Jamu Cap Potret Nyonya Meneer setelah
sangat tua tutup usia tahun 2018. Namun sebelum berakhirnya kejayaan jamu Cap
Potret Nyonya Meneer sudah terjadi persaingan ketat di industri jamu. Jamu Tjap
Djago yang didirikan tahun 1918 tidak sendiri dalam merebut kekusaan Nyonya
Meneer. Juga terus muncul pesaing baru seperti Cap Air Mancur dan Cap Sido
Muncul.
di industri jamu, Tjap Potret Njonja Meneer memiliki keutamaan karena yang
pertama. Selain itu juga Njonja Meneer mampu bertahan begitu lama. Namun nama
jamu Cap Djago juga memiliki keutamaan. Jamu Cap Djago tidak hanya mampu
bertahan hingga pada masa ini, jamu Cap Djago kini dikelola oleh sang jagoan
Jaya Suprana yang terkenal dengan museum MURI.
Tjap Potret Njonja Meneer di masa lampau? Nah itu yang ingin dijawab. Industri
jamu yang terbilang industri tua di Indonesia sepantasnya merek jamu ini mendapat
perhatian. Merek jamu inilah yang mempelopori munculnya perusahaan-perusahan
jamu berikutnya. Jamu tidak hanya untuk urusan domestik tetapi kini jamu telah
menjadi produk ekspor. Nama perusahaan Tjap Potret Njonja Meneer boleh jadi
perusahaan tertua di Indonesia. Untuk itu, sebelum nama Tjap Potret Njonja
Meneer masuk museum MURI ada baiknya sejarah Tjap Potret Njonja Meneer
ditelusuri.
Since 1848
Njonja Meneer lebh dari satu abad pada tahun 1953, jamu Cap Djago baru berumur
35 tahun (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 22-06-1953).
Disebutkan pada tahun 1918, di kota Wonogiri dekat Solo, Bapak Poa Tjong.Kwan mendirikan
pabrik kecil untuk pembuatan Djamoe. Pengetahuan tentang pembuatan djamoe
diperoleh Bapak Poa dari ibunya. Dari pabrik kecil di Wonogiri sekarang, 35 tahun kemudian
pabrik djamoe ‘Tjap Djago’ tumbuh, sebuah penghargaan dari kepentingan nasional
dan didirikan di Semarang. Pemimpin perusahaan saat ini, Bapak [Poa] Bing Swan,
putra pendiri.
![]() |
| De locomotief, 22-06-1953 |
Awalnya produk ini [djamoe ‘Tjap
Djago’] hanya dijual di Wonogiri dan Solo, ayah dan anak memperluas bisnis dan
saat ini djamu Tjap Djago sudah terdapat di seluruh Indonesia, sebuah
organisasi penjualan yang sangat luas dijual oleh 80 agen utama dan lebih dari
600 agen, sehingga Anda tidak keseulitan menemukannya kemana pun pergi di
Indonesia. Untuk pembuatan jamu, tidak kurang dari 100 varietas yang berbeda
dipasarkan dengan nama yang berbeda dari tiga ton jamu kering per bulan.
diproses dengan mesin, dikemas dalam komposisi yang berbeda sebanyak 700.000 saset
dan dikirim ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri, karena Jamu Tjap Djago
juga dijual di New York, London, Amsterdam, dan lainnya. Dengan 700.000 sachet
per bulan itu berarti bahwa setiap bulan ratusan ribu jika tidak satu juta
orang di Indonesia, meminum jamu Tjap Djago, Apakah kita harus mengatakan bahwa
 jamu Tjap Djago sejauh ini adalah yang paling
populer? Demikian kutipan artikel yang dimuat pada surat kabar yang terbit di
Seamrang, De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 22-06-1953.
Meneer sudah sejak lama diketahui telah memasuki Batavia. Salah satu toko
(outlet) perusahaan Tjap Potret Njonja Meneer yang diduga tertua di Batavia
berada di Pasar Baroe (Bataviaasch nieuwsblad, 18-08-1939). Toko kedua kemudian
didirikan di Pasar Gambir (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 30-08-1939).
![]() |
| Bataviaasch nieuwsblad, 28-10-1940 |
Potret Njonja Meneer mulai ada yang mempertanyakan nama merek Njonja Meneer.
Pengamat menyebut nama Njonja Meneer terkesan agak rumit sebab adakalanya diasosiasikan
dengan Njonja Mister atau Njonja Bapak yang tampaknya tidak masuk akal bagi
orang Belanda. Menurut kaidah bahasa Belanda penulisan serupa ini tidak
direkomendasikan. Sebab ejaannya juga beberda dengan tatabahasa di Belanda dan
apakah itu ejaan Batavia. Demikian si pengamat menmpertanyakan (lihat De
Sumatra post, 16-06-1939). Fakta ini ternyata tidak hanya sekadar perdebatan
tetapi pada tahun 1952 benar-benar terjadi. Seorang yang bernama Dr. Ewan
Forbes Semill telah mengubah statusnya menajdi perempuan setelah diakui oleh
pengadilan setelah beberapa tahun melakukan perubahan jenis kelamin. Pers
menyebutnya Njonja Meneer (Njonja Bapak).Â
berbadan hukum (NV), jamu Tjap Potret Njonja Meneer baru didirikan pada tahun
1920 (lihat De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 30-09-1949).
Perusahaan jamu Tjap Potret Njonja Meneer didirikan di Semarang dengan
menggunakan potret ibu pendiri Nyonya Meneer tahun 1919 (lihat NRC Handelsblad,
02-05-1992). Dalam industri jamu, Njonja Meneer disebutkan juga sebagai Ratoe
Toemboehan. Tumbuhannya digunakan oleh orang-orang dari semua populasi (Cina,
Jawa, Belanda, dan lainnya)
tidak diketahui secara jelas. Yang jelas pada tahun 1913 Njonja Meneer masih
bermarkas di Soerabaja (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 01-04-1913). Disebutkan di
perkampungan Cina, di Tjantian, seorang wanita Tionghoa tinggal yang dikenal
sebagai Njonja Menier yang menjual obat-obatan dan berbagai djamoe yang
meyakinkan orang setidaknya dalam seratus tahun terakhir ini.
Meneer mulai mendapat perhatian dunia internasional. Seorang profesor dari fakultas kedokteran universitas di Tokyo,
Prof. Kodama sedang meneliti jamu Njonja Meneer (lihat De locomotief :
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 15-06-1950).
Disebutkan hal yang sama juga dilakukan di Kanada. Hingga tahun 1980an ada tiga
perusahaan besar yang bergerak di industri jamu yakni Cap Nyonya Meneer, Cap
Jago dan Cap Air Mancur.
pindah dari Wonogiri ke Semarang tidak diketahui. Yang jelas perusahaan jamu yang
dipmpin Poa Tjong Kwan ini pada tahun
1947 masih berada di Wonogiri (lihat Nieuwe courant, 12-04-1947). Pada tahun 1950
diketahui pabrik jamu Tjap Djago berada di Karangsari, Semarang (De locomotief
: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 11-03-1950). Tidak lama kemudian
toko-toko jamu Tjap Djago sudah ditemukan di berbagai tempat seperti Djakarta,
Soerabaja, Tandjong Karang dan lainnya.
![]() |
| Logo jamu Tjap Djago |
Sejak kapan jamu Tjap Djago
didirikan sebagai perusahaan berbadan hukum tidak diketahui. Namun dapat diduga
setelah pindahnya dari Wonogiri ke Semarang. Ini dapat dikaitkan dengan
perubahan logo jamu Tjap Djago. Sebelumnya logonya adalah gambar ayam jago
berwarna putih polos dengan tulisan Djago. Namun kemudian logo tersebut berubah
menjadi ayam berwarna tanpa tulisan Djago.
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.








