Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (538): Pahlawan Indonesia – Guru Hamsah Studi ke Belanda; Kementerian Tak Miliki Sejarah Pendidikan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.04.2022
Reading Time: 24 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada narasi sejarah
pendidikan di Indonesia? Tampaknya belum ada. Memang sudah banyak yang menulis
sejarah pendidikan di Indonesia, tetapi belum ada yang menarasikan sejarah
pendidikan di Indonesia secara lengkap. Disebut lengkap jika semua elemen
pendidikan terdapat dalam narasi dengan data yang akurat. Oleh karena itu, dalam
hubungan ini, akan sangat sulit menemukan salah satu nama dari banyak nama, siapa
Guru Hamsah?

ADVERTISEMENT

Bagaimana narasi sejarah pendidikan di Indonesia dapat
dibaca antara lain pada laman Kompas.com: Pendidikan
di Indonesia telah ada sejak tahun 1901. Saat itu, Belanda mendirikan
sekolah-sekolah untuk kalangan pribumi. Tujuannya adalah sebagai bentuk upaya
dari kebijakan Politik Etis. Namun, seiring berjalannya waktu, sistem
pendidikan sudah mulai berkembang, Tahun 1901, Belanda mulai memperkenalkan
sistem pendidikan formal bagi penduduk. Namun pendidikan formal dibagi
berdasarkan kelas sosial dan keturunan. Baru anak pejabat dan bangsawan pribumi
yang bisa mengenyam pendidikan formal. Sistem yang mereka perkenalkan yaitu
dengan tingkatan sebagai berikut: Europeesche Lagere School, sekolah dasar bagi
orang Eropa Hollandsch Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi Meer
Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Algemeene
Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas Lalu, sejak tahun 1930-an,
pendidikan formal ini mulai dikenal hampir di semua provinsi. Namun kondisi ini
berubah. Di masa pendudukan Jepang (1942-1945), sistem digantikan. Pertama,
bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan
bahasa Belanda. Kedua, sistem pendidikan diintegrasikan. Pendidikan berdasarkan
kelas sosial yang sebelumnya berlaku dihapuskan. Ketiga, masa belajar diubah.
Setelah sekolah dasar enam tahun, ada sekolah menengah pertama tiga tahun dan
sekolah menengah tinggi tiga tahun. Pendidikan di masa Jepang jauh lebih buruk
dibanding di masa Hindia Belanda. Pada tahun ajaran 1940/1941 (Hindia Belanda)
jumlah sekolah dasar 17.848 buaah. Namun di akhir pendudukan Jepang
(1944/1945), jumlah sekolah dasar menjadi 15.069 buah
.

Lantas
bagaimana sejarah guru Hamsah
? Seperti disebut di atas, narasi sejarah pendidikan
di Indonesia tidak pernah ditulis secara lengkap. Hal itulah mengapa setiap
penulis berbeda-beda dalam menarasikannya seperti narasi sejarah di atas. Oleh
karena itu, akan banyak pelaku sejarah pendidikan di masa lampau yang tidak
dikenal, padahal mereka adalah pionir. Dalam hal ini apakah Kementerian
Pendidikan tidak memiliki narasi sejarah pendidikan di Indonesia secara
lengkap? Lalu bagaimana sejarah guru Hamsah
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Guru
Hamsah Studi ke Belanda: Willem Iskander hingga Raden Kamil

Nama
Hamsah kali pertama diberitakan pada tahun 1877. Hamsah adalah salah satu dari
dua guru muda yang dikirim ke Belanda, setelah gelombang pertama gagal. Pada
tahun 1877 Hamsah Soeyoed dan Raden Kamil berangkat ke Belanda dengan menumpang
kapal ss Koning der Nederlanden (lihat Algemeen Handelsblad, 30-06-1877). Dari
puluhan penumpang hanya mereka bertiga yang bernama non Eropa/Belanda.

Pada tahun 1874 Pemerintah Hindia Belanda
mengirim tiga guru muda ke Belanda untuk studi dalam mendapatkan akta guru.
Tiga guru muda tersebut adalah Barnas Lubis dari Tapanuli, Raden Soerono dari
Soeracarta dan Raden Ardi Sasmita dari Bandoeng. Untuk mjendampingi mereka
selama di pelayaran dan selama studi di Belanda akan dibimbing oleh guru Willem
Iskaander. Awal pengiriman ini bermula setelah sukses sekolah guru
(kweekschool) Tano Bato. Ini bermula pada tahun 1857 Sati Nasoetion berangkat
studi ke Belanda untuk mendapat akta guru (pribumi pertama studi ke Belanda).
Sati Nasoetion alias Willem Iskander lulus tahun 1860 dan pada tahun 1861
kembali ke tanah air. Pada tahun 1862 Willem Iskander mendirikan sekolah guru
di kampong halamannya di Tano Bato (sekolah guru ketiga setelah sekolah guru
Soeracarta , 1851; dan sekolah guru Fort de Kock, 1856). Pada tahun 1864
Inspektur Pendidikan Pribumi Mr CA van der Chijs mengunjungi Kweekschool
Tanobato dan merasa puas dan menilai sekolah itu terbaik diantara tiga sekolah
guru yang ada. Pada tahun 1872 Pemerintah berencana mengirim beberapa guru muda
ke Belanda. Untuk mendampinginya ditunjuk Willem Iskander dengan diberikan
beasiswa untuk melanjutkan studi mendapat akta guru kepala. Sekolah guru
Tanobato ditutup dan Willem Iskander akan dproyeksikan menjadi direktur sekolah
guru Kweekschool Padang Sidempoean yang akan dibuka pada tahun 1879. Willem
Iskander dengan tiga guru muda berangkat pada bulan Mei 1874. Barnas Lubis
meninggal selama studi. Raden Soerono sakit lalu dipulangkan tetapi Raden
Soerono meninggal di tengah pelayaran di sekitar Fort Said. Pada bulan Mei 1876
Willem Iskander diberitakan meninggal dunia di Belanda. Dengan situasi dan
kondisi yang ada, Pemerintah kembali mengirim tiga guru muda ke Belanda, Raden
Kamil dan Hamsah serta Soejoed.

Pada
tahun 1878 Pemerintah Hindia Belanda kembali mengirim dua guru muda untuk studi
ke Belanda. Dua guru muda tersebut adalah Jozias Ratlangi dan Elias Kandou.
Mereka berdua berangkat dengan kapal ss Prins van Oranje dari Batavia dengan
tujuan akhir Nederland (lihat Bataviaasch handelsblad, 27-04-1878). Dari
puluhan penumpang hanya mereka bedua yang bernama non Eropa/Belanda.

Dalam dua tahun terakhir Pemerintah Hindia
Belanda telah mengirim lima guru muda untuk studi ke Belanda yakni Raden Kami.
Raden Soejoed, Hamsah, Jozias Ratulangi dan Elias Kandou.

Pada
tahun 1879 guru muda Hamsah setelah beberapa lama di Belanda, dan belum
menyelesaikan studi, Hamsah kembali ke tanah air (lihat Het vaderland, 14-04-1879).
Disebutkan kapal st Amalia dari Nieuwediep dengan tujuan akhir Batavia dimana
di dalam terdapat penumpang bernama S Hamsah. Dalam manifes kapal juga terdapat
nama Mas Ardi Sasmita. Dari puluhan penumpang hanya mereka berdua bernama non
Eropa/Belanda.

Besar dugaan Mas Ardi Sasnita adalah orang
yang sama dengan nama Mas Ardi Sasmita yang berangkat dengan Willem Iskander ke
Belanda tahun 1874. Yang jelas Hamsah berangkat tahun 1877 bersama dengan Raden
Kamil dan Raden Soejoed. Lantas apakah Mas Ardi Sasmita telah menyelsaikan
studinya?

Dengan
kepulangan Hamsah dan Mas Ardi Sasmita, guru muda yang meneuskan studi di
Belanda sebanyak empat orang, yakni Raden Kamil, Soejoed, Jozias Ratulangi dan
Elias Kandou. Pada tahun 1880 tiga dari empat guru muda telah menyelesaikan
studi (lihat Dagblad van Zuidholland en ‘s Gravenhage, 10-11-1880). Disebutkan tiga
dari empat pemuda pribumi yang dilatih di Amsterdam baru saja lulus ujian untuk
asisten guru (yang keempat masih belum siap untuk mendaftar ujian) dan akan
segera kembali ke Hindia Belanda.

Raden Kamil dkk kembali ke tanah air pada
bulan Desember 1880 (lihat Opregte Haarlemsche Courant, 06-12-1880). Disebutkan
dari Amsterdam tanggal 4 Desember berangkat dengan tujuan akhir Batavia kapal
ss Prins van Oranje dimana diantara penumpang terdapat nama Raden Kamil, Jozias
Ratulangi dan Elias Kandou. Dari puluhan penumpang hanya mereka bertiga nama
non Eropa/Belanda. Tampaknya guru muda yang belum menyelesaikan studi adalah
Raden Soejoed. Dengan lulusnya Raden Kamil, Jozias Ratulangi dan Elias Kandou
studi di Belanda dengan akta guru maka sejauh ini baru empat pribumi yang
berhasil. Seperti disebut di atas Sati Nasoetion alias Willem Iskander mendapat
akta guru di Belanda pada tahun 1860. Ada jarak 20 tahun. Selain itu,
diharapkan Raden Soejoed yang berasal dari Magelang dapat menyelesaikan
studinya di Belanda.

Sementara
itu Pemerintah Hindia Belanda sudah merencanakan mengirim tiga guru muda satu
dari Residentie Padangsche Benelanden dan dua dari Residentie Ambon. Namun yang
terinformasikan dua guru muda dari Ambon berangkat ke Belanda. Kedua guru dari
Ambon tersebut adalah ME Anakotta dan JH Wattimena berangkat tahun 1881 (lihat Het
nieuws van den dag : kleine courant, 16-09-1881). Disebutkan kapal ss Conrad
dari Batavia menuju Amsterdam pada tanggal 13 Agustus 1881 dimana terdapat dua
penumpang bernama ME Anakotta dan JH Wattimena. Dalam manifest kapal ini hanya
mereka berdua dengan nama non Eropa/Belanda.

Di tanah air Raden Kamil ditempatkan sebagai
guru di sekolah guru di Magelang sedangkan Ratulangi dan Kandou di sekolah guru
di Tondano. Raden Kamil, ditempatkan di sekolah guru di Magelang pada bulan
September (lihat De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad,
01-10-1881). Pada tahun 1881 sekolah guru yang ada di Hindia Belanda berada di
Magelang (suksesi Soeracarta), Fort de Kock. Tondano (didirkan 1873), Ambon
(didirikan 1874), Probolinggo (didirikan 1875), Banjarmasin (1875-1893),
Makassar (1876-1895) dan Padang Sidempuan (1879-1891).

Untuk
memenuhi kebutuhan guru di sekolah guru, Pemerintah Hindia Belanda kemudian membuat
satu kebijakan baru untuk dilakukan ujian guru di Hindia. Dua guru muda yang
tidak menyelesaikan studi di Belanda dipanggi untuk mengikuti ujian. Namun
sebelum itu keduanya mempersiapkan diri dengan bantu guru Eropa/Belanda di Fort
de Kock dan di Chirebon. Hamsah dan Mas Ardi Sasmita berhasil lulus ujian. Lalu
kemudian diusulkan garu muda di Fort de Kock Nawawi untuk mengikuti ujian guru.

Pada tahun 1883 Hamsah dan Nawawi yang telah
lulus ujian dipekerjakan sebagai guru (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 25-09-1883). Disebutkan dipekerjakan
sementara di sekolah guru di Probolinggo, Residentie Probolinggo Si Hamzah dan di
Fort de Koek, Residentie Padangsche Bovenlanden, Province Sumatra’s Westkust Si
Nawawi galar Soetan Maamoer, yang keduanya baru saja lulus ujian Asisten Guru
di Het Openbaare Lager Onderwijs voor Europeanen, yang mana Si Nawawi saat ini guru
dalam bahasa Melayu di sekolah guru di Fort de Koek.

Dalam
perkembangannya diketahui bahwa Raden Soejoed akhirnya menyelesaikan studinya
di Belanda. Sementara dua guru muda dari Ambon hanya satu orang yang
menyelesaikan studinya. Pada tahun 1884, JH Wattimena dikabarkan lulus sekolah
guru di Amsterdam dan mendapat akta guru Lager Onderwijs (LO) (lihat Algemeen
Handelsblad, 07-04-1884).  Disebutkan
dari 14 kandidat yang diuji oleh Universiteit Amsterdam empat siswa dinyatakan
lulus, salah satu diantaranya JH Wattimena (di Amsterdam).

Sebelumnya di Hindia diberitakan bahwa Raden
Kamil guru kelas lima diangkat sebagai guru kelas empat di sekolah guru
Magelang; Raden Soejoed dan Hamsah diangkat sebagai guru kelas lima di sekolah
guru Probolinggo (lihat Bataviaasch handelsblad, 21-02-1884). Bagaimana Hamsah
tidak menyelesaikan studi di Belanda disebutkan karena gagal dua (atau tiga kali)
dalam ujian transisi (lihat Sumatra-courant : nieuws- en advertentieblad, 29-03-1884).
Seperti disebut di atas, kini Hamsah telah memenuhinya dengan baik di Hindia.

Setelah
semua urusan beres di Belanda, JH Wattimena kembali ke tanah air. Dalam manifes
kapal yang diberitakan Algemeen Handelsblad, 
06-09-1884 terdapat nama JH Wattimena. Kapal Prins van Oranje yang
ditumpangi JH Wattimena berangkat dari Amsterdam menuju Batavia pada tanggal 6
September 1884. Sekali lagi, dalam daftar penumpang ini tidak ada nama pribumi
selain JH Wattimena.

ME Anakotta tidak berumur panjang, ME Anakotta
meninggal selama pendidikan karena penyakit paru-paru di Amsterdam. Ini
menambah daftar guru-guru yang meninggal di Belanda. Dua guru muda yang dulu
tahun 1874 meninggal satu per satu selama pendidikan dan pelayaran pulang.
Willem Iskander yang telah menyelesaikan pendidikannya, sebelum pulang ke tanah
air juga dikabarkan meninggal di Amsterdam.

Tidak
lama kemudian, sebelum kapal yang membawa JH Wattimena tiba di Ambon sudah
keluar beslitnya untuk ditempatkan sebagai guru di Kweekschool Ambon (De
locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 04-11-1884). Dengan
kembalinya Raden Soejoed dan JH Wattimena, maka sejauh ini tidak ada lagi guru
muda yang tengah studi di Belanda. Secara keseluruhan guru-guru yang dikirim ke
Belanda (termasuk Willem Iskander) sebanyak enam orang berhasil, meninggal
empat orang, gagal satu orang dan lulus sebagian satu orang.

Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 12-01-1885: ‘Terhitung sejak 1
Februari 1885 Raden Kamil diberhentikan Raden Kamil di sekolag guru Magelang.
Sementara itu Raden Soejoed dari Magelang dipindahkan ke sekolah guru di
Bandoeng; Hamsah (tetap) di Probolinggo. Lalu bagaimana dengan Raden Kamil
sendiri?  Raden Kamil tetap di Magelang
tetapi sekolah guru Magelang berubah status menjadi Hoofdenschool.  

Pada
tahun 1887 Hamsah dan Nawawi diangkat kembali (lihat Java-bode : nieuws,
handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 03-02-1887). Disebutkan
diangkat sebagai guru Hamsah di sekolah guru Probolinggo dan Nawawi di sekolah
guru Fort de Kock. Pada tahun 1890 Hamsah masih tetap di Probolinggi di sekolah
Hoofdenschool.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Guru Hamsah: Apakah Kementerian
Pendidikan RI Tidak Miliki Narasi Sejarah Pendidikan

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Hindari Melakukan Perjalanan Bermodal Harta Riba

CARA MEMBUAT PENTOL KOREA EMPUK DAN LEMBUT UNTUK JUALAN

Iklan

Recommended Stories

CARA MEMBUAT ES KRIM POTONG SINGAPORE

09.11.2021

Kota Tua Padang Referensi Hunting Foto

21.12.2015

100 Musisi Bengkulu Bikin Pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang 2018 Semarak

16.11.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?