Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Yogyakarta (21): Malioboro di Mataram dan Pakuan di Padjadjaran; Fort di Buitenzorg, Fort Vredeburg di Jogjakarta

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.03.2019
Reading Time: 14 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk melihat semua artikel Sejarah Yogyakarta dalam blog ini Klik Disini

Menulis sejarah itu
ibarat menusuk benang basah ke lobang jarum. Itu semua bermula karena data-data
sejarah kita sudah lampau dan sudah lama pula terendam dalam air. Membangkitkan
data sejarah ke permukaan dari dalam air lebih sulit dari dalam tanah. Oleh
karena menemukan jalan buntu, dan adakalanya kita bosan dengan sejarah yang
bersifat ilmiah maka terbuka peluang bagi kita untuk membebaskan diri dan
mencoba pengalaman baru dengan sejarah yang bersifat non ilmiah. Kalau kita
tidak menemukan, paling tidak kita dapat terhibur. Situasi ini dapat disajikan
dalam bentuk pantun (puisi) sejarah atau roman (novel) sejarah. Tetapi jelas
itu tidak memiliki nilai sejarah.

Analisis sejarah tidak sepenuhnya
bersifat vertikal (indepth). Analisis sejarah juga tidak sepenuhnya bersifat
horizontal (comparative). Analisis sejarah haruslah dikombinasikan antara yang
bersifat vertikal dengan yang bersifat horizontal.

Dalam dunia ilmiah, hal
yang sangat kompleks dapat disederhanakan dalam dua dimensi saja yang secara
diagramatik menghubungkan nilai-nilai pada sumbu vertikal dengan nilai-nilai
pada sumbu horizontal. Dalam bahasa matematis y=f(t) yang mana t adalah waktu
dan y adalah nilai kejadian. Serial waktu dari nilai kejadian ini yang kerap
disebut sejarah (time-series). Jika pada waktu yang sama nilai kejadian
diperbandingkan maka fungsiya menjadi t=f(y1, y2, y3,..yn). Pendekatan spasial
ini dapat disebut sebagai sejarah (comparative). Jika dianalis pada waktu yang
berbeda-beda akan didapatkan sebuah panel sejarah yang komprehensif (bersifat
kontekstual). Pendekatan panel ini akan menunjukkan nilai kejadian pada waktu yang
berbeda relatif dari satu tempat ke tempat lain. Dengan kata lain, sejarah itu sejatinya
dipahami tidak hanya secara absolut (vertikal) dan juga tidak hanya secara
relatif (horizontal), tetapi secara konstekstual (ruang dan waktu).

Sebagai contoh dalam hal ini tugu
yang diperlihatkan dalam gambar: Tugu tidak hanya di Jogjakarta tetapi juga di
Butenzorg; demikian juga tugu tidak hanya di Bogor tetapi juga di Jogjakarta.
Hasil analisis panel serupa ini menjadi lebih luas (bersifat relatif). Kenyataannya,
analisis sejarah cenderung bersifat absolut (lebih sempit). Hal ini yang
cenderung mengundang perdebatan. Kejadian-kejadian alam bersifat relatif,
apalagi kejadian-kejadian sosial.
Dalam penulisan sejarah,
karena data yang digunakan cenderung data lampau, maka dalam penulisan sejarah,
kita akan berhadapan dengan ketidakpastian. Hal ini karena data hilang atau memang
tidak terdata. Pendekatan deduktif dalam analisis sejarah adakalanya menemukan
jalan buntu. Oleh karena itu, pendekatan yang paling mudah digunakan dalam
penulisan sejarah adalah dengan cara induktif. Dalam bahasa sekarang, analisis
sejarah, azas yang berlaku adalah ‘data membentuk judul’, bukan ‘judul mencari
data’. Pendekatan deduktif dalam penulisan sejarah cenderung mengundang
spekulasi bahkan godaan untuk mengarang. Jelas menulis sejarah bukanlah
mengarang. Namun teknik mengarang sering diterapkan dalam penulisan sejarah.
Hasil penulisan sejarah serupa ini tidak jarang dijadikan sebagai rujukan dalam
berperilaku. Padahal sejarah yang dirujuk tidak kredibel (salah).

Pantun sejarah atau
roman (novel) sejarah adalah cara masyarakat untuk mengungkapkan sejarah, Namun
cara itu bukan metode ilmiah. Namun lucunya, dalam penulisan sejarah banyak
yang menggunakan sumber-sumber semacam ini seperti mitologi dan legenda. Data-data
sumber ini tidak dapat diverifikasi karena tidak berhasil menunjukkan angka
tahun, bulan atau hari. Padahal analisis sejarah memerlukan presisi yang tinggi
soal waktu (date) yakni waktu yang berbeda untuk memperbandingkan suatu hal
(kejadian sejarah). Demikian juga halnya muncul persoalan dalam sumber
narasumber. Jurnalistik saja menganut azas cover both side, apalagi analisis
sejarah.
Puisi sejarah

Dulu tidak ada nama Jalan
Majapahit, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada di Kota Bandung dan tidak ada
nama Jalan Pajajaran dan Jalan Siliwangi di Kota Jogjakarta adalah salah satu
bentuk nyata dalam berperilaku yang bersumber dari analisis sejarah. Padahal sumber
sejarah itu sendiri sangat lemah karena data tidak bisa diverifikasi dan data
diperlakukan sebagai analisis sejarah absolut. Oleh karenanya, adanya upaya
menabalkan nama-nama jalan itu di masing-masing kota pada masa ini mengindikasikan
bahwa analisis (produk) sejarah bersifat relatif, bukan absolut. Artinya
relatif analisisnya dan relatif penerapannya.

Sebelum melakukan analisis sejarah lebih
lanjut dan untuk menghilangkan kebuntuan ada baiknya kita berpantun sejarah
lebih dahulu (lihat teks). Berpantun sejarah akan mencairkan kebekuan. Kebekuan
bukan tujuan analisis sejarah. Analisis sejarah untuk mencerdaskan bangsa.
Dalam sejarah kota-kota
di Indonesia, pendekatan yang digunakan dalam analisis sejarah kota yang
bersangkutan cenderung bersifat absolut (vertikal). Tidak ada kota yang
melakukan pendekatan relatif (horizontal). Maka, setiap kota merasa unggul
dibanding sejarah kota lain. Hal yang paling konyol data yang digunakan tercampur
dengan sumber-sumber yang berasal dari pantun dan roman sejarah. Akibatnya, sebagai
contoh, oleh karena tidak ada satu metodologi yang seragam untuk menentukan
hari lahir kota, maka ada kota yang terlalu tua dan ada kota yang terlalu muda.
Itulah roman sejarah kota-kota di Indonesia yang lebih mengedepankan hanya unsur romantisnya
saja.    

Mataram
di Malioboro dan Padjadjaran di Pakuan

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Tunggu deskripsi
lengkapnya
Fort Padjadjaran di Buitenzorg, Fort
Vredeburg di Jogjakarta
Tunggu deskripsi
lengkapnya

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Yogyakarta (22): Sejarah Masjid di Yogyakarta; Masjid Syuhada Indonesia, 1950 dan Masjid Kauman Jogjakarta, 1779

Resep Asinan Buah Segar Tanpa Cuka

Iklan

Recommended Stories

[Penginapan] Caravan Park Adelaide – Melbourne

03.12.2012
Hukum Mengingkari Adanya Jin dan Fenomena Kesurupan

Resep Ikan Wader Tepung Goreng 2 Kali Lebih Renyah dan Lebih Awet

22.07.2016

Mendengar Adzan Tidak Shalat Jumat

16.11.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?