi adatnya. Pulau Rote dan pulau-pulau kecil di sekitarnya pada tahun 2002 dijadikan
satu wilayah kabupaten (berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002). Kabupaten Rote Ndao (pemekaran dari Kabupaten
Kupang) beribukota di Baa.
Bagaimana
sejarah Pulau Rote? Tentu saja sudah ada
yang menulisnya. Lalu apakah itu cukup? Narasi sejarah tidak pernah cukup, karena upaya
penggalian data sejarah terus dilakukan. Sejauh data baru ditemukan, narasi
sejarah juga harus ditambahkan. Lantas sejak kapan sejarah (pulau) Rote bermula? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
ntuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Pulau Rote: Dari Sabang
Hingga Merauke
Dalam
peta-peta lama (era VOC) nama Pulau Rote diidentifikasi dengan nama Rotti,
Rothi, Rothe dan Rotte. Dalam salah satu peta, pulau Rote juga disebut Noussa
da Heene dan pada peta lainnya disebut Roeshe dahena. Namun secara keseluruhan
nama yang selalu disebut adalah Rothe.
Identifikasi nama pulau Rote diduga sudah ada
pada era Portugis (merujuk pada naa India pada era Hindoe). Namun identifikasi
nama pulau baru benar-benar eksis setelah kehadiran Belanda di Coepang (1613). Asal-usul
nama Rothe (Rote) tidak diketahui secara pasti. Yang jelas nama Rothe pada masa
itu adalah marga orang Belanda. Lantas apakah nama pulau yang dicatat sebelunya
Noussa da Heene atau Roeshe dahena (era Portugis) telah digantikan dengan nama
Rothe? Sangat mungkin. Meski din dalam peta yang berbeda-beda
seperti Rotti, Rothi dan Rotte naun tampaknya itu merujuk pada nama Rothe.
Catatan: Pada tahun 1613 orang-orang Belanda mengusir orang-orang Portugis dari
Coepang. Noussa adalah nusa atau pulau (seperti Nousa Cambangan, Jawa; Nousa
Panida, Bali; Nousa Laoet, Maluku). Apa nama [Noesa] Dahena sebelum era
Portugis tidak diketahui secara pasti.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Pulau Rote dalam Sejarah
Kupang Dilihat dari Pulau Miangas
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




