*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Banten, klik Disini
Benteng
kuno tidak hanya di Batavia (Kasteel Batavia) dan sekitar. Benteng kuno juga
terdapat di Banten. Benteng yang terkenal di Banten adalah Bastion Speelweijk,
Benteng Bastion Speelweijk dibangun oleh Hendrick Cardeel sekitar Perang ‘Saudara’
Banten (1681-1684). Tentu saja tidak hanya benteng Speelweijk, juga ada benteng
Surosowan dan benteng Karangantu. Benteng Speelweijk dibangun di pantai, tetapi
kini situs benteng ini seakan berada jauh di daratan, Mengapa?

baru dibangun di Tangerang, di Serpong, Tjiampea dan Leuwiliang di daerah
aliran sungai Tjisadane. Benteng sendiri pada era VOC (Belanda) adalah untuk
pusat pertahanan, pertahanan dari ancaman musuh. Benteng pertahanan juga
dijadikan sebagai penanda pusat perdagangan baik yang sudah eksis maupun yang
akan dikembangkan. Seperti disebut di atas, benteng utama Belanda (VOC)
dibangun pada tahun 1619. Setelah ini benteng-benteng baru dibangun seperti di
Risjwijk, Noordwijk, Angke, Jacatra dan Antjol. Benteng-benteng inilah yang
menjadi menyatu satu sama lain sehubungan dengan pembangunan benteng di daerah
sungai Tjiliwong seperti benteng Meester Cornelis, benteng Tandjoeng dan
benteng Padjadjaran.
Lantas
bagaimana sejarah benteng-benteng di wilayah (yurisdiksi) Banten? Seperti disebut di atas, salah satu yang terkenal
adalah Benteng
Speelweijk yang mana benteng ini
pernah digunakan oleh Inggris. Lalu apa pentingnya sejarah benteng-benteng di
Banten? Sejarah benteng-benteng adalah bagian dari sejarah
Banten sendiri. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Benteng-Benteng di Banten
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Benteng Bastion Speelweijk
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





