Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banyumas (38): Tasikmalaya Danau Malaya Sejak Soekapoera? Galunggung dan Wilayah Pegunungan di Pantai Selatan Jawa

Tempo Doelo by Tempo Doelo
12.04.2023
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyumas dalam blog ini Klik Disini

Nama
Tasikmalaya adan nama Sukapura adalah nama unik di Priangan (timur). Duan ama ini
diduga berasal dari zaman kuno era Hindoe Boedha. Letak geografis yang dekat ke
pantai selatan Jawa mengindikasikan wilayah ini berkembang pada masa awal
navigasi pelayaran perdagangan di pantai selatan Jawa. Pintu masuk ke wilayah
pegunungan ini dari muara sungai Citanduy yang diduga dulunya tepat berada di
Banjar yang sekarang. Jika Sukapura sebagai kota awal, apakah wilayah Tasikmalaya
sebagai danau besar? Danau tasik di gunung besar Malaya (Galunggung)?


Tasikmalaya
nama kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kabupaten ibu kota di Singaparna.
Kabupaten ini berbatasan Majalengka di utara, Samudra Hindia di selatan, Ciamis
dan Pangandaran di timur, dan Garut di barat. Sebelum Tasikmalaya adalah Sukapura
yang dulunya bernama Tawang atau Galunggung. Penyebutan Tasikmalaya muncul
setelah gunung Galunggung meletus sehingga wilayah Sukapura berubah jadi tasik
(danau, laut). Sebagian besar wilayah daerah perbukitan, khususnya di daerah
timur. Pada abad ke-7, diketahui adanya bentuk Pemerintahan Kebataraan pusat di
sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan
Galuh) persetujuan Batara yang bertakhta di Galunggung. Batara atau sesepuh memerintah
masa terakhir Batari Hyang yang masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk
dari kebataraan jadi kerajaan. Kerajaan bernama Kerajaan Galunggung berdiri 21
Agustus 1111 penguasa pertamanya Batari Hyang. Periode pemerintahan di Sukapura
didahului masa pergolakan di wilayah Priangan awal abad ke-17: Mataram, Banten,
dan VOC. Wirawangsa penguasa Sukakerta diangkat Bupati daerah Sukapura, dengan
gelar Wiradadaha I, hadiah dari Sultan Agung Mataram atas jasa-jasanya membasmi
pemberontakan Dipati Ukur. Pada masa pemerintahan Surialaga (1813-1814) ibu
kota dipindahkan ke Tasikmalaya. Nama kabupaten Sukapura 1913 diganti menjadi Tasikmalaya
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Tasikmalaya danau
Malaya sejak era Sukapura? Seperti disebut di atas, adakalanya nama menunjukkan
sejarahnya sendiri tentang Tasikmalaya. Suatu wilayah subur di kaki gunung
Galunggung. Apakah wilayah kota Tasikmalaya sekitar yang sekarang dulunya danau
besar? Yang jelas gunung tertinggi adalah Galunggung di wilayah pegunungan pantai
selatan Jawa. Lalu bagaimana sejarah Tasikmalaya danau Malaya sejak era
Sukapura? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tasikmalaya Danau Malaya Sejak Era Sukapura?
Galunggung dan Wilayah Pegunungan di Pantai Selatan Jawa

Ada sungai di Tasikmalaya yang tidak bermuara ke
sungai Citanduy. Sungai tersebut adalah sungai Ciwulan yang berhulu di gunung
Cikuray dan bermuara di pantai selatan Jawa. Sungai ini diduga kuat merupakan salah
satu pananda awal navigasi jalan dari pantai di kampong Ciwulan ke kepadalaman
di Tasikmalaya. Pantai selatan pada awal navigasi perlayaran perdagangan
termasuk lalu lintas yang ramai ke teluk Sagara (Anakan).


Sungai di Tasikmalaya yang bermuara ke sungai Citanduy adalah sungai
Ciloseh. Sungai ini berhulu di gunung Galunggung dan bermuara di sungai Citanduy
tepat di hilir Kota Tasikmalaya. Sungai Citanduy ini di awak navigasi pelayaran
perdagangan bermuara di laut di Kota Bandjar yang sekarang. Oleh karena itu di
jalur navigasi pelayaran perdagangan awal, wilayah Tasikmalaya dapat didekati
dari pantai selatan dan dari timur di pantai teluk Sagara di kota Banjar yang
sekarang.

Nama terawal di wilayah Tasikmalaya adalah Sukapura.
Nama ini sudah dicatat pada abad ke-17 era VOC sebagai suatu district. Nama
Sukapura sendiri diduga kuat nama lama yang berasal dari zaman kuno era Hindoe
Boedha. Pada Peta 1724 wilayah (lansckap) Sukapura ini adalah dari wilayah kota
Tasikmalaya yang sekarang hingga ke pantai. Sementara di sisi timur lanskap
Sukapura ini diidentifikasi sebagai lanskap Imbanagara (Sukapura dan Imbanagara
sebagai nama wilayah; tidak terindentifikasi nama kampong). Dalam hal ini di
daerah aliran sungai Citanduy, lanskap Sukapura berada di hulu, lanskap
Imbanagra di hilir sungai. Bagi penduduk di lanskap Sukapura sungai Ciwulan menjadi
penting, karena menjadi satu-satunya penghubung antara bagian pedalaman dan
bagian pesisir pantai.


Secara teoritis, pada awal perkembangan peradaban di pulau-pulau
nusantara, biasaya bermula di pedalaman. Hal itu dimana ditemukan lahan-lahan
subur dan ketersediaan hasil-hasil huta. Produk-produk yang dihasilkan di pedalaman
ini dipertukarkan di pantai dengan para pedagangan-pedagang manca negara. Di Kawasan
pertukaran di pantai inilah kemudian berkembang pelabuhan-pelabuhan seperti Banjar
di muara sungai Citanduy. Pada fase ini diduga pelabuhan Banjar ini masih
berada di pantai di suatu teluk besar (teluk yang diduga teluk Sagara). Dalam
perkembangan peradaban lebih lanjut dua pusat peradaban berkembang, tidak hanya
di pedalaman tetapi juga di pantai. Wilayah antara dua tipologi kota inilah
berkembang kawasan yang lebih luas yang gilirannya membentuk jaringan perdagangan
di wilayah belakang pantai hingga jauh ke pedalaman. Dalam konteks inilah
wilayah Tasikmalaya. Ciamis dan Banjar berkembang secara Bersama-sama menjadi
satu kawasan ekonomi di wilayah pantai selatan Jawa.  

Pada Peta 1724 di sebelah barat lanskap Sukapura
adalah lanskap Kandang Wessi (kini masuk wilayah Garut). Sedangkan dua lanskap
di utara lanskap Sukapura adalah lanskap Priangan dan lanskap Sumedang. Lanskap
Sukapura tampaknya lanskap yang paling luas diantara lanskap-lanskap yang ada (jika
garis pantai masa ini antara batas Garut hingga semenanjung Pangandaran).
Beberapa decade sebelumnya, penguasa Sukapura terbilang juga cukup berpengaruh
dimana Toemenggoeng Soekapoera melakukan perjanjian dengan VOC.


Setelah Soesoehoenan menyerahkan Jawa bagian barat
di bawah otoritas Pemerintah VOC, pada masa komandan Jacob Couper (dari
Chirebon) telah melakukan perjanjian di Chirebon dengan Pangeran Soemedang (yang
sejak 1677 menempatkan diri di bawah VOC); Demang Timbanganten (sebalah barat Sukapura/Kandang
Wesi/sekitar Leles) yang diangkat menjadi bupati Bandoeng tahun 1681 oleh komisaris
van Dijk; Toemenggoeng Soekapoera dan Toemenggoeng Galoenggoeng dan Parakan
Moentjang; Kijai Imbanagara. Apakah sudah ada ekspedisi VOC (Couper) ke wilayah
Priangan (Preanger) tidak terinformasikan. Yang jelas pada tahun 1686 adalah
tahun terakhir Mataram di wilayah Galoeh (Imbanagara). Untuk sekadar menambahkan
wilayah hulu sungai Tjiliwong dilakukan ekspedisi pata tahun 1687.

Pada Peta 1817 nama Sukapura diidentifikasi sebagai
kampong di hulu sungai Ciwulan. Posisi GPS kampong Sukapura ini berada di sisi
barat sungai Ciwulan sebelum sungai berbelok ke barat ke arah gunung Chikuray.
Jika membandingkan pada peta masa kini, letak kampong Sukapura ini berada di
batas paling selatan Kota Tasikmalaya (sekitar Sukaraja). Dalam peta tersebut
nama Tasikmalaya belum/tidak teridentifikasi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Galunggung di Wilayah Pegunungan Pantai Selatan Jawa: Sejak
Era Navigasi Pelayaran Perdagangan Awal

Pada awal permulaan
Pemerintahan Hindia Belanda
, pada
tahun 1822 terjadi letusan gunung Galunggung (lihat Bataviasche courant,
09-11-1822). Disebutkan terjadi letusan pada akhir bulan lalu yang mana letusan
kedua terjadi mulai pukul tujuh malam hingga tengah malam telah mengeluarkan
lava yang sangat hebat yang mengalir hingga sungai-sungai di Singaparna. Lumpur
mendidih, bercampur dengan belerang yang terbakar, telah membanjiri sebagian
besar dataran Singaparna, Sebagian penduduk berhasil menyelamatkan diri ke
gunung-gunung sementara sebagian ada penduduk yang terkena aliran lava yang
panas dan terbakar dan banyak yang meninggal, Diperkirakan letusan kedua ini
menghancurkan 24 kampung lagi, dan tidak kurang dari 1.000 jiwa terbunuh.


Disebut lebih lanjut seorang ahli bedah Bruijninga, dari Tasikmalaja
segera berangkat ke Singaparna, untuk memberikan bantuan bedah yang diperlukan
kepada pasien yang berkumpul disana, Sebanyak 86 dari 195 yang terluka telah
meninggalkan rumah sakit. Beberapa telah meninggal. Di Radjapolla juga,
sebanyak 31 orang sembuh dari total 58 pasien. Di Tasik Malaija masih ada 43
orang yang terkena lava, sebagian besar terluka parah atau terbakar yang tengah
pemulihan. Yang juga patut dipuji adalah semangat para imam (pemimpim Islam) di
Singaparna untuk memberikan bantuan kepada penduduk yang sakit. Ketika saya mau
pulang di jalan utama di Radjapolln, orang Ch
irebon juga datang kesana berniat untuk
meringankan bencana penduduk..
 

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 



















*Akhir Matua
Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Tanya Jawab Ringkas Puasa

Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Dengan Harga Murah Untuk Perjalanan Liburan

Cara Mengemas Koper Agar Muat Banyak, Penting Sebelum Melakukan Perjalanan

Iklan

Recommended Stories

Perbedaan Antara Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fikih

Perbedaan Antara Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fikih

05.02.2017
Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon BFI Finance Se-Bengkulu

Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon BFI Finance Se-Bengkulu

30.07.2018

Penyatuan Tanah-Tanah Islam – Kebijakan Khilafah

19.12.2011

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?