Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (76): Peta Rupa Bumi Indonesia; Sejak Dunia Datar hingga Penolakan Teori Paparan Sunda dan Sahul

Tempo Doelo by Tempo Doelo
06.07.2021
Reading Time: 24 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog Klik Disini  

Apakah
Anda ‘penganut’ teori bumi itu datar
? Mari kita lupakan itu, karena
faktanya memang bumi itu bulat. Nah, sekarang, saya ajukan Anda suatu
pertanyaan baru: ‘Apakah Anda percaya teori lama tentang teori paparan, bahwa
tempo doeloe pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa menyatu dengan (benua) Asia
? Jika Anda masih
percaya teori paparan itu, mari kita buktikan sebaliknya: bahwa teori paparan
itu tidak berlaku sekarang, karena gagal terbukti. Faktanya (dari dulu hingga
kini): pulau Sumatra, pulau Jawa, pulau Kalimantan serta pulau yang lebih
kecil di sekitarnya tetap terpisah satu dengan yang lainnya
.

ADVERTISEMENT
Berdasarkan pemahaman selama ini sebagai
berikut: ‘Secara geologi, Paparan Sunda adalah landas kontinen perpanjangan
lempeng benua Eurasia di Asia Tenggara. Massa daratan utama antara lain
Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Madura, Bali, dan pulau-pulau kecil di
sekitarnya. Area ini meliputi kawasan seluas 1,85 juta Km2. Kedalaman laut
dangkal yang membenam paparan ini jarang sekali melebihi 50 meter, dan
kebanyakan hanya sedalam kurang dari 20 meter, hal ini mengakibatkan kuatnya
erosi dasar laut akibat gelombang laut. Tebing curam bawah laut memisahkan
Paparan Sunda dari kepulauan Filipina, Sulawesi, dan Kepulauan Sunda Kecil. Secara
biogeografi, kawasan ini dikenal sebagai Sundaland atau Tanah Sunda, sebuah
istilah yang merujuk kepada bentang daratan lempeng benua dan landas kontinen
di Asia Tenggara yang merupakan dataran di atas permukaan laut ketika permukaan
laut jauh lebih rendah pada zaman es terakhir. Tanah Sunda termasuk Semenanjung
Malaya, Kepulauan Sunda Besar termasuk Kalimantan, Sumatra, dan Jawa, serta
laut dangkal di sekitarnya, yaitu Laut Jawa, Selat Malaka, Selat Karimata,
Teluk Siam, dan bagian selatan Laut China Selatan. Bukti bahwa pulau-pulau
Sunda Besar pernah bersatu dengan benua Asia adalah sebaran jenis mamalia Asia
seperti beberapa jenis kera, gajah, macan dan harimau yang ditemukan di benua
Asia, Sumatra, Jawa, dan Bali; serta adanya Orangutan baik di Sumatra dan
Kalimantan. Pada zaman es, permukaan laut turun, dan kawasan luas Paparan Sunda
terbuka dan muncul di atas permukaan air dalam bentuk dataran rawa yang amat
luas. Naiknya permukaan air laut pada saat gelombang es di kutub mencair
sebanyak 14,6 sampai 14,3 kbp menaikan permukaan laut setinggi 16 meter dalam
jangka waktu 300 tahun’ (Wikipedia).

Lantas
bagaimana sejarah peta rupa bumi Indonesia
? Seperti disebut di atas, bahwa selama ini dipahami pulau
Sumatra, Kalimantan dan Jawa-Bali pernah menyatu dengan benua Asia. Akan tetapi
dalam artikel ini ingin membuktikan bahwa pedapat itu tidak memiliki
argumentasi yang kuat.
Lalu bagaimana sejarah peta rupa bumi Indonesia
yang sebenarnya
? Sepertt juga disebut di atas bahwa (dari dulu
hingga kini) pulau Sumatra, pulau Jawa, pulau Kalimantan dan Pulau Papua serta
pulau yang lebih kecil di sekitarnya sejak zaman kuno tetap terpisah satu
dengan yang lainnya hingga kini. Bagaimana bisa
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pulau Sumatra, Jawa-Bali, Kalimantan
Sejak Zaman Kuno Tetap Terpisah Satu dengan Lainnya hingga Kini (Tidak Pernah
Menyatu)

Berdasarkan peta satelit (googlemap) terlihat warna biru muda (yang
mengindikasikan laut dangkal) diantara pulau Sumatra, pulau jawa dan pulau
Kalimantan dengan wilayah Semenanjung dan Indochina. Atas dasar inilah selama
ini diyakini oleh para peneliti maupun para peminat geografi bahwa di zaman
kuno pernah menyatu sebagai daratan, tetapi karena permukaan air laut naik maka
daratan yang lebih rendah tergenang dan daratan yang timbul adalah pulau
Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Semenanjung. Teori ini tentu sangat naif bahwa
air laut pernah bertambah tinggi lebih dari 50 meter (berdasarkan ukuran dasar
laut terdalam di Laut Jawa, selat Malaka dan Laut China Selatan).

Permukaan air laut meningkat setinggi 50 meter, sudah barang tentu naiknya
permukaan laut tidak hanya di sekitar Laut Jawa, Selat Malaka dan Laut China
Selatan, tetapi di seluruh permukaan bumi, bukan? Nah, sekarang apa yang bisa
membuat permukaan laut setinggi dan seluas itu. Jelas gunung es apa pun yang
mencair tidak akan menambah air laut yang meningkatkan permukaannya setinggi
itu. Itu ibarat seember air dituangkan ke dalam kolam renang tidak akan terlalu
mempengaruhi kenaikan permukaan air kolam. Dengan demikian sebenarnya air
permukaan laut hanya sekitar segitu-gitu saja sejak zaman kuno hingga ini hari.

Oleh
karena tidak ada yang mempengaruhi tinggi permukaan laut (di seluruh muka bnmi)
secara signifikan alias tinggi permukaan laut teori paparan Sunda ini tidak
berlaku (demikian juga dengan paparan Sahul). Yang perlu dipertanyakan adalah
apakah ada kenaikan pemukaan dasar laut sejak zaman kuno hingga sekarang di
Laut Jawa, Selat Malaka dan Laut China Selatan yang disebabkan faktor lain? Hal
serupa tentang papasarn Sunda ini juga papasan Sahul di Laut Arufuru dan selat Torres.

Zaman es adalah satu hal. Itu terjadi di zaman
awal bumi entah baru ribu atau berjuta tahun yang lampau. Terlalu jauh untuk
berbicara yang terkait dengan terjadinya pendangkalan laut. Dalam proses
pendangkalan laut masih memungkin untuk lebih memperhatikan dugaan pada letusan
gunung Toba di zaman kuno yang jelas dalam hal ini akan memuntahkan dalam
volume besar bahan material batu, lumpur dan debu. Dampak langsung dari letusan
yang menyebabkan gempa yang menyebabkan semua pohon besar rumbang dan terbakar
yang kemudian terbawa arus sungai ke laut. Material-material letusan gunung
Toba ini terutama debu dan pasir beserta bahan material ikutan sampah hutan
memenuhi lautan yang mengakibatkan kedalaman dasar laut menjadi lebih dangkal.
Yang dapat dihubungkan dengan proses vulkanik gunung Toba ini adalah gunug
Tambora (meletus terakhir 1815) dan gunung Krakatau. Letusan gunung Krakatau, yang
kini masih aktif, terjadi pada tahun 1883.

Jika ada faktor lain
tersebut, itu berarti bahwa kedalaman laut yang sekarang jauh lebih dangkal
jika dibandingkan pada zaman kuno. Untuk membuktikan kenaikan permukaan dasar
laut di sekitar Laut Jawa, Selat Malaka dan Laut China Selatan dapat
diperhatikan dari proses semakin meluasnya pulau Jawa (bagian utara), pulau
Kalimantan (bagian barat dan selatan) dan pulau Sumatra (bagian timur) dan
Semenanjung (barat dan timur) dan Indochina (bagian timur)

Proses perluasan (pembengkakan) pulau-pulau
tersebut, bermula dari proses pendakalan pantai akibat biomassa yang terbawa
sungai-sungai dari pegunungan (pedalaman), yang pada mulanya terbentuk rawa-rawa
(proses sedimentasi) yang kemudian menjadi daratan baru. Proses ini terus
berlanjut selama terjadi biomassa yang besar mengalir ke laut apakah akibat
erupsi gunung api, pembaran hutan, pertambangan, dan eroasi tanah saat terjadi
hujan. Sebagai akibatnya sungai-sungai mencari jalan sendiri menuju laut melaui
rawa-rawa yang kini terlihat sungai semakin panjang dari pedalaman dan permukaan
air sungai semakin datar pada tanah-tanah yang terbentuk baru. Singkat kata
pulau Sumatra, pulau Jawa dan semenanjung lebih ramping pada zaman dulu
dibandingkan sekarang, dan demikian juga pulau Kalimantan lebih kecil dulu
dibanding sekarang serta daratan Indochina yang sekarang lebih ke dalam pada
zaman kuno.

Adanya
ekosisstem yang mirip antara pulau Sulamatra, Jawa, Kalimantan, Semenjang dan
Indochina selatan, tentu saja karena berada di kawasan yang sama di seputar
khatuslistiwa (wilayah tropis). Oleh karena itu terbentuk habitat yang sesuai
satu sama lain dari flora dan fauna yang ada. Adanya hewan besar seperti harimau
dan gajah di pulau Sumatra, Jawa-Bali dan Semenanjung tidak bisa dijadikan
sebagai argumen untuk menyatakan di zaman kuno terjadi penyatuan daratan
tersebut. Sebab keberadaan hewan besar yang ditemukan di Asia bisa jadi di bawa
ke pulau-pulau tersebut oleh orang pada zaman kuno (atau bahkan bisa sebaliknya).
Mngapa dibawa karena ada kebutuhan dan kepentingannya. Hal ini karena faktanya
tidak pernah ditemukan jejak harimau di pulau Kalimantan.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Paparan Indonesia: Paparan
Sunda dan Paparan Sahul

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog
ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi
warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan
utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas
Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat
tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton
sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan
sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam
memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini
hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish).
Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

31.12.2021
Sejarah

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (324): Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris Asal Kutai; Pantai Timur Borneo pada Era VOC

30.12.2021
Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (30): Enam foto dari Jawa Timur

29.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (323): Pahlawan Nasional Pengeran Mohamad Noor, Banjar; THS te Bandoeng, Volksraad dan BPUPKI

29.12.2021
Next Post

Dari buku foto tentang Bogor terbitan Carl Lang (3): Bangunan zaman kolonial, 1883

Menyaksikan Tarian Pari Manta di Perairan Raja Ampat

Majelis Imam Bukhari di Merv

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Intra Asia di Surabaya

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Intra Asia di Surabaya

12.09.2022

Bank Mandiri KCP Takengon

30.06.2015
Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Memanas, ASEAN Bergerak Cepat Redam Situasi

Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Memanas, ASEAN Bergerak Cepat Redam Situasi

26.07.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?