Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (395): Pahlawan Indonesia GB Josua Batoebara, Guru Studi ke Belanda;Front Medan Republik Indonesia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.02.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Seperti pada artikel-artikel
sebelumnya, guru-guru pada era Pemerintah Hindia Belanda banyak yang berjuang
dengan caranya masing-masing. Guru yang aktif berjuang diantaranya GB Josua.
Berjuang meningkatkan studi (ke Poerwokerto dan Belanda), berjuang memabngun
sekolah (di Medan) dan berjuang menyatukan bangsa Indonesia ke dalam wujud
negara kesatuan (NKRI)..

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Seperti halnya sekolah Taman Siswa, masih eksis hingga
ini hari, sekolah yang didirikan pada awal perjuangan bangsa juga terdapat di
Medan. Sekolah tersebut kini disebut Perguruan Josua (masih eksis hingga hari
ini). Namun sekolah Perguruan Josua mungkin tidak disadari di Medan, sekaolah
itu adalah tempat yang dibangun untuk berjuang demi bangsa. Pada era Pemerintah
Hindia Belanda, sekolah Josua Instituut menjadi tempat perjuangan untuk
mencerdaskan bangsa. Pada era perang kemerdekaan, sekolah itu menjadi basis
Republiken dan pada era pengakuan kedaulatan Indonesia (Republik Indonesia)
sekolah itu menjadi pusat penyatuan antara anak bangsa. Nama GB Jisua dan nama
sekolah Josua Instituut/Pergoeriean Josua adalah bagai jiwa dan raga yang aktif
berjuang demi bangsa.

Lantas
bagaimana sejarah GB Josua Haji Muhammad Gading Muda Batubara? Seperti disebut
di atas, GB Josua adalah seorang guru yang terus berjuang. Pada masa kini,
Perguruan Josua di Medan adalah wujud perjuangan sejak era Pemerintah Hindia Belanda.
Namun sayang, narasi sejarahnya belum ada pada laman Wikipedia. Lalu bagaimana
sejarah GB Josua? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia GB Josua
Batoebara, Guru Studi ke Belanda: Josua Instituut

Gading
Batoebara lahir di Hoetapadang, Sipirok 10 Oktober 1901 (10-10-01), Setelah
lulus Kweekschool Fort de Kock, Gading Batoebara melanjutkan sekolah ke Hogere
Kweekschool (HKS) di Poeworedjo, Gading Batoebara Josua lulus HKS tahun 1923.
Setelah lulus, GB Josua pulang kampung dan menjadi guru sementara di HIS swasta
Sipirok (kampung halamannya).

Sekolah dasar berbahasa Belanda HIS sudah ada
sejak lama di Padang Sidempoean. Lalu pada tahun 1920 dibuka sekolah HIS yang
baru di Kotanopan dimana direkturnya seorang pribumi yang baru pulang sekolah
guru dengan akta MO di Belanda, Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia.
Sekolah HIS swasta di Sipirok didirikan sebelum sekolah HIS Kotanopan dibuka,

GB
Josua kemudian merantau dan menjadi guru di Tandjoengpoera (Langkat). Tidak
lama di Tandjongpoera, GB Josua tertarik atas tawaran untuk memajukan sekolah
HIS swasta di Doloksanggoel. Kehadirannya membuat sekolah HIS Doloksanggoel
maju pesat hingga akhirnya diakuisisi oleh pemerintah menjadi HIS negeri.
Sukses GB Josua merancang HIS di Doloksanggoel membuat namanya diperhitungkan
oleh pemerintah Nederlansch Indie. Dalam perkembangannya, Gading Batoebara Josua
(GB Josua) diangkat menjadi guru pemerintah dan ditempatkan di Medan.

De Sumatra post, 17-09-1928): ‘G.B. Josua
diangkat menjadi guru pemerintah dan ditempatkan di Schakel School di Medan.
Mardan Tandjoeng dipindahkan dari Schakel School di Medan dan ditempatkan di
Holandsch Inlandsch School (HIS) di Padang Sidempoean.

Pada
tahun 1929 GB Josua melanjutkan pendidikannya ke Negeri Belanda di Groningen.
Setelah mendapat akte Lager Onderwijs GB Josua kembali ke tanah air dengan
menumpang kapal ss. Patria dari Rotterdam 4 November 1931 (lihat Het nieuws van
den dag voor Nederlandsch-Indië, 01-12-1931). Dalam perkembangannya GB Josua
merencanakan untuk mendirikan sekolah menengah MULO di Medan. Surat permintaan
ini disampaikan kepada Dewan Kota yang sekolah ini direncanakan membangun di
tempat dimana sebelumnya seorang Tionghoa menggunakannya sebagai fasilitas
pencucian yang bertempat di Westenenkstraat (De Sumatra post, 02-07-1932).

De Sumatra post, 27-04-1933 (Hasil ujian masuk
HBS, salah?): ‘Ada berita kejutan dan controversial di Pewarta Deli kemarin.
Isinya diskusi perihal hasil dalam ujian masuk HBS yang disorot. Artikel ini
menyebutkan hasil yang menakjubkan dari Taman Siswa dan angka yang sangat buruk
untuk HIS (pemerintah). Artikel ini mengutip daftar perolehan masing-masing
sekolah yang siswanya diterima di MULO: Taman Siswa lulus 50 persen, HIS
pemerintah nol persen dan Institute Josua lulus 80 persen. Kami telah
mengkonfirmasi kepada Direktur HBS bahwa informasi tersebut salah tempat. Bahwa
artikel itu diambil selama dua tahun terakhir, bukan hasil tahun ini. Tahun
sebelumnya berhasil sembilan persen. Insitut Josua gagal tahun ini tetapi
berhasil 80 persen dalam dua tahun terakhir. Berbeda dengan lembaga lain. kami
hanya perlu melihat hasil tahun ini ketika lima calon Taman Siswa tidak ada
yang cukup berhasil. Daftar lengkap hasil sekolah adalah sebagai berikut:
(lihat gambar).

Peresmian
sekolah ini dilakukan tanggal 16 Juli 1934. De Sumatra post, 03-05-1934 (Nieuwe
School): ‘Sekolah baru. Bertempat di Delistraat, sekolah dibangun untuk
Institut Josua untuk pendidikan dasar dan menengah dibawah kepemimpinan Joshua.
Bangunan harus selesai 1 Agustus (1934)’.

De Sumatra post, 22-06-1934 (Aktivitas guru
pribumi): ‘Orang bisa mengatakan bahwa pemerintah telah mengadopsi
langkah-langkah penghematan melalui stimulasi pada pengembangan inisiatif
pribadi pribumi di bidang pendidikan. Pada tahun ajaran baru, yang dimulai 1
Agustus, HIS dengan Al-Quran di Medan dibuka di sekolah yang baru, yang akan dibangun
yang menjadi alternative lain HIS dapat dipertimbangkan datang ke Willis
Street. Selain ini kesempatan pendidikan baru, perluasan lebih lanjut  menggantikan yang sudah ada, terbukti dengan
banyaknya pemberitahuan di majalah Melayu untuk guru dari pelatihan guru
perguruan tinggi atau sekolah normal yang lebih tinggi, kekuatan yang kompeten.
Ekspansi yang dilakukan sekolah yang dimiliki Mr Josua terbesar akan menjadi
terbesar pada pendidikan dasar (HIS) dan menengah (MULO) di Medan, sebagai
sekolah Mr Joshua, yang saat ini berada di Westenenckweg (kini Jalan
Borobudur). Untuk bangunan sekolah ini sedang dibangun di Delistraat. Secara
keseluruhan, Kota Medan, pendidikan anak-anak pribumi yang bersangkutan, tahun
ini jauh lebih baik daripada awal tahun terakhir, ketika begitu banyak orang
yang datang untuk melamar pendidikan Hollandsch Inlandsch School ditolak
(karena kurang kapasitas)’.

Siswa-siswa
Joshua Instituut telah menjadi bagian dari komunitas pelajar di Medan. De
Sumatra post, 24-09-1934: ‘Kompetisi basket di Medan. Divisi senior terdaftar
lima klub yakni IEV, JS. HBS, KJB (KMS), Su Tung dan MULO. Divis Junior
sebanyak 10 asosiasi, yakni ÏEV (2 tim), klub MULO, Medan, NHIS, Eur. Sekolah
Dasar, Chr. Euro. S., Chr. HIS, Institute Josua dan Taman Siswa’.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

GB Josua dan Front Medan
Republik Indonesia: Berjuang Untuk Persatuan

Dengan
Joshua Insyiyuut, nama GB Josua di Medan mulai kembali diperhitungkan di pentas
dunia politik. De Sumatra post, 19-06-1934 memberitakan bahwa GB Josua
diusulkan menjadi anggota Dewan Kota melalui pemilihan. Total kursi anggota
dewan yang diperebutkan sebanyak 17 yang terdiri dari 10 kursi untuk Belanda, 5
kursi untuk pribumi dan 2 kursi untuk Non Belanda. Dari daftar calon untuk
pribumi ada sebanyak 15 orang. Dari daftar ini terdapat enam anak Padang
Sidempoen, yakni: Abdullah Lubis, Aboe Bakar, Abdul Hakim, GB Joshua, Madong
Lubis dan Soeleiman Hasiboean.

Anak-anak Padang Sidempoean sudah banyak yang
menjadi anggota dewan kota bahkan anggota Volksraads. Kajamoedin Harahap gelar
Radja Goenoeng adalah pribumi pertama yang menjadi anggota dewan kota Medan
(1918) dan Dr, Alimoesa Harahap, anggota Dewan Kota Pematang Siantar menjadi
anggota Volksraads (pribumi pertama anggota Volksraad dari Noord Sumatra). Pada
pemilihan periode terakhir ini satu diantaranya adalah Abdoel Hakim.

GB
Josua belum beruntung. Namun demikian pada awal tahun 1935, GB Josua diangkat
sebagai anggota Komite Pendidikan (lihat De Sumatra post, 02-02-1935). De
Sumatra post, 20-07-1935 menyebutkan anggota komisi tersebut adalah Voorzitter:
Ir. JC Francken, Directeur HBS. Secretaris: B.Benning Kesawan. Sebanyak
Sembilan anggota: Mpvr. O. Nelissen-üumas, Tasmanlaan, Gan Hoat Soey, fa. Hap
Tong, Luitenantsweg, PH Geensen, Hoofd 2e Holl. Inl. School, GB Josua, Hoofd
Inst. voor gewoon en voortgezet, Lager onderwijs, PJH. Klevant, Hoofd Chr.
Eerste Lagere School, JS Krenuing, Directeur Mulo, Dr. Sic Tjoau Sioe, Arts, FE
Vervuurt, Hoofd Holl. Chin. School’.

De Sumatra post, 01-06-1935 (Toezicht en
Bijstand Algemeene Volkscredietbank): ‘Untuk tugas pemantauan dan Bantuan Bank
Kredit Algemeene Rakyat selama tiga tahun diangkat menjadi anggota pengawas dan
bantuan dari umum lokal menggunakan kredit bank Volkse di Medan: GB Joshua,
Kepala Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah di Medan’.

Pada
periode berikutnya, GB Josua berhasil merebut kursi ke dewan kota
(gemeenteraad) Medan. Dalam putaran terakhir pemilihan Dewan Kota Medan yang
terpilih adalah Abdul Hakim dan GB Josua (lihat De Sumatra post, 04-04-1936).
GB
Josua juga diketahui sebagai Ketua SGIM (Serikat Goroe Goeroe Indonesia Medan)
(De Sumatra post, 18-07-1936).

Dalam ujian masuk MULO Medan 1937 salah satu
lulusan Instituut Josua Medan bernama Kasamiah berhasil diterima di MULO (De
Sumatra post, 17-06-1937). Ini mengindikasikan bahwa sekolah swasta Joshua
Instituut sudah mulai bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya.

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Surga Tersembunyi Luat Pahae Julu, Wisata Air Terjun Batu Manarus Lobu Tapanuli Utara

Apabila Terjadi Perselisihan Antara Karyawan Dan Majikan Mengenai Upah Maka Ditetapkan Sesuai Standar Kebiasaan Masyarakat

Iklan

Recommended Stories

Berita koran Soeara Asia tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia, 1945

07.05.2019

Totto-chan: The Little Girl at the Window

04.05.2024

Begini Cara Baduy Melindungi Alam dan Budaya Mereka dari Dampak Negatif Pengunjung

22.10.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?