Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jakarta (18): Benteng-Benteng VOC di Batavia dan Sekitar; Benteng Terjauh Fort Padjadjaran, Bogor Hulu Sungai Tjiliwong

Tempo Doelo by Tempo Doelo
31.01.2018
Reading Time: 13 mins read
0
ADVERTISEMENT



false
IN



























































































































































RELATED POSTS

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia


Benteng
Batavia (Casteel Batavia) adalah benteng pertama di Batavia. Benteng Batavia  dibangun seiring dengan penetapan muara
sungai Tjiliwong sebagai ibukota (stad) VOC yang baru, sejak 1619. Casteel
Batavia tentu saja bukan satu-satunya benteng VOC di Batavia. Benteng sendiri
bagi VOC dari sisi luar adalah untuk fungsi pertahanan, tetapi dari sisi dalam
benteng juga berfungsi sebagai komplek bangunan untuk berbagai hal: pimpinan,
administrasi, gudang komoditi, gudang senjata, barak pekerja, barak tentara dan
sebagainya. Benteng Batavia (Casteel Batavia) adalah benteng terbesar VOC di
Oost Indie (Hindia Timur).
Stad Batavia dan benteng sekitar Batavia (Peta 1660)

Benteng-benteng VOC tidak hanya terdapat di
Batavia. Benteng VOC juga terdapat di Ternate, Tidore dan Amboina dan Macassar.
Benteng-benteng VOC lainnya berada di Atjeh, Baros, Singkel dan Padang serta
(pulau) Gontong di Riaouw di Sumatra. Benteng-benteng di timur Batavia
diantaranya benteng Missier di Tegal, benteng-benteng di Semarang dan sekitar
serta benteng-benteng di di Soerabaja dan sekitar. Di sebelah barat Batavia
juga ditemukan benteng VOC di Banten. Satu benteng VOC yang berada di selatan
Batavia adalah benteng Padjadjaran.   

Benteng
di Batavia dan sekitar terbilang cukup banyak. Jumlah benteng VOC di sekitar
Batavia diperkirakan sebanyak 20 buah. Benteng-benteng dibangun sesuai dengan
situasi dan kondisi wilayah. Lokasi dimana benteng dibangun ditentukan atas
pertimbangan potensi (ekonomi) wilayah dan kemungkinan munculnya ancaman
(serangan) di wilayah sekitar. Pembangunan benteng adalah investasi pertama VOC
di wilayah yang baru.

 

Benteng-Benteng di Batavia dan
Sekitar (1656)
Pada
awal kolonialisasi Belanda/VOC tahun 1619 di muara sungai Tjiliwong dibangun
benteng besar (yang kemudian disebut Casteel Batavia). Benteng ini berfungsi
ganda: pertahanan, tempat dimana gudang komoditi ditempatkan, tempat para
pimpinan, barak-barak tenaga kerja dan pasukan serta tempat para pemimpin lokal
yang bekerjasama.
VOC umumnya membangun benteng di area kosong dan
lokasinya bersifat marjinal (sebagaimana kita lihat juga dalam perkembangannya).
Benteng pertama di muara sungai Tjiliwong (yang kemudian disebut Casteel
Batavia) dibangun di area kosong dan lahan marjinal. Benteng ini tidak
mengambil posisi di Soenda Kalapa, juga tidak di Jacatra (baca: Jayakarta)
tetapi memilih lokasi di sisi timur muara sungai Tjiliwong dekat pantai.
Penetapan lokasi atas pertimbangan menghindari okupasi dan fungsi pertahanan
(strategis dalam bertahan juga tidak menyulitkan jika harus melakukan escape). Serangan
pertama terhadap keberadaan Casteel Batavia adalah serangan yang dipimpin oleh
Soeltan Agoeng dari Mataram. Sejak itu benteng Batavia diperkuat dan juga
diperluas.
Dalam
perkembangannya muncul resolutie van Gouverneur Generaal en Raden tanggal 12
Mei 1656 VOC yang memutuskan akan dibangun benteng di sejumlah tempat di
Batavia. Saat itu, ibukota (stad) Batavia sudah cukup besar, pemukiman dan
aktivitas orang-orang Eropa/Belanda sudah meluas di luar Casteel Batavia. Adanya
resolusi pembangunan benteng-benteng baru diduga untuk lebih memperkuat
pertahanan ibukota (stad) Batavia dan juga membuka prospek untuk melakukan
berbagai jenis usaha di sekitar Batavia seperti pertanian (estate) dan industri
(pabriek). Strategi ekonomi yang hanya berlandaskan perdagangan yang longgar di
kota-kota pantai sudah tidak sepadan lagi dengan ekspektasi jangka panjang
(untuk mengantisipasi pasar Eropa yang terus berkembang). Kebijakan VOC secara
bertahap diarahkan agar penduduk (lokal) sebagai subjek.
Penetapan benteng-benteng berdasarkan resolutie
van Gouverneur Generaal en Raden tanggal 12 Mei 1656 antara lain pembangunan
benteng di Jacatra, Noordwijk dan Ryswyck. Benteng-benteng ini rancangannya
telah dilukis oleh Johannes Listing (1656).
Pada peta
situasi tahun 1660 selain Casteel Batavia sudah terdapat tiga benteng baru yang
lebih kecil di sekitar Batavia. Benteng-benteng tersebut adalah Fort Jacatra di
sekitar Mangga Dua yang sekarang; Fort Noordwijk di sekitar Jl. Juanda atau Jl
Dr. Sutomo yang sekarang; dan Fort Ryswyck di sekitar Harmoni yang sekarang. Adanya
benteng-benteng ini para investor VOC mulai investasi dalam bidang estate,
pembukaan perkebunan-perkebunan dan pecetakan sawah-sawah baru. Para investor
VOC juga mulai mengembangkan pabrik gula (kelapa dan aren) dan kemudian pabrik
gula tebu sehubungan dengan perkebunan-perkebunan tebu yang telah mulai
menghasilkan. Pembangunan industri gula ini kemudian mendatangkan tenaga kerja
dari Tiongkok.
Sementara itu, perdagangan di luar Batavia
seperti di Sulawesi, Jawa dan Sumatra masih menjadi prioritas. Ekspansi
perdagangan kemudian diperluas ke Sumatra (terutama Sumatra’s Westkus) dengan
membangun pos-pos perdagangan di (poelaoe Tjinco), Air Hajie dan Padang (1666)
dan Baroes (1669). Di Makassar penentangan terhadap VOC mulai muncul yang
berakhir dengan terjadinya Perang Gowa (1669) yang dipimpin oleh Soeltan Hasan
Oedin (baca: Sultan Hasanudin).
Perkembangan
pertanian dan industri di Batavia dan sekitar yang sudah mulai kondusif
(menguntungkan), VOC mulai mengeksplorasi (poelaoe Jawa) dengan melihat posisi
Chirebon dan Bantam [Banten]. Pengembangan pertanian tebu akan diperluas ke
Jawa untuk mendukung industri gula di Batavia.
Untuk memperlancar strategi ekspansi VOC,
sejumlah benteng dibangun di Bantam, Chirebon dan Tagal [Tegal]. Benteng Bantam
dibangun sebagai wujud untuk memulai penaklukan Kesultanan Banten, demikian
juga dengan benteng di Chirebon (untuk penaklukan Kesultanan Chirebon). Lalu
kemudian benteng dibangun di Tegal untuk memulai ekspansi ke (wilayah) Mataram
dan benteng dibangun di hulu sungai Tjiliwong [di Bogor] untuk memulai ekspansi
ke (wilayah) Priangan.
Fort Padjadjaran (1687)
Setelah
benteng-benteng di Batavia dan sekitar dibangun dan setelah sejumlah benteng
dibangun di Banten, Chirebon dan Tegal, VOC mulai merintis jalan ke hulu sungai
Tjiliwong (eks Pakwan Padjadjaran) dengan melakukan ekspedisi tahun 1687 yang
dipimpin oleh Sersan Scipio.
Ekspedisi ke Pakwan Padjadjaran ini uniknya tidak
dilakukan dari pantai utara Jawa, tetapi sebaliknya melalui pantai selatan Jawa
di Pelabuhan Ratu yang sekarang. Dari pantai selatan, tim ekspedisi merangsek
hingga menemukan lokasi strategis yang merupakan eks Pakwan Padjadjaran.
Dalam
ekspedisi ini (1867), benteng VOC ditetapkan dibangun di hulu sungai Tjiliwing
yang disebut Fort Padjadjaran (lokasinya persis berada di Istana Bogor yang
sekarang). Benteng di hulu sungai Tjiliwong ini fungsinya tidak sebanyak
Casteel Batavia, tetapi hanya sekelas benteng Jacatra, Noordwijk dan Ryswyck.
Fungsinya hanya satu: fungsi pertahanan saja yakni untuk lebih melindungi
perkebunan (estate) yang semakin meluas ke hulu sungai Tjiliwong.
Investor VOC pertama yang mulai merintis
perkebunan terjauh di hulu sungai Tjiliwong adalah Cornelsis Chastelein di Sringsing
(dan kemudian membuka lahan baru di Depok). Sejak itu muncul pembukaan perkebunan
baru di Tjinirie (sebelah barat Depok) dan Pondok Terong (sebelah selatan
Depok) oleh St. Martin. Wilayah sisi barat sungai Tjiliwong dianggap mulai aman
sehubungan dengan penaklukan Banten. Penaklukan Banten dilakukan oleh pasukan
di bawah pimpinan Kapitein Jonker dan kemudian diselesaikan oleh Sersan St.
Martin. Pembukaan lahan di Tjinirie dan lahan di Pondok Terong adalah bentuk
hadiah yang diberikan Gubernur Jenderal kepada Sersan St. Martin atas
dedikasinya untuk mengamankan di Banten.   
Setelah
benteng Fort Padjadjaran dibangun di hulu sungai Tjiliwong, lalu kemudian
benteng baru dibangun di muara sungai Tjisadane di Tangerang (Fort Tangerang).
Benteng ini berfungsi untuk pertahanan sehubungan dengan semakin meluasnya
perkebunan ke sisi barat sungai Tjiliwong.
Pemberontakan China di Batavia (1740)
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap
berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada
‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku
hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
ang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.
ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

31.12.2021
Sejarah

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (324): Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris Asal Kutai; Pantai Timur Borneo pada Era VOC

30.12.2021
Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (30): Enam foto dari Jawa Timur

29.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (323): Pahlawan Nasional Pengeran Mohamad Noor, Banjar; THS te Bandoeng, Volksraad dan BPUPKI

29.12.2021
Next Post

AMALAN SUNNAH YANG SANGAT DIANJURKAN PADA HARI JUM'AT

Menafsirkan Mimpi dengan Buku Tafsir Mimpi

MENIKMATI PANORAMA INDAH MONI DI KAKI GUNUNG KELIMUTU

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Sinarmas di  Jakarta Timur

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Sinarmas di Jakarta Timur

20.11.2020

Air Terjun Tegan Kiri: Dari Suara Tangis sampai Keindahannya

10.04.2012

Khutbah Idul Adh-ha (Renungan Terhadap Keadaan Kita)

08.10.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?