Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tata Kota Indonesia (34): Tata Kota Bandar Lampung,Tanjung Karang dan Teluk Betung; Orang Banten dan Penduduk Asli

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.07.2023
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tata Kota di Indonesia di blog ini Klik Disini

Kisah
Kota Bandar Lampung bermula di selat Sunda diantara Banten pantai barat Jawa
dan Lampung pantai selatan Sumatra. Satu nama tempat sejak awal (sejak era
Portugus) di teluk Lampung diidentifikasi nama Dampin. Nama Teluk Betong muncul
dan semakin popular pasca letusan gunung Krakatau tahun 1883. Teluk Betong
kemudian menjadi Pelabuhan utama di ujung selatan Sumatra. Bagaimana dengan
Tanjung Karang?


Kota Bandar Lampung ibu kota provinsi dan kota
terbesar di provinsi Lampung. Secara geografis, Kota ini merupakan gerbang
utama Pulau Sumatra. Suku Lampung diyakini sebagai penyebab penggunaan bahasa
Lampung. Suku-suku Lampung secara geografis menempati wilayah mulai dari
Kepaksian Paksi Pak Sakala Brak di Lampung Barat Lampung Timur hingga ke bagian
wilayah Sumatra Selatan dan Bengkulu, bahkan di pantai barat Banten. Wilayah yang
menjadi Kota Bandar Lampung era Pemerintah Hindia Belanda masuk wilayah Onder
Afdeling Telokbetong (Stbls 1912 No 462) terdiri ibu kota Telokbetong dan wilayah
sekitarnya. Sebelum tahun 1912, Ibu kota Telokbetong ini meliputi juga
Tanjungkarang, 5 km di sebelah utara Kota Telokbetong. Ibu kota Onder Afdeling
Telokbetong adalah Tanjungkarang, sementara Kota Telokbetong sebagai ibu kota Residentie
Lampung. Semasa Jepang, kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan shi (Kota). Lalu
sejak era RI, Kota Tanjungkarang dan Kota Telokbetong menjadi bagian dari
Kabupaten Lampung Selatan hingga diterbitkannnya UU No 22 tahun 1948 yang
memisahkan kedua kota dari Kabupaten Lampung Selatan dan dibentuk Kota
Tanjungkarang-Telukbetung. PP No 24 tahun 1983, nama Kotamadya Tanjungkarang-Telukbetung
diubah menjadi Kotamadya Bandar Lampung
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah tata kota di Bandar
Lampung, Tanjung Karang dan Teluk Betung? Seperti disebut di atas nama Bandar
Lampung adalah nama baru, tetapi Teluk Betung dan Tanjung Karang sudah lebih
awal eksis sebagai kota-kota. Bagaimana perkembangan Kawasan teluk Lampung
diantara orang Banten dan penduduk asli Lampung? Lalu bagaimana sejarah tata kota
di Bandar Lampung, Tanjung Karang dan Teluk Betung? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tata Kota di Bandar Lampung, Tanjung Karang dan Teluk
Betung; Orang Banten dan Penduduk Asli Lampung

Jauh sebelum nama Telok Betoeng dan nama Tandjoeng
Karang terinformasikan, sudah sejak dahulu nama Lampung dikenal. Pada era
Portugis di wilayah Lampong diidentifikasi nama Dampin.
Dalam peta Portugis tersebut,
nama Lampoeng berada di pedalaman dan nama Dampin berada disekitar pesisir
pantai selatan Lampung yang sekarang di Selat Soenda.
Nama Lampong tampaknya terus eksis sejak kali
pertama diketahui nama Lampong disebut dalam teks Negarakertagama (1365).


Pada saat kehadiran pelaut-pelaut Belanda di Hindia Timur, yang dipimpin
Cornelis de Houtman, nama (kampong) Dampin adalah salah satu kampong yang
disinggahi. Ini dijelaskan dalam peta legendaris Belanda dimana para pelaut
Belanda tiba di desa tersebut pada tanggal 22 Juni 1596 (sebelum menuju ke
pelabuhan Banten). Dalam peta legendaris tersebut ditulis sebagai berikut:
Inilah gambaran salah satu penguasa Sumatera, Kampong Dampin, menjadi
interaksi kami (memasuki) di Selat Sunda, tempat kami pada tanggal 12 Juni
adalah negeri yang menyambut kami dengan baik, dengan memberikan buah-buahan.
Di sini kami mendapatlan lada, dan pemimpinnya terlihat sangat sopan yang
didampingi oleh para pengawalnya, dan juga wanita yang melayaninya. Mereka
memberi tahu kami banyak tentang Banten, dan kami tidak mengeluarkan apapun
darinya”.
Orang-orang
Lampong sudah ada yang berdagang ke (Pelabuhan) Banten (lihat Daghregister
1661). Pieter Alvis tiba di Banten setelah pelayaran terakhirnya ke teluk
Lampong untuk mendapatkan lada dan dari Sillebaer, Lampon dan Toelongbauwang
sekitar 20 kapal penduduk sarat dengan lada tiba di Banten dan penuh dengan anyaman,
padi, kayu, dll (lihat Daghregister 1670).

Dengan mengacu pada peta-peta Portugis dan
Belanda/VOC, nama Lampong adalah nama wilayah, dan Dampin sendiri, dalam hal
ini, adalah sebuah nama kampong (di wilayah Lampong)
di wilayah pesisir. Dimana posisi GPS kota/kampong Dampin ini diduga
kuat berada di sekitar Kalianda yang sekarang (lihat Peta 1753). Sementara pada
Peta 1665 Dampin diidentifikasi pada bagian dalam teluk.


Dalam peta-peta VOC ini adakalanya Dampin diidentifikasi sebagai nama kerajaan
dan nama Lampong sebagai nama wilayah dan nama teluk. Nama lain di wilayah
ujung selatan Sumatra ini muncul nama Toulang Bawang di pantai timur dan Kroei
di pantai barat. Nama-nama tempat di ujung selatan Sumatra kalah popular jika
dibandingkan dengan nama Banten di pantai utara Jawa bagian barat dan nama
Palembang di di utara Toeloeng Bawang. Oleh karena nama Lampong lebih awal
dikenal, besar kemungkinan nama Dampin kemudian lebih popular dari nama
Lampong, dimana Dampin menjadi pusat kerajaan yang berpindah-pindah di sekitar
teluk, tetapi nama Lampong tetap abadi sebagai nama wilayah.

Namun dalam perkembangannya, nama Dampin ini
menghilang dari sejarah. Tidak dengan nama Lampong. Mengapa? Apakah nama Dampin
telah memudar dan kemudian telah lenyap. Lantas apakah lenyap karena terjadinya
tsunami tahun 1883 ketika gunung Krakatau meletus? Kita lihat saja nanti.


Nama Lampong dan nama Dampin sudah lama dikenal di wilayah ujung selatan
pulau Sumatra. Namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kurang terinformasikan
sepanjang masa? Apakah pengaruh Banten di Kawasan ini begitu kuat. Fakta bahwa
selama era VOC, hanya wilayah timur yang berkembang di daerah aliran sungai
Toelang Bawang.
VOC telah menempatkan Residen Lampong Toulang
Bawang tahun 1791 (lihat Leydse courant, 23-05-1791). Gambaran ini terus
berlangsung hingga era Pemerintah Hindia Belanda. Hubungan Batavia dengan
Lampong, sejak era VOC hingga awal pembentukan Pemerintah Hindia Belanda masih intens
melalui perdagangan, terutama dalam perdagangan komoditi lada. Pada tanggal 11 Februari 1811 kapal pedagang
Belanda baru tiba di Batavia dari Lampong (lihat Bataviasche koloniale courant,
15-02-1811).

Nama Telok Betoeng paling tidak sudah diidentifikasi
pada Peta 1825. Nama ini tepat berada mengindetifikasi bagian dalam teluk
Lampong. Apakah teluk Betoeng telah menggantikan nama teluk Lampong? Dalam peta
nama Toelang Bawang masih mermiliki keutamaan di pantai timur (sungai Toelang
Bawang).


Nama Telok Betong di pantai selatan (teluk Lampong) diidentifikasi nama
Teluk Betong di pesisir pantai. Tampaknya teluk Betong adalah teluk kecil di
bagian dalam teluk Lampong. Kawasan teluk ini tampaknya terus kurang
terinformasikan secara intens, bahkan sejak Cornelis de Houtman tahun 1596.
Teluk Lampong seakan sepi sendiri. Yang rampai justru di daerah aliran sungai Toelang
Bawang.

Lalu bagaimana perkembangan lebih lanjut di teluk Lampong atau teluk
Betoeng? Seperti kita lihat nanti, pada tahun 1834 Pemerintah Hindia Belanda
melakukan ekspedisi ke wilayah Lampong untuk menaklukkan Raden Imba Koesoema.
Pada fase ini juga di pantai barat Sumatra tengah berlangsung Perang Padri
(setelah Perang Jawa 1825-1830). Apakah ini mengindikasikan menjadi awal babak
baru di teluk Lampong atau teluk Betoeng?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Orang Banten dan Penduduk Asli Lampung: Dampin di
Teluk Lampung, Teluk Betong, Tanjung Karang hingga Bandar Lampung

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

The Garden of Words (2013) Sinopsis, Informasi

Inilah Sejumlah Toko Ikan Aquascape Terdekat di Jakarta Utara

Iklan

Recommended Stories

[Resep Kokidol] Burger Nasi Fancy, Pakai Chicken Luncheon Pronas Idolaque

04.06.2018
[#AYTKTM] Menguji Hidup

[#AYTKTM] Menguji Hidup

30.12.2013
Apakah Mandi Mencukupi dari Wudhu ?

Apakah Mandi Mencukupi dari Wudhu ?

24.01.2016

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?