Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tangerang (23): Achjad Pena 1946, Bupati Perang Tangerang; Republiken Sejati Diangkat Menjadi Residen Banten, 1956

Tempo Doelo by Tempo Doelo
18.08.2019
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Tidak seperti Atik Soeardi yang meulai karir sebagai guru, Raden Achjad
Pena memulai karir di pemerintahan, Segera setelah Indonesia merdeka, bupati
Tangerang pertama ditunjuk Raden Agoes Padmanegara. Namun dalam perkembangannya
ketika Belanda (NICA) kembali bupati Agoes berkolaborasi dengan Belanda/NICA. Setelah
Raden Agoes Padmanegara berhasil dilengserkan oleh penduduk Tangerang,
pemerintah RI menunjuk Raden Achjad Pena sebagai bupati Tangerang.

Nieuwe
courant, 25-05-1946

Sekutu/Inggris yang berbasis di Buitenzorg gagal melucuti senjata militer
Jepang di Serpong karena tidak bisa melewati brikade yang dibuat para pejuang
Indonesia antara Buitenzorg dan Serpong (lihat Het dagblad : uitgave van de
Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 22-01-1946). Sementara itu, militer Belanda/NICA
berambisi keras untuk menguasai Tangerang dan mengamankan gudang senjata Jepang
di Serpong. Pada hari Senin (15/04), tentara Belanda menduduki Pesing, di jalan
menuju Tangerang (lihat Amigoe di Curacao: weekblad voor de Curacaosche
eilanden, 17-04-1946). Pendudukan Pesing (wilayah Republiken) ini mendapat
protes keras dari Menteri Pertahanan Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap dari
Jogjakarta (lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te
Batavia, 18-04-1946). Wilayah Tangerang akhirnya dianeksasi militer
Belanda/NICA dan berhasil menduduki Serpong (lihat Het dagblad : uitgave van de
Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 17-05-1946). Tiga ratus militer Jepang di
zona barat yang menjaga tempat penyimpanan senjata di Serpong telah dilucuti
militer Sekutu/Inggris (lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche
Dagbladpers te Batavia, 18-05-1946). Berakhir sudah kepemimpinan Achjad Pena sebagai
bupati perang di wilayah Tangerang dan harus mengungsi. Serah terima Jepang ke
Inggris di Tanah Abang (Nieuwe courant, 25-05-1946).

Lantas bagaimana selanjutnya dengan Achjad Pena?
Bupati perang ini terus berjuang di pengungsian di sebelah barat sungai
Tjisadane (karena SKnya belum dicabut). Bupati Tangerang yang baru ditunjuk
Belanda/NICA. Sementara adiknya, Letnan AS Pena mengambil peran berjuang di
front pertempuran Tangerang. Abang-adik ini berjuang di bawah bendera RI. Mari
kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung
(pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis)
dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Raden Achjad Pena, Kepala Distrik di Pontang, Banten

Raden Pena diberhentikan sebagai anggota Landraad
di Tjilegon (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 16-03-1889). Ini buntut dari
kerusuhan yang terjadi di Tjelegon pada tahun 1888. Dalam kerusuhan ini Asisten
Residen Tjilegon terbunuh. Raden Pena saat itu adalah Patih di Tjilegon. Ada
yang menuduh Raden Pena lalai atau membiarkan dan bahkan ada tuduhan Raden Pena
terlibat. Namun ada juga yang meyakini Raden Pena tidak terlibat. Disebutkan
Raden Pena seorang pegawai pemerintah yang memiliki pendidikan tinggi.

Residentie
Banten belum sepenuhnya sembuh. Dampak bencana letusan gunung Krakatau tahun
1883 yang menghancurkan Residentie Banten pulih. Selain Laboehan, Afdeeling Anjer,
termasuk Tjilegon juga rusak parah. Target pengumpulan pendapatan tampaknya
terlalu tinggi untuk Afdeeling Anjer. Seorang djaksa telah melakukan tindakan
yang mungkin berlebihan kepada penduduk. Penduduk Tjiligon yang dipimpin oleh
seorang tokoh agama Naqsjabandiah Hadji Wasid berang dan memunculkan isu untuk
menggulingkan pemerintahan di Residentie Banten yang dimulai di Anjer. Aksi pemberontakan
ditolak oleh tokoh agama dari Pandeglang. Akhirnya terjadi kerusuhan di Tjilegon
yang mengakibatkan terbunuhnya Asisten Residen.
Setahun kemudian, Raden Pena dikabarkan telah
mendorong warga Tionghoa untuk melakukan pemberontakan terhadap Belanda (lihat De
locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 05-02-1890). Namun dalam
perkembangannya tidak ada pemberontakan yang terjadi. Sejak itu nama Raden Pena
tidak pernah muncul lagi. Boleh jadi berita ini bersumber dari pihak yang
sengaja ingin menkriminalisasi Raden Pena.
Raden
Pena bukanlah orang Tjilegon, Banten. Raden Pena adalah ipar dari Bupati Banten
di Serang. Raden Pena berasal dari Buitenzorg (kini Bogor). Pada tahun 1877 Raden
Pena diketahui menjabat sebagai demang distrik Tjibinong, Afdeeling Buitenzorg
(lihat     Java-bode : nieuws, handels-
en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 02-03-1877). Tidak diketahui sejak
kapan Raden Pena menjabat demang. Pada tahun 1878 Raden Pena diangkat sebagai
kepala djaksa (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 29-07-1878).
Pada tahun 1885, Raden Pena diangkat menjadi Patih di Tjilegon (lihat De
locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 15-07-1885).     
Setelah lama menghilang nama Raden Pena, muncul
nama Raden Epot Pena sebagai adjunct djaksa di Landraad Tangerang. Raden Epot
Pena adalah anak Raden Pena. Tampaknya Raden Epot Pena mengikuti karir sang ayah
sebagai pegawai pemerintah (mantan Patih di Tjilegon). Pada tahun 1896 Raden
Epot Pena dipromosikan sebagai djaksa di Landraad Meester Cornelis (lihat De
locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 01-04-1896).
Residentie
Batavia terdiri dari empat wilayah: Stad Batavia, Meester Cornelis en Bekasi,
Tangerang dan Buitenzorg. Landraad terdapat di Meester Cornelis, Buitenzorg dan
Tangerang. Sementara di Residentie Banten terdiri dari empat wilayah: Serang,
Anjer, Lebak dan Pandeglang. Dalam perkembangannya hanya terdiri dari tiga wilayah, Anjer digabung dengan Serang..
Raden Achjad Pena, Kepala Distrik di Pontang, Banten
Raden Achmad Pena mengikuti karir sang ayah (Raden
Epot Pena) dan karir sang kakek (Raden Pena). Pada tahun 1940 Raden Achjad Pena
diangkat menjadi kepala distrik (Districthoofd) di Pontang, Residentie Banten
(lihat Bataviaasch nieuwsblad, 27-06-1940). Raden Pena sebelumnya adalah kepala
Onderdistrict di Afdeeling Buitenzorg.
Residentie Batavia dan Residentie Banten (Peta 1940)

Raden
Achmad Pena memiliki darah Banten dan Bogor. Kakeknya berasal dari Bogor
(Bunitenzorg) dan neneknya dari Banten. Oleh karena itu, Raden Achmad Pena
dapat diterima penduduk di Bogor dan juga dapat diterima penduduk di Banten
(Pontang). Setahun sebelum Raden Achjad Pena menjadi kepala distrik di Pontang,
anaknya Raden Soekmadidjaja Pena lulus hulpanalyst di Buitenzorg (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 13-06-1939).   

Pada era pendudukan militer Jepang (1942-1945)
kabar Raden Achmad Pena tidak diketahui. Demikian juga pada awal kemerdekaan
Indonesia. Pada permulaan RI, yang diangkat sebagai Bupati Tangerang adalah Raden
Agoes Padmanegara. Tampaknya, Raden Agoes Padmanegara tidak disukai penduduk Tangerang,
bukan karena tidak asli Tangerang tetapi diduga karena Raden Agoes Padmanegara
berkolaborasi dengan Belanda/NICA. Lalu Raden Agoes Padmanegara dilengserkan
penduduk.
Di
Lampoeng, Residen pertama yang ditunjuk pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia
adalah Mr. Abdul Abbas Siregar (salah satu dari anggota PPKI yang diketuai oleh
Ir. Soekarno). Mr. Abdul Abbas Siregar, jelas bukan asli Lampoeng, tetapi
dilengserkan bukan karena berkolaborasi dengan Belanda/NICA. Mr. Abdul Abbas
Siregar kelahiran Medan di era kolonial Belanda adalah seorang advokat di
Lampoeng. Justru yang berkolaborasi dengan Belanda/NICA adalah orang yang
menggantikan posisinyasebagai Residen. Mr. Abdul Abbas Siregar kembali ke pusat
(Djakarta). Presiden Soekarno menunjuk Mr. Abdul Abbas Siregar sebagai Residen
Sumatra Timur di pengungsian di Pematang Siantar.  
Namun dalam perkembangannya ketika Belanda (NICA)
kembali bupati Agoes berkolaborasi dengan Belanda/NICA. Juga Raden Hilman
Djajadiningrat juga berkolaborasi dengan Belanda/NICA. Setelah Raden Agoes Padmanegara
berhasil dilengserkan oleh penduduk Tangerang, pemerintah RI menunjuk Raden
Achjad Pena sebagai bupati Tangerang.
Ketika
Raden Achjad Pena diangkat sebagai kepala distrik di Pontang pada tahun 1940, Raden
Agoes Padmanegara pada tahun 1940 diangkat sebagai patih di Residentie Krawang
(lihat Bataviaasch nieuwsblad, 22-11-1940). Tahun 1947 Pemerintah Belanda/NICA
mengangkat Raden Agoes Padmanegara sebagai bupati Garoet (lihat Algemeen
Indische dagblad, 08-12-1947). Pada bulan Maret 1948 terbentuk negara boneka
Belanda, Negara Pasoendan yang mana Raden Agoes Padmanegara mengepalai
departemen ekonomi (Jepang (lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche
Dagbladpers te Batavia, 25-03-1948). Di Batavia sudah dibentuk pemerintahan
yang mana Hussein Djajadiningrat sebagai menteri Opvoeding, Kunsten en
Wetenschappen (lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te
Batavia, 09-03-1948).
Sekutu/Inggris yang berbasis di Buitenzorg gagal
melucuti senjata militer Jepang di Serpong karena tidak bisa melewati brikade
yang dibuat para pejuang Indonesia antara Buitenzorg dan Serpong (lihat Het
dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 22-01-1946).
Beberapa
hari kemudian, siswa akademi militer Tangerang yang dipimpin oleh Majoor Daan
Mogot coba mendapatkan senjata dan mesiu dari gudang penyimpanan senjata Jepang
di Serpong, namun gagal karena tetap dipertahankan oleh militer Jepang (lihat
Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 29-01-1946).
Daan Mogot dan anak buah gugur tanggal 25 Januari 1946.
Sementara itu, militer Belanda/NICA berambisi
keras untuk menguasai Tangerang dan mengamankan gudang senjata Jepang di
Serpong. Pada hari Senin (15/04), tentara Belanda menduduki Pesing, di jalan
menuju Tangerang (lihat Amigoe di Curacao : weekblad voor de Curacaosche
eilanden, 17-04-1946).
Pendudukan
Pesing (wilayah Republiken) ini mendapat protes keras dari Menteri Pertahanan
Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap dari Jogjakarta (lihat Het dagblad : uitgave van
de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 18-04-1946).
Wilayah Tangerang akhirnya berhasil dianeksasi
militer Belanda/NICA dan berhasil menduduki Serpong (lihat Het dagblad :
uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 17-05-1946). Tiga ratus
militer Jepang di zona barat yang menjaga tempat penyimpanan senjata di Serpon
telah dilucuti militer Sekutu/Inggris (lihat Het dagblad : uitgave van de
Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 18-05-1946).
Het dagblad te Batavia, 09-03-1948

Berakhir
sudah kepemimpinan Achjad Pena sebagai bupati perang di wilayah Tangerang. Achjad Pena dan pemerintahannnya ikut
mengungsi. Setelah semua wilayah Tangerang diamankan, serah terima Jepang ke
Inggris dilakukan di Tanah Abang (Nieuwe courant, 25-05-1946). Achjad Pena
tetap sebagai bupati RI di Tangerang karena SKnya belum dicabut. Pemerintah
Belanda/NICA tidak ada mengangkat bupati di Tangerang (lihat Algemeen Indische
dagblad, 08-12-1947). Pemerintah Belanda/NICA hanya menetapkan setingkat controleur
yang dijabat oleh orang Belanda.  

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Bupati RI Achjad Pena dari pengasingan bertemu
dengan pejabat Belanda di Tangerang (lihat Het dagblad: uitgave van de
Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 09-03-1948). Disebutkan bupati republik
Tangerang, R Achjad Pena bertemu dengan controleur van Tangerang. Pertemuan ini
adalah yang pertama kali dilakukan secara resmi. Salah satu poin utama dari
diskusi adalah kemungkinan mengembalikan mantan pejabat administrasi ke
Tangerang.
Tampaknya
permintaan bupati RI Raden Achjad Pena ditolak. Sebaliknya pemerintah Belanda/NICA
tentu saja tidak memberikan wilayah Tangerang karena adanya perkebunan. Yang
jelas wilayah Tangerang menjadi area bergerilya dan pertempuran antara militer
NICA dengan TNI/laskar. Sementara itu Gubernur RI Jawa Barat dengan delegasi melakukan
negosiasi di Bandoeng namun ditangkap dan kemudian dibawa ke Batavia lalu
dijebloskan ke penjara Tangerang (lihat Het dagblad: uitgave van de
Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 09-03-1948).   
Pengakuan Kedaulatan Indonesia: Achjad Pena Diangkat Residen Banten

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Berwuduk Sebelum Tidur

Berwuduk Sebelum Tidur

Iklan

Recommended Stories

Petualangan di Bromo pun Berakhir di Pasir Berbisik

Kode Pos Kota Cilegon Paling Lengkap

22.11.2017

Trip to Ujung Genteng (VI) : Curug Cikaso

20.07.2012
Haji Sulaiman Rasjid

Efek Erupsi Gunung Agung: Menpar Arief Yahya Batal ke Bali, Beberapa PNS Kemenpar Gagal Balik ke Jakarta

28.11.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?